Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 72. Penyesalan Leo


__ADS_3

Ceklek


Pintu kamar Leo terbuka, masih tampak Echa di depan pintu kamar Leo, hingga membuat pria itu menarik nafas.


Kedua bola mata Echa membulat dengan sempurna....


Leo melipat kedua tangan nya di dada, setelah menyerahkan koper dan tas milik Echa.


"Mas...". Echa menatap Leo dengan tatapan memohon.


"Pergi lah". Ucap Leo dingin. Pria itu masih berdiri dengan angkuh di hadapan Echa yang mulai menitikkan air mata nya.


"Ck, simpan air mata mu untuk pria yang lain. Sekarang pergi lah, sebelum Saya menyeret Kamu dengan paksa". Ucap Leo yang berjalan menuju pintu depan unit apartment nya.


Ceklek


Pintu depan unit apartment pun terbuka, Leo berdiri di samping pintu yang terbuka.


Melihat Echa yang masih diam di tempat membuat Leo pun menjadi kesal.


"Cepat tinggalkan tempat ini" Bentak Leo menyadarkan Echa dari lamunan nya.


Echa masih bergeming, tak melangkah satu jengkal pun. Mata nya menatap nanar Leo yang berdiri dengan wajah kesal di pintu depan unit nya.


"Saya hitung sampai 3. Kalau Kamu tidak juga beranjak pergi, jangan salah kan Saya kalau bertindak kasar terhadap Kamu". Ucap Leo dengan nada mengancam.


Echa menghela nafas pelan. Wanita itu bingung akan tinggal di mana setelah di usir Leo. Merutuki nasib itulah yang Echa lakukan saat ini. Baru bulan lalu dia diusir paksa oleh istri salah satu sugar daddy nya.


Dan untuk kedua kali nya Echa terusir dari para Sugar Daddy nya.


"Lihat apa yang akan Aku lakukan sama Kamu Rein''. Gumam kesal Echa yang menyalahkan Reina. Padahal kesalahan ada pada diri nya sendiri, yang dengan nekat menatap Bagas dengan penuh damba di depan Leo, dan membuat Leo menyadari kalau Echa hanya memanfaatkannya saja selama ini.


"Jangan pernah menyalahkan kesalahan mu kepada orang lain". Seolah paham apa yang ada di dalam pikiran juga hari Echa saat ini, Leo berucap demikian dengan santai.


Echa tersenyum tipis menanggapi ucapan Leo. Perlahan-lahan wanita itu mendorong koper juga tas nya menuju pintu unit apartment Leo.


Leo membuang wajah nya saat mata nya bertemu dengan mata memelas Echa.


"Apa ti....".


"Saya paling tidak suka pengkhianatan". Ucap Leo tegas yang lalu memotong ucapan Echa. Echa tersenyum getir kala melihat wajah Leo yang marah.

__ADS_1


"Tapi Aku...".


"Bukan kah sudah Saya bilang. Saya melihat tatapan memuja Kamu kepada dosen Kamu itu".


"Dan saya tidak suka dengan hal itu". Leo menatap tajam Echa yang memasang wajah memelas.


"Kamu sa...".


"Stop". Lagi lagi Leo memotong ucapan Echa. Apapun alasannya Leo sudah mantap dengan keputusan nya.


"Pergi lah". Leo membuka lebar pintu unit apartment nya.


Melihat Echa yang hanya terdiam, seolah enggan beranjak pergi, Leo pun menarik paksa koper Echa dan mendorong tubuh Echa keluar dari unit apartment nya.


Brugh


Ceklek


Leo menutup pintu dan mengunci serta mengganti nomor password apartemen nya. Dia takut Echa akan memaksa masuk saat diri nya tidak berada di unit apartment nya.


Echa masih terdiam di depan pintu unit apartment Leo. Dia bingung akan tinggal dimana, karena selama ini Dia tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap. Dia selalu meminta di sewakan rumah atau apartment dari para sugar daddy nya.


"Sialan. Kamu harus membayar semua nya Rein". Gumam Echa lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan unit apartment Leo dengan kesal.


Sementara itu di dalam unit apartment, Leo merebahkan tubuh nya di atas sofa diruang tamu.


Pria itu merebahkan tubuh nya dengan menjadikan kedua tangan nya sebagai bantal kepala nya, seraya menatap langit langit ruang tamu. Senyum nya terukir tipis meratapi nasib nya yang tidak pernah mendapatkan wanita yang baik baik.


Apa karena dia nya yang tidak baik, sehingga mendapatkan wanita yang tidak baik pula?.


Kalau memang itu menjadi penyebab nya seperti nya dia harus mengubah pola kehidupan nya guna menjadi orang yang baik, sehingga kelak Dia pun bisa mendapatkan pendamping wanita yang baik-baik pula.


Namun senyum miris terukir kala Dia mengingat sosok Putra, sahabat nya saat SMU dulu bersama dengan Ardi. Kurang apa seorang Putra, seorang pria sholeh, baik hati, penyabar serta cerdas dan pintar.


Bahkan di usia semuda itu Dia sudah menjadi seorang kepala unit satuan kriminal di sebuah Polres di salah satu kota mereka tinggal.


Namun nasib percintaan nya begitu tragis. Sang istri yang baru di nikahi beberapa bulan, bahkan Putra belum merasakan surga dunia bersama sang istri, itu, karena menurut kabar yang beredar selepas akad Putra mendapatkan tugas negara keluar kota.


Pada saat akan melepas masa perjaka nya hal mengejutkan justru terjadi, sang istri di temukan tewas, saat bersama selingkuhan nya sejak SMP, dan parah nya mereka ditemukan dalam posisi tubuh polos mereka menyatu sama lain.


Tragis bukan?. Ya Leo pun akhirnya baru menyadari hal itu. Dia sudah banyak bergumul dengan para wanita yang jelas jelas bukan berasal dari wanita baik baik, namun masih mengharapkan para wanita itu menjadi wanita baik baik?. Big No Leo. Sekali ja**** Dia akan tetap nenjadi ja****.

__ADS_1


Leo mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan cepat. Pria itu pun akhirnya memilih untuk memejamkan kedua belah mata nya, guna melepas penat nya hari ini.


🌷


🌷


🌷


"Kita udah kaya lagi Kwartet Date ya, kalau lagi kumpul kaya gini". Celoteh Lia saat tiba di sebuah restoran cepat saji yang berada di dalam sebuah mall di kota mereka.


Selepas dari kampus, Duo ibu hamil itu langsung meminta Ardi untuk mentraktir mereka dengan dalil resepsi ala mereka.


Kelakuan ajaib para sahabat sang istri juga para istri sahabat nya membuat pria itu hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


"Tambah es cream nya boleh nggak Om". Rengek Arsy, Ardi mendengus kesal menanggapi ocehan Arsy.


Padahal wanita itu baru saja menghabiskan semangkuk sup, sebuah burger jumbo, seporsi kentang bahkan jemari nya masih saja sempat mencuil ayam goreng milik suami nya dan memasukkan kedalam mulut nya.


"Minta sama suami mu". Balas Ardi.


"Ck, Utun mau nya di beliin sama Opa Ardi". Celoteh Arsy dengan menekan kata Opa Ardi itu pun membuat yang lain nya tertawa bahkan Bagas dan Putra sampai terpingkal pingkal menanggapi ocehan Arsy.


"Diem Lo, nanti kalau Gue udah punya anak Lo berdua juga bakal di panggil Opa". Ujar Ardi kesal sambil mengacungkan jari telunjuk nya kepada Bagas dan Putra.


"Jebol gawang aja belum, sok sok an mau punya anak".


Astaga Arsy, rasa nya Ardi ingin sekali menguncir mulut mungil istri sahabat nya itu kala memberikan fakta tentang hubungan nya dengan Riska.


"Wkwkwkwkwk. Kelamaan berteman sama Citra juga Lux Lo Ar, sampai belum bisa jebol gawang?". Lagi-lagi gelak tawa terdengar dari meja yang mereka tempati kala Bagas menyambung ucapan usil istri nya itu.


Ardi melempar sebuah kentang kepada Bagas guna menanggapi ucapan Bagas.


Namun keceriaan mereka pun berubah menjadi memanas kala seseorang tiba-tiba saja datang ke meja mereka dan langsung berucap "Oh ternyata karena Pria tua ini, alasan Kamu meminta putus dari Aku".


###############


TBC


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA


SEE NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2