Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 103.


__ADS_3

Seminggu sudah Alea tinggal di kediaman Bagaskara. Sudah seminggu juga gadis itu memperhatikan kegiatan sehari hari keluarga Bagaskara. Walaupun masih canggung, namun Alea sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baru nya di keluarga Bagas tersebut.


Sekolah pun hanya tinggal menunggu kenaikan kelas, sedangkan untuk melanjutkan sekolah, Alea masih belum bisa memutuskan akan melanjutkan sekolah nya atau tidak karena masih bingung dengan masalah biaya sekolah.


Karena saat ini tak ada yang menjadi penanggung jawab atas pendidikan Alea selanjutnya, maka dari itu Alea lebih memilih untuk tidak melanjutkan sekolah nya karena tidak ingin merepotkan orang lain. Apalagi kalau sampai harus merepotkan keluarga Fira.


Sudah bersedia menampung nya selama seminggu dan membantu nya terlepas dari Broto saja membuat Alea sangat bersyukur dan sangat berterima kasih atas kebaikan Fira dan juga keluarga nya.


Hampir setiap saat Bunda Arsy selalu menanyakan kelanjutan pendidikan Alea, namun gadis manis itu lebih memilih untuk tidak melanjutkannya dengan alasan tidak ingin merepotkan keluarga Bagaskara.


Secara diam diam Alea pun mulai mempelajari agama yang di anut oleh keluarga Fira. Sebenarnya sejak bersahabat dengan Fira gadis itu memang sudah mulai tertarik dengan agama yang di anut oleh sahabat nya tersebut.


Karena itulah terkadang saat di sekolah, Alea ikut menemani Fira ke masjid yang ada di sekolah mereka saat Fira akan melaksanakan sholat.


Dan kini, sejak mengenal lebih dekat keluarga Fira, Alea semakin memantapkan hati nya untuk berhijrah.


"Sedang apa?". Alea refleks menyembunyikan buku yang sejak beberapa saat lalu Dia baca di halaman belakang rumah itu kebelakang tubuh nya.


Rafa mendudukkan tubuh nya tepat di samping Alea yang sedang duduk di bangku taman, menatap tajam kepada Alea yang masih menyembunyikan buku dengan kedua tangan nya di belakang tubuh nya.


"Kakak sudah pulang?". Alea berbalik bertanya kepada Rafa.

__ADS_1


"Menurut Kamu? ". Alea menghela nafas pelan mendapati pertanyaan Rafa kembali dengan nada yang jutek.


"Kalau di tanya jawab dulu, jangan mengalihkan dengan pertanyaan lain". Ucap Rafa dingin. Alea hanya terdiam sambil menundukkan kepala nya dalam dalam.


"Tadi Saya...".


"Aku". Alea mengangkat kepala nya lalu menatap Rafa yang setiap berbicara dengan nya selalu tak pernah saling menatap nya, mana kala Rafa memotong ucapannya.


"Biasakan menggunakan kata Aku bukan Saya". Ucap Rafa yang di balas Alea dengan helaan nafas pelan.


Sungguh saat berkumpul bersama keluarga Bagaskara saja Alea sudah cukup gugup dengan keberadaan Rafa, apalagi saat ini hanya berdua di halaman belakang.


Dan lagi pula saat ini Bunda Arsy dan Ayah Bagas sedang pergi bersama Fira dan Bisma kerumah Papa Juwono dan Mama Lia di sebelah rumah mereka.


Namun nyata nya Rafa justru pulang ke rumah. Padahal biasanya pria muda itu lebih memilih menghabiskan waktu nya di Firma Hukum milik Ayah nya dan sahabat sang ayah.


"Apa yang Kamu baca?". Karena Alea tak kunjung melanjutkan ucapan nya Rafa pun melirik kearah buku yang di sembunyikan Alea.


"Ah. Ini...". Alea mengeluarkan buku yang di baca nya dengan malu malu, menyodorkan buku yang tengah di baca nya sejak beberapa hari terakhir ini di waktu senggang nya.


Rafa mengernyitkan kening nya melihat buku yang di tunjukkan Alea, seulas senyum kecil nampak tersungging di wajah tampan nya hingga membuat Alea yang tengah menatap nya menjadi semakin terpesona.

__ADS_1


"Ehm". Alea mengalihkan pandangan kearah lain saat Rafa berdeham.


"Jangan hanya membaca nya sendiri. Kalau memang tertarik, Abang akan mengenalkan Kamu Umi Rahma, Insya Allah Umi bisa mengajarkan juga membimbing Kamu untuk lebih mengenal bahkan mendalami agama Kami". Ucap Rafa hingga membuat kedua bola mata Alea mengerjap kecil dengan wajah yang memerah.


Bukan karena ajakan nya bertemu dengan Umi Rahma yang membuat wajah Alea mengeluarkan semburat merah.


Namun panggilan kesayangan untuk Rafa yang hanya di gunakan oleh Fira. Bahkan para anak Sahabat Bunda Arsy dan Ayah Bagas saja memanggil Rafa dengan panggilan Kakak bukan Abang.


Dan kini Rafa membahasakan dirinya Abang untuk panggilan nya kepada Alea.


Alea tersenyum tipis kala melirik Rafa yang tengah menatap rimbunan pohon di hadapan nya.


Terdengar helaan nafas pelan Rafa kala, diam diam Dia melihat Alea yang masih sesekali menatap nya.


"Jangan melihat Abang seperti itu". Ucap Rafa hingga membuat Alea mengalihkan pandangan kearah rimbunan pohon yang berada di hadapan nya.


"Maaf". Gumam Alea.


"Abang lapar, bisa buatkan Abang makanan?". Alea langsung menganggukkan kepala nya dan segera beranjak pergi menuju dapur meninggalkan Rafa yang masih belum beranjak dari posisi nya.


"Seperti nya omelan Fira akan menjadi kenyataan". Gumam Rafa sambil tersenyum kecil, lalu beranjak pergi menuju dapur menyusul Alea.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya


See you next bab


__ADS_2