Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 69. Elsa VS Echa


__ADS_3

"Maka nya lain kali Lo cari cowo yang mau ngajak nikah bukan ngajak pacaran". Seloroh Lia di susul tawa Arsy dan Riska namun cembikan Reina.


"Jangan kan ngajak nikah, uang jajan sama yang bensin aja masih minta sama orang tua". Ucap Reina lirih, namun di tertawai oleh ketiga sahabat nya.


"Eh Ris, udah MP sama Om Ardi belum?".


Uhuk uhuk uhuk


Riska sampai tersedak mendengar pertanyaan Lia.


"Itu pertanyaan nya apa nggak ada yang lain gitu?". Riska memutar malas bola mata nya kala melihat cengiran duo anggota Sugar Baby Wifey itu.


"Ya elah, kan cuma nanya tinggal jawab udah apa belum". Ujar Lia di susul anggukan Arsy juga Reina yang kini menopang dagu mereka dengan kedua telapak tangan mereka seraya melihat kearah Riska penuh selidik.


"Lagi banyak masalah gini malah mikirin MP. Otak Lo semua nya pada di mana coba". Sunggut Riska kesal, di susul tawa ketiga sahabat nya.


"Berarti Lo masih perawan gitu?". Tanya Lia mengulum senyum nya.


"Menurut Lo pada?". Balas Riska kesal.


Riska menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan nggak bermutu yang nggak patut di bahas.


"Terus gimana kelanjutan kasus kedua orang tua Lo?". Tanya Reina yang di balas Riska dengan mengangkat kedua bahu nya bersama-sama.


Sebuah tepukan tangan membuat ke empat sahabat itu mengalihkan pandangannya ke arah asal tepukan tangan tersebut.


Tampan Elsa dan tiga konco nya sedang berdiri tidak jauh dari duduk mereka di kantin kampus.


Keempat nya pun tak menanggapi kedatangan Elsa dan kelompok nya. Mereka ber empat justru sibuk menyantap hidangan yang sudah tersedia atas meja mereka.


"Wow ada anak pembunuh dan korban pembunuhan nya lagi ngumpul nih". Riska menghentikan menyantap makanan nya. Mata nya menatap dengan tajam kepada Elsa yang sedang berdiri sambil bersedekap di dada nya.


"Diemin aja". Gumam Arsy kepada Riska. "Lanjutin makanan Lo anggap aja cicak lagi ngomong". Riska mengulum senyuman mendengar ucapan Arsy. Gadis pun melanjutkan menyantap makanan.


"Gue bingung sama Lo Chika. Orang tua Riska itu kan udah bikin kedua orang tua Lo mati , kok bisa-bisa an ya Lo baik sama si Riska yang udah bikin orang tua Lo mati". Ucap Elsa memancing Arsy.


"Bacot Lo bisa di jaga nggak?". Bukan Riska atau pun Arsy yang marah, tetapi Reina. Gadis itu beranjak dari posisi duduk nya lalu berhadapan dengan Elsa.

__ADS_1


"Meninggal buka mati". Ucap Reina sambil mendorong keras bahu kanan depan Elsa dengan kencang.


"Sama aja kan, mati mati juga?". Sindir Elsa.


Byur


Kali ini bukan ke empat nya yang mengguyur kepala Elsa dengan es berwarna coklat lengkap dengan boba. Bahkan ada beberapa boba yang tertinggal di atas kepala Elsa. Ketiga konco Elsa pun sangat terkejut dengan kejadian tiba-tiba yang di alami oleh sang ketua genk.


"Elo". Pekik Elsa menunjuk kearah seorang yang tadi menyiram nya dari belakang.


"Echa". Ucap Arsy, Lia, Riska juga Reina terkejut melihat sosok yang selama beberapa bulan ini selalu menjauhi mereka.


"Iya Gue, kenapa Lo?. Nggak suka?". Ucap Echa sambil berkecak pinggang di hadapan Elsa.


"Biar otak beku Lo jadi encer, supaya bisa ngebedain kata yang baik sama nggak baik" Elsa membersihkan rambut nya yang mulai terasa lengket. Belum lagi kemeja putih yang tengah di kenakan nya itu sudah berubah warna menjadi dekil.


"Tunggu pembalasan Gue". Ancam Elsa hendak beranjak pergi dari hadapan Elsa.


"Kalau bisa di kelarin sekarang, kenapa nunggu nanti". Echa mencekal pergelangan tangan kanan Elsa guna menahan langkah Elsa.


"Eits. Masa ratu nya ja**** ngatain ja**** sih". Ucap Echa santai dan itu membuat Elsa meradang.


Elsa menghentakkan pergelangan nya cengkraman Echa lalu berdiri berhadapan dengan Echa.


Kini kedua wanita yang sama sama mendapatkan cap sebagai sugar baby itu saling berhadapan dengan saling menatap tajam.


Echa tersenyum smirk sambil mata nya sibuk memindai Elsa dari atas ke bawah.


"Kenapa Lo liatin Gue kaya gitu?". Ucap Elsa kesal.


Sementara itu Arsy, Lia, Reina dan Riska tampak melihat perdebatan itu dengan santai. Hal yang sama pun di lakukan para mahasiswa juga mahasiswi yang saat itu tengah menikmati waktu istirahat mereka.


"Ternyata keputusan Om Leo buat ninggalin Lo emang tepat. Lo nggak pantes buat dampingin Om Leo". Elsa menatap Echa dengan tatapan penuh dendam.


Wanita itu bahkan hendak meraih kerah baju Echa, namun sebelum tangan wanita itu menyentuh nya, Echa terlebih dahulu menghempaskan tangan Elsa.


"Dasar ja****". Tangan Elsa kini mulai terangkat dan akan mendarat di pipi kiri Echa. Namun sebuah tangan kekar meraih tangan Elsa.

__ADS_1


Elsa membalikkan tubuh nya dan seketika itu juga kedua mata nya membulat menatap sang pemilik tangan yang menahan tangan nya ingin menampar Echa.


"Apa yang mau Kamu lakukan terhadap istri Saya?". Ucap Pria yang tampak nya lebih tua dari suami para anggota genk Sugar Daddy Wifey itu.


Lia yang sedang mengigit es batu itu bahkan nyaris tersedak saat mendengar ucapan pria tersebut.


"Istri?". Ujar Elsa lirih lalu melihat kearah Echa yang sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Om bercanda kan?. Nggak mungkin Om mau nikahin ja**** ini kan Om?". Elsa meraih lengan kanan pria itu lalu memegang nya dengan erat.


Kedua mata wanita muda itu bahkan mulai menitikkan air mata. Kala Pria itu menghempaskan tangan Elsa dan meraih pinggang Echa laku merangkul nya dengan erat.


"Setidaknya Echa lebih bisa menghargai Saya dengan tidak menjadi ja**** di belakang Saya, seperti Kamu". Ucap Pria bernama Leo itu menatap Elsa penuh kebencian.


"Wow". Pekikan Lia membuat semua yang menyaksikan perseteruan itu mengalihkan pandangan kepada Lia. Wanita yang tengah hamil muda itu pun tampak santai lalu melihat kearah para pelaku perseteruan itu.


"Alangkah elok nya permasalahan ini, bisa di selesaikan di tempat yang lain ya, Om". Lia menjeda ucapan nya seraya memperhatikan sekitar mereka saat ini.


"Rasa nya tidak pantas, kalau harus saling mengumbar aib di tengah keramaian seperti ini Om". Ucap Lia yang tumben bijak. Arsy bahkan tampak terpukau dengan ucapan bijak sang sahabat.


Seperti nya kehamilan nya membawa hal yang positif bagi wanita itu yang biasa nya bar-bar menjadi sedikit lebih bijak.


Pria bernama Leo itu pun mengedarkan pandangan kearah sekitar, lalu menghela nafas nya, saat menyadari kalau saat ini mereka sedang menjadi perhatian para mahasiswa juga mahasiswi lain nya.


"Ada apa ini ramai-ramai". Sebuah seruan memecahkan ketegangan yang tengah terjadi di area kantin kampus itu.


#####################


TBC


JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA


JIKA BERKENAN SILAHKAN DI VOTE JUGA YA


THANK YOU


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2