
"Hai". Arsy mendengus kesal saat membuka pintu unit apartment nya setelah beberapa kali terdengar bunyi bel.
"Boleh masuk?". Arsy menahan sang tamu saat tamu itu hendak memaksa masuk kedalam unit apartment nya.
"Nggak sopan lho biarin tamu di luar". Seolah tanpa malu wanita itu masih bertahan di depan pintu unit apartment Arsy.
"Mohon maaf, Saya sedang tidak ingin menerima tamu, Tante. Dan Anda menganggu waktu istirahat Saya juga Suami saya". Arsy seolah sengaja menekan kata Suami, agar Mila sadar, kalau Bagas adalah milik Arsy seorang.
"Kamu takut suami Kamu terpikat dengan Saya?" Mila tersenyum seolah mengejek Arsy, dan Arsy pun membalas senyuman Mila dengan senyuman tipis.
"Kenapa takut?. Bukan nya pria seusia suami saya, justru lebih tertarik dengan wanita seusia Saya?". Mila mengepalkan kedua telapak tangan nya dengan kesal di masing-masing sisi tubuh nya.
"Lagi pula, walaupun Tante obral, suami saya nggak mungkin minat".Arsy mendorong pelan tubuh Mila menjauh dari pintu unit apartment nya. Dan tanpa permisi Arsy menutup pintu unit apartment nya.
"Dasar pelakor". Gerutu Arsy sambil berjalan menuju ruang tamu.
"Siapa Sayang?". Bagas keluar dari dalam kamar dengan pakaian santai nya.
"Pelakor". Ucap Arsy kesal lalu mengerucutkan bibir nya.
Cup
"Jangan di monyongin gitu bi*** nya bikin na*** pengen bawa pemilik nya bergulat di kasur". Arsy memukul lengan Bagas dengan kesal saat pria langsung menge*** nya saat baru saja mendudukkan tubuh nya di samping Arsy.
"Mesum".
"Mesum sama istri itu ibadah, sayang".Bagas melingkarkan kedua tangan memeluk pinggang sang istri.
Bagas menundukkan kepala nya dan mensejajarkan kening nya dengan kening sang istri.
"Pulang ke rumah yuk. Mas bosen di apartment. Nggak bisa sholat di masjid". Arsy menganggukkan kepala nya lalu melingkarkan kedua tangan nya di leher sang suami.
"Mas". Panggil Arsy dengan manja
"Hem...". Bagas langsung terkejut saat tiba-tiba saja Arsy mendudukkan tubuh nya di pangkuan Bagas.
"Pengen lagi". Arsy merapatkan tubuh nya kepada Bagas. Jemari jemari nya sibuk menari di dada Bagas yang berbalut kaos itu.
"Hah?".
Kedua bola mata Bagas membulat dengan sempurna kala mendengar permintaan sang istri, dan serangan dadakan di bi*** nya. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Bagas pun menggendong tubuh Arsy ala bride style ke dalam kamar. Dan untuk kesekian kali nya Si Entong berkunjung ke rumah Si Eneng di hari ini.
🌷
"Sayang. Kalau kita pindah rumah mau nggak?". Lia menghentikan mengunyah camilan nya ketika mendengar ucapan sang suami.
"Kenapa?". Juwono menghampiri Lia dan kemudian merebahkan tubuh nya di paha Lia.
"Males ngelayani pelakor". Lia terkekeh geli mendengar curhatan sang suami.
"Iya, kita pindah ke rumah Mama aja ya". Juwono menggeleng lalu menelungkupkan wajah nya ke perut sang istri. Entah mengapa sudah beberapa minggu ini, perut sang istri menjadi tempat ternyaman nya ketika bersantai.
"Terus kita mau pindah kemana?". Tanya Lia.
"Aku pengen numpang di rumah nya Mas Aditya". Lia menepuk keras punggung belakang Juwono akibat ucapan konyol nya. Juwono bahkan sampai mengaduh sambil mengusap usap bekas pukulan sang istri.
"Kamu tuh ya Kang, udah akad numpang, sekarang mau tinggal numpang juga?". Ujar Lia.
"Hehehe, Pengen numpang di sana Sayang. Lagi pula kan supaya Kamu dan Arsy bisa barengan terus". Lia mencembikkan bibir nya mendengar alasan Juwono yang ada benar nya.
"Emang aja dasar nya Kamu nggak mau modal Kang". Ucap Lia kesal.
"Ck bukan nggak mau modal Sayang, numpang nya juga nggak lama kok, paling hanya sebulan lah paling lama nya. Setelah itu kita pindah ke rumah kita yang ada di depan nya rumah Mas Aditya". Lia meraih paksa wajah Juwono yang sedang mendusel di perut nya. Menangkup gemas wajah sang suami hingga membuat bibir Juwono pun maju beberapa senti.
"Beneran Kang?". Juwono menganggukkan pasrah mengikuti gerakan tangan Lia yang mengangguk anggukan kepala nya.
"Wah. Jadi sayang Aku sama Kamu Kang". Lia menundukkan kepala nya seraya menge**** seluruh wajah Juwono. Juwono menghentikan aksi Lia dengan menangkup wajah Lia hingga mengikis jarak hanya beberapa senti dengan wajah nya.
"Jadi selama ini Kamu nggak pernah sayang sama Aku?". Lia mengernyitkan kening nya mendengar ucapan Juwono yang dengan nada kecewa.
"Eh. Kok malah jadi ngambek?". Juwono melepaskan tangkupan nya dari wajah sang istri, dan membalikkan posisi nya kembali memeluk pinggang Lia dengan kepala yang di sembunyikan di perut Lia.
"Ish Kamu mah nggak asik". Lia menepuk pelan bahu Juwono kala sang suami mendusel di perut nya hingga membuat nya kegelian.
"Hiks... Kamu jahat sayang. Padahal Aku sayang banget sama Kamu tau".
"Eh...". Lia terkejut mendengar suara Juwono yang terisak dalam pelukan nya.
"Kok Kamu jadi melow gini sih Kang". Lia menggeser paksa tubuh Juwono kearah nya.
Namun seperti nya mantan Miss Juwita ini memang tengah merajuk, hingga Juwono tidak pula menggerakkan tubuh nya kearah Lia.
"Ya Allah Kang. Kok Kamu jadi cengeng gini sih". Lia mengusap lembut kepala Juwono yang masih terisak kecil.
"Hua... Kamu jahat ngatain Aku cengeng". Bukan nya mereda rajukan Juwono justru berubah menjadi tangisan dan membuat Lia pun kelimpungan.
"Astaghfirullah Kang. Kamu ini kesambet di mana sih, kok jadi begini sih". Juwono pun segera bangkit dari posisi dan kemudian melihat kepada Lia dengan kesal.
"Tadi ngatain Aku cengeng sekarang bilang kalau Aku kesambet". Lia mengusap kasar wajahnya manakala menyaksikan sang suami menangis disertai merajuk.
"Astaghfirullah Kang? Ish Kamu tuh kenapa sih". Ujar Lia kebingungan.
"Kamu jahat.Kamu nggak sayang sama Aku, cuma Aku aja yang sayang sama Kamu". Rengekan Juwono semakin menjadi hingga membuat Lia kebingungan.
Tangis Juwono semakin lirih, saat Lia lebih memilih mengangkat telepon dibandingkan nya. Dan memberikan kode telunjuk yang di letakkan ke ujung bibir nya kepada Juwono.
"Hallo Chika".
"Kenapa?".
"Iya Gue juga".
"Sekarang?".
"Seriusan?. Emang Boleh?".
__ADS_1
"Kuy lah. Berangkat sekarang aja ya".
"Oke".
"Aku izin mau pergi bareng Chika ke Dokter". Juwono hanya terdiam sambil terisak kecil.
" Kang ".
Lia menghela" Hai ". Arsy mendengus kesal saat membuka pintu unit apartment nya setelah beberapa kali terdengar bunyi bel.
" Boleh masuk? ". Arsy menahan sang tamu saat tamu itu hendak memaksa masuk kedalam unit apartment nya.
" Nggak sopan lho biarin tamu di luar ". Seolah tanpa malu wanita itu masih bertahan di depan pintu unit apartment Arsy.
" Mohon maaf, Saya sedang tidak ingin menerima tamu, Tante ".
" Dan Anda menganggu waktu istirahat Saya juga Suami saya ". Arsy seolah sengaja menekan kata Suami, agar Mila sadar, kalau Bagas adalah milik Arsy seorang.
" Kamu takut suami Kamu terpikat dengan Saya? "
Mila tersenyum seolah mengejek Arsy, dan Arsy pun membalas senyuman Mila dengan senyuman tipis.
" Kenapa takut?. Bukan nya pria seusia suami saya, justru lebih tertarik dengan wanita seusia Saya? ". Mila mengepalkan tangan nya dengan kesal.
" Lagi pula, walaupun Tante obral, suami saya nggak mungkin minat ".
Arsy mendorong pelan tubuh Mila menjauh dari pintu unit apartment nya. Dan tanpa permisi Arsy menutup pintu unit apartment nya.
" Dasar pelakor ". Gumam Arsy.
" Siapa Sayang ". Bagas keluar dari dalam kamar dengan pakaian santai nya.
" Pelakor ". Ucap Arsy kesal lalu mengerucutkan bibir nya.
Cup
" Jangan di monyongin gitu bi*** nya bikin na*** pengen bawa pemilik nya bergulat di kasur ".
Arsy memukul lengan Bagas dengan kesal.
" Mesum ".
" Mesum sama istri itu ibadah sayang ". Bagas melingkarkan kedua tangan memeluk pinggang sang istri.
Bagas menundukkan kepala nya dan mensejajarkan kening nya dengan kening sang istri.
" Pulang ke rumah yuk. Mas bosen di apartment. Nggak bisa sholat di masjid ". Arsy menganggukkan kepala nya lalu melingkarkan kedua tangan nya di leher sang suami.
" Mas... ".
" Hem... ".
" Pengen lagi ".
" Hah? ".
Kedua bola mata Bagas membulat dengan sempurna kala mendengar permintaan sang istri, dan serangan dadakan di bi*** nya.
Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Bagas pun menggendong tubuh Arsy ala bride style ke dalam kamar. Dan untuk kesekian kali nya Si Entong berkunjung ke rumah Si Eneng di hari ini.
🌷
" Sayang. Kalau kita pindah rumah mau nggak? ". Lia menghentikan mengunyah camilan nya ketika mendengar ucapan sang suami.
" Kenapa? ". Juwono menghampiri Lia dan kemudian merebahkan tubuh nya di paha Lia.
" Males ngelayani pelakor ". Lia terkekeh geli mendengar curhatan sang suami.
" Iya, kita pindah ke rumah Mama aja ya ". Juwono menggeleng lalu menelungkupkan wajah nya ke perut sang istri.
Entah mengapa sudah beberapa minggu ini, perut sang istri menjadi tempat ternyaman nya ketika bersantai.
" Terus kita mau pindah kemana? ". Tanya Lia.
" Aku pengen numpang di rumah nya Mas Aditya ". Lia menepuk keras punggung belakang Juwono akibat ucapan konyol nya.
Juwono bahkan sampai mengaduh sambil mengusap usap bekas pukulan sang istri.
" Ku tuh ya Kang, udah akad numpang, sekarang mau tinggal numpang juga? ".
" Hehehe, Pengen numpang di sana Sayang. Lagi pula kan supaya Kamu dan Arsy bisa barengan terus ".
Lia mencembikkan bibir nya mendengar alasan Juwono yang ada benar nya.
" Emang aja dasar nya Kamu nggak mau modal Kang ".
" Ck bukan nggak mau modal Sayang, numpang nya juga nggak lama kok, paling hanya sebulan lah paling lama nya. Setelah itu kita pindah ke rumah kita yang ada di depan nya rumah Mas Aditya ".
Lia meraih paksa wajah Juwono yang sedang mendusel di perut nya.
Menangkup gemas wajah sang suami hingga membuat bibir Juwono pun maju beberapa senti.
" Beneran Kang? ". Juwono menganggukkan pasrah mengikuti gerakan tangan Lia yang mengangguk anggukan kepala nya.
" Wah. Jadi sayang Aku sama Kamu Kang ". Lia menundukkan kepala nya seraya menge**** seluruh wajah Juwono.
Juwono menghentikan aksi Lia dengan menangkup wajah Lia hingga mengikis jarak hanya beberapa senti dengan wajah nya.
" Jadi selama ini Kamu nggak pernah sayang sama Aku? ". Lia mengernyitkan kening nya mendengar ucapan Juwono yang dengan nada kecewa.
" Eh. Kok malah jadi ngambek? ". Juwono melepaskan tangkupan nya dari wajah sang istri, dan membalikkan posisi nya kembali memeluk pinggang Lia dengan kepala yang di sembunyikan di perut Lia.
" Ish Kamu mah nggak asik ". Lia menepuk pelan bahu Juwono kala sang suami mendusel di perut nya hingga membuat nya kegelian.
" Hiks... Kamu jahat sayang. Padahal Aku sayang banget sama Kamu tau ".
__ADS_1
" Eh... ". Lia terkejut mendengar suara Juwono yang terisak dalam pelukan nya.
" Kok Kamu jadi melow gini sih Kang ". Lia menggeser paksa tubuh Juwono kearah nya.
Namun seperti nya mantan Miss Juwita ini memang tengah merajuk, hingga Juwono tidak pula menggerakkan tubuh nya kearah Lia.
" Ya Allah Kang. Kok Kamu jadi cengeng gini sih ". Lia mengusap lembut kepala Juwono yang masih terisak kecil.
" Hua... Kamu jahat ngatain Aku cengeng ". Bukan nya mereda rajukan Juwono justru berubah menjadi tangisan dan membuat Lia pun kelimpungan.
" Astaghfirullah Kang. Kamu ini kesambet di mana sih, kok jadi begini sih ".
Juwono pun segera bangkit dari posisi dan kemudian melihat kepada Lia dengan kesal.
" Tadi ngatain Aku cengeng sekarang bilang kalau Aku kesambet ".
Lia mengusap kasar wajahnya manakala menyaksikan sang suami menangis disertai merajuk.
" Astaghfirullah Kang? Ish Kamu tuh kenapa sih ".
" Kamu jahat ".
" Kamu nggak sayang sama Aku, cuma Aku aja yang sayang sama Kamu ".
Rengekan Juwono semakin menjadi hingga membuat Lia kebingungan.
Tangis Juwono semakin lirih, saat Lia lebih memilih mengangkat telepon dibandingkan nya. Dan memberikan kode telunjuk yang di letakkan ke ujung bibir nya kepada Juwono.
"Hallo Chika".
"Kenapa?".
"Iya Gue juga".
"Sekarang?".
"Seriusan?. Emang Boleh?".
"Kuy lah. Berangkat sekarang aja ya".
"Oke".
"Aku izin mau pergi bareng Chika ke Dokter". Juwono hanya terdiam sambil terisak kecil.
"Kang". Lia menghela nafas lalu menghampiri Juwono yang berdiri membelakangi nya.
"Aku nggak tau kenapa tiba-tiba Kamu tuh sekarang mudian kaya gini''. Perlahan-lahan Lia membalikkan tubuh suami nya menghadap kepada nya.
"Buat mastiin sikap kamu yang gini, mending ikut Aku sama Chika pergi ke dokter yuk". Bukan nya mereda Juwono justru semakin ngambek. Mantan Miss itu pun menepis tangan istri nya dari lengan nya tersebut.
"Astaghfirullah Kang". Pekik kecil kecewa Lia dengan ulah Juwono.
"Kamu pikir Aku sakit mau ajak Aku ke Dokter?". Lia berdecak kesal dengan ucapan Juwono.
"Sumpah Kang. Aku makin lama makin nggak ngerti sama Kamu. Tiba-tiba ngambek nggak jelas kaya gini Kang. Justru yang harus nya bertanya adalah Aku, Kang. Sebenarnya Kamu itu sayang nggak sih sama Aku Kang?. Anaconda Kamu nyemburin bisa tiap hari di dalam sarang tapi nggak pernah nanya, Aku udah datang bulan atau belum. Jadi di sini keliatan, kalau Kamu lah yang nggak sayang sama Aku ". Juwono terhenyak dari rengekan nya saat menyadari usia pernikahan nya yang genap 50 hari dan sejak menikah hingga saat ini Lia belum pernah absen menolak kunjungan anaconda ke sarang nya.
Namun malang justru istri nya itulah yang kini berbalik merajuk, hingga membuat Juwono pun menghela nafas pendek melihat istri nya yang berjalan dengan marah ke kamar.
"Sayang.."
########################
TBC
JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB nafas lalu menghampiri Juwono yang berdiri membelakangi nya.
" Aku nggak tau kenapa tiba-tiba Kamu tuh sekarang mudian kaya gini ''.
Perlahan-lahan Dia membalikkan tubuh suami nya menghadap kepada nya.
" Buat mastiin sikap kamu yang gini, mending ikut Aku sama Chika pergi ke dokter yuk ".
Bukan nya mereda Juwono justru semakin ngambek. Mantan Miss itu pun menepis tangan istri nya dari lengan nya tersebut.
" Astaghfirullah Kang ". Pekik kecil kecewa Lia dengan ulah Juwono.
" Kamu pikir Aku gila mau ajak Aku ke Dokter? ". Lia berdecih kesal dengan ucapan Juwono.
" Sumpah Kang. Aku makin lama makin nggak ngerti sama Kamu ".
" Tiba-tiba ngambek nggak jelas kaya gini Kang ".
" Justru yang harus nya bertanya adalah Aku, Kang ".
" Sebenarnya Kamu itu sayang nggak sih sama Aku Kang?".
" Anaconda Kamu nyemburin bisa tiap hari di dalam sarang tapi nggak pernah nanya, Aku udah datang bulan atau belum ".
" Jadi di sini keliatan, kalau Kamu lah yang nggak sayang sama Aku ".
Juwono terhenyak dari rengekan nya saat menyadari usia pernikahan nya yang genap 50 hari dan sejak menikah hingga saat ini Lia belum pernah absen menolak kunjungan anaconda ke sarang nya.
Namun malang justru istri nya itulah yang kini berbalik merajuk, hingga membuat Juwono pun menghela nafas pendek melihat istri nya yang berjalan dengan marah ke kamar.
" Sayang.... "
########################
TBC
JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1