
Bisa di pastikan Bagas akan meradang kalau Ardi mengabulkan permintaan Arsy. Bagaimana tidak sejak hamil istri nya itu sangat mengidolakan Zyan Malik juga para artis pria yang berwajah ala ala Timur Tengah.
Sementara dia yang berwajah blasteran bule itu selalu menjadi sasaran ketidak puasan Arsy karena tidak mewarisi warna kulit sanga Papa yang peranakan Timur Tengah.
"Nanti kalau anak Kamu ileran gimana....".
Rengek Arsy kepada Bagas.
"Nggak". Protes Bagas.
"Biarin aja ileran. Aku nggak rela kalau Kamu lebih kesemsem sama Si Arab". Lanjut Bagas dengan yang kembali menyematkan nama panggilan kecil nya untuk Ardi.
"Jia... Si Londo cemburu". Arfi tertawa puas. Dan nama panggilan kecil Bagas pun kembali di ucapkan Ardi dengan tertawa mengejek.
"Ish. Kenapa jadi kalian yang ribut sih". Kali ini Lia yang protes.
Ibu hamil yang satu ini sejak tadi hanya menyimak sambil mengunyah camilan yang di bawa nya.
"Lanjutin jawaban nya". Titah Lia.
"Pertanyaan apa dodol". Kali ini Riska yang protes. Bahkan tak segan segan gadis yang entah masih gadis atau tidak itu menoyor kening Lia, seperti yang biasa mereka lakukan ketika berdebat kala berkumpul.
"Om Bastian sama Tante Amanda emang setuju? kalau Lo nikah sama Om Ardi?". Riska mengangkat kedua bahu nya guna menjawab pertanyaan Arsy.
"Maksud nya?". Tanya Arsy yang ikut mengangkat kedua bahu nya kepada Riska.
"Mama bilang terserah. Papa bilang bodo amat. Opa bilang tanya Papa. Om Ardi bilang ya udah". Jawab Riska santai.
Plak
"Aduh. Sakit pea". Umpat Riska kepada Arsy, lalu menoyor kening Arsy.
Lagi lagi hal yang biasa mereka lakukan ketika berkumpul itu pun keluar dengan sendirinya, hingga membuat ketiga pria yang berada di ruangan itu hanya bisa saling berpandangan dengan heran lengkap dengan gelengan kepala mereka bersamaan.
"Gampang banget Om Ardi nikah nya". Ucap Lia dengan mulut penuh camilan.
"Ye. Lo nggak ngaca. Nikah Lo lebih gampang mana numpang pula". Cibir Riska yang di susul tawa Lia juga Arsy bersamaan.
__ADS_1
"Jadi sekarang kalian udah nikah?". Riska mengangguk pelan menjawab pertanyaan Asry.
Arsy menghela nafas lalu menyenderkan tubuh nya kebelakang sofa.
"Kasian banget Akhtar. Padahal Lo lebih cocok sama Akhtar lho, secara Akhtar kan lebih muda". Ucap Arsy asal, hingga membuat Ardi pun meradang namun Bagas senang.
"Nah Lo sendiri juga lebih cocok sama Dewa, udah kaya goal couple gitu. Ya kan Lia?". Lia mengangguk membenarkan ucapan Riska yang secara tidak langsung membela sang suami.
Jawaban Lia juga ucapan Riska kini yang membuat Ardi senang namun Bagas meradang.
"Gue suka nya sama yang lebih tua". Jawab Arsy santai lalu Bagas pun tersenyum senang.
"Ya sama". Jawab Riska juga Lia bersamaan, dan hal itu membuat Juwono dan Ardi pun senang.
"Tapi, emang sih Dewa sekarang makin ganteng ya". Ucap Arsy tanpa dosa yang di setujui oleh Lia dan Riska dengan anggukan kepala mereka yang penuh semangat.
Dengan dalil bawaan utun, wanita muda itu tak jarang secara frontal menyuarakan kekaguman nya kepada pria lain, walaupun ada sang suami di samping nya, dan hal itu kembali membuat Bagas meradang.
"Tapi tetep aja Mas Bagas yang paling ganteng". Asry bahkan tertawa senang tanpa menyadari wajah sang suami yang kesal. Lia dan Riska memutar malas kedua bola mata mereka.
"Udah di daftar in ke catatan sipil. Kemarin emang akad nya secara siri, karena emang dadakan. Om Ardi sengaja nikahin Gue cuma buat ngelindungin Gue dari keluarga Gue aja. Lo tau sendiri kan gimana kejem nya mereka. Maka itulah Gue pilih Om Ardi yang ngajak Gue nikah, dibanding Akhtar yang pengen Gue jadi pacar nya". Ujar Riska panjang.
"Jadi Lo nggak punya perasaan sama Om Ardi?". Tanya Arsy yang balas Riska dengan menggendikan kedua bahu nya
"Entahlah Gue nggak tau. Cuma emang Gue akuin, sebelum Gue nikah sama Om Ardi. Gue lebih ngerasa nyaman sama Dia di banding sama Akhtar. Om Ardi lebih banyak dengerin curhat Gue terus juga ngasih nasehat buat Gue". Ardi mengulas senyum tipis mendengar penuturan Riska.
"Ya walaupun awal nya Gue tertarik sama Akhtar". Ardi menggulung senyum tipis nya mendengar lanjutan ucapan Riska. Dan Bagas juga Juwono tampak tersenyum kecil sambil melihat kasar Ardi yang tampak kesal.
"But, Now kan Gue udah jadi istri Om Ardi. Ya udah pasti kan kalau sekarang Gue lebih tertarik sama Suami Gue sendiri". Ucap Riska senang, lalu bergerak menghampiri Ardi dan merangkul lengan suami nya dengan mesra.
Ardi hanya mengusap lembut pucuk kepala Riska. Ya benar yang Riska bilang, seperti nya Ardi pun mulai tertarik dengan Riska.
Si gadis yang di juluki gadis terbuang itu, sekarang adalah tanggung jawab nya.
Apalagi sejak Amanda, Bastian dan Daniel di periksa, selain keamanan serta keselamatan Arsy, mereka pun juga harus menjaga keamanan serta keselamatan Riska pula, sebab di takut kan Daniel akan mencurigai keberadaan Riska yang telah membocorkan rahasia mereka bertiga.
Arsy menganggukkan kepala seraya berucap "Ya iya juga lah".
__ADS_1
"Welcome di club Sugar Daddy Wife, Riska". Ucap Lia lantang, namun di balas tatapan heran Arsy juga Riska karena mendengar nama club yang di deklarasikan Lia.
"Kenapa?". Tanya Lia heran.
"Sugar Daddy Wifey?". Ucap Arsy dan Riska bersamaan.
"Ya iyalah, usia suami kita itu dewasa udah pada cocok di panggil Bapak-bapak. Sedang kan kita masih muda dan sedang berkembang dan merekah. Nggak mungkin kan Gue namain club kita itu Kumpulan Bini Bapak-bapak Hot?" Ucap Lia asal.
"Pea". Arsy dan Riska yang kesal pun menoyor kening Lia bersama sama.
"Lah apa kita nama in club kita ini, Predator Wifey". Kali ini bukan hanya toyoran lagi yang di dapat oleh Lia. Melainkan sentilan dan jitakan di kening dan pucuk kepala nya yang dihadiahkan oleh suami nya.
Ardi dan Bagas hanya bisa menggeleng melihat dan mendengar kelakuan absurd istri dari Juwono itu.
"Sayang...". Arsy menghampiri Bagas dan tanpa malu-malu mendudukkan tubuh nya di pangkuan Bagas.
Lagi-lagi ibu hamil yang satu ini selalu menjadikan si utun sebagai alibi atas semua tingkah nya saat ini.
"Laper". Ucap Arsy manja.
"Minta makan aja sama Dewa". Arsy mengangkat kedua alis nya lalu menatap heran kepada Bagas.
"Emang boleh?". Bukan nya takut melihat sang suami yang sedang merajuk, Arsy justru mengajukan pertanyaan yang membuat Bagas semakin bertambah kesal.
Bagas hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Arsy, hingga membuat jiwa usil Arsy pun meronta ingin mengerjai sang suami yang sedang merajuk.
Masih dalam posisi duduk di atas pangkuan Bagas. Arsy terlihat mengotak atik layar HP nya. Senyum kecil Arsy tampak terlihat oleh Bagas, pada saat wanita nya itu akan meletakkan HP nya di telinga kanan nya.
"Hallo Assalamu'alaikum Dewa..."
#################
TBC
JANGAN LUPA LIKA JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1