Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 54. Merajuk


__ADS_3

Daniel berjalan hilir mudik tak tentu arah di dalam ruang kerja nya di RH Company. Sejak Amanda resmi menjadi Komisaris Utama RH Company, Daniel menghabiskan waktu kerja nya sebagai Komisaris di RH Company, dan meninggalkan profesi nya sebagai seorang pengacara.


Apalagi posisi Bastian sebagai Direktur Utama, membuat Daniel harus lebih memantau perilaku sang anak yang terkenal sebagai casanova.


Wajah Daniel penuh tanya kala pintu terketuk dan Dia menyuruh pengetuk pintu ruang kerja nya itu untuk masuk.


"Bagaimana hasil nya?". Daniel langsung bertanya kepada seorang pria yang baru saja memasuki ruangan nya.


"Belum juga duduk Bos, udah main tanya aja". Bisik hati sang pengetuk pintu saat Daniel bertanya.


"Wanita yang kemarin memang benar putri keluarga Rahmat Hidayat. Dan Dia sudah menikah dengan Bagaskara Adityawarman Gumilang hampir 2 bulan yang lalu Bos". Daniel menggebrak meja kerja nya dengan keras kala mendengar jawaban orang kepercayaan nya tersebut.


"Sial". Umpat Daniel kesal. Pria paruh baya itu pun menghampiri sang pengawal dan meremas kerah jas yang di pakai orang kepercayaan nya tersebut.


"Bukankah kalian bilang kalau anak itu sudah mati". Orang kepercayaan Daniel itu tampak bergidik ngeri melihat mata Daniel yang penuh amarah.


"Sewaktu di Rumah Sakit dulu, Kami melihat anak itu tak bergerak dalam gendongan seorang wanita hamil Bos". Daniel pun mengeratkan remasan nya di kerah jas pria tersebut hingga membuat tubuh pria itu sedikit berjinjit, kala pria itu selesai berucap.


"Dan kalian tidak memastikan kembali anak itu hidup atau tidak?". Daniel mendorong anak buah nya tersebut dengan kasar hingga nyaris membuat pria tersebut terjungkal, tatkala pria itu menggelengkan kepalanya.


"Sial". Umpat Daniel kesal yang lalu melemparkan sebuah vas yang nyaris mengenai pria tersebut, dan membuat pria itu mengeluarkan keringat dingin bahkan nyaris pingsan, saat melihat vas bunga itu terbang tepat di samping kepala nya.


🌷


🌷


🌷


"Mas". Rengek Arsy seraya mendongakkan kepala nya kearah Bagas yang sedang sibuk dengan HP nya. Sejak setengah jam yang lalu wanita muda itu merebahkan kepala nya di kedua paha sang suami sambil menonton TV, dan sejak setengah jam itu pula Bagas mulai sibuk dengan HP nya, dan mengabaikan istri nya yang seperti mulai menunjukkan mode merajuk beberapa menit yang lalu.


"Sibuk amat". Gumam Arsy yang hanya di balas senyuman Bagas dan mengusapi lembut kepala Arsy yang masih berada di paha nya.


"Sebentar Sayang, Mas sedang balas chat di grup Dosen". Arsy menghela nafas dengan kesal. Wanita itu pun seperti nya sudah mulai bosan dengan posisi nya.


"Mau kemana". Cegah Bagas saat Arsy mulai bergerak hendak bagun dari posisi rebahan nya.


"Cape, rebahan melulu". Arsy pun melepaskan pegangan Bagas dan beranjak dari posisi rebahan. Wanita itu melirik sekilas ke layar HP sang suami. Tanpa sadar Bagas tersenyum kala membalas sebuah chat, dan hal itu justru membuat Arsy pun tampak menajamkan pandangan kearah layar HP Bagas, lalu tersenyum miring.


"Pantesan seneng banget. Lagi chat an sama Bu Maria toh". Bagas menghentikan ketikan nya lalu melihat kearah Arsy yang menampilkan wajah kesal.Pria itu pun tersenyum kepada sang Istri yang sedang mode merajuk.


"Grup Chat Dosen kan isi nya bukan cuma dengan Bu Maria aja, Sayang. Ini juga ada Bu Martha, Pak Agung juga yang lain kok". Ujar Bagas seraya menunjukkan layar HP nya kepada Arsy, namun di tepis oleh Arsy. Bukan nya melihat ke layar HP yang Bagas tunjukkan, wanita itu justru memilih berdiri dan mengabaikan Bagas, membuat Bagas pun heran dengan sikap Arsy.

__ADS_1


Entah mengapa sejak beberapa hari ini, Bagas melihat Arsy tampak lebih sering merajuk. Padahal biasa nya pun Dia selalu biasa saja menemani Bagas sampai ber jam jam pun tidak masalah.


"Mau kemana?". Bagas meraih telapak tangan kanan Arsy dan mengenggam nya dengan erat, mana kala Arsy hendak melangkahkan kaki nya.


"Tidur". Balas Arsy ketus lalu menarik tangan nya dari genggaman Bagas dan beranjak hendak pergi meninggalkan Bagas.


"Kamu marah?". Arsy menghentikan langkah nya kala mendengar pertanyaan Bagas. Tanpa menoleh kepada Bagas wanita yang tengah merajuk itu hanya menghela nafas kesal


"Aku ngantuk''. Arsy pun melanjutkan langkah kaki nya menuju kamar.


Bagas menghela nafas pelan, sebelum akhirnya beranjak dari posisi nya guna menyusul sang istri yang sudah memasuki kamar mereka.


Brak


Arsy menutup pintu kamar dengan keras, membuat Bagas terkejut.


Ceklek


Bagas menelan saliva nya dengan kasar, saat mendengar suara pintu yang terkunci dari dalam.


" Sayang Aku belum masuk ka... ".


Ceklek


Namun senyum tersebut perlahan memudar saat melihat sebuah bantal berada dalam pelukan Arsy.


" Mas tidur diluar. Biar puas chat an sama Bu Maria ".


Arsy meletakkan bantal tersebut di dada Bagas yang terpaksa menerima batal yang Arsy sodorkan.


Bruk


Ceklek


Bagas mengerjapkan kedua mata nya dengan cepat sambil mantap pintu kamar nya yang sudah tertutup rapat.


"Sayang, buka pintu nya". Panggil Bagas sambil mengetuk pintu terus menerus. Bagas semakin panik kala terdengar isak tangis dari dalam kamar.


"Sayang, please buka pintu nya". Bukan ketukan lagi yang Bagas lakukan, pria itu mulai menggedor pintu dengan panik.


"Sayang, Please maafin Mas. Mas janji nggak bakal ngulangin lagi. Arsy, buka pintu nya. Jangan seperti anak kecil main ngambek nggak jelas ".

__ADS_1


Ceklek


Bagas bernafas dengan lega saat mendengar suara kuncian pintu terbuka.


Senyuman manis lagi lagi di tawarkan Bagas saat perlahan-lahan pintu kamar terbuka dan kemudian tampak lah Arsy dari balik pintu.


Bagas menelan saliva nya perlahan ketika melihat wajah tidak bersahabat sang istri.


"Sa....".


"Maka nya Kamu jangan nikah sama anak kecil". Arsy memotong ucapan Bagas, lalu berjalan keluar kamar dan dengan sengaja menabrakkan punggung nya kepada Bagas.


"Sayang". Bagas berjalan mengejar langkah Arsy sambil memeluk bantal yang Arsy sodorkan tadi.


Ceklek


"Mau kemana Kamu". Bagas langsung berdiri di depan Arsy ketikan wanita muda itu membuka pintu unit apartemen.


"Apaan sih Pak. Minggir l". Bagas meraup wajahnya dengan kasar. Seperti istri kecil nya benar-benar dalam kondisi marah bukan merajuk lagi. Bukti nya panggilan Mas sudah berubah menjadi Pak.


"Astaghfirullah Sayang, Kamu kenapa sih". Ucap lirih Bagas bahkan pria itu tampak frustasi melihat wajah sang istri yang merah padam menahan amarah dan masih ngotot ingin keluar dari unit apartemen.


"Apaan sih. Minggir. Saya mau keluar". Bagas menghela nafas kecil, saat kata Saya kembali menggantikan kata Aku.


"Ya sudah, Mas temenin keluar nya ya". Arsy hanya terdiam. Bagas pun menggeser tubuh nya lalu berlari kecil menuju ruang tamu untuk meletakkan bantal di atas sofa.


Brak


Bagas membalikkan tubuh nya melihat kearah pintu masuk unit apartemen nya, dan Arsy sudah tidak nampak di sana.


"Ya ampun". Bagas pun berlari kecil menuju pintu masuk unit apartemen nya, kemudian membuka pintu lalu memanggil Arsy.


''Sayang".


Bagas mengalihkan pandangan ke unit sebelah apartemen nya saat kata sayang itu keluar bersamaan.


#################


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2