
"Awasi mereka. Cari tahu tentang semuanya. 1x24 jam, kalian harus melaporkan semua nya kepada Saya".
Titah Daniel kepada dua orang pria yang sejak tadi berada tidak jauh dari nya.
"Baik Tuan". Kedua pria itu menjawab bersamaan.
"Dan kalian berdua. Jaga sikap kalian saat melihat mereka. Dan jangan pernah sekali kali mencoba mendekati mereka tanpa Aku perintahkan". Daniel pun berjalan meninggalkan sepasang suami istri yang sedang saling bertatapan sengit, dan kemudian Amanda lebih memilih meninggalkan Bastian.
"Sial. Kenapa Ditya selalu dapat duluan". Bastian pun mengumpat kesal.
Namun tak lama kemudian bibir nya mengulas senyuman licik sambil bergumam pria itu pun bergumam.
"Seperti hal nya Amanda. Aku pastikan gadis itu akan menjadi milik ku". Dan Bastian pun melangkahkan kaki nya meninggalkan ruang konferensi yang nyaris kosong tersebut.
Namun sayang, tanpa di ketahui nya seorang gadis menatap kepergian lalu menghapus air mata yang keluar dari pipi nya kala mendengar umpatan juga gumaman yang Bastian ucapkan.
🌷
🌷
🌷
Arsy menatap ragu layar yang berada di hadapannya. Dentingan bunyi bel kembali saling bersahutan mengisi kesunyian apartemen saat ini.
Dan wanita seusia sang suami mulai menampakan wajah kesal nya setelah cukup lama dia berdiri di depan pintu apartemen sambil memencet bel berkali-kali.
"Ditya". Terdengar teriakan dari depan pintu, disertai gedoran yang memaksa Arsy untuk menghubungi sang suami yang sedang dalam perjalanan pulang dari kantor ya.
Ya, semenjak status pembunuh yang di sandang nya belasan tahun terpatahkan oleh bukti yang di sampaikan Putra minggu lalu, Bagas pun mulai terjun langsung di kantor pengacara milik Almarhum sang Papa yang selama ini Dia alihkan kepada Ardi.
"Mas". Panggil lirih Arsy ketika Bagas mengangkat telepon nya.
"Mas sudah di basement kamu jangan keluar". Balas Bagas. Bagas pun bergegas menuju lift, dan setelah sampai di lantai tempat unit nya bernaung, Bagas mempercepat langkahnya.
"Mau apa Anda kesini Nyonya Amanda". Bagas menaikkan nada teguran nya kala melihat Amanda menggedor pintu unit apartment.
"Kita harus bicara". Amanda bergegas menghampiri Bagas.
Bagas menepis dengan kasar tangan Amanda kala wanita itu ingin menyentuh nya.
__ADS_1
"Tolong jaga sikap Anda Nyonya. Saat ini Saya adalah seorang pria beristri dan Anda pun seorang wanita yang sudah bersuami". Bagas menegur Amanda dengan nada kesal.
Seolah tanpa malu, Amanda menanggapi ucapan Bagas dengan senyuman menggoda.
"Apa yang ingin Anda bicarakan?". Bagas yang merasa jengah dengan sikap Amanda itu, melipat kedua tangan nya sebatas dada. Dan sial nya bagi Amanda sikap dan gaya Bagas yang seperti itu membuat Amanda semakin tertarik dengan pesona Bagaskara Adityawarman Gumilang.
Bahkan Arsy yang sedang menguping dari balik layar pun mendengus dengan kasar kala melihat sang tante nampak terpesona dengan sang suami nya.
Ceklek
Dengan di landasi oleh api cemburu, Arsy pun terpaksa membuka pintu unit nya, lalu segera meraih lengan suami nya dan mendekap nya dengan manja.
"Mas Bagas sudah pulang?". Bagas nyaris tertawa mendengar suara mendayu dan menggoda sang istri yang sedang bersender manja di lengan kanan nya.
"Sudah. Kamu baru bangun tidur?". Bagas mengusap lembut pucuk kepala istri nya dan kemudian menge*** dalam kening sang istri.
Amanda tampan kesal dan memutar malas kedua bola mata, melihat interaksi manis yang di tampilkan pasangan halal tersebut di hadapannya.
"Apa kalian tidak akan menyuruh tamu untuk masuk kedalam?". Sepasang suami istri itu mengalihkan pandangan penuh cinta itu kepada sosok wanita yang berdiri dengan angkuh sambil melipat kedua tangan sebatas dada nya di hadapan mereka.
"Oh maaf, saya kira bukan Tante Amanda". Arsy tersenyum manis mengulurkan tangan nya kepada sang Tante.
Plak
Amanda menatap tajam Arsy kala keponakan nya itu menepak dan menepis dengan kasar tangan nya yang akan menyentuh lengan kiri Bagas.
"Jaga sikap Tante. Disini masih ada Saya istri dari Bagaskara Adityawarman Gumilang". Ucap Arsy penuh penekanan.
"Cih. Baru jadi istri saja sudah bangga". Arsy tersenyum sinis kepada sang Tante yang tengah menatap nya dengan kesal.
"Tentu saja harus bangga, karena status Saya sebagai seorang istri, bukan sebagai mantan". Amanda membulatkan kedua bola mata dan menatap Arsy dengan kesal.
"Maaf, suami Saya baru pulang bekerja, jadi butuh istirahat". Tanpa beban, Arsy membuka pintu unit apartment nya dan kemudian mendorong tubuh sang suami masuk kedalam unit apartemen nya.
Bagas pun patuh dan bergegas masuk kedalam unit apartment nya tanpa pamit lagi kepada Amanda. Bahkan pria itu tampak sudah melepas sepatu nya dan mengganti nya dengan sandal rumah dan kemudian bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan diri nya.
"Kalau Tante, mau bicara dengan nya, Tante bisa datang ke kantor nya, bukan kerumah nya". Ucap Arsy berdiri dari balik pintu.
"Maaf, Kami harus beristirahat, Assalamu'alaikum". Tanpa mendengar jawaban salam dari Amanda, Arsy pun menutup pintu unit apartment nya dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1
Arsy mengulum senyum kala melihat wajah kesal sang Tante terpampang nyata di layar.
"Dasar pelakor". Gumam Arsy lalu mencari keberadaan sang suami yang tidak di dapati oleh pandangan mata nya yang menyusuri seisi ruangan unit apartment.
Senyum Arsy mengembang saat kedua mata nya melihat kearah pintu kamar mereka yang terbuka lebar. Dengan langkah lebar wanita muda itu pun berjalan menuju kamar nya.
Suara gemericik air dari dalam kamar mandi kamar membuat Arsy kembali mengembangkan senyum nya.
Setelah menyiapkan baju ganti untuk sang suami, wanita itu berjalan menuju kamar mandi dengan melapaskan pakaian yang di kenakannya satu persatu, hingga tidak ada yang tersisa.
Entah mengapa sejak beberapa hari ini Arsy sangat bern**** kepada sang suami. Jangan kan melihat tubuh polos sang suami. Mendengar salam sang suami kala pulang kerja sudah membuat Arys berna*** untuk melu*** bi*** sang suami.
Grep
Bagas menggantung kedua tangan nya yang sedang berada di kepala nya. Busa shampoo yang berada di rambut nya seolah terabaikan mana kala Dia merasakan bukit kembar sang istri di balik punggung nya.
Jari jemari mungil itu mulai berjalan nakal menyusuri tubuh polos Bagas hingga membuat Bagas menyunggingkan senyuman.
Grep
Bagas menangkap kedua telapak tangan Arsy mana kala pasukan jemari sang istri mulai menyapa si Entong.
"Bantu bilas dulu". Bagas mengalihkan jemari Arsy kearah kepala nya. Lalu membalik tubuh nya dan kemudian menggendong ala koala tubuh sang istri.
Bagas pun mendudukan tubuh nya di atas kloset duduk, dengan Arsy yang berada di pangkuan nya.
Tangan kanan Arsy sibuk bermain dengan shower, sementara tangan kiri nya menyugar rambut Bagas dan membilas busa shampoo yang mulai berangsur-angsur hilang.
"Eum". Arsy menger*** lembut kala lidah Bagas mulai sibuk bermain di pucuk bukit kanan Arsy, sementara bukit setelah kiri sedang di re*** lembut oleh Bagas.
Dan akhirnya Si Entong pun perlahan namun pasti memasuki rumah si Eneng dan bersiap membuat rumah si Eneng porak poranda.
###################
MAKASIH YA UDAH MAMPIR DI LAPAK NYA SI ENENG SAMA SI ENTONG
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1