
Chika POV
Rasanya ingin sekali Aku tertawa ngakak melihat wajah Kak Adit yang sedang kesal.
Kan Aku tidak salah. Aku hanya menganggap Kak Adit sebagai Kakak ku, bahkan sejak kecil Kak Adit memang Kakak ku kan?.
Lalu salah Aku dimana kalau sekarang Aku menolak lamaran nya. Salahnya sendiri menganggap menikah dengan ku sebagai bentuk tanggung jawab.
"Siapa?". Hah?. Aku menatap heran Kak Adit yang sedang menatap ku dengan tatapan tajam.
Gleg...
Seketika itu pula Aku tidak tercekat, bahkan saliva ku pun terasa enggan membasahi tenggorokan ku yang kering.
"Siapa, maksudnya?". Tanya Ku bingung.
"Orang yang membuat mu jatuh cinta". Aku tertawa kecil mendengar pertanyaannya.
Melihat wajahnya yang memerah menahan entah itu amarah atau cemburu membuat ku semakin bersemangat untuk mengerjai nya.
Ya Tuhan, semoga langkah yang Aku ambil untuk bersama dengan pria yang berada di hadapan ku ini sudah benar. Karena selain Aku menyukai sisi lain nya sebagai Bagaskara dosen ku ganteng, Aku pun tidak rela kalau harus terpisah dengan Oma Shinta, yang sudah menyayangi Aku tanpa pamrih sejak Aku bayi.
"Kalau Kak Adit tau, apa yang akan Kak Adit lakukan?". Balik tanya ku iseng.
"Kakak akan memintanya untuk menolak Kamu". Aku membulat kan mata ku tak percaya mendengar pernyataannya, sementara Oma hanya bisa menggelengkan kepala nya menanggapi ucapan cucu nya tersebut.
"Mana boleh seperti itu". Protes ku berpura-pura tak terima.
"Mana yang tidak boleh. Sejak kecil Kamu sudah Aku pinang". Aku kembali berpura-pura berdecak kesal mendengar ucapan nya.
"Pedofil". Ucap ku kesal.
" Bukan pedofil, tapi soal rasa!". Protes Kak Adit.
"Udah ah. Inti nya ada orang yang Aku suka dan itu bukan Kak Adit". Ucap ku lantang.
"Siapa?". Balik Kak Adit bertanya lantang.
"Ish. Apa nggak ada pertanyaan lain nya lagi Kak?". Balik tanya ku.
Aku melihat Oma menggeleng kan kepala sambil sesekali memijat pelan kening nya.
"Ah kalian, bikin Oma pusing". Oma pun beranjak pergi meninggalkan Kami berdua di ruang tamu.
__ADS_1
"Kamu cuma harus bilang, siapa orang yang udah bikin Kamu menolak Aku". Kak Adit menarik ujung bawah tunik ku saat Aku beranjak mengikuti Oma keluar ruang tamu.
Aku tertawa dalam hati, panggilan Kakak sudah tidak lagi terucap oleh Kak Adit.
"Kepo". Ucap ku menepis pelan ujung tunik ku hingga tarikan Kak Adit pun terlepas, lalu Aku pun berjalan meninggalkan Kak Adit.
"Ananda Arsy Hidayat". Panggil Kak Adit lantang, membuat AKu menghentikan langkah kaki dan mengalihkan pandangan kepada Kak Adit.
"Iya Pak Bagas DosGan pujaan hati Neng Nanda". Balas ku usil lalu melanjutkan langkah kaki ku meninggalkan Kak Adit yang termenung mendengar ucapan Ku.
Ngak papa kan ngerjain Pak DosGan sekali kali hehehehe.
######## Chika POV End #########
Adit terpaku mendengar ucapan Chika. Otak cerdas nya seperti sudah menyusut menyesuaikan usia nya yang semakin bertambah. Hingga akhirnya senyuman tipis menghiasi wajah nya.
"Oma...". Adit pun bergegas menuju kamar sang Oma. Seperti nya ada sesuatu yang akan pria dewasa itu inginkan dari sang Oma.
############
Plak
Oma memukul bahu Adit dengan kencang, sementara yang di pukul justru menampilkan deretan gigi putih nya dengan di sertai senyuman menggoda kepada sang Oma, hingga membuat wanita renta itu pun berdecak kesal.
"Udah Oma bilang Chika itu adik Kamu, masa Kamu nggak ngerti juga sih Dit". Dan untuk kesekian kali di dalam satu hari ini, Oma memijat kening nya.
Sungguh dia menjadi bingung sendiri dengan keinginan Adit yang masih saja keukeuh ingin meminang Chika.
"Ayo lah Oma. Memang Oma ikhlas kalau Chika menjadi menantu keluarga lain?. Kalau Oma serius terima lamaran Dito, selepas menikah dengan Dito, Chika pasti akan mengikuti Dito suami nya, dan Oma akan tinggal sendiri, karena Adita akan kembali ke rumah Tante Mar'ie ". Ancaman Adit membuat Oma Shinta membulatkan kedua bola mata nya dan menatap Adit dengan kesal. Sedangkan Adit justru menampilkan wajah penuh kesungguhan.
"Kamu ngancam Oma?". Adit mengangkat kedua bahu nya.
"Mana berani Adit ngancam Oma. Adit cuma bilang kenyataan kok". Oma mengerucutkan bibir nya mendengarkan jawaban Adit.
"Pokok nya sekali nggak tetep nggak". Ucap Oma Shinta tegas.
"Kalau gitu jangan salahkan Adit, kalau Adit akan membawa Chika untuk kawin lari dan tinggal di tempat Tante Mar'ie, dan membiarkan Oma tinggal sendirian di sini!". Oma melemparkan bantal tidur nya kearah Adit, namun berhasil di tangkap Adit.
"Awas saja kalau Kamu berani bawa Chika kawin lari, Oma coret Kamu dari Kartu Keluarga". Adit justru tertawa ruang mendengar ancam sang Oma.
"Oke. Kalau begitu Adit lapor ke Pak RT sekarang juga buat bikin Kartu Keluarga sendiri. Jadikan Adit bisa menikah dengan Chika tanpa harus kawin lari". Adit pun terkekeh geli mendengar ucapan nya sendiri.
"Dasar cucu ganteng, bisa bisa nya Kamu ngomong kaya gitu. Kamu anggap Oma ini apa hah?". Protes Oma tak terima.
__ADS_1
Adit melangkah menghampiri Oma Shinta yang sedang duduk bersandar di pembaringan nya. Memijat kaki Oma adalah salah satu taktik nya agar di berikan restu.
"Mau sampai kapan pun Oma adalah Oma kesayangan Adit. Jadi boleh ya, Adit pinang Chika?". Adit menaik turunkan kedua alis nya hingga membuat Oma Shinta mengusap wajah Adit dengan kesal.
"Tidak dengan Chika". Jawab Oma hingga membuat Adit melepaskan pijitan di kaki kanan sang Oma.
"Oma egois". Ucap Adit kesal lalu beranjak meninggalkan Oma Shinta yang sedang mengulum senyuman misterius.
"Sampai kapan pun Oma tidak akan setuju Kamu Bagaskara Adityawarman Gumilang menikahi Arsyka Cahaya Gumilang". Adit mengepal kedua telapak tangan nya mendengar ucapan lantang Oma Shinta dan bersiap meraih knop pintu kamar Oma Shinta.
"Karena Oma akan lebih setuju Kamu menikah dengan Ananda Arsy Hidayat". Ucap Oma saat Adit akan keluar dari kamar Oma Shinta.
Adit menghentikan langkah nya, dan kemudian membalikkan tubuh nya. Pria dewasa itu melihat kearah Oma Shinta yang sedang tersenyum sambil merentangkan kedua tangan nya. Adit pun berlari menghamburkan diri nya kedalam pelukan Oma Shinta. Berkali-kali dikecup nya kedua pipi Oma Shinta bergantian hingga Oma Shinta tertawa.
"Makasih Oma. Adit sayang sama Oma". Lagi-lagi Adit menghadiahi sang Oma dengan kecupan di kedua pipi Oma Shinta.
"Tapi kan belum tentu Arsy mau sama Kamu". Ucap Oma Shinta yang langsung membuat Adit terjun bebas setelah di bawa ke awang-awang.
"Oma nggak mau kalau sampai Kamu memaksakan kehendak Kamu terhadap Arsy". Adit menghela nafas pendek lalu memeluk Oma Shinta dengan erat.
Tok... Tok... Tok
"Masuk". Sahut Oma saat mendengar suara ketukan dari balik pintu. Adit pun melerai pelukan kepada Oma Shinta.
Chika atau Arsy pun masuk kedalam kamar Oma Shinta. Gadis itu semakin terlihat cantik mengenakan Tunik bermotif bunga dengan rok plisket hitam panjang model payung serta hijab instan panjang yang menjuntai hingga seperut nya.
"Oma, Chika mau berangkat kuliah dulu ya. Hari ini ada kuis". Ujar Chika menghampiri Oma Shinta.
Gadis cantik itu pun meraih tangan kanan Oma Shinta dan kemudian mencium punggung tangan kanan itu dengan penuh takzim.
"Iya hati-hati ya Sayang. Naik apa ke kampus?". Tanya Oma.
"Sama Bram Oma, udah kangen Aku sama Bram". Jawab Chika.
"Siapa itu Bram?". Oma mengulum senyum saat melihat wajah Adit merah menahan marah. Chika justru memandang Adit kebingungan.
########
NENG CHIKA, BRAM ITU SIAPA SIH?????????
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA
#######
__ADS_1