Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 100. Alea Story


__ADS_3

"Ayah tidak setuju"


Suara Bagas terdengar menggema di ruang keluarga, mengejutkan Arsy dan kedua anak nya serta Alea.


Alea meremas telapak tangan kanan Fira yang tengah di gengam oleh tangan kanan nya menyalurkan rasa takut nya kepada sosok pria dewasa.


Ya, Alea semakin trauma kalau melihat atau mendengar suara pria dewasa akibat ulah pasangan Ibu Asuh nya.


"Kamu tenang aja. Ayah Aku pasti bakalan bantuin Kamu Lea". Alea hanya bisa mengangguk pasrah menjawab ucapan Fira.


Bagas melangkahkan kaki nya menuju ruang keluarga. Arsy, Rafa, Fira juga Alea pun berdiri menyambut kedatangan Bagas.


"Salam nya mana, Ayah". Tegur Arsy lalu mencium punggung tangan Bagas, di ikuti Rafa, Fira serta Alea bergantian.


"Assalamu'alaikum Bunda". Ucap Bagas lalu mengecup kening Arsy hingga membuat kedua buah hati mereka memutar malas kedua bola mata mereka.


"Waalaikumsalam Ayah". Sahut Arsy yang langsung mengajak sang suami untuk duduk berdampingan dengan nya.


Sementara Alea tampak canggung melihat kemesraan yang di perlihatkan kedua orang tua sahabat nya tersebut.


"Awas aja kalau sampai punya adik lagi". Gerutu Fira saat mendudukkan tubuh nya kembali di samping Alea.


"Kenapa?. Usia Bunda masih bisa kok punya Baby lagi". Goda Rafa yang memang paling senang meledek adik nya.

__ADS_1


"Pokok nya Aku nggak mau punya ade". Protes Fira. Yang hanya di balas gelengan kepala kedua orang tua nya.


"Ehm. Sudah nggak udah bahas punya ade lagi atau nggak. Kalau Allah ngasih Kamu punya Ade lagi Kamu bisa apa Sayang?". Bibir Fira semakin mengerucut saat sang Ayah mengeluarkan ucapan nya, dan mendudukkan tubuh nya di samping Bunda nya.


"Ini, yang tadi Bunda ceritakan ke Ayah? ". Tanya Bagas memperhatikan Alea dengan seksama, Arsy mengagguk


"Ini Alea sahabat Ade di sekolah Ayah. Itu lho yang suka Ade ceritain ke Ayah sama Bunda". Jawab Fira. Bagas menganggukkan kepala nya mendengar jawaban Fira.


"Ayah, Alea boleh kan tinggal di sini". Rengek Fira mengapit dan memeluk lengan kiri Alea.


"Alea pasti punya keluarga Dek". Ucap Bagas.


"Tapi bukan keluarga kandung Yah, lagi pula mereka jahat sama Alea Yah". Ucap Fira dengan nada kesal namun merajuk.


"Tadi Aku juga beberapa guru ke rumah Alea, niat nya mau jenguk Alea, karena sudah beberapa hari Alea tidak masuk sekolah. Tapi _". Fira menggantung ucapan lalu menghela nafas nya pelan, melihat kearah Alea yang tengah menundukkan kepala nya dan masih setia menggenggam telapak tangan Fira dengan erat.


"Kata tetangga Alea, Alea nya kabur setelah memukul Ayah tiri nya". Ucap Fira menundukkan kepala nya. Alea pun semakin menundukkan kepala nya kala terdengar hela nafas Bagas.


"Tapi, Ade yakin Alea pasti punya alasan kenapa dia kabur setelah memukul Ayah tiri nya. Iya kan, Lea? ". Ujar Fira menatap Alea penuh harap. Alea menganggukkan kepala nya pelan.


"Kalau Bunda boleh tau, kenapa Alea kabur setelah memukul Ayah nya Alea?". Tanya Arsy lembut.


Alea tampak meremas dengan kedua telapak tangan nya dengan erat, Arsy yang melihat hal tersebut segera menghampiri Alea dan duduk di sebelah kiri Alea menggeser posisi Rafa yang memilih pindah duduk nya di sofa tunggal.

__ADS_1


Dengan lembut Arsy merangkul bahu Alea dan mengusap bahu gadis mungil itu dengan lembut.


"Kalau boleh, Alea bisakan menceritakan sama Ayah juga Bunda tentang Alea dan keluarga Alea, sehingga mungkin, kalau sudah mendengar cerita Alea, Ayah, Bunda, Kaka Rafa bisa membantu Alea, keluar dari masalah yang saat ini tengah Alea hadapi". Tubuh Alea bergetar menahan tangis yang sudah di tahan nya sejak lama mendengar ucapan Arsy yang sangat lembut.


Arsy meraih tubuh Alea dan memeluk nya seraya menepuk nepuk pelan bahu Alea yang tengah bergetar mengurai tangis di dalam pelukan Arsy.


"Om Broto berusaha memperkosa Alea Bunda". Ucap Alea lirih. Bagas, Arsy, Rafa dan juga Fira sangat terkejut mendengar ucapan Alea, bahkan tanpa Rafa sadari, kedua telapak tangan pemuda tampan itu terkepal menahan amarah nya.


"Karena itu Alea pukul kepala Om Broto pakai asbak sampai berdarah lalu Alea kabur dari rumah". Bagas dan Rafa tampak menghela nafas kesal mendengar penuturan Alea.


"Lalu, sekarang dimana Pak Broto berada?" Tanya Bagas yang di balas Alea gelengan kepala pelan.


"Tadi Abang yang bawa Alea pulang Yah". Bagas membulatkan mata nya menatap ke arah Rafa yang baru selesai berucap.


"Abang sempat bertemu dengan Ayah tiri nya Alea Yah. Dan seperti nya apa yang Alea ceritakan benar ada nya". Ucap Rafa hingga membuat Bagas membenarkan posisi duduk nya.


"Maksud Abang?". Tanya Bagas menatap penuh tanya kepada Rafa.


Rafa pun mulai menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Alea. Bagas tampak menyimak cerita Rafa dengan seksama.


"Apa ada saksi yang melihat perlakuan Ayah tiri Kamu Alea?". Tanya Bagas. Alea yang mulai tenang tampak sudah melarai pelukan nya kepada Arsy.


"Tidak ada Om. Waktu itu masih pagi. Alea baru saja selesai membuat sarapan dan hendak berangkat sekolah. Lalu tiba tiba Ayah pulang dalam keadaan mabuk, dan langsung menarik Alea masuk ke dalam kamar, lalu _". Alea menghentikan cerita nya, mana kala tiba-tiba saja kepala nya terasa pening dan berat membuat kedua kelopak mata nya terpejam untuk sesaat, namun saat akan membuka kedua kelopak mata nya, rasa pening yang sangat tiba-tiba saja membuat tubuh nya melemah dan jatuh pingsan. Membuat seluruh keluarga Fira pun panik terlebih Rafa yang langsung bergerak cepat menghampiri Alea.

__ADS_1


" Alea.... ".


__ADS_2