Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 84. Saling Menggoda


__ADS_3

Tubuh Riska menggeliat seiring gerakan yang Ardi lakukan di atas tubuh polos nya.


Des****, Leng**** menghiasi keheningan ruang kerja Ardi yang kini ramai oleh suara suara yang memacu kedua insan itu semakin bertambah semangat menuju syurga dunia.


Ardi yang biasa menjamah tubuh sang istri kala sang istri terbuai mimpi, semakin bersemangat menjebol pertahanan sang istri saat terjaga.


"Kamu lebih nikmat kalau sedang nggak tidur sayang". Bisik Ardi di saat sedang sibuk menikmati bagian kanan sumber calon makanan sang buah hati kelak.


"Aaabbbbbaaaannnggg".


"Lepas sayang, jangan di tahan". Bisik Ardi menghujam gawang Riska dengan bola lonjong nya.


Tubuh polos Riska semakin bergerak liar, saat sang suami yang sudah dalam keadaan polos dengan di tutupi selimut yang menjadi teman Ardi saat tidur di ruang kerja itu bergerak dengan liar di atas tubuh nya.


Sudah dua kali Riska melepaskan gunda gulana gawang nya dan Ardi baru menjebol gawang nya satu kali dengan menyebarkan percikan calon kehidupan di dalam nya, namun hal itu tidak juga membuat mereka merasa lelah.


Justru Riska yang baru pertama kali merasakan surga dunia di saat terjaga semakin bersemangat mengimbangi permainan sang suami yang hampir setiap malam menikmati tubuh nya yang sedang terlelap tidur.


Ardi mengecup kening Riska dengan lembut selepas menggumam sebait do'a. Perlahan lahan Dia menarik bola lonjong yang sejak setengah jam lebih itu bersarang di gawang Riska.


Riska tampak melenguh saat bola lonjong itu ke luar dari gawang nya. Bahkan ringisan kecil sempat terdengar dari bi*** nya saat Ardi menarik perlahan bola lonjong nya.


"Abang bereskan berkas dulu, habis itu kita ke kamar". Riska mengangguk pelan, saat Ardi mengenakan kembali boxer nya untuk menutupi tubuh polos nya.


Sebuah kecupan kembali di berikan Ardi di kening Riska dan merapatkan selimut kepada Riska saat akan beranjak menuju meja kerja nya.


"Sudah selesai". Riska membuka mata nya kala merasakan sebuah kecupan singkat mendarat di bi*** nya. Ardi membalasnya dengan senyuman dan anggukan kecil.


"Gendong". Riska merentang kedua tangan nya ke arah Ardi yang di sambut pria yang masih mengenakan boxer tersebut dengan menggendong tubuh nya ala bride style.


Riska meletakkan kepalanya di dada polos sang suami, sementara kedua tangan nya bergelantung manja di leher Ardi.


"Kok ke kamar mandi dulu Bang?". Tanya Riska saat Ardi melewatkan kasur dan melanjutkan langkah nya ke dalam kamar mandi yang berada di kamar tidur mereka.


"Kita bersih bersih dulu, baru lanjut tidur". Ucap Ardi meletakkan tubuh Riska di atas kloset duduk.


"Biar Aku aja Bang". Riska meraih selang saat Ardi akan membersihkan area sensitif milik Riska.

__ADS_1


"Biasa nya juga Abang yang bersihin Dek". Ardi merebut kembali selang yang Riska pegang.


Menyadari tanya di wajah Riska, Ardi mengulum senyuman lalu menangkup wajah Riska dengan kedua telapak tangan nya.


"Kamu nya kan tidur, jadi seorang pria yang bertanggung jawab, setelah Abang menggempur habis Kamu yang tidur, Abang pula lah yang membersihkan sisa pertempuran hingga pemilik lahan pertempuran tidak tau kalau habis di gempur". Celoteh Ardi sambil terkekeh.


"Itu nama nya pelecehan". Protes Riska sambil memukuli lengan Ardi yang sedang membersihan area sensitif Riska dengan lembut.


"Maka nya melek kalau di gre** jangan malah lanjut tidur". Ardi menekan lembut area sensitif Riska hingga Riska kembali mele**** pelan.


"Lanjut di bathtub yuk". Ajak Ardi.


"Udah tengah malam, nanti masuk angin". Tolak Riska halus. Ardi mencembik kecil.


"Besok sehabis sholat subuh aja ya. Sekarang tidur dulu, Abang ngantuk kan?". Riska mengusap lembut wajah Ardi dan kemudian memberikan kecupan singkat di bi*** seksi suami nya.


"Lanjut di kasur?". Riska menggeleng pelan menanggapi ucapan Ardi.


"Adek cape Abang Sayang. Besok ya, habis sholah subuh kita main bola lagi sampai Abang puas". Bisik Riska sambil mengigit kecil pucuk telinga kiri Ardi.


"Kamu merem aja, biar Abang yang kerjain Kamu". Riska hanya bisa mengangguk pasrah kala sang suami sudah menggendong nya menuju kasur dan merebahkan tubuh polos nya.


"Nggak jadi merem sayang?". Riska mencubit kecil pu**** sang suami kala pria yang tengah mengoper bola di dalam gawang nya itu mengajukan pertanyaan konyol nya. Ardi melen*** akibat perbuatan Riska, hingga membuat Riska mengencangkan otot bagian bawah nya.


"Ekspresi Abang terlalu sayang buat di lewatkan". Goda Riska membelai lembut leher sang suami hingga membuat Ardi semakin memperdalam gerakannya di dalam gawang Riska.


"Euh...". Tubuh Riska terhentak ke atas saat Ardi dengan tiba tiba menendang bola lonjong nya hingga ke ujung gawang Riska.


Ardi tersenyum kecil, lalu mengumamkan sebait do'a di pucuk kepala Riska sebelum akhirnya bola lonjong kesayangan nya menyemburkan jutaan calon bibit unggul milik nya di gawang Riska.


Riska mencengkam erat punggung Ardi saat Ardi menghentak kencang sebelum akhirnya bola lonjong itu di keluarkan dari gawang milik Riska.


Ardi menggulingkan tubuh nya ke sisi kanan Riska dan kemudian memeluk tubuh polos istri nya dari belakang.


Seolah sudah menjadi candu nya, Ardi menge**** punggung polos Riska seraya memeluk perut Riska.


Tangan kanan nya sibuk mengusap perut Riska yang masih rata, sementara bib** nya mengumamkan do'a sambil sesekali menge**** pundak Riska.

__ADS_1


"Jangan tidur dulu, kita bersih bersih dulu". Riska mengangguk meletakkan kedua lengan nya di leher Ardi kala pria itu membopong tubuh nya beranjak dari kasur.


"Tidurlah". Ardi memakaikan Riska daster yang baru saja di ambil nya dari lemari. Sementara dia hanya mengenakan boxer saja.


Riska merapatkan tubuh nya kedalam dada polos Ardi, sementara tangan kanan Ardi mengusap lembut pucuk kepala Riska, dan tangan kiri nya mengusapi punggung Riska hingga Riska pun terlelap menjemput mimpi nya.


Dan tak lama kemudian Ardi pun menyusul Riska menjemput mimpi nya.


🌷


🌷


🌷


Sementara itu Reina tampak tengah duduk di sofa yang berada dalam kamar Putra. Selepas selesai acara resepsi, Mama Rani dan Putra meminta Reina untuk beristirahat di dalam Kamar Putra.


Sementara Putra masih menemui beberapa rekan kerja nya yang baru tiba dari luar kota.


Selepas membersihkan diri di kamar mandi yang berada di dalam kamar Putra, Reina lebih memilih untuk duduk di sofa panjang yang berada di dalam kamar di bandingkan langsung tidur di kasur.


Kamar yang di dominasi berwarna gelap itu tampak kontras dengan kasur berukuran king size dengan bertaburan bunga mawar merah yang di bentuk love.


Reina menghela nafas nya pelan, sorot mata nya sibuk memindai seisi kamar Putra yang termasuk rapi untuk ukuran kamar Pria. Tak ada foto yang menghiasi dinding kamar, hanya sebuah jam dinding dan sebuah kaligrafi bertuliskan Sayyidat Ayy Alquran bertinta dan berbingkai emas yang saling berdampingan.


Ceklek


Reina mengalihkan pandangan nya kearah pintu kamar yang terbuka. Tampak Putra berdiri di depan pintu dengan wajah lelah nya.


" Kamu belum tidur Rein? ". Tanya Putra saat berjalan memasuki kamar nya.


######################


T B C


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2