Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 35. Persiapan The First


__ADS_3

Lain Lia lain Arsy. Gadis itu tampak sedang sibuk membantu sang Oma juga beberapa kerabat yang sedang merapikan rumah Oma.


Pengantin baru itu bahkan tampak sibuk memindahkan beberapa barang dan memasukkan nya kedalam almari yang berisi perabotan pecah belah Oma yang dikeluarkan sang Oma saat mengadakan jamuan keluarga.


Hal yang sama pun dilakukan oleh Bagas. Pria itu tampak sibuk membersihkan sampah yang berserakan di teras rumah.


Sesekali pandangan matanya teralihkan kepada sang istri yang terlihat sesekali mengobrol dengan beberapa kerabatnya.


"Pengantin baru bukan nya ngerem di kamar ini malah sibuk bebersih". Ucap salah seorang kerabat Oma.


"Masih siang Bude. Nggak enak atuh kalau siang-siang udah ngerem". Sahut Arsy yang memang sudah sangat dekat dengan keluarga Bagas.


"Rencana mau tinggal di sini atau apartemen Ditya?". Tanya wanita itu lagi kepada Arsy.


"Disini aja. Kasian Oma kalau Aku tinggal di apartemen Mas Bagas.Lagi pula tinggal di apartemen nggak enak Bude. Nggak punya tetangga buat ghibah".


"Bisa saja Kamu Chika. Bilang aja, Kamu nggak mau pisah sama Oma". Arsy terkekeh mendengar jawaban sang Bude.


"Oh iya. Dari keluarga Kamu tidak ada yang Kamu beritahukan tentang pernikahan ini kan?". Arsy memandang sang bude dengan heran.


"Bude, nggak ingin keluarga Kamu kembali mencelakai Kamu lagi Nak. Mbak Shinta pasti akan sangat sedih kalau sampai keluarga Kamu kembali mencelakai Kamu sayang". Ucap Bude.


"Bude tenang saja. Ditya nggak bakal biarin keluarga Arsy buat ganggu kehidupan Arsy lagi". Bagas yang datang tiba-tiba itu pun langsung merangkul bahu Arsy dan kemudian mengecup lembut pucuk kepala istri nya tersebut.


"Harus. Kamu harus menjaga Chika. Karena hanya kita lah keluarga Chika saat ini dan sampai nanti". Bagas pun merangkul sang bude bersisian dengan Arsy.


"Ada acara apa ini pakai rangkulan segala, Oma nggak di ajak?". Pertanyaan Oma membuat mereka bertiga terkejut lalu kemudian melemparkan senyuman kepada Oma Shinta yang sudah berdiri di depan mereka.


"Bude Ning, minta di traktir ke Dufan Oma". Canda Bagas mencoba menutupi perbincangan mereka dari Oma Shinta.


"Ish, ogah banget minta ke Dufan kalau kamu bisa traktir bude ke Paris". Sahut Bude tak mau kalah.


"Pergi haji Ning. Ngapain ke Paris. Nggak dapat pahala malah dapat mudharat". Sahut Oma. Bude Ning pun tersenyum memamerkan deretan gigi nya yang nyaris ompong itu.


"Oalah Mbak. Pergi haji itu harus nunggu tahunan buat berangkat nya Mbak". Sahut Bude Ning.


"Sing penting niatnya. InsyaAllah kalau memang niat udah mantap. Pasti ada jalan nya". Balas Oma.


"Iya Mbak. Do'a in ya agar bisa segera berangkat haji". Ucap Bude Ning.


"Aamiin". Ucap mereka serempak.

__ADS_1


🌷


🌷


🌷


"Alhamdulillah, sudah beres semua nya". Ujar Bagas saat mendaratkan tubuh nya di atas sofa yang berada didalam kamar nya, sementara Arsy tadi masih berada di dalam kamar Oma Shinta.


Bagas dan Arsy memutuskan untuk menggunakan kamar Bagas sebagai kamar mereka berdua, sementara kamar Arsy rencana nya akan di pakai untuk ruang kerja dan ruang belajar Bagas dan Arsy.


Ceklek


Pintu kamar Bagas terbuka menampakkan Arsy yang memasuki kamar Bagas dengan ragu-ragu.


"Mandi dulu sana Dek, sebentar lagi masuk maghrib". Ujar Bagas kepada Arsy yang tampak masih canggung memasuki kamar nya.


Gadis itu pun menganggukan kepala nya sebagai jawaban titah sang suami dan bergegas masuk kedalam kamar mandi yang berada di dalam kamar Bagas.


Selepas Arsy ke kamar mandi yang berada di dalam kamar, Bagas pun membuka gadget nya yang sejak pagi diabaikan nya.


Tak banyak yang tau, kalau hari ini Bagas melepas masa lajang nya dengan menikahi Arsy. Jadi hanya para sahabat dekat serta beberapa orang yang mengetahui acara hari ini yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


Bahkan para mahasiswa yang sempat mendengar kabar Bagas akan menikah dengan Chika, menanggapi ucapan Bu Martha sebagai keusilan. Dan akhirnya mereka pun menganggap hal itu sebagai kabar angin.


"Senyum kok nggak ngajak-ngajak". Bagas mengangkat kepala nya, lalu tersenyum melihat Arsy yang baru selesai mandi dan mengenakan satu setel piyama panjang.


Bagas nyaris tak berkedip saat melihat Arsy yang tanpa mengenakan hijabnya. Rambut panjang hampir menyentuh pinggang, serta tubuh mungil yang terlihat padat berisi membuat jiwa kelakian berontak. Bagas menepuk paha nya meminta Arsy untuk duduk di pangkuan nya.


Perlahan-lahan dan dengan malu-malu Arsy pun menghampiri Bagas dan dengan ragu-ragu mendudukkan diri nya di paha Bagas. Bagas pun segera memeluk tubuh Arsy. Dan kemudian meletakkan kepalanya di ceruk leher Arsy seraya menghirup aroma strawberry vanilla yang menguar dari tubuh Arsy.


"Buruan mandi. Sebentar lagi mau maghrib". Bisik Arsy hingga membuat Bagas meremang.


Bagas semakin mengeratkan pelukan nya kepada Arsy ketika Arsy sedikit bergerak karena tidak nyaman saat Bagas terus mengh***p ceruk leher Arsy.


Bahkan sesekali Bagas meng***p lembut leher Arsy hingga membuat gadis itu pun ikut meremang.


"Geli Mas. Buruan ah udah mau maghrib". Arsy pun melerai pelukan Bagas lalu menangkup wajah Bagas dengan kedua telapak tangan nya, sampai membuat b**ir Bagas mengerucut , karena Arsy menangkup wajah nya dengan gemas.


"Ish nyebelin". Bagas terkekeh saat mendengar protes Arsy ketika dia tiba-tiba meng**up bibir Arsy sekilas.


"Buruan mandi ih". Arsy pun memukul gemas bahu Bagas.

__ADS_1


"Iya". Bagas pun akhirnya menyerah. Pria itu lalu melepaskan pelukan nya kepada Arsy lalu mengangkat tubuh mungil Arsy kesamping nya.


"Jangan kemana-mana". Arsy menganggu kisah ucapan Bagas yang lalu mengecup kening Arsy dengan lembut sebelum akhirnya pria itu beranjak pergi menuju kamar mandi.


Selepas kepergian Bagas ke kamar mandi Arsy pun mengambil gadget nya yang sejak lagi sengaja di tinggalin nya di atas nakas.


Senyum nya terukir indah saat membuka pesan dari Lia. Sahabat yang juga sama-sama menjadi pengantin baru.


"As Your wiss cantik. Kita married di hari yang sama 🀣🀣🀣". πŸ“² Lia.


Emang Lo nya aja yang udah ngebet pengen nikah". πŸ“±Arsy.


"Dih Lo nggak inget siapa yang ngajak?". πŸ“² Lia.


Arsy memutar malas kedua bola mata nya saat membaca chat dari Lia. Senyum kecil pun menguar dari wajah cantik nya saat menggetikkan balasan untuk Lia.


"Seinget Gue, Lo yang nantang". πŸ“± Arsy. Arsy terkekeh geli saat melihat layar gadget nya hanya bertuliskan sedang menulis.


"Dih Gue nggak nantang. Tapi keceplosan, eh mana Gue tau Kang Ju Won nerima tuh tantangan". πŸ“² Lia.


Arsy mencembikkan bibir nya. Sahabat nya yang satu ini memang ratu nya pembalik ucapan kala berdebat.


"Alhamdulillah, Gue bisa dapet pahala, mengembalikan Kang Ju Won, ke habitat asli nya, kembali menjadi pria tulen 🀭🀭". πŸ“² Lia.


Arsy bahkan terkekeh geli melihat isi chat dari Lia. Seketika itu juga otak jahil nya mengeluarkan ide yang di yakinin bisa membuat Lia kalang kabut.


"Ye, malah bersyukur Kang Ju Won kembali ke habitatnya. Di zaman jadi Miss aja banyak cogan apalagi cecan yang ngantri. Kalau sekarang Kang Ju won udah balik ke habitat asli nya. Gue jamin 1000% kalau saingan Lo bukan cuma Mpok Mae, tapi bisa juga modelan di Frozen dkkπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚". πŸ“± Arsy.


"Wah ngajak gelut nih penganten baru 😀😠😑". πŸ“² Lia.


Arsy pun tertawa terpingkal-pingkal membaca balasan Lia.


"πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ". πŸ“± Arsy.


"😀😀😠😠😠😑😑😑" πŸ“² Lia.


"Seneng amat". Arsy mengangkat kepala lalu melihat kearah sang pemilik suara. Wajah nya langsung memerah saat melihat pemandangan indah yang berada di hadapannya.


#################


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


################


__ADS_2