
"Eh sama siapa Lo kemari ?". Riska menelisik Anissa yang berada di belakang. Tubuh mungil nya memang tertutupi oleh tubuh Akhtar, sehingga Riska hanya melihat sekelebat baju yang di kenakan Anissa.
"Lho, Mbak Nissa".
Ucap Riska terkejut kala melihat Anissa yang keluar dari balik tubuh Akhtar. Anissa pun tak kalah terkejut nya melihat Riska yang berdiri di depan nya.
"Lho, Mbak ...".
"Riska, nama Saya Riska". Ucap Riska kala Anisaa sengaja menjeda ucapan nya.
"Kok bisa Mbak Nissa bareng sama Elo,Tar?". Cerocos Riska yang masih belum mempersilahkan masuk Akhtar juga Anissa.
" Hey kunyuk, tumben Lo kemari, mau numpang makan malam Lo". Kali ini ocehan Ardi yang mendarat di telinga Akhtar, kala melihat Akhtar dari balik pintu.
Pria yang baru saja menyelesaikan meeting dengan Bagas, Putra juga Juwono yang hanya jadi penyimak itu bergegas ke pintu kala melihat sang istri berdiri di depan pintu.
"Lho, kok ada Mbak Nissa?". Ucap Ardi, kala melihat Anissa berdiri di hadapan Riska.
"Masuk dulu Mbak". Ucap Riska yang akhir nya membuka pintu unit apartment Ardi dengan lebar.
Riska mengajak Anissa masuk kedalam unit apartment, sementara Ardi menggiring sang kemenakan ke arah dapur.
"Ngapain Kamu sama Mbak Nissa, Kamu tau dia itu siapa?". Ucap Ardi, Akhtar mengangguk pelan.
"Aku nggak tega sama Dia Om, Om Putra nggak mau antar Dia pulang, sedangkan Dia nggak mau pulang karena takut di pukul Ibu nya. Eh Dia malah mau ikut sama Aku pulang. Dari pada nanti jadi fitnah lebih baik Aku bawa Dia ke tempat Om aja". Celoteh Akhtar panjang lebar lalu melemparkan senyuman tak bersalah nya kepada Ardi yang lalu mendengus kesal.
"Ya iya lah Putra nggak antar Dia pulang, lah wong tadi Tante Rani udah bilang kalau Anissa dan Putra nggak pernah terikat hubungan apa pun. Jadi wajar lah Putra nggak mau antar Anissa pulang karena takut Anissa menganggap Putra memiliki perasaan sama Dia"
"Yah, tapi jangan Kamu bawa pulang juga Tong". Akhtar pasrah saat di hadiahi Ardi pukulan di belakang leher nya
"Wah ponakan Lo bikin panas situasi yang lagi mggak kondusif di ruang tamu tuh Ar". Tanpa permisi Bagas masuk kedalam dapur dan langsung membuka kulkas guna mengambil minuman kaleng.
"Putra marah tuh. Muka nya udah kaya dompet nya si Akhtar kalau pas lebaran". Ocehan tak bermakna pun di keluarkan oleh Juwono yang mengikuti jejak Bagas membuka pintu kulkas guna mengambil minuman kaleng.
__ADS_1
"Abis Lo sama si Putra. Tuh orang kalau udah ngamuk, bisa bonyok muka standar Lo Tar". Juwono tertawa ngakak mendengar ucapan Bagas. Sementara Ardi memberi kode menyayat lehernya dengan tangan kanan nya.
Seketika itu juga Akhtar pun merasa ngeri dan bergidik seraya meratapi nasib nya kala berhadapan dengan Putra nanti.
"Akhtar". Akhtar menelan saliva nya dengan kasar kala mendengar panggilan menggelegar Putra dari balik dapur.
"Gimana nih para Om". Ucap Akhtar ketakutan. Ketiga Pria itu hanya mengangkat bahu mereka tak perduli. Mereka justru meninggalkan nya di dapur saat melihat Putra masuk ke dapur dengan wajah marah.
"Ngapain Kamu bawa bawa Nissa?". Tanya Putra kesal.
"Pak Putra cemburu?". Putra memukul keras, punggung Akhtar hingga pria itu nyaris limbung.
"Bodoh, mana mungkin juga Saya cemburu". Bentak Putra. Akhtar meringis sambil mengusap punggung nya yang habis di pukul Putra itu.
"Ck. Dia sudah hubungi Ibu nya belum?". Akhtar menggeleng dan Putra pun menghela nafas nya kesal.
"Suruh Dia hubungi Ibu nya. jangan sampai niat Kamu menolong nya di salah artikan oleh Ibu nya. Dan lebih baik suruh Dia pulang ke rumah, agar masalah dengan Ibu nya cepat selesai". Akhtar hanya mengangguk menanggapi ucapan Putra.
Putra pun bergegas keluar dari dapur menuju ruang tamu. Suasana di sana ternyata tak semenyerankan apa yang di pikiran nya.
"Sudah mau pulang Rein?". Tanya Putra. Seperti nya Putra kembali memainkan peran sebagai pasangan Reina, dan Reina pun paham akan hal itu.
"Mas sudah mau pulang?". Putra mengangguk, Reina yang seperti nya masih ingin bersama para sahabat nya itu pun terpaksa harus mengakhiri acara kumpul nya.
"Gue cabut duluan ya". Ucap Reina.
"Nggak jadi jalan ke Mall dulu Rein?. Kan kita mau cari bahan tugas nya Pak Bagas". Ucap Riska.
"Mas Putra nya udah mau pulang". Ucap Reina lirih.
"Biar Saya dan Reina saja yang cari bahan tugas kalian". Ucap Putra menengahi.
"Seriusan Om?". Tanya Arsy penuh semangat.
__ADS_1
"Kok roman roman nya ada udang di balik rempeyek neh". Celoteh asal Lia sambil mengangkat angkat kedua alis nya menggoda Reina.
"Cie ... Cie... Yang sebentar lagi jadi anggota Sugar Baby Wifey". Arsy semakin menjadi menggoda Reina dan Putra, hingga membuat kedua nya salah tingkah.
Wajah Reina bahkan memerah sementara Putra tampak sekali terlihat salah tingkah. Seperti nya apa yang di ucapkan Arsy sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Anggota Sugar Baby Wifey akan bertambah satu orang lagi.
Putra pun berjalan menghampiri para pria untuk pamit. Niat nya ingin bertemu dengan Umi Risma terpaksa di batalkan karna kehadiran Anissa. Putra masih merasa risih kala Anisaa berada di sekitar nya.
"Gue balik duluan Bro".Ucap Putra.
Sip. Hati-hati kalau bawa anak orang". Ucap Ardi tak melepaskan pandangan nya dari layar HP nya.
"Langsung di antar pulang jangan di ajak keluyuran". Pesan Bagas yang juga tak melepaskan pandangan nya dari layar HP.
"Dari pada di bawa keluyuran, mending di bawa ke KUA aja. Reina itu anak sebatang kara, mending langsung di halalin aja". Lanjut pesan Bagas di susul gelak tawa nya juga Ardi dan Juwono.
"Bawel Lo. Lo pikir ngajak anak orang ke KUA gampang apa". Ucap Putra lalu melemparkan bantal sofa kepada Bagas.
"Ya elah, yang penting di halal kan dulu Bro''. Celoteh mantan Miss Juwita yang di jawab betul oleh kedua sahabat nya.
"Nggak bakal rugi, Lo kalau dapat Si Rein. Kata bini Gue, masakan tuh anak enak. Udah gitu Dia punya usaha catering sendiri lagi. Cocok deh buat jadi partner Mama Rani di dapur". Promosi Bagas.
"Udeh nggak usah kebanyakan mikir, umur udah tua, tanyakan hati nyaman atau nggak. Kalau nyaman langsung bawa ke pelaminan, jangan sampe diambil orang, yang akhirnya Lo nyesel kemudian". Celoteh Bagas membuat Ardi dan Juwono pun tertawa ngakak.
"Gue cabut". Putra pun segera beranjak meninggalkan para sahabat nya sebelum lambe mereka kembali menggoda nya.
##########################
TBC
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE NEXT BAB
__ADS_1
THANK YOU❤❤❤❤