Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 15. Rahasia Chika


__ADS_3

"Kamu tau siapa itu Amanda?". Adit menggelengkan kepala nya.


"Amanda Saraswati Hidayat adalah adik kandung Rahmat Hidayat, pemilik RH Company. Tante dari Ananda Arsy Hidayat alias Arsyka Cahaya Gumilang".


Kedua bola mata Adit dan Chika membulat dengan sempurna. Mereka saling bertatapan terkejut.


"Maksud Oma".


"Oma memang sengaja menyembunyikan Chika dari Amanda dan Bastian". Potong Oma.


"Adit nggak ngerti. Maksud Oma, Amanda sengaja mau mencelakai Chika melalui Adit ?". Oma mengangguk pelan.


"Secara tidak langsung, Saat kejadian itu Kamu berada di waktu dan tempat yang salah. Saat itu, mereka memang menargetkan Rahmat dan keluarga nya sebagai target nya. Karena Manda sebagai adik dari Rahmat Hidayat tidak akan mendapatkan warisan Rahmat kalau Arsy masih hidup". Oma menghentikan kisah nya, menatap Chika yang tengah menatap nya dengan tatapan tak terbaca.


"Sedangkan RH Company di dirikan oleh Rahmat dengan Papa Kamu sebagai pengacara kepercayaan nya itu sudah mensahkan kalau Chika atau Arsy yang akan menjadi pewaris perusahaan itu kelak" Ucap Oma.


"Maksud Oma, Papa dan Ayah nya Chika saling kenal begitu?". Tanya Adit.


"Ya, Papa dan Ayah kalian berteman sejak SMU, dan Papa Bastian adalah sahabat dari Rahmat sejak SMP". Jawab Oma Shinta. Namun rupanya kisah yang Oma Shinta ceritakan itu masih mengundang banyak pertanyaan bagi Adit dan mungkin juga Chika.


"Tunggu, Adit jadi bingung Oma".


"Daniel iri dengan keberhasilan Rahmat, Dia merasa saat memulai bisnis, Rahmat cukup dekat dengan nya bahkan mengajak Daniel untuk membantu diperusahaan yang baru di rintis nya itu. Namun Daniel tidak mengetahui kalau ternyata Pras sudah mengetahui kelicikan Daniel yang diam-diam ingin mengambil perusahaan milik nya tersebut, dan Pras pun menunjuk Bas sebagai pengacara nya, tanpa sepengetahuan Daniel. Dan hal itu semakin membuat Daniel kesal dan semakin ingin menguasai perusahaan tersebut". Oma menjeda kembali kisahnya. Menatap lembut kepada sepasang anak manusia yang harus menerima takdir terpisah dari kedua orang tua mereka karena keserakahan.


"Karena itulah Daniel sengaja memperdaya Amanda dengan mengatakan bahwa dia tidak akan mendapatkan warisan dari Rahmat karena Arsy putri Rahmat kelak akan di jodohkan oleh Kamu. Amanda yang saat itu sedang dekat dengan Tian pun di manfaatkan oleh Tian dan Daniel untuk bisa memikat Kamu. Amanda sengaja di jadikan Pion oleh Daniel dan Tian untuk merenggangkan hubungan Bas dan Rahmat, namun usaha mereka tidak berhasil".


"Hingga akhirnya Amanda justru terpikat benaran sama Kamu. Dan hal itu membuat Tian murka. Karena itulah Tian dengan sengaja ingin membuat Kamu celaka. Namun ternyata disaat yang bersamaan Daniel pun sedang menjadikan Rahmat dan keluarga nya sebagai target nya. Dengan menyewa seorang pembunuh bayaran Daniel pun berusaha mencelakai Rahmat saat itu".


"Karena itulah saat Kamu di serempet oleh Tian hingga akan menabrak Rahmat dan keluarga nya Kamu sempat menghindar. Namun naas saat mobil Tian meninggalkan Kamu, justru mobil orang suruhan Daniel yang dengan sengaja mendorong motor Kamu dari belakang sehingga, Kamu yang akan menghindar justru kehilangan kendali dan Bum... ".

__ADS_1


" Kecelakaan itu pun tidak bisa di hindari ". Adit merapatkan duduk nya lalu memeluk bahu Chika, saat mulai terdengar isakan kecil dari Chika.


"Daniel terus menerus memojokkan Kamu sebagai tersangka, guna menekankan Bas sehingga Bas memilih tidak menjadi pengacara keluarga Rahmat lagi dan di gantikan Daniel menjadi pengacara keluarga Rahmat. Namun ada satu hal yang tidak Daniel ketahui. Bahwasanya Rahmat sudah meminta Bas untuk menjaga istri juga anak nya jika kelak terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap nya. Karena itulah setelah Rahmat dan Mia di nyatakan meninggal, Bas langsung menyembunyikan keberadaan Arsy dan mengatakan kalau Arsy pun ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Sehingga mau tidak mau Bas pun terpaksa menyetujui kalau hak waris Rahmat pun langsung di alihkan Daniel kepada Amanda".


"Namun karena banyak rahasia yang di ketahui Bas membuat Daniel menjadi gelap mata. Tepat dua minggu kepergian Rahmat dan Mia. Daniel, Dia dengan sengaja kembali mencelakai Bas dan juga Mischa". Tangis Oma pun akhirnya pecah. Bergeser Chika melepaskan rangkulan Adit dan berlari kecil kearah Oma Shinta dan memeluk nya dengan erat.


" Padahal Daniel tahu saat itu Mischa sedang menunggu kelahiran adik Kamu. Karena itulah Oma menjadikan Chika sebagai pengganti adik mu, dengan memberitahukan bahwa anak Bas dan Mischa selamat". Oma pun mengakhiri kisah nya dengan sama-sama menangis bersama Chika dalam pelukan Chika.


"Apa karena hal itu Oma lebih memilih menjodohkan Chika dengan Dito, dibandingkan dengan Adit, karena tidak ingin keberadaanChika sebagai ahli waris RH Company tidak di ketahui oleh mereka?". Oma mengangguk menjawab pertanyaan Adit.


Adit mengambil nafas sesaat lalu berucap, "Kalau begitu, Adit akan menyelesaikan semua nya". Oma menggelengkan kepala nya tanda tak setuju.


"Kita punya bukti Oma. Kali ini biarkan Adit yang menyelesaikan masalah ini". Pinta Adit.


"Sudah cukup kedua orang tua kalian sebagai korban keserakahan mereka. Oma tidak ingin kalian merasakan hal yang dengan kedua orang tua kalian". Tangis Oma semakin kencang, hingga membuat Chika semakin mengeratkan pelukannya.


"Setidaknya biarkan Chika kembali menjadi Ananda Arsy Hidayat". Pinta Adit yang langsung di tolak oleh Oma Shinta.


"Oma, Chika memiliki hak atas RH Company. Biarkan Chika mendapatkan hak tersebut". Adit bersikeras dengan keputusan nya.


"Dengan apa?. Dengan mengatakan Nanda masih hidup?". Tanya Oma dengan nada meninggi.


"Tidak. Oma tidak akan melakukan hal konyol seperti itu Dit".


"Oma. Jangan egois. Biar bagaikan juga Chika adalah pewaris tunggal RH Company". Ucap Adit melunak, setelah mendapat tatapan tajam dari Chika.


"Sudah Kak. Aku nggak butuh pengakuan sebagai pewaris RH Company". Ucapan Chika sontak saja membuat Adit memanggil nya dengan nada tinggi. "Chika".


"Biarkan seperti ini. Biarkan Aku tetap menjadi Arsyka Cahaya Gumilang". Pinta Chika memelas.

__ADS_1


"Tapi ... ".Adit pun menggantung ucapan nya. Pikiran nya buntu saat kedua orang yang disayangi sedang menangis tersedu saling berpelukan.


"Apa selama nya Chika akan menjadi adik Adit?. Bahkan Kami tidak ada hubungan Mahram Oma. Tak bisakah Adit menjalankan janji Adit?" Adit kembali semakin kesal karena Oma Shinta hanya terdiam tak menanggapi rentetan pertanyaan nya tersebut.


"Ah... Sial kenapa kita harus terikat seperti ini Chika". Geram Adit lalu memukul meja kayu jati yang berada di hadapan nya dengan keras. Bahkan Oma Shinta dan Chika sampai terkejut dan mereka lebih terkejut lagi karena tangan Adit yang langsung memerah setelah memukul meja tersebut.


Oma menghela nafas panjang mencoba meredam semua rasa yang berkecamuk di dalam dada nya.


"Chika akan aman selama menyematkan nama Gumilang di belakang namanya". Ucap Oma mutlak.


"Bagaimana dengan Adit Oma. Apa selamanya Adit dan Chika tidak bisa bersama?" Adit bertanya dengan lirih menatap penuh harap kepada Oma Shinta dan Chika bergantian.


"Semua keputusan ada di tangan Chika. Kalau memang Chika ingin bersama Kamu, Oma bisa apa?". Ucapan Oma cukup membuat emosi Adit mereda, namun saat Oma menyerahkan keputusan kepada Chika, Adit pun hanya bisa pasrah kalau selama nya Dia dan Chika akan menjadi Kakak dan adik. "Pun hal sama harus bisa Kamu terima, jikalau Chika tetap hanya akan menjadi adik Kamu".


Kali ini padangan Oma dan Adit beralih kepada Chika yang masih memeluk Oma Shinta.


"Kak Adit tidak harus menikahi Chika sebagai bentuk tanggung jawab. Toh selama ini Oma dan Kak Adit sudah menjadi tempat bernaung Chika. Memberikan kasih sayang juga materi yang berlimpah, hingga Chika bisa seperti sekarang ini, dan hal itu sudah cukup bagi Chika. Kak Adit tak perlu terikat tanggung jawab terhadap Chika. Kak Adit berhak bahagia. Jadi, jikalau Kak Adit ingin meminang wanita lain silahkan. Chika akan selalu menjadi adik Kak Adit, cucu Oma Shinta dan putri dari Papa Bas juga Mama Mischa". Kedua telapak tangan Adit kembali mengepal mendengar ucapan panjang lebar Chika.


"Tapi Kak Adit mau nya cuma Kamu Chika". Chika tertegun mendengar ucapan Adit. Mengalihkan pandangan kepada Oma namun hanya di balas angkatan bahu Oma, menandakan kalau semua keputusan ada di tangan Chika, dan Adit tidak berhak memaksakan kehendak nya kepada Chika.


"Tapi Chika nggak mau sama Kak Adit".


"Maaf, saat ini Chika sudah menyukai seseorang".


###########


YANG SABAR YA KAK ADIT. MUNGKIN MEMANG CHIKA LEBIH COCOK MENJADI ADIK NYA KAK ADIT.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA

__ADS_1


###########


__ADS_2