
"Hai Kakak. Aku Aya. Cahaya Gumilang". Seorang gadis cantik berwajah indo menyapa nya dan membuat nya terkejut lalu beristighfar.
"Astaghfirullah". Arsy memekikan istighfar.
"Sayang, Kamu kenapa?". Bagas yang sedang membereskan lembaran pekerjaan tampak terkejut kala sang istri beristighfar kencang. Pria itu bergegas berlari menuju pembaringan dan duduk di samping Arsy yang tampak pucat.
Bagas pun meraih gelas berisi air putih yang memang selalu tersedia atas nakas yang berada di sisi pembaringan.
"Minum dulu". Arsy menerima segelas air putih yang di sodorkan Bagas, dan meneguk nya hingga tandas. Bagas pun meraih gelas yang sudah kosong dari tangan Arsy dan meletakkan nya kembali di atas nakas. Diraih dan di genggam nya tangan Arsy yang sedikit terasa dingin.
"Kamu mimpi buruk?". Arsy masih tampak termenung, lalu mengangguk pelan lalu menggeleng dan terdiam lagi berusaha memahami maksud mimpi nya tersebut.
"Aku mimpi ketemu sama Ayah, Bunda, Oma, Papa Bas, Mama Elle juga Aya". Tutur Arsy. Bagas mengernyitkan kening nya kala mendengar nama yang di rasa nya asing itu.
"Aya?". Arsy mengangguk saat Bagas mengumamkan nama Aya.
"Cahaya Gumilang". Bagas menghela nafas pendek lalu memeluk tubuh Arsy dengan erat. "Usia nya sebaya dengan Aku Mas. Kulit nya putih seperti Mama Elle wajah nya hampir mirip Kamu, cuma lebih lembut, nggak kaya Kamu garang". Bagas berdecak kesal mendengar akhir ucapan Arsy, namun justru membuat Arsy tertawa kecil.
"Mas. Kalau Aku pakai nama Ananda Arsy Hidayat gimana?" Tanya Arsy setelah beberapa saat mereka terdiam. Bagas yang terkejut lalu melihat kepada Arsy dengan tatapan penuh tanya.
"Rasa nya Aku nggak enak hati, kalau memakai nama Aya". Arsy memandang Bagas dengan penuh harap. Bahas mengusap lembut kepala Arsy.
"Bagaimana kalau kita mengumumkan setelah 40 hari Oma?" Tanya Bagas, Arsy pun mengangguk setuju.
Bagas kemudian memeluk tubuh Arsy dengan erat. Seperti nya amanat Oma yang ingin agar keberadaan Arsy yang masih hidup sebagai pewaris RH Company memang harus segera dia laksanakan secepatnya.
Maka dari itu mulai saat ini Dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang akan terjadi setelah mengumumkan Ananda Arsy Hidayat yang selama ini dinyatakan meninggal dunia, tenyata masih hidup.
Dia harus mulai menjaga keselamatan Arsy dengan lebih ketat, karena bisa dipastikan Bastian, Daniel, serta Amanda pasti tidak akan tinggal diam, dan bisa di pastikan mereka tidak segan-segan akan mencelakai Arsy demi mengamankan posisi mereka di perusahaan milik Ayah Arsy.
__ADS_1
"Tidurlah, ini sudah malam". Ucap Bagas sambil merebahkan tubuh Arsy di pembaringan. Dia pun akhirnya merebahkan tubuh nya di samping Arsy. Lalu memeluk Arsy dengan meletakkan kepada Arsy di dada nya. Bagas mengusap lembut punggung Arsy hingga tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Arsy.
Bagas pun semakin mengeratkan pelukan lalu mengecup pucuk kepala Arsy dengan lembut. "Aku akan selalu melindungi mu". Bisik Bagas lembut kepada Arsy yang sudah terlelap tidur.
🌷
🌷
🌷
Arsy mencium punggung tangan kanan Bagas dengan takzim. Akhirnya setelah seminggu mengajukan cuti, dilanjutkan dengan hari duka selama seminggu Arsy masuk kuliah kembali.
Kebetulan hari ini Bagas akan mengajar dalam kelas nya. Sejak semalam mantan gadis itu merajuk memohon kepada Bagas, agar pernikahan mereka di sembunyikan terlebih dahulu. Bagas mati-matian menolak usul Arsy. Pria itu enggan menuruti keinginan konyol Arsy tersebut.
Namun setelah Arsy mengatakan akan mengumumkan pernikahan setelah memperkenalkan identitas asli nya, Pria itu pun menyetujui keinginan istri nya tersebut. Alasan Arsy tidaklah sederhana, selama dia masih beridentitas Arsyka Cahaya Gumilang, maka dia akan menjadi adik dari Bagaskara Adityawarman Gumilang. Dan hal itu akan menjadi boomerang bagi pernikahan mereka, karena status mereka yang secara negara masih kakak beradik.
Karena itulah Bagas mulai mengurus untuk mengembalikan identitas Arsy kembali menjadi anak tunggal Rahmat Hidayat. Ternyata prosesnya tidak lah mudah membutuhkan waktu yang lumayan lama. Namun karena Bagas mempunyai koneksi dengan beberapa petinggi beberapa instansi hal tersebut tidak lah lama. Di perkirakan identitas Arsy bisa di gunakan kembali bertepatan dengan acara 40 hari kepergian Oma Shinta.
"Jangan tebar pesona. Ingat Kamu sudah bukan gadis lagi sekarang". Pesan Bagas di susul cembikan Arsy, saat wanita muda itu akan pamit keluar dari mobil Bagas.
"Itu pesan nya nggak kebalik?". Balas Arsy berbalik bertanya, membuat Bagas mengangkat alis nya dan memasang wajah tidak mengerti.
"Yang ketauan banyak fans nya siapa?". Tanya Arsy dengan nada kesal, "Mana sarkas semua lagi deretan fans nya". Bagas tertawa kecil mendengar gerutuan sang istri.
"Cemburu?". Ujar Bagas usil. Arsy mengerucutkan bibir nya kesal.
"Nggak kebalik lagi ngomong nya?". Lagi-lagi ucapan Bagas di balikkan kembali oleh Arsy. "Yang ketauan cemburuan siapa coba?". Bagas mengernyitkan kening nya menatap Arsy. "Nggak inget siapa yang langsung manggil kenceng, waktu Kak Ardi datang cuma mau ngucapin duka cita?. Padahal masih saudara sepupu tapi eum....". Arsy menghentikan ocehan nya kala Bagas langsung membungkam bi**r nya dengan bi**r.
Arsy bahkan sampai memukuli pelan dada Bagas, kala Bagas semakin memperdalam luma***nya.
__ADS_1
"Mas Bagas apaan sih". Arsy menghela nafas kesal saat Bagas melepaskan pangu*** nya dari bi*** Arsy. "Kalau nggak gitu, Kamu nggak berhenti ngoceh". Ujar Bagas seraya mengusap lembut bi*** Arsy dengan ibu jari nya, sebelum nya Dia mengecap ibu jari bekas mengusap bib** Arsy.
"Manis kaya ada rasa strawberry nya gitu". Arsy memukul kencang lengan kiri sang suami hingga sang suami mengaduh pelan. "Dasar mesum". Bagas terkekeh kecil mendengar gumamam sang istri.
"Mesum sama istri sendiri tuh dapat pahala cantik". Bagas mengusap lembut pucuk kepala Arsy lalu mengecup sekilas kening sang istri.
"Aku mau turun duluan. Udah kangen pengen ketemu sama DosGanSum kesayangan". Bagas menyentil pelan kening Arsy kala mendengar istri nya itu menyebutkan nama julukan yang di sematkan khusus sang istri untuk nya.
"Ish. Nggak dapat jatah nanti malam, baru tau rasa". Arsy lalu meraih tangan kanan sang suami dan lagi lagi mengecup punggung tangan itu dengan takzim. "Assalamu'alaikum". Arsy membuka pintu mobil lalu bergegas keluar dari dalam mobil Bagas, setelah memastikan tidak ada seorang pun yang ada di parkiran khusus dosen.
"Waalaikumsalam". Sahut Bagas kala Arsy menutup pintu mobil, lalu bersiap keluar dari mobil nya.
Tok Tok Tok
Bagas mengalihkan pandangannya kearah jendela samping kursi pengemudi. Bagas mengernyitkan kening nya saat melihat Arsy berdiri di samping mobil nya. Kemudian Bagas membuka kaca mobil bagian penumpang.
"Ada yang ketinggalan?". Tanya Bagas kebingungan. Karena seingatnya Arsy sudah jalan menjauh dari mobil nya. Kenapa sekarang sudah berada di samping mobil lagi. Arsy mengangguk pelan, lalu menundukkan wajah nya kearah Bagas.
Cup
"Jangan nakal ya Sayang". Kedua bola mata Bagas membulat dengan sempurna kala mendapat kejutan tiba-tiba dari sang istri.
Walaupun hanya sebuah kec**** singkat tapi hal itu sukses membuat Bagas terkejut. Apalagi kala Arsy mengerlingkan mata kanan nya dengan genit kepada nya.
"Kamu itu ...".
################
JANGAN LUPA DI LIKE SERTA KOMEN NYA YA
__ADS_1
MAKASIH LHO YANG UDAH LIKE, SPESIAL BUAT MAMAKE KESAYANGAN 🌷🌷🌷