
"Astaghfirullah Abang, nggak usah lari lari di dalam rumah". Arsy berteriak mengingatkan Putra pertama nya agar tidak grasak grusuk di pagi hari.
wanita berusia 37 tahun itu kemudian merapikan dasi yang melingkar di leher sang Putra kesayangan. Ya Putra kesayangan, karena Arsy dan Bagas hanya memiliki sepasang anak yaitu Rafasya dan Maghfira sebagai penerus keluarga mereka.
"Abang kesiangan Bunda". Rengek Rafa sambil mengunyah sarapan berupa roti bakar kegemarannya.
"Sudah tau hari ini wisuda kelulusan kenapa malah tidur lagi sehabis sholat shubuh". Rafa mengelus tengkuk nya ketika sang Ayah mendaratkan pukulan pelan di tengkuk nya, namun tetap saja membuat remaja itu meringis.
Heran nya ringisan Rafa itu bukan karena sakit, tapi karena tatapan Ayah nya yang sangat tajam dan berhasil membuat remaja tampan itu ketakutan.
"Ayah, jangan suka iseng begitu". Omel Arsy kepada pria yang kini menginjak usia 55 tahun tapi masih terlihat seperti berusia 40 tahunan yang masih tampan, muda dan menggoda.
Rafa tersenyum melihat sang Ayah yang kini menggelayutkan kedua lengan nya di leher dan memeluk Bunda nya dari belakang.
"Nanti Ayah sama Bunda datang jam berapa?". Seolah tak menanggapi aksi Ayah nya yang sedang menampilkan mode manja kepada Bunda nya.
"Mungkin jam 8 an, hari ini Ayah libur nggak ngajar dulu". Ujar Bagas yang akhirnya melepaskan tubuh Arsy saat melihat si bungsu menatap tajam kepada nya sesaat setelah remaja cantik itu tiba di ruang makan keluarga mereka.
Ya bukan Rafa tapi Fira, anak gadis nya yang berusia 14 tahun itu sangat lah protektif terhadap sang Bunda. Ingat sang Bunda bukan sang Ayah.
Dia bisa ngamuk kalau melihat Ayah nya menggelayut manja kepada Bunda nya. Alasan nya sederhana, gadis itu tidak ingin bernasib sama seperti Tasya Putri pertama Reina dan Putra yang bernama lengkap Natasya Putri Mahendra itu harus menerima takdir nya punya adik lagi saat berulang tahun ke 14 bulan lalu.
Bagas bahkan mentertawakan Putra yang sudah harus nya mempunyai cucu justru mempunyai Putra yang di beri nama Rendra Putra Mahendra.
"Ayah ngak boleh deket deket sama Bunda". Remaja yang bertubuh lebih tinggi dari Bunda nya itu pun memeluk sang Bunda dengan erat.
"Ya ampun Dek, takut banget sih punya ade lagi". Goda Bagas hingga membuat Putri semata wayang nya itu menatap memelas sang Bunda.
"Bunda, Aku nggak mau punya ade". Rengek Fira, yang hanya di angguki Arsy seraya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Mana Kamu tau kalau Ayah sama Bunda tiap malam...".
"Ayah". Bagas menghentikan celoteh nya kala mendengar Arsy memanggilnya dengan nada dingin dan lengkap dengan tatapan tajam nya kepada sang suami yang justru membuat Bagas menjadi gemas dan tiba-tiba saja menyarangkan sebuah kecupan kecil ke pelipis kiri Arsy, hingga membuat Fira pun berteriak kecil memanggil Ayah nya dengan gemas.
"Iya, Ayah juga nggak mau punya anak lagi. Cukup kalian berdua. Paling Ayah pingin cepat punya cucu aja dari Kamu". Dengan jahil Bagas menoel dagu Fira hingga membuat gadis itu mendengus kesal karena paham akan apa yang dikodekan Ayah nya.
"Assalamu'alaikum". Fira menghela nafas berat kala sebuah suara memberi salam di ruang tamu.
"Waalaikumsalam". Sahut Bagas, Arsy, Rafa juga Fira bersamaan.
"Wah mantu Ayah sudah datang. Widih ganteng banget lho. Pasti Papa yang dandanin ya?". Bisma hanya tersenyum mendengar ucapan Bagas lalu mencium punggung tangan kanan Bagas dan Arsy secara bergantian.
Sementara Fira memutar malas kedua bola matanya sambil melirik Bisma yang pagi ini terlihat berbeda dari biasanya.
Lebih rapi dan pasti nya lebih tampan. Wajah Fira langsung memerah saat hati nya berujar memuji penampilan Bisma yang biasanya awut awutan dan serampangan.
"Sarapan dulu nggak Mas?". Bisma menggelengkan kepala nya sambil tersenyum kepada Arsy seraya sesekali melirik kearah Fira yang juga terlihat sesekali melirik nya.
"Dia mah nggak sarapan di rumah di sekolah juga ada yang setiap hari bawain sarapan Bunda". Bisma menyikut lengan Rafa saat sahabat nya itu setelah sahabat sejak masih dalam perut itu selesai berucap.
"Mas, udah punya pacar?". Bagas dan Arsy bertanya bersamaan dan hanya dibalas dengan senyuman kecil Bisma.
Fira yang melihat senyuman Bisma itu tiba tiba merasakan ada yang sakit di hati nya. Tapi sebisa mungkin gadis itu menampilkan wajah yang biasa saja.
"Wah nggak jadi mantu nya Ayah dong". Ucapan Bagas hanya di balas Bisma dengan garukan kepala nya sambil melirik kearah Fira yang tampak melirik sinis kepada nya.
"Apaan sih Ayah. Kalau pagi itu sarapan bukan gosipan". Protes Fira lalu merapikan piring bekas makan nya.
"Eits ada yang marah neh". Goda Bagas hingga Putri semata wayang nya itu menghentakkan kaki nya dengan kesal.
__ADS_1
"Ayah apaan sih. Fira masih kecil. Masih mau lanjut sekolah. Emang Ayah mau Fira nikah dan punya anak masih kecil begini?" Kembali Fira mengajukan protes nya setiap kali Ayah nya menggoda tentang hubungan nya dengan Bisma.
Tak ingin mendengar perdebatan panjang yang akan membuat nya kesiangan untuk proses wisuda SMU nya, Rafa pun mengajak Bisma untuk segera berangkat ke sekolah.
"Kami berangkat dulu Ayah Bunda". Ucap Rafa lalu mencium punggung tangan kanan Bagas dan Arsy bergantian.
"Bisma juga berangkat duluan ya Ayah Bunda". Dengan takzim Bisma mencium punggung tangan kanan Bagas dan Arsy.
"Pamitan dulu sana, ntar ngambek terus terusan". Bisma mengangguk setelah mendapat wejangan dari Bagas. Remaja itu pun bergegas melangkahkan kaki nya ke ruang makan.
"Mas berangkat dulu ya Dek". Fira menahan nafas nya, baru kali ini Dia merasakan debaran di dada nya, saat Bisma mengusak lembut rambut nya.
Gadis itu mendongakan kepala nya menatap tak percaya kepada Bisma yang sedang tersenyum kepada nya tepat di depan nya.
"Jangan nakal". Fira menelan saliva nya dengan kasar, saat ibu jari kanan Bisma mengusap lembut ujung bibir nya yang menyisakan roti bakar.
Bisma mendirikan tubuh nya dengan tegap di hadapan Fira sambil melihat sekitar yang tampak sepi, remaja itu kembali menundukkan tubuh nya dan mensejajarkan wajah nya dengan wajah Fira yang tengah menatap nya.
Cup
Wajah Fira tiba tiba terasa panas saat Bisma mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala nya.
"Mas berangkat, nanti ketemuan di sekolah ya". Tanpa sadar Fira mengangguk, Bisma bahkan terkejut kala gadis yang biasanya selalu jutek itu mengangguk.
Bisma tersenyum sambil mengusap lembut pucuk kepala nya Fira, dan kemudian berlalu meninggalkan Fira yang tampak memperhatikan punggung belakang Bisma yang semakin menjauh.
Gadis itu mengusap pucuk kepalanya sambil tersenyum kala mengingat kecupan pertama yang Bisma berikan kepada nya.
"Ngapain Kamu senyum senyum kaya gitu".
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya ya
See you next bab