Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 67. Wonder Women


__ADS_3

Dan beberapa hari kemudian sebuah fakta yang membuat kehidupan semakin kusut pun terjadi. Apa yang di takutkan oleh nya ternyata menjadi kenyataan. Apa yang tidak di harapkan nya ternyata menjadi nyata.


Daniel sang Opa adalah Papa Kandung nya bukan Opa nya. Hal itu membuat Bastian pun semakin menggila. Pria itu bahkan memukuli sang Ayah yang satu sel dengan nya tanpa ampun hingga membuat Daniel babak belur dan harus di bawah ke Rumah Sakit dengan pengawasan serta pengawalan ekstra karena status Daniel yang kini menjadi tersangka utama kasus pembunuhan terhadap keluarga Arsy dan juga Bagas.


Perkara Bastian pun semakin panjang. Bukan nya sadar akan kelakuan nya Daniel justru memperkarakan sang Putra tunggal dengan kasus pemukulan.


Amanda hanya cuek ketika fakta Riska adalah anak kandung Daniel bukan Bastian.


"Gue anak haram Ka. Gue anak hasil perbuatan Zina. Ya Allah apa dosa HambaMu ini hingga Engkau menjadikan Hamba anak dari para penzina". Rintih Riska didalam pelukan Arsy.


Calon ibu muda itu sengaja mengunjungi sang sahabat yang juga sepupu nya itu saat mendapat kabar dari Ardi bahwa sejak mengetahui fakta siapa ayah kandung nya, Riska tidak berhenti menangis dan merenungi nasib nya.


"Sabar Ris. Lo bukan anak haram. Karena setiap anak itu tidak ada yang haram. Hanya perbuatan kedua orang tua nya lah yang haram".


"Lo tetep lah Elo seorang Riska yang selalu tegas, tegar juga pemberani. Lo tetep Riska sahabat juga saudara sepupu Gue". Ujar Arsy menguatkan Riska.


"Tapi Gue malu Ka. Apa coba yang bakal di pikirin Mama Om Ardi tentang Gue yang lahir dari perselingkuhan juga perzinaan Mama sama Opa Gue. Belum lagi tanggapan orang orang. Ya Allah Chika, Gue ngerasa jadi manusia yang paling hina". Riska semakin erat memeluk Arsy, tangis nya semakin menjadi dan hal itu membuat Ardi pun semakin merasa akan membahagiakan Riska.


Ceklek


Pintu apartemen Ardi terbuka dari luar. Sesosok wanita berusia 60 tahun dengan pakaian syar'i berdiri di pintu yang sudah tertutup.


Riska menghentikan tangisan nya saat mendengar pintu apartemen terbuka dan tertutup kembali.


Ardi menghela nafas kala melihat sosok wanita itu berjalan menghampiri nya dengan wajah menahan kesal.


Tanpa segan-segan wanita itu memukuli Ardi dengan tas yang di bawa nya. Wanita itu tampak nya tidak menyadari keberadaan Riska juga Arsy yang duduk di sofa ruang tamu yang memang membelakangi pintu masuk unit apartement Ardi.


"Dasar anak nakal. Kamu anggap Umi mu ini apa hah". Ardi meringis menerima pukulan dari wanita itu.


"Kamu nikah nggak kasih tau Umi. Kamu sudah nggak anggap Umi masih hidup hah?". Riska menahan tangisan nya dan semakin memeluk Arsy dengan erat, saat mendengar omelan wanita itu dengan nada bergetar.

__ADS_1


"Bukan begitu Umi. Semua nya dadakan. Rencana nya nanti sore Dede mau ke rumah Umi. Eh Umi nya malah udah datang duluan". Bela Ardi yang berusaha menghindari pukulan sang Umi.


"Tetap saja Kamu sudah bikin Umi kecewa dengan pernikahan Kamu yang diam diam dan tanpa meminta restu dari Umi. Bahkan Kamu tidak memperkenalkan Umi siapa istri Kamu itu Dek". Protes Umi yang masih saja terus menghujami sang Putra dengan pukulan dari tas nya.


Umi menghentikan pukulan nya kala mendengar sapaan Arsy dari balik sofa.


"Assalamu'alaikum Umi". Sapa Arsy hingga membuat wanita yang dipanggil Umi itu pun menghentikan pukulan nya kepada Ardi dan melihat kearah asal suara yang memanggil nya.


Umi tersenyum saat melihat Arsy yang dan Riska yang tertunduk dan menyembunyikan wajahnya di belakang Arsy. Kedua wanita muda itu berjalan menghampiri Umi Ardi.


"Waalaikumsalam. Hai cantik apa kabar sayang". Langkah Arsy sempat terhenti saat Riska ragu untuk menghampiri Umi Ardi. Namun Arsy mengusap lembut punggung Riska dan memaksa gadis itu untuk menemani langkah nya kearah Umi Ardi


"Alhamdulillah baik Umi. Bagaimana kabar Umi?". Arsy mencium punggung tangan kanan Umi dengan takzim.


"Alhamdulillah Umi juga baik Sayang. Eh siapa ini?". Umi terkejut kala Riska mencium punggung tangan kanannya dengan takzim, lalu memindai wajah Riska kala gadis itu mengangkat sedikit kepalanya.


"Subhanallah cantik banget Kamu Nak. Eh". Umi semakin terkejut saat melihat Riska. Riska pun sama terkejut nya dengan Umi.


"Iya Kamu si Wonder Women". Tanpa ba bi bu Umi langsung memeluk tubuh Riska dengan erat.


"Ya Allah. Akhirnya Umi bisa ketemu Kamu lagi Sayang". Tanpa segan segan Umi mengecupi pucuk kepala Riska dengan penuh kasih sayang.


Ardi dan Arsy saling melemparkan pandangan heran melihat Umi yang terlihat bahagia melihat Riska.


"Kamu inget sama gadis yang Umi ceritakan bantu Umi saat kecopetan Dek?". Ardi mengangguk pelan.


"Inilah gadis yang nolong Umi. Pencopet nya habis di hajar gadis ini sampai babak belur". Ujar Umi bangga.


"Ya Allah. Umi seneng banget bisa ketemu Kamu lagi Sayang". Umi kembali memeluk tubuh Riska dengan erat.


"Sayang anak nakal ini sudah menikah, kalau belum Umi nikahkan Kamu sama anak nakal ini. Biar kalau dia nakal ada yang gebukin". Ucap Umi menatap tajam kepada Ardi.

__ADS_1


"Umi telat ngejodohin nya". Umi semakin membulat kan mata nya menatap tajam Ardi.


"Nggak usah Umi minta, Riska udah jadi menantu nya Umi kok". Umi melihat kepada Ardi dan Riska bergantian.


"Perkenalkan ini Riska istri nya Adek, Umi". Ardi merangkul Riska dan memperkenalkan nya secara resmi kepada Umi.


Umi menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya saat Riska menundukkan kepala nya dengan hormat.


"Sayang ini, Umi Risma Umi nya Mas". Ucap Ardi yang langsung di hempaskan tangan nya dari bahu Riska oleh Sang Umi.


Umi Risma memegang kedua bahu Riska lalu menatap penuh haru kepada Riska. Pelukan hangat pun di berikan Umi Risma untuk Riska.


"Pantas aja si Akhtar ngegerundel kata nya calon nya diambil sama Om nya". Umi Risma tertawa kecil kala mengingat sang kemanakan curhat dengan nya tadi.


"Alhamdulillah, ternyata Allah mengabulkan do'a Umi". Umi Risma mengecup pucuk kepala Riska dengan lembut.


Riska yang sejak lahir tidak pernah merasakan kasih sayang dari sang Mama akhirnya menangis dan kemudian memeluk Umi Risma dengan erat.


"Sudah jangan menangis lagi Sayang". Umi Risma mengusap lembut bahu Riska yang masih dalam pelukan nya.


"Akhtar sudah ceritakan semua nya sama Umi. Insya Allah Umi bisa menerima Kamu sebagai pendamping hidup yang Ardi pilih untuk dunia dan akhirat nya.Jadikan masa lalu Kalian sebagai pelajaran untuk Masa depan kalian. Pasangan suami istri itu ibarat pakaian yang menutupi satu sama lain. Jadi ketika kelak ada pertengkaran diantara Kalian, selesaikan dengan kepala dingin, jangan di umbar kepada orang lain". Pesan Umi


"Ini juga berlaku untuk Kamu juga cantik". Ujar Umi seraya mencubit kecil ujung hidung Arsy.


##############


TBC


JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA.


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2