Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 48 Si Entong VS Anaconda


__ADS_3

"Euhm". Juwono tersenyum saat mendengar lengu*** Lia kala sang anaconda perlahan-lahan memasuki sarangan nya.


Walaupun sudah beberapa kali sang anaconda mengobrak-abrik sarang milik Lia, namun sarang itu seolah tidak pernah rusak, bahkan semakin terasa sempit hingga menjepit sang anaconda.


Dan hal itu sukses membuat pemilik anaconda dan sarang itu mendes** bergantian kala sang anaconda masuk dengan sempurna kedalam sarang nya.


Anaconda mulai maju mundur mengacak-acak sarang nya. Terus dan terus menghentak hingga.....


Anaconda melesak maju mundur di dalam sarang. Sang pemilik sarang dan sang pemilik Anaconda saling bergantian mende*** sambil sesekali memanggil nama satu sama lain dan ucapan cinta yang mereka ucapkan bergantian.


Sang pemilik anaconda seolah ingin membuktikan kepada sang pemilik sarang, bahwasanya Dia pun bisa adanya sanggup membuat sarang anaconda itu mereng*** kenikmatan surga dunia.


"Kang...". Panggil Lia lembut. Juwono tersenyum tipis melihat sang istri yang tampak ingin mencapai surga dunia. Juwono menge*** kening Lia seraya mengumumkan sebaik do'a agar kelak mereka di karuni anak-anak yang sholeh dan sholeh.


"Sayang..." Kali ini Lia yang tersenyum mana kala anaconda semakin kencang menghentak hingga muntahan hangat dari si anaconda pun mengairi sarang nya yang setiap hari selalu di sirami nya. "Terima kasih sayang". Lia menutup mata nya kala Juwono menge*** singkat kening nya dan kemudian beranjak dari atas tubuh Lia lalu merebahkan tubuhnya di samping tubuh Lia.


Mereka saling berhadapan. Juwono mengusap lembut peluh yang membasahi wajah Lia. Lalu memeluk tubuh Lia dengan erat.


"Jangan tidur dulu, kita bersihkan dulu". Lia mengangguk sambil merapatkan kepala nya kedalam dada Juwono, dan menghirup aroma musk yang keluar dari tubuh sang suami.


"Gendong". Lia melingkarkan kedua tangan nya di leher Juwono kala Juwono akan beranjak. Juwono tersenyum kecil lalu mengangguk. Di benarkan posisi nya agar siap menggendong tubuh sang istri.


"Mas, selimut nya ketinggalan". Pekik Lia saat Juwono mengangkat tubuh polos nya.


"Selimut nya di tinggal aja sayang. Kita lanjut sambil berendam". Bisik Juwono sambil sesekali mengec*** bi** Lia.


Dan akhirnya pergulatan panas itu pun kembali terjadi didalam bathtub kamar mandi.


🌷


🌷


🌷


"Assalamu'alaikum..." Sapa Bagas dari depan pintu. Bagas merengutkan kedua alis nya saat tidak ada satu pun suara yang membalas salam nya. Terdengar suara seperti sedang memasak dari dapur, dan dia pun bergegas menuju dapur.

__ADS_1


Senyuman menghiasi wajah nya saat melihat Arsy sedang sibuk di depan kompor yang menyala di dua tungku nya. Setelah melipat kedua lengan kemeja nya, pria itu pun bergegas menghampiri Arsy dan kemudian memeluk pinggang Arsy dari belakang, hingga membuat Arsy terkejut


"Assalamu'alaikum Sayang". Sapa Bagas seraya meletakkan dagu nya di bahu kanan Arys. Tubuh nya nya membungkuk menyesuaikan tubuh mungil sang istri.


"Waalaikumsalam Mas". Jawab Arys seolah paham akan keinginan sang suami Arsy pun menempelkan pipi nya kepada wajah sang suami yang sedang menatap nya.


Cup


"Bau bakwan jagung". Ucap usil Bagas setelah mendaratkan kec**** singkat di pipi sang istri.


"Mana ada yang ada bau ikan". Ucap Arsy yang di hadiahi Bagas kecu*** di pucuk kepala nya.


"Mau bau apa pun Mas tetep suka". Ujar Bagas yang justru mendusel di belakang punggung Arsy.


Ish. Geli Mas. Mandi dulu sana ah". Arsy menepuk lembut punggung tangan Bagas yang masih melingkar di pinggang nya.


"Mandiin". Rengek Bagas, dan Arsy pun memutar malas kedua bola mata nya.


"Kalau mandiin Mas, durasi mandi nya jadi dua jam. Nanti malah masakan buat makan malam nggak jadi". Bagas mengerucutkan bi*** nya mendengar ocehan Arsy.


"Mas Bagas ih. Ini di dapur lho". Ucap Arsy mencegah kelanjutan perbuatan sang suami yang kini kedua tangan nya mulai bergerilya.


"Kalau gitu kita lanjut di kamar". Bagas langsung mematikan kedua tungku kompor yang berada di hadapan sang istri.


Untung nya sayur sop sudah matang dan ikan goreng pun sudah di angkat Arys dari wajan, kala Bagas mematikan knop kompor.


"Mas Bagas". Arsy memekik saat Bagas menggendong tubuh nya gak koala. Secara spontan Arsy pun melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Bagas, sementara kedua tangan Bagas menopang tubuh Arsy dan berjalan menuju kamar mereka.


Selama perjalanan menuju kamar bi*** kedua tidak lepas saling berpang**** hingga sampai di dalam kamar, Bagas pun meletakkan tubuh Arsy di atas kasur dengan lembut


"Si Entong mau maen ke rumah Si Eneng dulu ya, sayang ". Rengek Bagas namun ditanggapi Arsy dengan pukulan lembut di lengan kanan Bagas.


Satu per satu kancing Bagas membuka kancing baju tunik yang Arsy kenakan hingga senyuman Bagas pun hadir kala melihat dua buah aset milik Arsy yang kini sudah sah menjadi milik nya.


"Mas Bagas..." Suara panggilan Arsy membuat Bagas semakin bersemangat memainkan lid** nya secara bergantian di dua puncak aset milik Arsy.

__ADS_1


Arsy menge****ng dengan liar saat tangan kanan Bagas mengusap lembut pintu rumah si Eneng.


"Udah hujan aja di depan rumah nya si Eneng". Wajah Arsy memerah saat mendengar godaan sang suami.


Kini tubuh mereka sudah sama-sama polos. Bagas menge*** kening Arsy dengan lembut dan menggumamkan sebait do'a agar saat penyatuan mereka tidak ada pihak ketiga yang menganggu penyatuan mereka.


Dan si Entong pun mulai mengetuk pintu rumah si Eneng dengan perlahan-lahan hingga akhir nya Si Entong pun masuk kedalam rumah si Eneng.


Desa*** dan era**an silih berganti saling bersahutan memenuhi seisi kamar mereka kala si Entong berdansa maju mundur cantik di dalam rumah Si Eneng hingga membuat pemilik rumah si Eneng kini meremas kuat-kuat rambut pemilik si Entong.


"Sayang...". Panggil Bagas mengusap lembut kening Arsy.


"Mas...". Tubuh Arsy sedikit terangkat saat Entong menghentak dengan keras. Bagas tersenyum kala menlihat wajah sang istri yang tampak nya akan segera sampai ketujuan akhir dalam penyatuan.


"Barengan sayang". Bisik Bagas lalu menggumamkan sebait do'a agar salah satu pasukan Si Entong kelak bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah.


"Mas... Sayang". Panggil mereka bersamaan kala pasukan Si Entong membuat banjir rumah Si Eneng.


Nafas mereka saling beradu. Bagas menge*** singkat kening Arsy yang memejamkan mata nya.


"Terima kasih sayang". Bisik Bagas saat membaringkan tubuh nya disamping Arsy.


Bagas meraih tubuh polos Arsy dan memeluk nya dengan erat.


"Mas, Mbak Mar tadi ngasih kabar, kalau dia nggak bisa balik lagi kemari". Ujar Arsy sambil melukis abstrak di dada bidang sang suami.


"Kita cari orang lagi?". Arsy menggelengkan kepala nya pelan


Bagas mengusap lembut rambut Arsy, dan Arsy justru memeluk nya dengan erat.


"Ada apa?".


##############


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA VOTE YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2