
Dengan sedikit memaksa Bastian kedua sipir membawa pria itu lebih dahulu ke dalam mobil tahanan yang tadi membawa nya ke pengadilan.
Daniel lebih tenang, pria paruh baya itu masih sempat melemparkan senyuman misterius kepada Putra saat tatapan mereka sejenak bertemu.
Senyuman yang membuat Putra was was ketika tiba tiba pria paruh baya yang tengah di giring ke dalam mobil tahanan yang tadi pagi membawa nya itu, mulai menggerakkan tubuh nya untuk memberontak.
"Berhenti jangan bergerak". Teriak Putra lantang, saat melihat Daniel sudah berhasil melepaskan tubuh nya dari 2 orang sipir yang tadi membawa nya.
Tangan nya yang di borgol di depan membuat Daniel dengan mudah menyikut perut ke-dua penjaga tersebut.
"Astaghfirullahalazim". Umi Risma yang sudah berada di dalam mobil Ardi terlebih dahulu itu, berteriak dengan kencang saat melihat Daniel yang berlari ke arah Ardi dan Riska yang baru saja sampai di samping mobil mereka.
Pada saat Ardi akan menengok kan kepala nya, Daniel langsung memukul Ardi dari belakang tepat pria itu akan membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Riska, hingga membuat Pria itu tersungkur dan kepala nya nyaris mengenai kaca spion.
"Abang". Pekik Riska saat akan membantu Ardi. Namun gerakan nya langsung terhenti kala Daniel segara menarik tubuh Riska dan memasukkan tubuh Riska ke dalam pelukan nya dengan tangan Daniel yang masih terborgol di depan.
Daniel yang menyandera Riska dari belakang dengan menggunakan rantai borgol yang sengaja di letakkan di leher Riska, membuat Putra hanya bisa mengacungkan senjata nya kearah Daniel.
Bagas, Arsy, Lia serta Juwono yang baru saja keluar dari gedung pengadilan setelah tadi mengikuti persidangan Daniel, tampak terheran dengan keramaian yang tengah terjadi di parkiran Pengadilan.
"Ada apa Mas?". Tanya Arsy merapatkan pelukan nya di lengan Bagas.
"Nggak tau Dek. Tapi kok itu kaya Putra lagi todongin senpi ya?". Ucap Bagas sambil memicing melihat kearah Putra.
"Astaghfirullahalazim". Pekik Putra saat melihat Riska yang masih dalam dekapan Daniel. Sementara Ardi tampak berdiri dengan siaga tidak jauh dari posisi Daniel dan Riska.
"Ya Allah, Riska". Pekik Arsy dan Lia bersamaan kala melihat Riska yang sedang di sandera oleh Daniel. Kedua wanita hamil itu pun hendak beranjak mengikuti langkah Bagas yang akan menghampiri keramaian tersebut.
"Kamu dan Lia tetap di sini jangan ke sana". Bagas menahan Arsy yang hendak mengikuti langkah Bagas menghampiri keramaian tersebut.
"Tapi Riska Mas". Rengek Arsy sambil menangis saat melihat wajah Riska sudah tampak memerah, karena seperti nya Daniel semakin mengeratkan rantai borgol yang membelit kedua tangan nya di leher Riska.
__ADS_1
"Om Niel itu orang yang nekat. Mas nggak mau kalau nanti nya Om Niel justru mengincar Kamu. Dan Mas yakin Riska pasti tidak menginginkan hal tersebut". Ucap Bagas.
"Tapi Riska, kasian Mas". Arsy memeluk erat tubuh Bagas, tangis nya tumpah. Hal yang sama pun di alami oleh Lia yang kini tengah menangis dalam pelukan Juwono.
"Insya Allah, Riska nggak bakal kenapa kenapa. Sekarang Kamu tunggun di sini saja". Akhirnya Arsy pun menganggukkan kepala nya mendengar perintah Bagas.
"Mas titip Arsy ya Ju. Jangan biarkan Arsy dan Lia ke TKP". Juwono mengangguk kepala nya menjawab permintaan Bagas.
Bagas pun segera berlari menghampiri keramaian. Posisi Daniel sudah semakin terpojok, sehingga Dia pun semakin mengeratkan dekapan nya kepada Riska.
"Astaghfirullahalazim, Om Niel apa yang Om lakukan terhadap Riska". Teriak Bagas hingga mengalihkan perhatian Daniel.
"Lepaskan Riska Om. Biar bagaimana pun juga Dia anak Om". Ucap Bagas. Daniel tersenyum sinis kepada Bagas.
Pandangan Daniel seketika itu juga teralihkan kepada Riska yang tampak sudah mulai melemas karena jeratan borgol yang Daniel membelit leher nya.
"Apa kalau Aku mati Papa juga Mama akan bahagia?". Daniel tercekat mendengar ucapan lirih Riska. Ardi yang berada tidak jauh dari mereka itu tampak mulai panik, karena mendengar ucapan Riska.
Pria itu menggelengkan kepala nya saat melihat Riska yang sedang tersenyum lirih kepada nya.
"Riska". Ardi berteriak kencang saat tubuh Riska luruh di dalam dekapan Daniel.
Tubuh Daniel langsung luruh ke tanah sambil menopang tubuh Riska yang sudah tidak sadarkan diri.
Dari hijab yang di kenakan Riska, bagian luar nya tampak mengeluarkan darah, hingga bisa di pastikan bahwa leher Riska terluka karena jeratan rantai borgol Daniel.
Bukan hanya Ardi yang berteriak, ternyata Amanda yang baru akan masuk kedalam mobil tahanan sempat melihat drama yang di lakukan Daniel terhadap putri nya.
Wanita itu memberontak dari cengkraman kedua orang sipir wanita yang menahannya.
Tanpa memperdulikan apa pun, Amanda berlari dan merangsek masuk kedalam kerumunan.
__ADS_1
"Apa yang Kamu lakukan terhadap anak Ku!". Bentak Amanda. Amanda berjalan dengan marah kearah Daniel.
Tubuh Riska masih dalam sandera Daniel, sehingga Ardi dan Putra tidak bisa melepaskan Riska secara paksa.
"Lepaskan Riska!". Bentak Amanda. Daniel menatap nanar wajah Amanda.
Wajah cantik yang sedikit kusam itu menampilkan raut wajah marah, kecewa juga khawatir disaat yang bersamaan.
"Lepaskan dia, baji**** ". Amanda memukuli tubuh Daniel dengan tangan yang masih terborgol di depan.
"Lepaskan Dia Pa. Tolong lepaskan Riska". Ucap Amanda lirih sambil mengusap lembut pipi Riska yang sudah tidak sadarkan diri.
"Manda.. Jangan nangis". Daniel menatap lirih Amanda yang sudah berurai air mata di hadapan nya.
Pelan pelan Daniel mengangkat kedua tangan nya keatas dan melepaskan tubuh Riska.
Ardi segera meraih tubuh Riska sebelum tubuh lemah istri nya itu jatuh ke tanah. Membopong tubuh lemah itu menjauh dari Daniel dan Amanda.
Sementara itu Daniel, menangkup wajah Amanda dengan kedua tangan nya yang masih terborgol.
"Gimana?" Tanya Bagas khawatir saat Ardi merebahkan tubuh Riska di pangkuan nya.
"Alhamdulillah, seperti nya hanya pingsan Gas". Ucap Ardi yang membuat Bagas pun bernafas lega.
"Riska. Bangun". Ardi menepuk-nepuk pelan pipi Riska. Umi Risma datang menghampiri Ardi dan kemudian memberikan minyak aromatherapy yang selalu dia bawa kemana-mana kepada Ardi.
Ardi mengoleskan sedikit minyak tersebut ke ujung hidung Riska, lalu Pria itu menyingkap sedikit hijab yang Riska kenakan untuk melihat luka Riska akibat jeratan Daniel tadi.
##################
T B C
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB