Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 56. Merajuk Ala Arsy


__ADS_3

Arsy dan Lia memutar malas kedua bola mata mereka kala melihat kedua orang wanita itu menatap penuh damba kepada Bagas dan Juwono.


"Sayang".


Bagas dan Juwono pun kembali terkejut.


Bukan hanya Bagas dan Juwono yang terkejut dengan sikap Lia dan Arsy yang langsung menempelkan tubuh mereka kepada pasangan mereka masing-masing. Mega dan Mila bahkan mengeratkan buku jari mereka masing-masing, mana kala melihat pemandangan panas yang berada di hadapan mereka.


Tanpa malu malu Arsy mengalungkan tangan nya ke leher Bagas dan kemudian menge**** bi*** Bagas berkali kali.


Bagas bahkan langsung melingkarkan kedua lengan nya di pinggang Arsy.


"Laper". Rengek Arsy manja lalu Bagas pun menaikkan tubuh Arsy dan menggendong nya ala koala.


Nyonya Muda Gumilang itu pun merebahkan kepala nya dengan manja di ceruk leher suami nya, sambil melirik penuh kemenangan kepada Mila yang menatap kesal kepada nya.


"Kita masuk duluan Ju". Juwono yang sedang memeluk Lia yang tiba-tiba manja di muka umum itu hanya menganggukkan kepala nya.


Tanpa pamit kepada dua wanita yang menatap mereka penuh kekesalan itu, Bagas membuka pintu unit apartment nya dan bergegas menutup nya.


"Sayang" Lia merengek dalam pelukan Juwono. Juwono pun membalas rengekan Lia dengan mengec*** pucuk kepala Lia dengan lembut.


"Pengen". Lia melirik usil kepada Mega yang melihat nya dan Juwono dengan kesal. Juwono pun segera menekan pin untuk masuk kedalam unit apartment nya.


Ceklek


"Kami duluan ya Tante". Ucap Lia yang lalu membuka unit apartment nya dan kemudian mendorong tubuh suami nya kedalam unit apartment nya. Dan dengan sengaja melu*** habis bib** sang suami kala pintu unit apartment nya tertutup perlahan-lahan.


"Sial". Pekik kesal Mega dan Mila bersamaan lalu mereka pun bergegas masuk kedalam unit apartment mereka dengan kesal.


🌷


Lia mendorong tubuh Juwono menjauh dari nya ketika pintu unit apartment tertutup dengan sempurna. Wanita muda itu berjalan dengan cepat kearah kamar meninggalkan Juwono yang menatap bingung kepada sang Istri.


"Gawat". Juwono bergegas mengejar sang istri sebelum istrinya itu semakin merajuk.


🌷


Tangan Bagas mulai bergerilya sambil menopang bagian bawah tubuh Arsy.


"Turunin". Bagas meringis ngeri mendengar nada titah sang istri, namun masih enggan menuruti permintaan Arsy.


" Tu.. run.. nin ". Ucap Arsy mengeja, kala Bagas bergeming dan masih tetap menggendongnya ala koala.

__ADS_1


"Kalau nggak mau turunin, Aku loncat". Arsy tidak pernah main main dengan apa yang di ucapkan nya. Dan akhirnya Bagas pun menurunkan tubuh Arsy dengan terpaksa.


"Enak di peluk peluk?". Bagas menggeleng dengan cepat, seolah paham akan maksud pertanyaan sang istri.


"Bohong banget. Buktinya tadi diam aja". Arsy langsung mengangkat telapak tangan kanan nya yang mengartikan Bagas untuk diam, saat pria itu akan memberikan penjelasan.


Tanpa pamit wanita itu pun berjalan meninggalkan Bagas di ruang tamu.


"Ck, jadi tambah runyem deh". Gumam Bagas. Tak ingin sang istri merajuk lebih lama, Bagas pun menyusul Arsy yang sudah masuk ke dalam kamar.


Rasanya lebih baik di cubitin Arsy di bandingkan harus di diamkan oleh Arsy seperti ini.


"Yang". Bagas merengkuh tubuh Arsy dari belakang saat wanita muda itu baru membuka hijab instan nya. Kedua tangan nya melingkar dengan erat di pinggang Arsy. Arsy berusaha melepaskan pelukan Bagas, namun Bagas bersikukuh tetap dengan posisi nya, dan meletakkan dagu nya di bahu kanan Arsy.


Sesekali pria itu menghirup aroma vanilla yang menguar dari tubuh Arsy. Aroma yang menjadi candu bagi nya untuk terus menghirup aroma yang keluar dari tubuh Arsy.


"Mas minta maaf ya". Rengek Bagas. "Please. Mas janji nggak bakal cuekin Kamu lagi". Arsy menahan wajah Bagas yang terus menerus mendusel di leher nya.


"Udah ih geli". Bagas menghiraukan protes Arsy. Pria bahkan sudah mulai mengesapi leher Arsy dengan bi*** nya, hingga membuat pertahanan Arsy pun jebol.


"Mas". Rengek Arsy mende***


"Hem ...". Bagas mulai aktif menge*** leher Arsy, bahkan dengan gemas pria itu menghi*** leher Arsy hingga meninggalkan bekas tanda cinta.


Tangan Bagas mulai nakal dengan bermain di arena bawah sang istri, hingga membuat Arsy semakin terbakar gai***.


Wajah Arsy tampak kesal, kala sang suami sengaja menghentikan aksi bermain nya di taman depan rumah Si Eneng.


"Mau lanjut?". Bagas menaik turunkan alis nya selepas membalikkan tubuh istri nya untuk menghadap kearah nya.


Dengan kesal, Arsy mendorong tubuh Bagas hingga sampai ke pembaringan mereka.


Bagas dengan pasrah menjatuhkan tubuh nya di atas kasur, ketika Arsy menyentuh dada nya dengan pelan.


Perlahan-lahan wanita muda itu mulai merangkak di atas tubuh sang suami.


Kali ini Bagas harus mengakui kekalahannya. Sang istri mulai membuat Si Entong kalang kabut minta keluar dari gerbang rumah nya.


"Sa... yyyyaaaa.. nnngggg". Arsy tersenyum puas saat mata nya menangkap kepasrahan pada wajah sang suami.


Tangan mungil itu mulai mengusap pucuk kepala si Entong yang masih berada di dalam pagar nya.


"Mau lanjut". Wajah Bagas mulai memerah. Na*** nya mulai mengusai diri. Dan...

__ADS_1


"Kaya nya Si Entong harus solo karir dulu. Karena Si Eneng masih ngambek". Arsy bangkit dari posisi nya yang berada di atas tubuh sang suami.


Bagas pun menahan Arsy untuk tetap berada di posisi semula.


"Sayang nya Si Entong, mau nya duet sama Si Eneng".


Bagas membalikkan posisi nya. Arsy kini berada dalam kungkungan nya.


Senyuman jahil mulia mengukir di wajah Bagas yang mulai ditumbuhi bulu bulu halus, hingga membuat kadar ketampanan nya semakin bertambah.


"Mas Ba... gaaaaaaasssss". Arsy mend*** kala Si Entong mulai mengetuk pintu rumah si Eneng.


"Iya sayang". Bagas mulai membuka satu persatu kunci yang menutupi rumah si Eneng hingga pintu rumah si Eneng pun mulai terbuka.


Bagas merapalkan sebuah do'a saat diri nya mulai menye*** pintu rumah si Eneng, dan membuat pemilik Si Eneng pun meliuk-liuk tubuh nya.


"Masssssssss". Li*** Bagas mulai mengetuk pintu rumah Si Eneng, perlahan dan sedikit menye***. Bahkan terkadang dengan gemas Bagas memainkan camilan yang berada tepat di depan pintu rumah Si Eneng.


"Maassss.... Ahhhhhhh". Bagas membuka seluruh kain yang membalut tubuh nya.


Meraih selimut dan menutupi sebagian tubuh polos nya.


"Bismillah... Assalamualaikum Eneng ". Bisik Bagas yang lalu mengec*** pucuk kepala Arsy sambil menggumamkan sebait do'a. Dan


"Ahhhhhhhh". Tubuh Arsy mengelijang keatas kala Si Entong menerobos masuk kedalam rumah Si Eneng.


"Ah... Sayang....". Si Entong semakin bersemangat memasuki rumah Si Eneng, hingga membuat rumah Si Eneng mulai banjir lokal.


"Kamu sungguh nikmat, Sayang". Bisik Bagas, hingga membuat Arsy menarik tubuh Bagas dan menyembunyikan kepala nya di ceruk leher sang suami.


Do'a penutup di bisikkan Bagas saat Si Entong dan Si Eneng akan menyiram dalam rumah Si Eneng, hingga.


"Ahhhhhhhhh...". Suara penutup pergulatan panas itu pun membahana di dalam kamar mereka.


"Terima Kasih sayang". Bagas mengec** kening Arsy dengan lembut dan mengeluarkan paksa Si Entong dari rumah Si Eneng, hingga membuat pemilik rumah Si Eneng mende**" kecil. Dan kemudian merebahkan tubuh nya di samping Arsy.


"Aku sangat sangat sangat mencintai mu Ananda Arsy Gumilang". Bagas memeluk tubuh Arsy dan Arsy pun menelungkupkan wajah nya kedalam dada bidang Bagas.


######################


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2