Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 87. Meminta Restu


__ADS_3

"Bukan kah ayah kandung Riska juga seusia dengan Kakek nya?. Atau lebih tepat nya Kakek nya adalah ayah kandung nya?". Ucap Ardi berbisik hingga membuat kedua bola mata Amanda membulat lalu melihat kepada Ardi dengan tajam.


"Mohon Do'a Restu nya Ibu Mertua". Amanda memutar malas kedua bola mata nya menanggapi ucapan Ardi.


Ardi tampak menampilkan senyuman kala hendak beranjak meninggalkan Amanda yang akan di bawa oleh 2 supir wanita.


Ardi menghampiri Riska dan Umi Risma yang masih berpelukan. Umi Risma melerai pelukan nya dengan Riska kala kedua lengan Ardi terbuka lebar.


Umi memberikan kode dengan mengangkat dagu nya agar Riska menghampiri Ardi. Riska pun mengangguk pelan kepada Umi Risma dan kemudian menghampiri Ardi dan langsung masuk kedalam pelukan Ardi.


"Kamu nggak kenapa kenapa kan?". Tanya Ardi sambil memeluk tubuh Riska dengan erat.


"Aku nggak apa apa kok Bang". Jawab Riska menenggelamkan kepala nya di dada Ardi.


Amanda tersenyum sinis melihat kemesraan yang di tampilkan oleh anak juga menantu nya. Dia tidak rela kalau Riska bahagia, karena menurut nya Riska adalah sebuah aib yang merusak kehidupan nya.


Riska memandang lirih kepada sang Mama yang masih berontak saat di bawa oleh kedua orang sipir keluar ruang sidang untuk di bawa kembali ke RuTan yang menjadi tempat tinggal Amanda selama beberapa bulan terakhir ini.


Sementara Bastian dan Daniel pun melaksanakan sidang di hari yang sama, di pengadilan yang sama namun ruangan yang berbeda.


Riska tidak bisa menghadiri sidang yang di jalani oleh Bastian dan juga Daniel, karena Dia mengikuti persidangan yang di jalani oleh sang Mama.


Lagi lagi, tatapan sinis juga cacian di lontarkan Bastian saat berpapasan dengan Riska dan Ardi pada saat mereka berada di parkiran.


"Dasar anak haram tidak tau diri. Cuih". Ardi memasang tubuh nya saat tiba tiba Bastian akan merangsek menghampiri Riska. Kedua orang sipir yang memegangi nya bahkan nyaris terjungkal kalau saja Putra tidak menahan tubuh Bastian dari belakang.


"Jangan harap Kamu bisa hidup tenang Anak Haram''. Caci Bastian. Riska memeluk tubuh Ardi dengan erat. Tangisan nya semakin menjadi manakala Bastian terus mengatainya anak haram.

__ADS_1


"Jaga ucapan Kamu Bastian". Bastian meludahi sisi kanan tubuh nya saat mendengar suara Daniel dari belakang.


"Maafkan ucapan Bastian". Daniel yang di kawal oleh dua orang sipir dari penjara tampak lebih tenang di bandingkan Bastian maupun Amanda.


Pria paruh baya itu menilik penampilan Riska yang kini sudah sangat berubah.


"Opa senang melihat perubahan Kamu Riska". Riska tersenyum kecil. Ucapan Daniel yang memanggil diri nya Opa membuat Riska merasa semakin tidak di anggap dalam keluarga nya.


Hasil DNA sudah Riska berikan kepada Daniel melalui pengacara Daniel, namun harapan nya sang Opa akan mengubah panggilannya menjadi Papa perlahan sirna.


Pria paruh baya itu seolah tidak menerima kehadiran nya sebagai anak nya, dan tetap menganggap nya hanya sebagai cucu.


"Opa harap Kamu bersedia mencabut tuntutan yang sudah Kamu ajukan kepada Kami, demi kebahagiaan juga ketenteraman keluarga kita Riska". Riska melebarkan senyuman nya kepada Daniel.


Kepala yang selalu di tundukkan nya selama dari dalam ruang persidangan hingga ke parkiran pengadilan itu kini terangkat dan menatap tajam kepada Daniel juga Bastian secara bergantian.


"Kebahagiaan dan Ketentraman Keluarga macam apa yang Opa maksud?. Eh maaf, Papa maksud?". Bastian memutar malas kedua bola mata nya kala Riska menekankan kata Papa kepada Daniel.


Daniel tersenyum kecil menanggapi panggilan yang baru saja Riska ucapkan untuk nya.


"Bukan kah selama ini tak kebahagiaan juga ketentraman dalam keluarga kita Pa?. Maaf kalau pada akhirnya Riska harus membongkar semua nya, dan membuat Papa juga Mama harus seperti ini.Tapi semua ini Riska lakukan agar kita bisa kehidupan kita jadi lebih tenang. Tanpa rasa bersalah kepada keluarga Om Rahmat terutama Chika". Tutur Riska yang pada akhirnya mengakui kalau Dia lah dalang di balik pelaporan kasus Daniel CS.


"Apakah kalian tidak pernah berpikir berada di posisi Chika, yang harus kehilangan kedua orang tua nya juga kehilangan jati diri nya hanya karena keserakahan Kalian semua?. Please Papa, tolong jangan seperti ini lagi. Apa Papa tidak kasihan sama Aku, yang kalian sakiti bukan hanya keluarga Om Rahmat tapi Aku juga". Riska terisak menangis di hadapan Daniel dan Bastian.


Ardi pun melangkah menghampiri Riska lalu merangkul bahu Riska dari sisi kanan nya, Ardi mengusap lembut bahu Riska, hingga Riska semakin terisak.


"Sejak dalam kandungan Mama tidak pernah mengharapkan kehadiran Aku. Hinaan cacian serta makian sudah menjadi santapan sehari hari yang Mama berikan kepada Aku. Tapi apa yang kalian lakukan?. Kalian hanya diam tak ada yang membela Aku. Bahkan kalian hanya diam saja saat melihat Mama memukuli Aku tanpa alasan yang jelas. Itu yang Papa bila kebahagiaan juga ketentraman keluarga Kita?". Daniel terdiam seribu bahasa saat Riska mengungkapkan isi hati nya.

__ADS_1


"Maaf, kalau Aku akan menjadi anak yang durhaka bagi Papa juga Mama. Maaf kalau pada akhir Aku lah yang sudah mengungkapkan perbuatan Papa dan Mama. Maaf kalau pada akhir nya Aku lebih memilih Papa dan Mama mempertanggung jawabkan semua perbuatan keji Papa dan Mama kepada Om Rahmat juga Pak Baskara". Daniel tampak menghela nafas mendengar rentetan ucapan Riska.


"Riska pamit, mohon do'a kan dan restui pernikahan Riska dan Bang Ardi". Riska menundukkan kepala nya sejenak kepada Daniel juga Bastian.


Bastian dan Daniel hanya terdiam, tak ada anggukan ataupun ucapan yang terlontar dari mulut kedua nya.


Riska tersenyum kecil, lalu mengenggam erat telapak tangan Ardi yang berada di bahu nya. Ardi tampak tersenyum kecil saat melihat Riska yang sedang menatap nya sambil tersenyum.


"Kami pamit Om. Assalamu'alaikum". Ardi mengakhiri pertemuan mereka.


"Waalaikumsalam". Hanya jawaban dari para sipir penjara yang mengawal Daniel dan Bastian yang terdengar membalas salam Ardi sebelum akhirnya Ardi membawa Riska menjauh dari Bastian dan Daniel yang akan kembali di bawa ke Rumah Tahanan.


Putra melerai pegangan dari Bastian saat melihat Ardi dan Riska sudah menjauh dari mereka.


"Segera bawa mereka kembali ke RuTan". Titah Putra yang di angguki oleh para sipir penjara.


Dengan sedikit memaksa Bastian kedua sipir membawa pria itu lebih dahulu ke dalam mobil tahanan yang tadi membawa nya ke pengadilan.


Daniel lebih tenang, pria paruh baya itu masih sempat melemparkan senyuman misterius kepada Putra saat tatapan mereka sejenak bertemu.


Senyuman yang membuat Putra was was ketika tiba tiba pria paruh baya yang tengah di giring ke dalam mobil tahanan yang tadi pagi membawa nya itu, mulai menggerakkan tubuh nya untuk memberontak.


#########################


T B C


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2