Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 37. Meminta Lebih Dulu


__ADS_3

Bagas kedua telapak tangan Arsy lalu menggenggam nya dengan erat dan kemudian mengecupi nya dengan lembut, lalu menyatukan kedua kening mereka, hingga membuat kedua hidung mancung mereka nyaris bersentuhan.


"Nggak harus cantik". Ucap Bagas mengusap lembut belakang rambut Arsy yang sengaja Arsy cepol.


"Tapi _". Arsy menggantung ucapan


"Mas nggak mau Kamu terpaksa ngelakuin nya". Ucap Bagas sebelum Arsy melanjutkan ucapan nya.


Arsy pun mengecup singkat bi**r Bagas, hingga membuat Bagas membulatkan kedua bola matanya. Dan akhirnya Arsy pun menyembunyikan wajah nya di dada Bagas yang mana hal itu justru memancing naluri nya sebagian pria pun bangkit.


"Mas". Arsy bahkan sampai berjinjit saat merasakan ada sesuatu yang tiba-tiba mengganjal di balik pangkuan Bagas.


"Kamu ngebangunin bobo nya si Entong Sayang". Bisik Bagas dengan suara serak menahan gai***.


"Jangan bergerak Sayang. Nanti malah. Akh Ar...sy ".


Bagas tak bisa melanjutkan ucapan nya karena Arsy tiba-tiba saja mendarat bi*** nya ke bi*** Bagas dan mulai menge*** bi*** Bagas dengan lembut.


Bukan karena Arsy mempunyai na*** yang besar, hanya saja dia ingin mendapatkan pahala bagi para istri yang meminta duluan kepada suami.


Arsy pernah mengikuti sebuah kajian bersama sang Oma, dan saat itu ada seorang yang bertanya mengenai seorang istri yang meminta duluan kepada suami nya. Dan sang narasumber yang saat itu merupakan seorang alim ulama pun memberikan kajian nya.


"Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka:




Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka.




Memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh.




Dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan.




Diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di surga ".



__ADS_1


Karena atas dasar itu pula lah. Arsy memberanikan diri untuk rela dan menyerahkan diri nya kepada Bagas sang suami yang kini tampak sedang menik**** layanan yang istri nya berikan.


Arsy menghentikan luma***nya kepada Bagas yang kini sedang menatapnya dengan penuh gai***. Arsy pun membalas tatapan Bagas dengan senyuman dan seperti nya dia kembali mengingat isi kajian sang ulama tersebut.


"Dan siapa saja seorang istri yang mencium suaminya dengan suka rela maka:




Dia bagaikan menghatamkan Al-Qur'an (dua belas) kali.




Dan dengannya Allah akan mencatat dari setiap ayat dalam Al-Qur'an lima puluh kebaikan




Dan dari setiap ciuman dibangunkan sebuah kota di Surga untuknya ".




Bagas pun mengumamkan Basmallah dan membaca surah Al-Ikhlas kemudian dilanjutkan takbir dan tahlil sebelum membuka pakaian nya juga pakaian Arsy.


Bagas menatap tubuh polos istri nya, lalu kemudian mengecup kening Arsy seraya mengumamkan sebuah do'a.


" Bismillahil 'aliyyil 'azhim. Allahummaj'alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbi. Allahumma jannibnis syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtani ".


Dan akhirnya Bagas meraih sebuah selimut untuk menutupi bagian bawah Bagas yang sudah mengukung tubuh polos Arsy.


Arsy tampak memejamkan kedua bola mata nya saat Si Entong mulai mengetuk pintu rumah Si Eneng.


Desa*** halus keluar dari mulut Arsy saat Entong mulai bergerak maju saat pintu Eneng mulai terbuka.


Bagas mengusap lembut kedua pinggiran mata Arsy yang mengeluarkan air mata, saat Entong berhasil memasuki rumah Eneng secara perlahan-lahan.


"Kalau sakit kamu boleh teriak, atau gigit". Bisik Bagas saat merasakan si Entong sudah berhasil masuk kedalam rumah si Eneng perlahan-lahan.


Arsy hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lalu menarik leher Bagas dan melabuhkan bi*** nya kepada bi*** Bagas yang di balas Bagas dengan lembut.


Eran*** juga de***** silih berganti dinyanyikan oleh pasangan pengantin baru tersebut.


Bagas sesekali mengusap butiran peluh yang menghiasi wajah Arsy dengan lembut.


"Mas". Panggil Arsy manja, saat Entong mulai mengobrak-abrik rumah Si Eneng hingga membuat kedua empu nya mereka saling melemparkan de**** juga era**** bergantian.

__ADS_1


"Alhamdulillahil-ladzi khalaqa minal-ma` basyara faja'alahu nasaban wa shahra wa kana rabbuka qodira." Bisik Bagas saat merasakan Si Neng mulai berke*** dan si Entong mulai bersiap mengeluarkan lahar ce**ng nya.


Bagas segera merebahkan tubuh polos nya di samping sang istri dan kemudian meraih tubuh mungil Arsy yang sedang sibuk mengatur deru nafas nya.


"Makasih sayang". Bagas pun mengecup kening Arsy yang di balas pelukan hangat oleh Arsy.


Setelah nafas Arsy terdengar teratur. Bagas pun melerai pelukan nya.


"Mau tidur?". Arsy mengangguk pelan.


"Bersihin dulu ya. Baru tidur ". Lagi lagi Arsy hanya mengangguk pasrah.


Tubuh nya terasa lelah setelah Si Entong mengobrak abrik rumah Si Eneng lebih dari 30 menit.


Bagas meraih celana boxer nya yang berada di lantai kemudian meraih tubuh Arsy dan menyelimuti tubuh Arsy sebelum akhirnya mengangkat tubuh Arsy dan membawa mantan gadis itu untuk membersihkan diri mereka di kamar mandi.


Selepas mengambil air wudhu Bagas pun kembali menggendong Arsy ala bride style menuju pembaringan yang masih penuh jejak sisa pertempuran Si Entong dan Si Eneng.


Bagas mengukir senyum saat melihat bercak merah berada di tengah sprei.


"Tunggu di sini ya. Mas ganti sprei nya dulu". Arsy mengangguk saat Bagas meletakkan tubuh nya di atas sofa.


Bagas pun segera menggantikan sprei dengan yang baru, dan setelah selesai mengganti sprei dia pun kembali menggendong Arsy dan kemudian menidurkan tubuh Arsy di atas pembaringan.


"Mau pakai baju?". Arsy mengangguk. Bagas dengan telaten memakai Arsy piyama nya. Arsy merentang kedua tangan nya setelah berpakaian, Bagas pun masuk kedalam rentangan tangan Arsy lalu memeluk tubuh istri nya dengan erat.


"Tidur lah. Nanti kita lanjut lagi". Bisik Bagas lalu terkekeh kecil, di susul pukulan pelan di dada nya dari Arsy.


Arsy memeluk erat tubuh Bagas yang hanya mengenakan boxer. Dan melanjutkan mimpi perdana bersama sang suami yang merupakan mantan kakak angkat dan merangkap dosen ganteng kesayangan nya.


🌷


🌷


🌷


Kala Arsy dan Bagas, baru selesai menikmati indahnya penyantuan.


Hal berbeda justru dialami oleh Lia dan Juwono. Pasangan pengantin baru yang satu ini justru sedang sibuk berdebat karena kehadiran seorang pria di dalam apartemen Juwono.


Dan parah nya pria tersebut mereka temui saat sedang tertidur pulas dan polos di atas kasur di dalam kamar Juwono.


"Itu nggak seperti yang kamu pikirin atau Kamu bayangin". Ujar Juwono saat memberikan alasan kepada Lia yang menatap nya penuh selidik kepada Juwono dan pria seusia nya yang kini sedang duduk diatas kasur dengan selimut menutupi tubuh polos nya.


Lia menepis tangan Juwono saat pria itu akan menyentuh tangan nya. Tatapan tajam Lia membuat Juwono menelan saliva nya dengan kasar.


##############


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA YA


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2