
Selepas pulang mengantarkan Arsy Lia pun bergegas pulang ke apartement Juwono. Sementara Juwono dengan setia mengikuti laju motor sang istri dengan mobil nya.
Dia hanya menggelengkan kepala nya kala sang istri mengemudikan motor nya dengan kecepatan tinggi sambil menyalip beberapa kendaraan. Sesekali terdengar umpatan pengemudi lain nya yang terganggu dengan laju motor yang di bawa Lia.
Juwono yang membuntuti Lia dari belakang itu hanya bisa berdecak khawatir saat beberapa kali motor yang Lia kendarai nyaris menyerempet beberapa mobil, beruntung wanita muda itu bisa mengendalikan motor nya dengan baik, sehingga kecelakaan pun dapat di hindari, dan akhir nya bisa sampai di apartement dengan selamat.
Brugh...
Juwono hanya bisa menghela nafas pelan saat Lia langsung menutup pintu apartemen dengan kencang, bertepatan dengan dia yang akan masuk kedalam apartemen juga. Bahkan kalau saja dia tidak mengangkat HP nya yang berbunyi bisa dipastikan wajah tampan nya itu akan mencium pintu yang di banting dengan kasar oleh Lia dari dalam.
"Astaghfirullah... Alhamdulillah". Gumam nya bergantian lalu menghela nafas kesal saat melihat sang penelpon.
"Assalamu'alaikum". Ucap Juwono kala memasuki apartemen nya. Lampu di dalam apartemen masih gelap. Tampaknya Lia langsung masuk kedalam kamar tanpa menghidupkan lampu terlebih dahulu.
"Maaf". Ucapan pertama Juwono saat memasuki kamar dan dilihatnya Lia sedang menelungkupkan tubuh nya di atas kasur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh nya hingga kepala nya.
"Gambar yang beredar itu nggak seperti yang kamu pikirkan. Memang bukan editan, hanya saja posisi yang diambil jadi seperti terlihat.." Ucapan Juwono terhenti saat sebuah bantal yang di lempar Lia tepat mengenai wajah nya.
Lia kembali menelungkupkan tubuh nya di atas kasur. Suara lirih nya mulai terdengar hingga membuat hati Juwono pijat terasa sakit.
"Tak bisa kah Kamu percaya Dek?". Suara Juwono bahkan terdengar sangat putus asa. "Demi Tuhan, Aku masih normal. Bukan kah sudah pernah Aku bilang, Selama 10 tahun Aku menjadi Juwita, Aku nggak pernah punya hubungan istimewa dengan yang sama.Aku masih sadar dan juga masih takut dosa Dek. Jadi tolong. Tolong Kamu percaya sama Aku. Kalau Kamu saja tidak percaya apalagi dengan orang lain. Tolong Dek. Percaya sama Aku. Aku nggak sehina yang kalian pikirkan ". Tubuh Lia bergetar menahan tangisan nya kala mendengar suara sang suami yang mulai di iringi isak tangis kecil dalam ucapan panjang nya tersebut.
Tubuh Juwono bahkan sudah luruh bersimpuh di lantai. Kedua dengkul nya di tekuk guna menutupi wajah nya yang mulai mengeluarkan air mata. Kedua tangan nya meremas kencang rambut nya, sambil sesekali memukuli kepala nya dengan kesal. "Demi Tuhan, Aku tidak pernah berbuat seperti itu". Gumam Juwono putus asa.
__ADS_1
"Percaya sama Aku Dek. Aku nggak pernah punya hubungan sama Gio. Dia memang sempat mengejar Aku, tapi Aku menolak nya, karena Aku masih normal. Walaupun harus Aku akui saat itu memang masih mencari jati diri, tapi Aku masih bisa menjaga batasan. Aku mencintaimu. Bahkan Aku jatuh cinta saat pertama kali melihat mu, di saat Kamu masuk ke kamar Arsy saat acara akad nya". Lia terdiam sesaat mendengar ucapan sang Suami.
"Karena itulah, Aku berani menerima tantangan mu, karena Aku mencintaimu. Bahkan saat ini Aku sangat mencintaimu.Tolong percaya sama Aku Dek. Tolong jangan tinggalkan Aku Dek" Ucap Juwono semakin lirih kala Lia masih juga tak beranjak dari posisi nya. Hingga
Grep
Tubuh Juwono langsung membeku kala Lia menahan tangan nya yang terus menerus memukuli kepala nya yang tertelengkup di kedua dengkul nya.Juwono mengangkat kepala nya lalu menatap wajah Lia yang sedang menatap nya dengan tajam.
"Tolong jangan tinggalkan Aku. Aku tak bisa hidup tanpa Kamu Dek". Lia menatap dalam mata Juwono. Sorot mata yang biasa nya menatap hangat dan penuh cinta kepada nya, kini yang terlihat hanya lah sebuah tatapan kosong yang penuh dengan sesal.
Lia menangkup wajah Juwono dengan kedua telapak tangan nya, lalu mengusap lembut tetesan air mata yang keluar dari kedua pelupuk mata suami nya dengan kedua ibu jari nya.
"Maafin Lia ya Kang Ju Won". Kini kedua nya duduk saling berhadapan dengan saling menangkup wajah pasangan nya. Kedua ibu jari Juwono mengusap lembut wajah seraya menghapus air mata yang tersisa. Hal yang sama pun di lakukan oleh Lia.
"Lia juga cinta sama Kang Ju Won". Ucap Lia membalas pelukan Juwono. Juwono melerai pelukan nya lalu menge*** bi*** Lia sekilas.
Namun mata Juwono langsung terbelalak kala sang istri justru menahan tengkuk nya dan kemudian melu*** bi*** Juwono dengan ganas.
Seolah tak memberi jeda bagi Juwono, Lia yang masih terbakar cemburu akibat melihat foto tadi kini sudah duduk di atas pangkuan Juwono. Bahkan mantan gadis itu langsung membuka paksa hoodie yang Juwono kenakan bersamaan dengan kaos yang di pakai Juwono, hingga Juwono pun terkejut.
"Anaconda ini hanya milik Ku". Bisik Lia seraya mengusap lembut sang anaconda yang masih berada di dalam sarung nya. Juwono bahkan sampai meleng** dengan pelan sang tangan Lia mulai bermain main dengan sang anaconda dari luar sarang.
Juwono hanya terdiam menikmati aksi panas yang sang istri lakukan. wanita nya itu kini sedang sibuk menye**** leher Juwono.
__ADS_1
Lidah Lia menari dengan indah di sepanjang leh*** sang suami hingga ke dada bidang nya dan hal membuat sang suami meleng** dengan kencang.
Tak tahan dengan aksi panas Lia. Juwono pun membuka baju yang masih Lia kenakan.
Senyum nya mengembang kala kedua bukit pribadi milik Lia yang kini sudah menjadi gak milik nya itu terpampang dengan indah di hadapannya.
Kali ini sang istri yang mende*** kala kedua tangan Juwono mulai menari indah sambil sesekali bi*** Juwono menyes** kedua bukit itu bergantian.
"Hanya Kamu dan cuma Kamu yang bisa membuat anaconda bangun dan mencari sarang nya". Bisik Juwono yang kemudian mengangkat tubuh Lia. Lia melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Juwono. Bi*** mereka saling meluma*** satu sama lain.
Denga perlahan-lahan tanpa melepaskan pang**** Juwono merebahkan tubuh istri nya di atas kasur. Lalu Juwono pun mulai melepaskan sarung sang anaconda juga mulai membuka lahan sang istri, hingga tubuh mereka pun menjadi polos tanpa sehelai benang pun.
Juwono menarik selimut hingga sebatas pinggangnya. Posisi Lia saat sudah berada dalam kungkungan nya. Juwono menge*** kening Lia seraya menggumam sebuah doa sebelum sang anaconda mulai memasuki sarang nya.
"Euhm". Juwono tersenyum saat mendengar lengu*** Lia kala sang anaconda perlahan-lahan memasuki sarangan nya. Walaupun sudah beberapa kali sang anaconda mengobrak-abrik sarang milik Lia, namun sarang itu seolah tidak pernah rusak, bahkan semakin terasa sempit hingga menjepit sang anaconda.
Dan hal itu sukses membuat pemilik anaconda dan sarang itu mendes** bergantian kala sang anaconda masuk dengan sempurna kedalam sarang nya. Anaconda mulai maju mundur mengacak-acak sarang nya. Terus dan terus menghentak hingga.....
#########
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1