
Alea mendengarkan dengan seksama kajian yang di berikan Umi Risma di kediaman keluarga Bagaskara.
Pengajian yang memang selalu di laksanakan secara bergilir setiap bulan nya oleh genk Sugar Daddy Wifey, dengan Umi Risma yang mengisi kajian.
Kebetulan kajian bulan ini di adakan di tempat kediaman Ayah Bagas, sehingga Alea bisa lebih belajar lagi untuk berhijrah.
Hati nya semakin mantap dan sudah membicarakan hijrah nya tersebut kepada Bunda Arsy yang di sambut dengan senang oleh Bunda sahabat nya tersebut.
Bahkan Bunda Arsy langsung memberikan hadiah satu set pakaian yang saat ini tengah di kenakan oleh Alea, walaupun Alea masih belum menutup penampilan nya dengan sempurna.
"Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu Nak?". Alea mengangguk menjawab pertanyaan Umi Rahma.
Semua yang baru saja selesai mengikuti kajian pun tersenyum melihat kepada Alea.
"Alhamdulillah". Ucap mereka serempak.
Umi Rahma meminta Ayah Bagas untuk membimbing Alea mengucapkan Syahadat dan di ikuti oleh Alea dengan lancar.
Bunda Arsy dan Fira saling merangkul kala mendengar suara Alea mengucapkan dia kalimat syahadat untuk pertama kali nya.
Kedua nya bahkan menangis terharu kala mendengar suara Alea yang dengan lantang berucap.
Selesai mengucapkan dua kalimat syahadat, Bunda Arsy dan Fira langsung memeluk tubuh Alea dengan erat hingga membuat yang menyaksikan pemandangan tersebut pun menjadi terharu.
"Hua.... Kang Juwon". Lia merapatkan tubuh nya memeluk sang suami sambil menangis dalam pelukan Juwoni, hingga membuat Bisma yang berada di samping nya memutar malas kedua bola mata nya.
"Jangan lebay deh Ma". Gumam Bisma yang langsung di hadiahi Lia sebuah jitakan di ubun ubun putra semata wayang nya itu.
"Si Rafa kemana?". Tanya Papi Ardi kepada Bisma yang di balas Bisma dengan mengangkat kedua bahu nya.
"Palingan juga sibuk sama Si Amara". Sahut Diego putra Ardi yang di angguki oleh Bisma.
__ADS_1
"Lho, memang nya Mereka pacaran?". Ucapan Ardi mendapatkan perhatian dari sekeliling nya.
"Kemarin sih Abang udah marahin Si Amara yang ternyata sengaja bikin gosip kalau Mereka pacaran. Abang marah banget sampai nangis Si Amara" Jawab Bisma.
Sementara Alea sedang di dampingi oleh Bunda Arsy dan Fira untuk melakukan mandi sunah dan kemudian setelah itu akan di lanjutkan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah nanti.
"Alhamdulillah". Ucap Ayah Bagas paling keras saat mendengar ucapan Papi Ardi.
Seluruh mata memandang kearah Ayah Bagas dengan tatapan heran. Namun yang di tatap hanya menampilkan wajah datar nya saja.
"Kenapa?. Bukan nya kalau kita mendapatkan kabar yang baik harus bersyukur dengan mengucapkan Hamdalah?. Benarkan Umi?". Umi Rahma mengangguk setuju dengan ucapan Bagas.
"Tuh, Umi aja setuju". Ucap Ayah Bagas yang di balas helaan nafas para sahabat juga anak anak sahabat nya.
"Assalamu'alaikum". Seruan salam Rafa di sambut dengan penuh gempita oleh para penghuni rumah Bagaskara.
"Waalaikumsalam". Sahut serempak semua nya.
"Nah gitu dong kalau jawab salam harus serempak. Betulkan Umi?". Ujar Rafa, Umi Rahma tersenyum manakala Rafa mencium punggung tangan kanan nya dengan takzim.
Sementara dengan sahabat Sang Bunda, pria mudah itu hanya menangkup kedua telapak tangan nya sebatas dada sambil menunduk hormat sebagai tanda salam.
"Biasa habis clear in masalah". Ucap santai Rafa.
"Bunda mana Yah?". Tanya Rafa.
"Di kamar lagi nemenin Zahra juga Fira". Sahut Ayah Bagas.
"Zahra?". Rafa mengernyitkan kening nya mana kala mendengar sebuah nama asing yang baru di ucapkan olah Ayah nya.
"Zahra itu siapa Yah?". Tanya Rafa kebingungan.
__ADS_1
"Kepo". Jawab Bagas menyentil kening Rafa dan kemudian meninggalkan putra semata wayang nya yang sedang kebingungan tentang sosok Zahra.
"Woi Bisma, Zahra itu siapa?" Tanya Rafa sambil menarik kerah baju Bisma hingga membuat Bisma yang baru saja berjalan menghampiri istri kecil nya itu pun terpaksa berhenti berjalan.
"Ck". Bisma menarik kearah baju nya yang di tarik Rafa dengan kesal. Kedua bola mata nya menatap tajam kepada sang kakak ipar yang tengah menatap nya penuh tanya.
"Lo tanya Ayah Lo sana. Kan Dia yang tau siapa itu Zahra". Ujar Bisma kesal.
Rafa berdecak kesal melihat Bisma yang melanjutkan langkah nya menuju Fira yang baru saja keluar dari kamar nya.
Kedua bola mata Rafa membulat dengan sempurna mana kala melihat sosok gadis cantik mengenakan gamis berwarna peach yang senada dengan hijab yang di kenakan nya itu berjalan di samping Sang Bunda.
Bahkan tanpa ragu ragu kedua lengan Bunda Arsy memeluk erat lengan sang gadis yang tengah menampilkan senyuman hangat nya kepada Bunda Arsy.
"Bismillah. Mohon perhatian semua nya". Ucapan Ayah Bagas membuat ruangan yang tadi nya sibuk dengan perbincangan masing masing itu pun terdiam dan mengalihkan pandangan nya kearah Ayah Bagas.
Tampak Ayah Bagas, Bunda Arsy juga gadis bergamis peach berdiri sejajar. Sementara Fira tampak menggandeng Bisma dengan erat berdiri tidak jauh dari ketiga nya.
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.". Ayah Bagas pun mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam Wr. Wb.". Balas serempak semua nya.
"Alhamdulillah, pada hari ini, kita mendapatkan kejutan yang sangat istimewa dari Ananda Alea yang memutuskan untuk berhijrah. Semoga kedepan nya Ananda Alea bisa menjadi seorang muslimah yang lebih baik lagi dan selalu istiqomah. Aamiin". Ucap Ayah Bagas.
"Aamiin".
"Dan mulai hari ini pula, Saya perkenalan kepada semua nya. Putri Kami yang bernama Zahra Aleara Bagaskara".
Ucapan Ayah Bagas membuat Rafa menelan saliva nya dengan kasar. Tatapan tajam di tujukan kepada sang Ayah yang memasang wajah tak bersalah kepada nya.
Seulas senyum kecil Bagas tak terlihat saat melihat Sang Putra tampak tengah menggumam dalam tatapan.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya ya
See you next bab