Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 93. Babak Baru


__ADS_3

Umi Risma terus mengusapi punggung Riska yang masih saja bergetar menahan sesak tangisannya.


Sejak semalam calon ibu itu tidak bisa memejamkan kedua bola mata nya. Sejak sejam yang lalu sang suami tidak memberikan kabar tentang sang Mama yang nekat terjun dari lantai 5 Rumah Sakit yang menjadi rujukan para tahanan negara.


Berkali kali Riska menghubungi nomor suami nya namun tak di angkat juga. Padahal jarak dari rumah ke Rumah sakit


Sakit hanya sekitar 30 menit, dan seharusnya sang suami bisa menerima panggilan telepon dari nya.


"Sabar sayang". Ucap Umi Risma yang di angguki oleh Riska dengan pelan.


Sementara itu, Ardi yang di temani oleh Bagas sudah tiba di Rumah Sakit, untuk melihat kondisi Amanda yang di nyatakan sempat kritis.


"Bu Amanda mengeluh sakit di lambung nya Pak, karena itulah Kami membawa nya ke rumah sakit, dan ternyata setelah di periksa dengan seksama lambung Bu Amanda tidak ada masalah. Namun, pada saat kami akan kembali ke RuTan Bu Amanda mengamuk dan kemudian berlari ke lantai 5 Rumah Sakit dan langsung terjun". Itu lah laporan yang di sampaikan kepala sipir Rutan kepada Ardi saat pria itu tiba di Rumah Sakit pada tengah malam.


Pihak Rutan mengabarkan kejadian tersebut kepada Ardi beberapa saat setelah Amanda terjun bebas dari lantai 5, hingga membuat pria itu harus terjaga dari mimpi nya.


"Maafkan atas kelalaian Kami Pak". Ardi hanya bisa mengangguk pasrah, saat melihat Amanda yang sudah terbujur kaku di atas bangkar dengan seluruh tubuh nya tertutup kain putih.


"Mungkin ini jalan yang sudah Amanda pilih Ar". Ardi mengangguk saat Bagas berucap dan menepuk punggung kanan nya.


"Udah kabari Riska?". Ardi menggeleng, Pria yang 3 bulan lagi itu akan menjadi seorang ayah itu tengah kebingungan untuk memberitahu sang istri mengenai kondisi Mama nya.


"Kabari, biar bagaimana pun juga Riska harus tahu, kalau Amanda sudah berpulang". Lagi lagi Ardi mengangguk menanggapi ucapan Bagas.


Walaupun merasa berat, akhir nya Ardi pun terpaksa menghubungi Riska, untuk memberitahukan berita duka mengenai ibu nya tersebut.

__ADS_1


"Hallo, Assalamu'alaikum Sayang". Sapa Ardi yang akhir nya mau menerima panggilan Riska setelah lebih dari 30 kali memanggil.


Ardi dan Bagas pun keluar dari ruang mayat rumah sakit, untuk mengabari istri mereka masing masing.


🌷


🌷


🌷


"Kalian di sini saja, jangan ada yang ikut ke acara penguburan". Keempat wanita yang bersahabat itu hanya bisa mengangguk pasrah ketika Umi Risma mengeluarkan fatwa.


"Nggak baik buat ibu hamil ikut ke kuburan". Kali ini Mama Rani yang berfatwa melarang Riska dan Reina yang di angguki oleh kedua wanita hamil yang hanya berbeda 2 bulan itu.


"Kasian Rafa, Bisma juga Kandi kalau kalian ikut ke penguburan". Kali ini Arsy dan Lia yang mengangguk mendengar titah Mama Rani.


"Lo harus ikhlas Ris, ini adalah jalan yang Tante Amanda pilih". Riska mengangguk menanggapi ucapan Arsy.


"Maafin Mama Gue ya Chika, Dia udah bikin Lo jadi anak yatim piatu juga kehilangan semua harta peninggalan Om Rahmat". Arsy menggangguk.


"Gue udah maafin juga ikhlasin semua nya kok. Jadi Lo jangan punya pikiran macem macem ya. Lo tetep saudara Gue satu satu nya". Arsy memeluk tubuh Riska dengan erat dan saling menagis satu sama lain.


"Ehm...". Suara deham Umi dan yang lain nya, membuat Arsy dan Riska melepaskan pelukan dan menghentikan tangis mereka.


"Ini kenapa si Kandi bisa plek keplek Si Juwono, terus Si Bisma malah mirip Babe Kamu ya Lia?". Umi Risma mencairkan suasana yang tampak kaku tadi.

__ADS_1


"Itu nggak seberapa dengan dibandingkan nama mereka yang udah kaya lakon para wayang Umi". Ucap Riska menimpali ucapan ibu mertua nya.


"Bisma Putra Juwono dan Srikandi Putri Juwono. Nggak usah di kasih tambahan Putra Putri Juwono juga orang udah pada tau, kalau si kembar ini made in nya Kang Juwon". Celoteh Arsy membuat Riska bisa mengurai senyum dan tawa tipis.


"Sirik aja Lo, kaya laki lo kagak gitu aja. Nggak sadar apa kalau nama anak Lo tuh Rafasya Ananda Bagaskara. Lebih nggak kreatif, Bapak nya ngasih nama emak nya juga". Tawa pun pecah saat Lia mengomentari nama lengkap putra pertama Bagas dan Arsy.


Kamar pun menjadi ramah dengan beragam celotehan yang terlontar dari mulut keempat sahabat yang saling mengejek satu sama lain. Sementara kedua orang wanita paruh baya yang berada di dalam kamar itu hanya menyunggingkan senyuman menanggapi aksi para ibu dan calon ibu muda itu.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Bubububububu...". Bayi mungil berusia 8 bulan yang sedang berada di dalam gendongan depan Bagas itu terus saja memanggil sang Bunda yang sedang sibuk mengikuti kelas yang di ajarkan suami nya.


Sesekali Arsy melemparkan senyuman kepada putra pertamanya yang di beri nama Rafasya Ananda Bagaskara, hingga membuat bayi gembul itu tak bisa diam di dalam gendongan Ayah nya yang sedang memberikan materi.


"Yayayayayaya... Bububububu". Bayi gembul yang biasa di panggil Rafa itu, semakin tidak bisa diam di dalam gendongan Bagas.


"Iya, itu Bunda. Rafa sama Ayah dulu ya Bunda nya lagi belajar". Seolah mengerti dengan apa yang Bagas ucapkan Rafa memandang memelas kepada Arys yang sedang melihat kepada nya.


"Huaaaaaaa... Bububububu". Bukan nya diam Rafa justru menangis hingga membuat Bagas pun menghela nafas nya dan melihat kearah Arsy yang tampak tersenyum melihat Bagas yang kerepotan dengan ulah Rafa.


"Arsyka". Panggil Bagas, hingga membuat kelas pun menjadi ramai menyoraki Arsy yang sedang cengangas cengenges sambil berjalan santai ke depan kelas.


"Uluh uluh anak nya Bunda, kangen ya sama Bunda, jangan nakal ya, nanti Kamu di omelin sama Pak Dosen nya Bunda lho. Pak Dosen nya galak". Bayi gembul itu tertawa seraya menampilkan beberapa gigi nya yang baru tumbuh, menanggapi ucapan sang Bunda yang memacing senyuman seisi kelas walau pun pada kenyataan nya perut mereka terasa sakit menahan tawa mendengar celotehan Arsy kepada putra nya.


Bagas hanya bisa menghela nafas menanggapi ucapan Arsy. Pria itu memandang mahasiswi yang juga istri nya itu kembali ke meja nya.

__ADS_1


"Jangan pegang pegang".


__ADS_2