
Waktu terus berjalan, persahabatan Arsy dan Bagas dengan para sahabat nya masih terjalin dengan sangat baik. Setiap awal bulan merrka akan selalu mengadakan pertemuan beserta keluarga kecil mereka.
Bahkan Lia dan Juwono tinggal bersebelahan dengan Arsy dan Bagas, jadi tak heran lagi kalau anak anak mereka akan terlihat selalu bersama setiap saat.
Seperti hal nya di pagj yang sama dilakukan oleh keluarga kecil Arsy dan Bagas, perdebatan kecil Putra sulung nya selalu menghiasi acara sarapan mereka.
"Rafa nggak mau makan itu Bunda". Rengek bocah berusia 7 tahun ketika di hadapan nya sudah tersaji sepiring nasi lengkap dengan sayuran serta sepotong ayam goreng kegemaran si kembar botak yang ternyata menjadi kegemaran bocah tampan tersebut.
"Makan sayur nya Bang. Abang mau tiap pu* harus di njus dulu?". Rafa menggelengkan kepala nya dengan malas.
Ya bocah tampan dan menggemaskan itu adalah Rafasya Ananda Bagaskara, Putra pertama dari Bagaskara Adityawarman Gumilang dan Ananda Arsyka Hidayat.
Bocah dengan pipi gembul itu selalu menolak piring yang berisi sayuran walaupun sepotong pa** ayam favorit nya ikut menemani isi piring nya.
"Maem Bang Anteng". Rafa mendengus kesal saat sebuah suara imut menasehati nya.
"Iya aja mam ayul. Nak Bang ". Arsy tersenyum mendengar celoteh bocah perempuan yang sedang sibuk menghabiskan lauk di piring kecil nya.
"Unda, Iya au amba". Bocah cantik dengan rambut yang di kuncir itu tersenyum seraya menyodorkan piring kepada Bunda nya.
"Aduh pinter nya anak Bunda, mau nambah maem nya". Arsy mengusap lembut kepala putri cantik nya yang tengah menganggukkan kepala nya.
"Yah, Iya nak Yah utan Unda". Rafa mengulum senyuman kala mendengar celoteh bocah yang masih belum lancar ngomong nya itu.
"Oh, jadi Fira itu anak nya Ayah, bukan anak nya Bunda. Ya udah kalau gitu Bunda sayang abang Rafa aja". Ucap Arsy berpura-pura merajuk kepada bocah perempuan berusia hampir 3 tahun yang sedang duduk manis di kursi makan khusus nya.
"No no no no. Unda ndak ole ayang Bang". Rengek Chairunisaa Al Maghfira atau yang biasa di panggil Fira, yang merupakan anak kedua Arsy dan Bagas yang berusia hampir 3 tahun itu.
"Kata nya ade anak nya Ayah, ya berarti Abang anak nya Bunda". Fira semakin merajut mendengar ucapan abang nya.
__ADS_1
"Ndak, Iya anak Yah uda Unda". Rengek Fira bahkan menangis kecil.
"Iya, Fira sama Abang juga anak Ayah dan Bunda". Arsy merangkul kepala Fira dan mengusap nya dengan lembut lalu mengecupi nya hingga gadis kecil nya itu pun menghentikan rajukan nya.
"Assalamu'alaikum, kesayangan Ayah". Sapa Bagas saat tiba di ruang makan.
"Waalaikumsalam, Ayah". Sahut Arsy juga Rafa. Sementara Fira menjawab salam dengan celoteh khas bocah yang belum lancar bicara.
"Dimakan sayuran nya Bang". Tegur Bagas, kala melihat sayuran di piring Rafa masih terlihat belum disentuh, seraya mengusap lembut pucuk kepala Rafa.
"Iya Ayah". Ucap Rafa pelan, yang di angguki Bagas.
"Wah ade pinter lho mau maem sayur". Fira tersenyum bangga saat mendapat pujian dan kecupan di kening dari Ayah nya.
"Bunda hari ini masak apa nih". Tak lupa Bagas menghadiahkan sebuah kecupan di kening Arsy sebelum pria itu mendudukkan tubuh nya di kursi makan yang berada di samping Rafa.
"Wow ada ayam upin ipin kesukaan Abang sama Kakak". Rafa dan Fira tersenyum kala melihat sang Ayah tampak senang dengan makanan kesukaan mereka.
"Sayur oyong Ayah". Jawab Arsy lalu menyerahkan sebuah piring yang sudah terisikan nasi dan lauk pauk nya.
"nyak yah". Ucap Fira yang lahap memakan sayur oyong yang di temani soun itu.
"Wah iya enak". Puji Bagas saat memakan sayur oyong itu, dan membuat Rafa akhir nya mau menyentuh sayuran yang ada di piring nya.
Kedua bola mata Rafa membulat lalu menatap penuh harap kepada sang Bunda yang juga sedang melihatnya dengan penuh senyuman.
"Bunda, Abang mau tambah sayuran nya". Ucap nya sambil menyodorkan piring nya yang sudah hilang sayuran nya.
"Alhamdulillah, Abang suka sayuran nya. Sini Bunda tambahin ya". Ucap Arsy mengambil piring yang Rafa sodorkan dan menambah kan sesendok sayur kepada piring Rafa.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum..." Dua buah teriakan membuat Rafa dan Fira menghela nafas dengan malas, apalagi ketika dua orang sosok makhluk kecil mulai tampak di ruang makan.
"Waalaikumsalam". Sahut Arsy, Bagas juga Rafa dan tentu nya Fira yang menjawab salam dengan versi nya.
"Ayah Bunda". Sepasang anak seusia Rafa itu mencium punggung tangan kanan Bagas dan Arsy bergantian.
"Bisma sama Sri udah sarapan?". Kedua bocah kembar itu menggelengkan kepala nya bersamaan seraya tersenyum manis.
"Kebiasaan, tiap pagi numpang makan, emang Mama Kamu nggak masak apa". Ucap Rafa yang langsung mendapat teguran dari Arsy dan juga Bagas.
"Rafasya". Panggil Bagas dan Arsy bersamaan saat sang putra selesai berceloteh.
"Kamu kaya nggak tau Mama aja Fa, Dia itu kalau pagi sibuk ngurus Shinta". Tanpa permisi Bisma langsung duduk di samping Fira.
"Assalamu'alaikum Adik cantik kesayangan Mas Bisma". Sapa Bisma kepada Fira dan membuat Fira malas menjawab nya.
"Kum alam". Jawab Fira jutek. Bagas dan Arsy tampak tersenyum melihat Bisma yang sejak Fira bayi sudah melabeli Fira sebagai milik nya.
Bahkan dengan berani Putra Juwono itu memberikan uang 5 ribu kepada Bagas saat Fira baru saja di kenalkan kepada mereka.
"Adek nya Aku beli ya Yah, nanti kalau udah besar Aku kasih Ayah uang yang banyak". Itulah ucapan Bisma kala pertama kali melihat Fira dan sudah langsung jatuh hati kepada bayi kecil nya.
"Bang Rafa doyan sayur?". Tanya Kandi kembaran Bisma. Rafa hanya mengangguk pelan. Kandi pun mendudukkan tubuh nya di samping Rafa.
"Ini di makan dulu". Arsy memberikan sepiring nasi berisi sayuran kepada si kembar yang langsung lahap memakannya.
"Kalian itu kaya nggak pernah makan aja". Celoteh Rafa saat melihat kedua makhluk kembar yang tengah lahap memakan makanan yang Bunda nya masak, Bisma dan Kandi terlihat santai saja tak menanggapi ucapan Rafa yang kalau berbicara sekarang lebih mirip dengan sang Ayah.
"Rafasya". Panggil Arsy dan Bagas dengan tegas.
__ADS_1
"Maaf" Ucap Rafa.
"Nggak apa-apa Ayah Bunda, Kami sudah hafal dengan Abang. Walaupun kalau ngomong itu ketus, muka jutek, tapi sebenarnya Abang tuh sayang sama Kami" Ujar Bisma yang membuat Rafa membolakan mata nya dengan malas, namun hal itu justru membuat pagi mereka terasa berwarna.