
Setelah perdebatan panjang terjadi antara Juwono, Chiko, Momma juga Tira yang tiba-tiba ikut hadir di apartemen Juwono itu, akhirnya kedua curut yang selama setahun ini menumpang hidup di apartemen Juwono pun di giring paksa sang Momma kembali ke kandangnya di rumah keluarga Kusumawardhana.
Penolakan masih saja terjadi oleh kedua curut yang menolak pulang ke kandangnya dengan alasan apartemen Juwono lebih dekat ke kampus mereka saat kedua nya sudah berada di depan pintu.
Namun lagi-lagi, Juwono menolak kehadiran kedua curut itu di apartemen nya dengan alasan dia saat ini sudah menikah dan membutuhkan privasi untuk pernikahan mereka.
"Hufh .. Akhirnya pulang juga mereka ke rumah". Gumam Juwono yang mendapat paksa tubuh nya di atas sofa ruang tamu.
Dia menghela nafas kesal saat melihat seisi apartemen yang di tampak berantakan akibat ulah kedua adik nya.
Padahal menjelang shubuh sebelum dia berangkat ke rumah Bagas, apartemen nya sudah rapi. Namun kini?.
Lagi-lagi helaan nafas kesal yang keluar dari nya. Lia tampak kebingungan melihat isi apartemen yang berantakan seperti kapal pecah.
Ya sebelum pulang ke dua curut kakak beradik itu sukses mengacak acak seisi apartemen Juwono, dengan dalih mencari barang barang meraka yang takut tertinggal di apartemen Juwono.
Juwono pun akhirnya menghampiri Lia yang terlihat mulai fokus di dapur. Gadis itu mulai membersihkan area dapur yang penuh dengan piring kotor, serta beberapa bungkus bekas makanan cepat saji.
"Maaf". Lia mengalihkan pandangan kepada Juwono yang sedang berdiri di pinggir kulkas.
"Nggak pa2 Kang". Ujar Lia melanjutkan membersihkan meja makan.
"Aku bantu beresin ruang tamu ya. Untuk makan kita pesan online saja". Lia mengangguk menyetujui ucapan suami nya.
🌷
🌷
🌷
Setelah berkutat beberapa jam membersihkan apartemen Juwono, mereka pun akhirnya bisa bernafas dengan lega.
Apartemen ini sudah kembali bersih. Baik ruang tamu, dapur, kamar mandi tamu, kamar Juwono juga kamar tamu sudah bersih, tapi serta harum.
Selepas makan malam yang terlewat dari waktunya kedua pengantin baru itu pun masuk kedalam kamar Juwono.
Ada rasa canggung dari Lia, saat dia masuk kedalam kamar Juwono. Apalagi saat ini sang suami sedang berada di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Lia sibuk memperhatikan seisi kamar Juwono yang sederhana. Hanya ada sebuah kasur berukuran king, sebuah lemari, sebuah sofa panjang sebuah nakas yang tampak nya menjadi tempat Juwono meletakkan alat kerja nya yang berupa beragam produk make up.
"Mau mandi sekarang?". Lia mengalihkan pandangan ketahuan sang empu nya suara.
Lalu mengalihkan pandangannya kearah lain saat melihat Juwono yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi area bawah nya.
Sementara dada nya yang pelukable terpampang nyata dan cukup menggoda iman Lia untuk bisa meraba deretan roti sobek yang menghiasi tubuh Juwono.
Lia bahkan harus menelan saliva nya dengan susah payah, saat sang suami berjalan perlahan-lahan menghampiri nya yang justru termangu menatap tubuh Juwono dari tampilan jendela apartemen yang terbuka dan tengah memperlihatkan langit malam yang dihiasi kerlipan bintang-bintang.
Greb
Brak
Sebuah pelukan hangat dari belakang Juwono di balas dengan bantingan dari Lia.
Gadis yang mempunyai kewaspadaan tinggi itu justru membanting sang suami ke atas sofa.
Juwono yang tidak siap menerima nya pun akhirnya hanya bisa pasrah di banting. Dan kini posisi Lia berada di atas tubuh Juwono yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang.
Greb.
"Mau mandi dulu apa langsung?". Lia mengerjapkan kedua bola mata nya kala melihat kedua kelopak mata Juwono berkedip kedip menggoda nya.
"Eh". Lia berusaha bangkit dari tubuh Juwono, namun di tahan oleh mantan Miss Juwita tersebut.
Senyum menggoda dan aktifitas kecil milik Juwono di bawah sana sukses membuat Lia termenung. Bahkan saat Juwono membalikkan posisi dia hanya bisa pasrah.
Perlahan tapi pasti Juwono yang sudah mengukung tubuh Lia itu memajukan wajah nya kepada wajah Lia.
Saat wajah Juwono semakin dekat, Lia menutup kedua bola mata nya, sehingga dia tidak bisa melihat senyum kemenangan Juwono yang sudah berhasil menge**p singkat bibir nya.
"Mandi dulu sana". Ujar Juwono sambil mengusap lembut bi**r Lia. Gadis itu mengerjapkan kedua bola mata nya menatap wajah sang suami dari dekat.
Kedua kening mereka bertemu. Seandainya batang hidung Lia semancung batang hidung Juwono bisa di pastikan kedua batang hidung mereka pun pasti bertemu.
Hanya deru nafas berbalut keharuman mint segar yang menguar keluar dari mu**t Juwono.
__ADS_1
"Ah. Iya. Aku mau mandi dulu". Ujar Lia menyadarkan diri nya.
Namun pergerakan Lia tertahan, karena Juwono yang tak mau bergerak dari atas tubuh Lia yang lumayan tinggi.
"Kang, Aku mau mandi dulu". Ujar Lia saat berusaha melepaskan kukungan Juwono.
Juwono tersenyum namun tidak jua memindahkan posisi nya. Tangan kanan nya justru mengusap lembut kepala Lia yang berbalut hijab.
"Aku buka ya". Pinta nya. Seolah terhipnotis oleh wajah tampan Juwono yang sedang tersenyum Lia pun mengangguki pinta Juwono.
"MasyaAllah cantik nya istri Kang Ju Won". Ujar Juwono saat melihat Lia yang tidak berhijab.
Wajah Lia seketika terasa memanas, seperti nya saat ini wajah gadis itu tampak memerah akibat pujian sang suami yang kini sedang menatap lembut kepada nya.
"Boleh?". Ujar Juwono. Lia mengernyitkan kening mendengar permintaan Juwono.
Juwono membalas tatapan Lia dengan senyuman dan kemudian meraih dagu Lia dan sesaat kemudian menautkan bi**rnya di atas bi**r Lia dan selanjutnya melu*** lembut bibir Lia.
Lia memejamkan kedua mata nya menikmati apa yang Juwono lakukan terhadap nya. Tanpa sadar Lia mengalungkan kedua tangan nya di leher Juwono yang saling berna*** melu*** bi**r Lia.
Juwono menghentikan lu***an lalu menatap lembut Lia yang tampak sedang mengatur nafas nya akibat serangan Juwono.
Perlahan-lahan Juwono mengusap lembut bi**r Lia yang menyisakan bekas saliva mereka yang sedikit bertukar akibat aktifitas pemanasan mereka.
"Aku mau mandi dulu Kang". Ujar Lia saat wajah Juwono kembali mendekati wajah nya.
"Mandi nya nanti aja". Balas Juwono yang kemudian melanjutkan aktifitas pemanasan mereka tersebut.
Tangan kanan Juwono mulai aktif membuka kancing kemeja panjang yang Lia kenakan. Senyuman tipis masih sempat tersungging dari bib** nya saat melihat pemandangan di hadapan nya.
"Indah". Bisik nya saat melihat dua bukit milik Lia yang masih tertutup oleh kain pembungkus nya.
Juwono mengusap lembut bukit sebelah kanan hingga membuat sang pemilik bukit melenguh pelan.
"Boleh?".
##########
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE YA
SEE YOU NEXT PART