
"Jadi Aku harus menjauhi Riska begitu Mas?".
"Bukan nya lebih bagus, kalau Lo deketin Riska, buat ngorek infomasi tentang keluarga nya". Ucapan Lia menginterupsi percakapan sepasang suami istri tersebut. "Syukur syukur Dia nggak selicik orang tua nya". Lanjut Lia yang kemudian meneruskan kegiatan nya mengunyah keripik singkong yang berada di pangkuan Arsy.
Arsy dan Bagas pun menghela nafas mereka menanggapi ucapan Lia.
🌷
🌷
🌷
"Kamu sudah siap?". Tanya Bagas kepada Arsy. Arsy mengangguk kepala nya. Pasangan suami istri itu saling berpegang tangan dengan erat. Sesekali Bagas mengusap lembut punggung tangan kanan istrinya itu dengan ibu jari nya, guna memberikan semangat dan menguatkan Arsy serta menegaskan kalau Dia akan selalu berada di sisi Arsy apapun yang terjadi.
Pandangan mereka tertuju kepada Ardi dan juga Putra yang sedang memberitahukan perihal kecelakaan yang di alami kedua orang tua Arsy belasan tahun silam. Tidak akan ada sesi tanya jawab dalam konferensi pers tersebut, karena baik Putra dari pihak kepolisian dan Ardi dari pihak Pengacara keluarga hanya mengundang para wartawan untuk mendengarkan kronologis kecelakaan dan juga penetapan Bagas sebagai korban bukan tersangka seperti yang selama selalu di tuduhkan oleh pihak Amanda yang di wakili oleh Daniel sebagai pengacara Amanda saat itu.
Konferensi pers yang di siarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV swasta yang menjadi rekanan Ardi itu pun mengundang banyak perhatian publik. Karena menyangkut RH Company, sebuah perusahaan yang belasan lalu sempat menduduki posisi teratas di masa kepemimpinan Rahmat, namun setelah di ambil alih Amanda, perusahaan itu semakin menurun, dan bahkan saat ini beredar kabar kalau perusahaan itu dalam masa pailit.
"Selain penetapan Saudara Bagaskara Adityawarman Gumilang sebagai saksi korban dalam kecelakaan yang dialami oleh keluarga Rahmat Hidayat. Kami selalu pengacara juga ingin membeberkan sebuah fakta kepada khalayak sekalian, bahwasanya putri tunggal Bapak Rahmat Hidayat juga Ibu Mia yang bernama Ananda Arsy Hidayat itu masih hidup dan dalam keadaan sehat walfiat". Spontan para wartawan pun saling bertanya satu sama lain. Tatapan mereka kepada Ardi dan Putra mengatakan bahwa banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan perihal ucapan terakhir Ardi tadi.
"Tenang, tenang, tenang". Tegur Putra yang berhasil membuat para wartawan itu pun terdiam.
"Kami akan perkenalkan kepada publik, putri tinggal dari Bapak Rahmat Hidayat, pemilik resmi dari RH Company Ananda Arsy Hidayat dengan suaminya". Tutur Ardi yang memberikan kode kepada Putra agar mempersiapkan Bagas dan Arsy untuk memasuki ruangan konferensi pers.
__ADS_1
Dan hanya dalam hitungan beberapa detik saja para juru foto mulai melakukan aksi nya. Cahaya blitz menghiasi ruangan konferensi pers, bahkan beberapa wartawan tampak berdiri dari duduk mereka dan maju beberapa langkah untuk mendapatkan gambar Arsy dan Bagas yang baru keluar dan langsung berdiri di samping Ardi.
"Inilah Dia, Ananda Arsy Hidayat dan Bagaskara Adityawarman Gumilang". Kembali riuh para wartawan di sela kilatan lampu blitz, sehingga membuat ruangan konferensi pers itu menjadi ramai dengan pertanyaan saling tumpang tindih itu.
"Bisa tenang sejenak?". Lagi lagi Putra menenangkan suasana yang bisa di bilang penuh dengan banyak pertanyaan tersebut. Suasana pun kembali tenang beberapa saat kemudian, walaupun masih ada beberapa wartawan yang berniat bertanya.
"Kami persilahkan Ananda Arsy Hidayat untuk memperkenalkan diri nya". Arsy pun maju beberapa langkah kedepan Bagas, dengan tangan masih terus saling menggenggam satu sama lain. Bagas tampak mengeratkan jari jemari nya dalam menggenggam tangan kiri Arsy, karena Arsy terlihat sangat gugup.
"Assalamu'alaikum Wr. Wb.". Ucap Arsy dengan sedikit canggung.
" Wa'alaikumsalam Wr. Wb.". Terdengar jawaban salam secara serempak. Bagas pun akhirnya memilih untuk maju dan berdiri di samping Arsy, untuk mengurangi kegugupan Arsy. Arsy pun mengalihkan pandangan kesamping guna memantap Bagas yang tengah tersenyum kepada Arsy dan Arsy pun membalas dengan senyuman kembali.
Arsy kembali mengalihkan pandangan kedepan.Tangan nya semakin erat menggenggam jemari Bagas.
"Perkenalkan nama Saya Ananda Arsy Hidayat". Kilatan lampu blitz kembali menghiasi ruangan konferensi pers.Arsy yang tampak terganggu dengan kilatan itu pun lebih memilih merapatkan tubuh nya kepada Bagas. Bagas pun meletakkan lengan kanan nya guna memeluk bahu Arsy. Lalu mengambil alih posisi bicara Arsy.
"Terimakasih".Bagas pun sedikit menundukkan kepala nya guna mengapresiasi sikap para wartawan. "Kamu mau melanjutkan nya lagi?". Bisik Bagas, Arsy menggelengkan kepala nya pelan, dan kemudian memeluk lengan Bagas dengan erat.
Bagas pun memeluk Arsy dengan tangan kanan nya. Sementara tangan kiri nya memegang microphone. "Mohon maaf rekan rekan sekalian, bisakah Saya yang berbicara mewakili Istri saya". Ucap Bagas kepada para pencari berita yang langsung di jawab serempak oleh mereka dengan kata bisa, silahkan dan juga baiklah secara bersamaan.
"Mohon maaf, Istri saya sedang manja, jadi bagi para jomblo jangan iri ya". Pernyataan Bagas dengan nada bercanda itu sukses membuat ruangan yang awal nya sedikit tegang itu pun akhir nya di penuhi gelak tawa yang berada di dalam ruangan konferensi pers.
"Sebenarnya Saya dan Istri tidak ingin ada acara sesi tanya jawab dalam konferensi pers ini. Namun seperti nya Kami akan memberikan beberapa kesempatan bagi para rekan rekan wartawan nanti, untuk bertanya". Bagas tampak menghela nafas sesaat, di lihat nya Arsy sudah mulai sedikit tenang, sehingga Bagas pun melepaskan pelukan Arsy. Dan mengalihkan pelukan nya dengan merangkul bahu Arsy untuk merapat ke tubuh nya.
__ADS_1
"Perkenalkan nama Saya Bagaskara Adityawarman Gumilang. Suami dari Ananda Arsy Gumilang. Kami baru menikah 41 hari yang lalu. Jadi bisa di bilang masih pengantin baru". Dan gelak tawa pun kembali menghiasi ruangan sesaat setelah Bagas mengakhiri ucapannya.
"Barangkali ada yang ingin bertanya?". Beberapa wartawan tampak mengacungkan tangan kanan mereka ke udara, saat Bagas bertanya.
Pandangan Bagas pun beralih kepada beberapa wartawan. Seorang wartawati menjadi pilihan pertama dalam sesi tanya jawab tersebut.
"Mbak yang baju merah. Silahkan ajukan pertanyaan nya". Sang Wartawati pun langsung berdiri.
"Selamat Siang semuanya". Sapa Sang Wartawati. "Selamat Siang". Jawab serempak para peserta konferensi pers.
"Perkenalkan nama Saya Anjani dari harian Surya. Saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Pak Ardi juga Pak Putra". Ardi dan Putra pun mengangguk kepala mereka, menandakan siap menerima dan akan menjawab pertanyaan yang akan di ajukan oleh Anjani.
"Apakah Pak Ardi yakin kalau Mbak Ananda ini adalah putri kandung dari Pak Rahmat Hidayat pendiri RH Company?. Dan Pak Putra, apakah Bapak yakin kalau Pak Bagas tidak punya andil dalam kecelakaan yang dialami oleh keluarga Pak Rahmat Hidayat?. Lalu, kalau memang Mbak Ananda ini adalah putri kandung Bapak Rahmat Hidayat, selama ini Mbak Ananda disembunyikan dimana?. Apa Pak Bagas punya andil dalam persembunyian Mbak Ananda selama ini?. Dan Saya rasa tidak menutup kemungkinan kalau Pak Bagas punya maksud tersendiri dengan memanfaatkan Mbak Arsy. Seperti misal nya mengambil alih RH Company dari pemilik nya saat ini?". Cetar Anjani dalam mengajukan beberapa pertanyaan dalam tanya nya.
Plok Plok Plok
"Pertanyaan yang menarik...".
Semua mata mengalihkan pandangan nya kearah suara tepukan tangan dari arah belakang para wartawan.
####################
TO BE CONTINUE YA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB