
"Ada apa ini ramai-ramai". Sebuah seruan memecahkan ketegangan yang tengah terjadi di area kantin kampus itu.
Beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi yang berkumpul tadi, satu persatu meninggalkan kantin, sementara yang lain kembali menyibukkan diri dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Sayang..." Arsy dan Lia memanggil pasangan mereka yang kebetulan datang bersamaan. Sementara di belakang Bagas dan Juwono tampak Ardi juga Putra yang mengenakan baju santai nya tengah berjalan kearah meja Arsy dan kawan-kawan nya.
Tanpa ragu Arsy langsung mencium punggung tangan kanan dan memeluk pinggang Bagas, saat pria itu tiba di samping bangku nya.
Bagas pun tanpa sungkan mengecup pucuk kepala Arsy dan kemudian mengusap lembut punggung sang istri.
Hal yang sama pun di lakukan oleh Lia juga Riska, hanya saja Riska masih merasa sungkan untuk memeluk pinggang Ardi seperti yang di lakukan duo ibu hamil muda tersebut.
Bahkan Reina pun secara spontan meraih punggung tangan Putra yang berdiri disamping Ardi yang kebetulan posisi Putra tepat berada di samping Reina duduk.
"Astaghfirullahalazim". Reina menepuk kening nya kala menyadari kelakuan nya yang secara spontan mencium punggung tangan kanan Putra, hingga membuat Putra pun terkejut.
"Cie... Ada yang salting nih ye". Goda Arsy kepada Reina juga Putra.
"Kata A'a Ardi, Pak Putra itu Duda Perjaka". Bisik Riska hingga membuat wajah Reina berubah menjadi merah.
"Buahahahah... Udah Gue bilang kan, pesona pria mapan itu lebih menggoda dibandingkan yang sepantaran kan?". Ujar Lia sambil menaik turunkan alis nya kepada Reina yang kini menahan malu dengan berpura-pura menyesap minumannya yang sudah tandas tak tersisa.
Bagas pun melihat kearah Elsa yang penampilan nya sangat berantakan, tanpa sadar pria itu berdecak sambil menggelengkan kepala nya hingga membuat Elsa pun tertunduk malu.
Lalu pandangan Bagas pun beralih kepada Pria yang tampak berusia beberapa tahun lebih tua dari nya yang masih merengkuh pinggang Echa dengan erat.
"Maaf ada permasalahan apa ini hingga ramai seperti ini?". Tanya Bagas lebih tertuju kepada sang pria.
Pria bernama Leo itu menatap Bagas dengan seksama, seolah mencari tahu siapa Bagas.
"Perkenalkan, nama Saya Bagaskara Adityawarman Gumilang. Saya dosen di sini". Ujar Bagas menjulurkan tangan kanan nya kepada Leo.
Pria bernama Leo itu pun menyambut uluran tangan Bagas dan menjabat nya dengan erat.
"Leo Adiwiyata". Jawab Leo lalu melerai jabatan tangan nya dengan Bagas.
__ADS_1
"Leo Adiwiyata?". Ucap Ardi tiba tiba. Leo pun melihat kearah Ardi lalu membulatkan mata nya dengan sempurna.
Senyum Leo terukir kala melihat Ardi yang berada di samping nya. Leo memang tidak menyadari kedatangan Ardi karena posisi Leo ketika Ardi datang memang membelakangi Ardi.
"Ya Tuhan Ardi Malik?". Ucap Leo lalu melihat kearah Ardi dan memindai Ardi dari atas kebawah. Ardi mengangguk pelan.
"Astaga, gimana kabar nya Bro?" Leo langsung memeluk dan menepuk punggung Ardi. Ardi pun membalas pelukan Leo dan kemudian melerai nya.
"Alhamdulillah, sehat. Gimana kabar mu?". Ucap Ardi balik bertanya.
"Puji Tuhan, Tuhan masih berkenan memberikan kesehatan kepada ku". Ucap Leo lalu melihat kepada Putra yang tengah memasang wajah tidak bersahabat kepada Leo.
"Astaga, Ya Tuhan Putra Dewantara. Tampak nya Dia masih menyimpan dendam nya pada Ku, Ar". Ucap Leo tersenyum meringis kala melihat Putra yang menatap nya dengan tajam.
"Ya gimana nggak dendam. Kamu main bawa kabur cemceman nya di kala Putra lagi sayang sayang nya". Ardi pun terkekeh geli melihat kepada Putra yang mendengus kesal.
"Harus nya Kamu berterima kasih karena Aku berhasil menjauhkan Selina dari Kamu Putra". Putra berdecih pelan lalu mengalihkan pandangan kearah lain.
"Selina itu seorang play girl. Sebagai seorang sahabat yang baik sudah kewajiban Ku sebagai sahabat menghindari Kamu dari makhluk semacam itu". Ucap Leo namun di seringai oleh Arsy, Lia, Riska juga Reina.
"Lah dia nggak sadar yang lagi di peluk nya bukan nya juga player?". Ketiga mengangguk setuju dengan ucapan Reina. Namun tanggapan berbeda justru di berikan oleh Leo kepada Echa.
Leo seperti nya mendengar ucapan yang Reina ucapkan. Namun seperti nya tidak dengan Echa, wanita muda tampak dengan santai masih menatap Elsa yang berdiri di hadapan nya.
"Sudah, lebih baik tidak usah membahas masa lalu". Akhir nya Putra pun mengeluarkan suara nya.
"Jadi balik sekarang?. Kita udah telat". Ujar Putra yang di angguki Bagas dan yang lain nya.
"Gue duluan". Tanpa pamit kepada Leo, Putra pun berjalan meninggalkan Bagas dan yang lain nya.
"Lo mau ikut nggak Rein?". Tanya Arsy kala beranjak dari duduk nya.
"Kemana?". Tanya Reina.
"Om Ardi traktir kita". Ucap Arsy asal.
__ADS_1
"Eh, mana ada laki Gue di suruh traktir Lo. Ada Laki Lo yang traktir secara dia habis menang tender puluhan milyar". Ucap Riska.
"Husss... Jangan kenceng kenceng kasih tau nya. Ntar banyak pelakor yang ngincer laki nya". Ujar Lia sambil melirik kearah Elsa dan Echa bergantian.
Kedua Sugar Baby Kampus itu tampak membolakan bulat kedua bola mata nya. Lalu sekilas melirik kearah Bagas, yang dengan penuh perhatian membawakan tas juga peralatan yang Arsy bawa.
Reina berjalan kearah Echa lalu berdiri di hadapannya dengan menghalangi Elsa. Senyum tipis diberikan Reina kepada Echa yang tengah melihat nya dengan tatapan heran.
"Gue nggak tau niat Lo apa nyiram si Frozen pake es". Reina menjeda ucapan nya lalu menghela nafas nya dan kemudian kembali menatap Echa dengan tajam.
"Kalau membela Chika atas ucapan si Frozen, sebagai salah seorang sahabat Chika Gue ngucapin makasih. Tapi ...". Lagi lagi Reina menjeda ucapan nya, bahkan gadis itu semakin mendekatkan diri nya dengan Echa.
"Kalau Lo ada maksud lain buat deketin Chika, demi godain Pak Bagas, lebih baik Lo pertimbangin dulu niat busuk lo, kalau nggak. Elo bakal abis di tangan Gue". Bisik Reina lalu menepuk pundak kiri Echa dan berlalu dari hadapan Echa.
Echa mengepalkan telapak tangan nya dengan erat menanggapi ucapan Reina. Leo pun memicingkan mata nya melihat kepada Echa, yang seperti menahan kesal setelah mendapat bisikan dari Reina.
Sementara Elsa tampak tersenyum menyeringai kepada Leo dan juga Echa secara bergantian. Elsa pun menghampiri Echa dan juga Leo yang masih belum beranjak dari tempat nya.
"Sekali ja**** akan tetap menjadi ja****". Ucap Elsa lalu beranjak pergi meninggalkan tempat nya setelah menepuk kencang pundak kiri Echa.
"Kita berangkat sekarang ya". Arsy mengangguk, dan kemudian Bagas pun merangkul bahu Arsy.
"Kami duluan Pak Leo". Ujar Bagas lalu beranjak pergi di ikuti Juwono yang di belakang nya sambil mengusap perut Lia dengan lembut.
"Udah selesai Dek?". Riska mengangguk menjawab pertanyaan Ardi Pria itu pun bergegas menggenggam telapak tangan kanan Riska sebelum pamit dengan Leo.
"Kami duluan Leo. Ditunggu kabar baik nya ya Bro". Leo hanya mengangguk menjawab ucapan Ardi.
"Kita harus bicara". Ucap Leo dingin, seraya menarik tangan Echa dengan kencang
##########################
TBC
JANGAN LUPA
__ADS_1
SEE YOU NEXT BAB