Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab21. Echa The Other Side


__ADS_3

"Lo mau tau apa yang Chika udah lakuin biar Lo bisa tetep kuliah di sini Ca?". Tanya Lia tersenyum sinis.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Echa. Gadis itu hanya memandang Lia, Riska dan Reina dengan tatapan kebingungan seolah meminta jawaban atas ucapan mereka beberapa saat lalu.


"Mau denger langsung dari Gue, atau langsung dari Pak Dirga Sang Rektor". Echa semakin menatap tidak percaya kepada Lia, Riska dan Reina bergantian.


"Udah Lo kasih tau aja Lia. Kalau dia nggak percaya nanti kan dia bisa nanya langsung sama Pak Dirga". Ucap Reina kesal.


"Tau Lo. Tinggal kasih tau nih manusia, kalau selama ini beasiswa yang dia dapat itu sebenarnya punya nya Chika". Ucap Riska yang lalu menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Ups... Kelepasan Sista". Reina dan Lia memasang wajah malas saat melihat senyuman senang Riska.


Namun hal berbeda justru di tampilkan wajah Echa. Wajah gadis itu memucat dengan mulut yang terbuka lebar saat mendengar ucapan Riska.


"Kuping Lo nggak budek kan?". Tanya Riska sinis.


"Jangan-jangan selain hati Lo busuk, kuping Lo juga budek lagi. Lengkap banget idup Lo Ca". Seloroh Reina tanpa dosa.


"Bener yang Riska bilang. Beasiswa Lo udah di cabut dari pihak kampus karena pihak kampus tau kerjaan sambilan Elo". Echa membulatkan mata nya tidak percaya, kalau ternyata pekerjaan sambilan yang di lakoni sejak dua tahun ini sudah di ketahui oleh pihak kampus.


Dan lebih parah nya lagi para teman nongkrong di kelas nya tau. Apa mungkin mahasiswa atau mahasiswi lain nya juga sudah tau pekerjaan sambilan nya itu.


"Maksud kalian?".


"Kita udah tau kalau Lo jadi sugar baby". Ucap Reina santai.


Beruntung kelas saat ini sudah sepi dan hanya tinggal mereka berempat yang tersisa di dalam kelas.


"Ada yang laporan ke pihak kampus. Dan yang pastinya itu bukan kita apalagi Chika. Tapi istri dari sugar daddy Lo". Ujar Reina dan itu membuat Echa menelan saliva nya dengan kasar.


"Dan Lo tau siapa istri sugar daddy Lo?. Eh salah, Gue rubah pertanyaan.Apa Lo tau siapa anak dari sugar daddy Lo? ". Rentetan pertanyaan Lia di jawab oleh Echa dengan diam.


"Dewa". Bisik Lia dan hanya terdengar oleh Echa.


Echa pun terkejut. Saking terkejut nya, tubuh Echa yang sedang duduk itu nyaris terjungkal ke belakang. Hingga membuat Lia pun mengulumkan senyum.

__ADS_1


"Beruntung anak nya nggak tau kebejatan bokap nya. Karena nyokap nya nggak ngasih tau dia".


"Dan bodoh nya. Tuh Sugar Daddy nggak tau kalau sugar baby nya ternyata lebih tertarik sama daun muda yang ternyata anak nya sendiri". Ucap Lia lirih namun penuh ejekan kepada Echa.


"Kita lebih milih diam, padahal kita udah tau belang Lo itu juga karena permintaan Chika. Dan masalah beasiswa, Chika ngerasa dengan Lo dapat beasiswa Lo bakal berenti jadi sugar baby. Tapi nyatanya yang di harap malah salah. Lo malah masih tetep jadi sugar baby dan malah cemburu sama Chika, karena Dewa ngejar-ngejar Chika. Well, kita rasa pertemanan kita cukup sampai disini ". Ucap Reina panjang yang kalimat akhir nya di angguki oleh Lia dan Riska.


"Gue pribadi nggak mau terlibat atau pun di libatkan sama urusan Lo, takut nya Gue kena imbas jadi sugar baby juga padahal mah kagak". Ujar Reina lalu pergi meninggalkan Echa, Lia juga Riska.


"Jujur, Gue kecewa sama Elo Ca". Riska menepuk bahu kanan Echa dan gadis itu pun menatap Riska dengan tatapan menyesal.


"Sama kaya Reina, pertemanan kita cukup sampai disini". Ujar Riska lalu mengikuti langkah Reina.


Hanya tersisa Lia dan Echa di dalam kelas. Lia menatap Echa dengan tajam. Sementara yang di tatap nya lebih memilih menundukkan kepala nya dalam-dalam.


"Mending Lo insyaf sebelum terlambat". Ujar Lia.


"Masa depan Lo masih panjang. Lo tau sekarang kedua orang tua Dewa udah cerai dan semua harta bokap nya bakal jatuh ke tangan Dewa?". Ucap Lia. Echa mengangkat kepalanya lalu menatap Lia dengan tajam.


"Gue tetangga nya Dewa. Adik nya Dewa temen main Gue di rumah". Lia tersenyum kecut. Sementara Echa wajahnya semakin terkejut dan berubah menjadi malu.


"Kalau perusahaan udah di serahin ke Dewa kemaren dan usaha Catering di ambil Tante Mega.Jadi bisa di bilang Om Aldo sekarang kere". Lia mengulum senyum melihat wajah Echa yang berubah khawatir.


"Tenang aja, yang tau masalah ini cuma Gue doang. Yang lain nggak tau. Jadi lebih baik Lo pikirin jalan Lo kedepan mau gimana ". Lia pun menepuk bahu kanan Echa lalu beranjak meninggalkan Echa yang tertunduk lemas.


"Sial". Pekik Echa kesal.


###########################################


Chika mendengus dengan kesal karena sejak keluar Kampus hingga tiba di Mall yang berada di kawasan elit kota nya. Bagas lebih memilih diam.


Lelaki dewasa itu sibuk dengan HP nya sambil sesekali melihat ke sekeliling nya juga kepada gadis yang sedang berjalan di samping kiri nya yang sedang memasang wajah muram.


"Itu muka kenapa di tekuk?". Chika memasang wajah jutek seraya melihat Bagas yang berjalan santai di samping nya.


"Masih bisa ngomong Pak?". Ujar Chika sambil mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


"Mas nya mana?". Chika memutar malas kedua bola mata nya saat mendengar ucapan Bagas. Dia lalu mempercepat langkahnya mendahului Bagas.


"Dek, masa Mas nya di tinggal". Ujar Bagas sambil tertawa kecil menggoda Chika, hingga Chika pun semakin mempercepat langkahnya.


"Hai Chika". Chika langsung menghentikan langkah tepat saat sebuah suara pria menyapa nya.


Gadis itu bahkan memundurkan langkahnya kebelakang saat hanya berjalan beberapa langkah dari sang pemilik sapaan.


"Dewa". Ucap Chika lalu menengok ke belakang. Tampak Bagas sedang menghentikan langkahnya di sebuah toko yang berjarak 3 toko dari tempat Chika seraya berbicara di telepon.


"Sendiri?". Tanya Dewa.


"Nggak ". Jawab Chika hendak menghindari Dewa.


"Oh, sama pawang nya". Ujar Dewa saat melihat Chika yang tampak sesekali melihat kearah Bagas yang kini membelakangi.


"Dia lebih pantas jadi Om Kamu Ka". Ujar Bagas membuat Chika menghela nafas pendek.


"Bukan nya Kamu paling anti berhubungan dengan pria yang lebih dewasa?". Tanya Dewa sambil tersenyum mencibir.


"Ralat, bukan anti namun hanya berharap, sekira nya ada jodoh lebih berharap dengan yang seumur atau beda beberapa tahun bukan belasan tahun".


"Tapi mungkin Allah, lebih menunjukkan bahwa pria dengan beda umur belasan tahun memiliki pemikiran yang lebih matang. Mereka lebih siap untuk berkomitmen dalam menjalin hubungan lebih serius bukan hanya pacaran yang hanya akan menjadi mudharat". Ujar Chika panjang lebar seolah menampar Dewa yang selalu mengajak Chika berpacaran.


"Udah selesai ngobrol nya?".


##########################################


JANGAN LUPA LIKE NYA YA


KOMEN JUGA VOTE NYA DI TUNGGU YA


SEE YOU NEXT BAB


##########################################

__ADS_1


__ADS_2