
Ceklek
Reina mengalihkan pandangan nya kearah pintu kamar yang terbuka. Tampak Putra berdiri di depan pintu dengan wajah lelah nya.
"Kamu belum tidur Rein?". Tanya Putra saat berjalan memasuki kamar nya.
"Belum Mas". Putra mendudukkan tubuh nya di samping Reina.
"Mau mandi sekarang Mas?. Saya siapkan air panas nya". Reina yang kikuk karena duduk berdekatan dengan Putra berusaha untuk menghindari Putra.
Namun sebelum dia beranjak dari duduk nya Putra lebih dahulu menahan nya dengan mengenggam erat telapak tangan kanan Reina.
"Nanti saja. Duduk dulu". Putra menarik tangan Reina membuat nya yang awal nya ingin duduk di samping Putra, justru kini duduk di pangkuan Putra.
Kedua lengan Putra saling bertautan membelit pinggang Reina, hingga membuat gadis itu hanya bisa bergeming kamu di pangkuan suami nya.
Putra menyatukan kening nya dengan kening Reina. Reina yang baru pertama kali berdekatan dengan kawan jenis nya tampak terlihat canggung, karena saat berpacaran dengan Hakim, untuk sekedar berpegang tangan saja Reina sudah menolak nya.
Dan kini mendapati diri nya yang duduk di pangkuan Putra, membuat tubuh nya bergerak kikuk hingga membuat Putra pun menjadi salah tingkah.
"Jangan bergerak lagi, Kamu udah bikin Senpi Mas tegang". Bisik Putra lalu menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Reina hingga membuat Reina terdiam terpaku.
"Mas". Panggil Reina pelan, saat Putra mulai memberikan kecu*** kecil di ceruk leher nya.
"Hem". Putra mengeratkan pelukannya hingga membuat tubuh nya dan Reina semakin rapat.
"Mas mau mandi dulu". Reina menghela nafas lega, saat Putra akhir nya melepaskan pelukan nya. Namun Putra masih menahan Reina untuk bangkit dari pangkuan nya.
"Tolong Kamu siapkan baju ganti untuk Mas tidur". Putra mengec** singkat bi*** Reina hingga membuat Reina terkejut membeku dan menatap Putra uang masih setia memangku nya.
"Mau ikut mandi juga?". Putra menyeringai kala Reina masih belum beranjak juga dari pangkuan nya.
"Eh, nggak Aku udah mandi Mas m". Reina yang gugup pun langsung berdiri dari pangkuan Putra dan bergegas menuju lemari baju yang berada di dalam kamar Putra.
"Boxer aja, nggak usah pakai kaus. Soal nya Mas biasa tidur nggak pakai baju". Putra menaik turun kan kedua alis nya menggoda Reina yang tampak kikuk, sebelum akhir Putra berjalan menuju Kamar mandi.
Ceklek
Reina mengalihkan pandangan nya kala melihat Putra yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Bagaimana tidak, biasa nya Dia melihat pemandangan shirtless pria yang hanya mengenakan handuk di sebatas pinggang hanya dalam film yang di tonton nya, namun kini penampakan shirtless itu terpampang nyata di hadapan nya.
Putra tersenyum kecil saat melihat Reina yang masih terpaku padahal kini Putra sudah berdiri dihadapan Reina, dan seperti nya gadis itu tidak menyadari kalau Putra sudah berada di hadapannya.
Pyuh
Reina spontan mengedipkan kedua kelopak mata nya kala Putra dengan sengaja meniup kecil kedua kelopak mata Reina tersebut.
__ADS_1
Reina mengangkat kepala nya, dan kembali kedua bola mata nya tak berkedip kala melihat wajah Putra yang terlihat segar dengan rambut setengah basah, jangan lupa kan beberapa tetes air yang merayap turun dari rambut nya ke wajah tampan nya tepat berada di depan wajah nya.
Tubuh Putra setengah berbungkuk mensejajarkan posisi nya sama dengan Reina yang kini sedang duduk di pinggir kasur.
Glek
Lagi lagi Reina menelan saliva nya dengan kasar, lidah nya terasa keluh, bahkan mulut nya saat ini sedikit terbuka melihat penampakan Putra yang sangat menggoda di hadapan nya.
Hush...
Reina mengedip kedip kan kedua kelopak mata nya, kala Putra kembali dengan sengaja meniup lembut kedua kelopak mata nya.
Cup
Reina lagi lagi mengedipkan mata tak percaya, karena lagi lagi Putra mencuri kecupan singkat di bi*** nya kala Pria itu meraih boxer nya yang berada dalam pangkuan Reina.
"Istirahat lah"
Kedua kelopak mata Rein mengerjap kebingungan hingga tanpa sadar gadis itu berubah hah dengan nada yang entah Putra dengar ada rasa kecewa di dalam nya.
"Hah?".
"Malam Pertama nya nggak harus malam ini Sayang, ketika kita melakukan pertama kali itu lah Malam Pertama kita". Reina menatap Putra tak percaya.
Bukan kah di film juga novel novel yang di nanti pasangan pengantin baru itu adalah malam pertama?.
Namun yang di alami nya sungguh berbeda, suami nya menunda malam pertama?.
Reina menundukkan kepala nya dalam dalam, tampak nya otak gadis itu sudah ter doktrin selesai resepsi harus Malam Pertama, sehingga reaksi yang Reina berikan kepada Putra saat ini adalah kecewa.
Gadis itu merasa Putra enggan menjamah nya, karena seperti nya Reina berpikir, kalau Dia bukan lah kriteria wanita idaman Putra.
Reina menarik nafas kemudian menghela nya dengan pelan. Putra yang baru saja tiba di hadapan Reina pun mengernyitkan kening nya heran.
"Kenapa?". Tanya Putra lalu duduk di samping kanan Reina.
Reina menggelengkan kepala nya sambil tertunduk dalam dalam.
"Jangan punya pikiran macam macam". Reina mengangkat kepala nya sambil meringis dan mengusap lembut kening nya yang baru saja di sentil oleh Putra.
Putra menyentil dengan pelan, namun tetap saja bekas sentilan nya terasa nyeri di kening Reina.
"Mas nggak mau, besok pagi Kamu kecapean". Reina mengangkat kepala nya memandang kearah Putra yang tengah menatap nya dengan lembut.
"Lihat, sekarang sudah hampir tengah malam. Sejak kemarin, pagi, hingga selesai resepsi, Kamu sama sekali belum istirahat dengan benar". Putra menunjuk kearah jam dinding dengan dagu nya, dan hal itu membuat Reina pun mengalihkan pandangan nya kearah jam dinding.
__ADS_1
"Mas akan menjadi seorang suami yang egois, kalau masih menuntut Kamu memberikan hak Mas sebagai seorang suami di malam ini". Putra mengusap lembut pucuk kepala Reina.
Reina tampak terharu dengan ucapan Putra, Dia tidak menyangkan, kalau Putra sangat memperhatikan nya. Tanpa Reina sadari, kedua kelopak mata nya sudah menitik kan air mata.
"Hey, kok malah nangis". Putra menangkup wajah Reina dengan kedua telapak tangan nya. Kedua ibu jari Putra mengusap lembut air mata yang mulai menetes hingga ke pipi Reina.
"Maafin Rein, Mas. Rein pikir Mas nggak mau nyentuh Rein, karena Mas nggak pernah mencintai Rein". Reina sesenggukan menahan tangis nya.
Putra meraih tubuh Reina dan merebahkan kepala Reina kedalam pelukan di dada polos nya.
"Kenapa punya pikiran kaya gitu hem?". Reina melilitkan kedua lengan nya di pinggang Putra, dan semakin menenggelamkan wajah nya kedalam pelukan Putra.
"Maafin Reina Mas". Putra mengusap lembut punggung Reina sambil sesekali mengec**** pucuk kepala Reina.
"Iya Mas maafkan, sekarang kita istirahat dulu ya". Reina mengangguk lalu melerai pelukan nya kepada Putra.
Dengan polos nya Dia mengusap air mata juga ingus dengan menggunakan lengan piyama tidur nya yang di kenakan Reina.
"Astaghfirullahalazim Rein". Putra menggelengkan kepala nya melihat ulah Reina. Namun bukan nya merasa risih Putra justru mengec**** wajah Reina hingga Reina terkekeh geli.
"Udah Mas, ih jorok tau". Ucap Reina yang justru risih karena merasa wajah nya kotor.
"Nggak apa apa". Putra pun merebahkan tubuh nya di kasur yang masih bertaburan bunga mawar merah di atas sprei nya.
"Ck, bener bener si Mama Rani, buat apa coba kasur di bikin kotor sama kelopak mawar". Protes Putra sambil mengibaskan kelopak bunga mawar yang berserakan karena menganggu dada polos nya.
"Ya udah kita bersihin dulu aja Mas". Ujar Reina hendak beranjak mencari sapu lidi kasur.
"Nggak usah". Putra menarik tubuh Reina hingga Reina terjatuh menimpa tubuh Putra.
"Kita langsung tidur aja". Reina hanya pasrah ketika Putra meletakkan kepala nya di lengan kanan Putra, sementara lengan kiri nya memeluk tubuh Reina.
Reina tampak terdiam kala wajah nya menyentuh dada polos Putra. Terdengar detak jantung Putra yang berdetak dengan kencang, hingga membuat Reina mengangkat kepala nya guna menatap wajah Putra yang tampak memejamkan kedua mata nya.
"Tidur lah Rein, Mas nggak mau jadi suami yang egois". Bisik Putra mengec** lembut pucuk kepala Reina.
Reina pun mengeratkan pelukan kedalam dada Putra, hingga akhir kedua nya pun terlelap tidur
###############
T B C
TERIMA KASIH YA ATAS DUKUNGAN PARA READERS
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT BAB