Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 83. Ardi Dan Riska


__ADS_3

"Kopi nya Bang". Riska meletakkan secangkir kopi di meja ruang kerja Ardi.


"Makasih". Ucap Ardi tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas yang berserakan di atas meja kerja nya.


Riska melirik jam dinding yang bertengger di sudut ruang kerja Ardi di kediaman mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 23:00. Sudah hampir 3 jam Ardi berdiam diri di dalam ruang kerja nya sejak pulang dari resepsi Putra dan Reina, namun Pria itu masih saja tetap berjibaku dengan tumpukan berkas.


Riska menghela nafas nya pelan. Sudah hampir sebulan mereka menikah, namun belum pernah sekali pun Ardi meminta hak nya sebagai seorang suami.


Bahkan tak jarang Ardi lebih memilih tidur di ruang kerja di bandingkan tidur di kamar mereka. Kalau pun tidur dalam satu kamar Pria itu lebih memilih tidur di sofa.


Riska bukanlah seorang gadis yang polos, apalagi berteman dengan Arsy dan juga Lia yang sudah menikah, tentu saja pembahasan masalah diatas ranjang kerap menjadi bahan pembicaraan mereka.


Walau pun tidak membahas secara langsung, pembicaraan menjurus terkadang menjadi pembicaraan yang menarik untuk di bahas.


Ketika membahas tentang Dia dan Ardi, Riska terpaksa berbohong kalau mereka pun juga melakukan hal yang sama seperti pasangan suami istri lain nya.


Namun mau sampai kapan Dia bisa menutupi nya. Bukan tak pernah menggoda sang suami, sudah berkali kali Riska menggoda Ardi dengan mengenakan pakaian seksi yang di saran kan dia sahabat mesum nya, namun lagi lagi, kedua mata Ardi bahkan tak pernah melirik penampilan seksi nya.


Seperti nya berkas berkas perkara lebih menarik dan seksi di mata nya di bandingkan tubuh seksi sang istri.


"Bang". Panggil Riska pelan.


"Hem". Ardi hanya menyahut dengan deham kecil tanpa mengalihkan pandangan nya berkas yang sedang di susun nya.


Riska menarik nafas nya dalam dalam. Rasa nya berat ketika Dia harus mengucapkan kalimat yang sudah berada di dalam benak nya sejak beberapa hari yang lalu.


Namun melihat sikap Ardi yang semakin hari semakin menghindari nya, seperti nya kalimat ini memang harus dia utarakan kepada sang suami.


"Bang". Panggil Riska lagi, namun lagi lagi hanya deham yang Ardi ucapkan.


"Mari kita bercerai". Ardi menghentikan gerakan tangan nya lalu mengalihkan pandangan nya kepada Riska yang kini sudah berdiri di hadapannya.


Tatapan Ardi bahkan menilik dengan heran kepada Riska. Wanita cantik itu masih mengenakan pakaian yang tadi mereka pakai saat menghadiri resepsi Putra dan Reina.


"Jangan bercanda Dek". Ardi tampak tak menganggap serius ucapan Riska. Pria pun kembali merapikan berkas yang sedang di susun nya.


"Aku nggak bercanda Om". Ardi menghentikan kembali gerakan tangan nya kala mendengar panggilan nya berubah.

__ADS_1


"Mari kita bercerai". Ucap Riska sambil mengeratkan genggaman di kedua telapak tangan nya.


"Kamu kenapa?". Ardi meletakkan dengan kasar berkas yang sudah di susun nya. Di hampir nya Riska hingga mereka hanya berjarak beberapa langkah saja.


"Om yang kenapa". Balas Riska, Ardi mengernyitkan kening nya tanda tak mengerti.


"Kenapa Om menikahi Saya?. Apa hanya karena kasihan kepada Saya?". Ucap Riska dengan nada bergetar.


Ardi semakin mendekatkan tubuh nya kepada Riska. Namun setiap Ardi maju selangkah, Riska akan mundur selangkah.


"Apa maksud Kamu?". Ardi mencoba memegang tubuh Riska, tapi gadis itu menepis nya dengan kasar.


"Mari kita bercerai". Ucap Riska lantang sambil menatap tajam kepada Ardi.


"Jangan bercanda Kamu Riska". Bentak Ardi kesal.


Pekerjaan nya sudah menumpuk. Kasus Bagas melawan mertua nya akan segera memasuki persidangan dua hari lagi. Dan kini sang istri merajuk meminta cerai dari nya.


"Om yang jangan bercanda". Bentak Riska tak kalah kesal.


"Buat apa Om menikahi Saya?. Kalau Saya hanya di jadikan pajangan buat Om". Protes Riska.


Ardi tak menanggapi ucapan Riska, pria itu justru menarik paksa tubuh Riska dan kemudian memeluk nya dengan erat.


Riska yang menolak pelukan Ardi itu pun tak segan segan memukuli punggung Ardi, bahkan Ardi beberapa kali meringis menahan cakaran di punggung nya.


"Sampai kapan pun Abang nggak akan pernah ceraikan Kamu". Ucap Ardi menangkup tubuh Riska semakin dalam ke pelukannya.


"Tolong jangan pernah Kamu ucapkan kata cerai lagi Dek. Abang sakit dengar Kamu ngomong kaya gitu". Riska menghentikan berontak dalam pelukan Ardi saat menyadari tubuh pria yang tengah memeluk nya itu tampak bergetar menahan tangis.


"Abang menikahi Kamu bukan karena kasihan. Abang menikahi Kamu karena Abang menyayangi Kamu, ingin melindungi Kamu dan selalu bersama Kamu".


"Tapi kenapa Om nggak pernah mau nyentuh Aku". Ucap Riska, Ardi tampak mengulum senyum kecil. Pria itu akhirnya sadar kesalahan nya selama ini, hingga membuat gadis nya merajuk.


"Kata siapa Abang nggak pernah nyentuh Kamu". Riska memaksakan diri melerai pelukan Ardi, gadis itu melihat dengan heran kepada sang Suami.


"Kamu itu kalau tidur kaya kebo, di grepin kaya apa juga nggak bangun". Ardi tersenyum usil kepada Riska, saat mengingat aksi nya pertama kali menjamah tubuh sang istri yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Kamu nggak inget, waktu Kamu ngeluh bangun pagi bawah Kamu sakit. Malah Kamu bilang sama Umi kalau Kamu haid terus tembus ke sprei?". Ardi kembali tersenyum kecil saat pertama kali pria itu menjebol gawang sang istri kala istri nya itu tidur dengan mengenakan lingerie berwarna merah, hingga membangkitkan na*** nya untuk menikmati tubuh sang istri yang tengah tertidur lelap.


Namun saat penyatuan, Riska yang memang kalau sudah lelap tertidur itu bagaikan orang mati, tidak menyadari kalau Ardi sedang menggarap nya, namun lengu*** juga de***** yang keluar dari bi*** Riska bisa membuat Ardi mendapatkan pelepas untuk pertama kali nya.


"Tidur aja, des**** Kamu bikin Abang on, apalagi kalau Kamu melek, pasti nggak bakal puas Abang kalau cuma sekali". Wajah Riska langsung memerah padam saat mendengar celotehan panjang Ardi.


Ternyata kebiasaan buruk nya tidur kebluk membuatnya sudah salah sangka dengan sang suami.


"Tunggu, jadi Om perk*** Aku lagi tidur?". Ardi menyentil kening Riska pelan, namun wanita itu tetap saja meringis karena di sentil Ardi.


"Maka nya kalau tidur jangan kebluk. Di gre** sama di jebol gawang sampai mende*** masa nggak sadar". Riska mencembikkan bi*** nya menanggapi ucapan frontal suami nya.


"Jadi Kamu ngambek dan anggap diri Kamu itu panjangan cuma gara gara Abang nggak nyentuh Kamu lagi melek gitu?". Riska menundukkan kepala nya. Ardi yang gemas justru langsung menggendong tubuh Riska ala koala.


"Mau di sini atau di kamar?". Bisik Ardi sesaat setelah melepaskan hijab sang istri dan mulai menyes*** leher jengang Riska yang selalu menjadi candu nya saat akan tidur.


"Apa sih Om, lepasin ish". Protes Riska saat tangan Ardi mulai bergerilya di tubuh nya.


"Nggak bakal. Abang pingin liat wajah Kamu yang lagi melek gini gawang nya di jebol". Bisik Ardi lalu meletakkan Riska di atas meja kerja nya.


Seperti pria itu sudah tidak kuasa menahan has*** nya untuk menjebol gawang sang istri di kala terjaga.


"Abbaaannnggg ..."


#############################


T B C


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA


SEE YOU NEXT BAB


######################


TBC


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2