
"Bas". Senyum pria itu terukir dengan lebar, kala Oma mengucapkan sebuah nama.
Pria yang di panggil Oma Bas itu pun menganggukkan kepala nya sambil tersenyum dan membuka lebar kedua tangan nya.
Oma berjalan perlahan menghampiri Bas dan kedua wanita beda usia tersebut.
Senyum Bas semakin melebar kala jarak nya dan Oma Shinta hanya tersisa beberapa langkah lagi.
"Oma..." Oma Shinta menghentikan langkah nya. Sesosok tangan mungil menggenggam erat tangan nya menahan langkah Oma Shinta menghampiri Baskara.
# Flash Back Arsy Dan Bagas #
"Kenapa Dek?". Tanya Bagas saat melihat Arsy seolah enggan meninggalkan kamar Oma.
Arsy masih tetap berdiri di depan pintu kamar Oma tanpa ingin beranjak pergi dari sana.
"Perasaan Aku nggak enak Mas". Bagas meletakkan kedua telapak tangan nya di kedua sisi bahu Arsy, menghadapkan tubuh Arsy ke arah nya dan mendapati Arsy yang tengah menatap nya penuh dengan kekhawatiran membuat Bagas memeluk tubuh Arsy dengan erat.
"Aku mau liat Oma lagi". Entah mengapa dada Arsy terasa sesak. Dia pun bergegas melepaskan pelukan Bagas dan kemudian membuka pintu kamar Oma dengan perlahan dan membatalkan sarapan pagi nya bersama Bagas.
Arsy berjalan cepat menuju ranjang sang Oma, kala mendengar Oma mengumamkan nama Bas.
"Mas Bagas". Pekik Arsy kala memegang tangan Oma yang dingin, dengan kedua mata terpejam dan nafas yang mulai keluar melalui mulut.
Bagas pun segera berlari menuju pembaringan Oma. Dan kemudian duduk bersisian dengan Arsy yang mulai menangis seraya memanggil Oma berkali-kali.
"Innalillahi... Oma...". Seru Bagas kala menyentuh punggang tangan Oma yang sudah dingin.
Arsy langsung merebahkan kepala nya di dada Oma Shinta lalu memeluk pinggang Oma sambil menangis pelan.
Bagas mengusap lembut pipi Oma Shinta lalu mengecup kedua pipi Oma yang tampak meneteskan beberapa butir air mata.
"Oma, ikuti Adit ya". Kembali sebutir air mata lolos dari sisi pinggir kelopak mata Oma. Bagas menghela nafas panjang yang terasa menyesakkan dada nya.
"Lā ilāha illallāh". Tuntun Bagas yang di ikuti gumaman Oma dan tarikan nafas yang panjang dari Oma.
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" . Gumam Bagas hingga membuat tangis Arsy pun pecah. Bagas mengusap pelan wajah Oma, senyuman manis tersinggung di wajah Oma yang tenang. Perlahan-lahan di raih nya tubuh Arsy yang menolak bangun dari tubuh Oma Shinta.
"Ikhlas Dek. InsyaAllah Oma Husnul Khotimah". Ucapan Bagas, memaksa tubuh Arsy bangkit dari tubuh Oma. Dipeluk nya dengan erat tubuh sang istri yang menangis dengan kencang, hingga tiba-tiba Bagas merasakan tubuh Arsy melemah dan jatuh pingsan.
__ADS_1
"Astaghfirullah Dek". Bagas menepuk pelan pipi sang istri, namun Arsy bergeming enggan membuka kedua kelopak mata nya. Bagas pun segera mengangkat tubuh Arsy dan menidurkan nya di sofa yang berada di dalam kamar Oma Shinta dan bergegas mencari Mbak Mar, dan meminta Mbak Mar menghubungi Babe Sabeni juga Juwono serta Pak RT untuk membantu mengurus jenazah Oma.
#############
Flash Back Arsy dan Bagas End
############
Oma Shinta menatap nanar gadis kecil yang menggenggam tangan nya dengan erat.
"Nanda". Oma mensejajarkan tubuh nya dengan gadis kecil yang menatapnya penuh haru.
"Oma pergi dulu ya sayang. Lihat Papa Bas sudah menjemput Oma". Gadis kecil itu menggelengkan kepala nya dengan kencang.
Oma Shinta memeluk tubuh gadis kecil itu yang mulai menangis tanpa melepaskan gengaman tangan nya kepada Oma.
"Nanda sama Kak Adit. Nanti Kak Adit yang akan menjaga Nanda selama nya". Oma melerai pelukan kepada gadis kecil itu.
"Jangan nakal ya. Oma sayang sama Nanda". Oma mengecup lembut kening gadis kecil itu.
Gadis itu kembali memeluk tubuh Oma dengan erat. Dan Oma pun membalas pelukan itu dengan erat. "Oma titip Kak Adit. Jadilah istri yang sholehah. Oma do'a agar kalian secepatnya bisa mempunyai momongan yang sholeh dan sholehah". Bisik Oma Shinta lembut.
"Lihat Kak Adit sudah menjemput Nanda. Oma pergi dulu ya sayang". Oma melangkahkan kaki nya meninggalkan gadis kecil itu yang masih menangis. Dari kejauhan tampak seorang remaja laki-laki berlari menghampiri gadis kecil itu dan kemudian menggendong gadis kecil itu dan memeluk gadis itu dengan erat.
Oma pun meraih tangan kanan Bas yang terulur. Sebelum melangkah bersama dengan Bas, Oma membalikkan tubuhnya menatap kearah gadis kecil dan remaja laki-laki yang sedang menatap nya dengan tatapan penuh harap.
"Oma titip Nanda. Jaga dia dengan baik". Remaja pria itu menganggukkan kepala nya, Oma pun tersenyum lalu membalikkan tubuh nya.
Bas dan kedua wanita yang sedang menunggu Oma pun meraih tubuh Oma dan kemudian berjalan meninggalkan gadis kecil dan remaja laki-laki tersebut yang tengah menangis saling berpelukan melepas kepergian Oma Shinta dan Papa Bas.
#########
"Oma...". Pekik Arsy yang langsung membuka lebar kedua bola mata nya.
Bagas yang duduk di samping nya pun langsung terkejut, lalu memeluk tubuh Arsy dengan erat.
"Alhamdulillah Kamu sudah sadar Dek". Bisik Bagas seraya mengusap lembut kepala Arsy yang berbalut hijab.
"Oma Mas". Arsy menangis dalam pelukan Bagas.
__ADS_1
"Papa Bas bawa Oma pergi Mas". Rengek Arsy sambil memukuli punggung belakang Bagas dengan pelan berkali-kali.
"Oma sudah tenang di sana Sayang". Bagas mengusap lembut punggung Arsy.
"Oma nggak sayang sama Aku Mas". Rengek Arsy lagi. Bagas melerai pelukannya, di tangkup nya wajah sang istri dengan kedua telapak tangannya.
"Astaghfirullah Dek. Istighfar. Kamu nggak boleh ngomong kaya gitu. Kita nggak bisa menolak takdir yang sudah di gariskan untuk hidup kita. Kamu harus ikhlas. Kalau Kamu tidak ikhlas itu tanda nya Kamu tidak menerima takdir Dek. Istighfar". Bagas menatap wajah Arsy yang masih berada dalam tangkupan kedua telapak tangan nya.
"Astagfirullahalazim". Gumam Arsy.
"Biarkan Oma tenang di alam nya sana". Bagas mengusap lembut pipi Arsy dengan kedua ibu jari nya.
"Insya Allah, kita akan berkumpul lagi di akhirat nanti, bareng sama Oma,Papa, Ayah, Mama, Bunda juga Ade lagi nanti". Bagas melepaskan tangkupan di wajah Arsy dan kemudian, Arsy memeluk tubuh Bagas dengan erat.
"Chika... ".
Bagas melepaskan pelukan nya kepada Arsy saat mendengar suara Lia memanggil Arsy.
Sahabat sekaligus pengawalan rahasia Arsy itu tampak berjalan cepat menghampiri sang sahabat yang sedang merentang kedua tangan nya dengan lebar.
"Turut berduka cita ya sayang, Pak Bagas". Ujar Lia memeluk erat tubuh Arsy.
Lagi-lagi tangisan Arsy tumpah dalam pelukan sang sahabat.
"Sabar ya. Yang ikhlas. Insya Allah Oma sudah tenang di syurga sana". Arsy mengangguk pelan. Lia mengurai pelukan, kala sang suami memasuki kamar Arsy.
Juwono menghampiri Bagas dan kemudian memeluk Bagas seolah memberikan kekuatan kepada saudara jauh nya tersebut.
"Turut berduka cita ya Mas Bagas. Semoga Almarhumah Oma Shinta Husnul Khatimah". Ujar Juwono mengurai pelukan kepada Bagas.
"Aamiin". Sahut Bagas dan yang lain nya serempak. "Terima Kasih atas kedatangan kalian. Mohon di maafkan kesalahan Oma yang sudah memaksa kalian untuk menikah ".
Juwono menghela nafas, Lia tampak memicing kan matanya kepada Juwono.
#############
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA
SEE YOU NEXT BABA
__ADS_1