Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 49 Rencana Bagas


__ADS_3

"Mas, Mbak Mar tadi ngasih kabar, kalau dia nggak bisa balik lagi kemari". Ujar Arsy sambil melukis abstrak di dada bidang sang suami.


"Kita cari orang lagi?". Arsy menggelengkan kepala nya pelan. Bagas mengusap lembut rambut Arsy, dan Arsy justru memeluk nya dengan erat.


"Ada apa?". Bagas bertanya, yang lalu di jawab Arsy "Kalau untuk sementara ini kita pindah rumah gimana?". Arsy mendongakkan kepala nya kearah Bagas yang sedang menatap nya.


"Kalau Aku nggak ada kelas dan Mas belum pulang Aku cuma sendirian di rumah". Arsy merengek sambil kepalanya sibuk mendusel di dada sang suami.


"Mau pindah ke apartemen Mas yang lama?". Tawaran Bagas di balas Arsy dengan anggukan kepala nya. "Ya sudah besok kita tidur di sana. Kalau Kamu nggak betah kita balik lagi ke sini oke". Arsy menganggukkan kepalanya lagi tanda setuju.


"Sudah mau maghrib. Kita bersih bersih dulu yuk". Bagas pun menggendong Arsy sesaat setelah istri nya itu mengangguk.


🌷


🌷


🌷


"Bagaimana Om apa sudah selesai?". Seorang pria paruh baya menganggukkan kepala nya lalu menyerahkan sebuah amplop coklat besar kepada Bagas.


Senyum Bagas pun terukir di wajah nya. Mana kala selesai memeriksa satu persatu isi berkas yang berada di dalam amplop tersebut.


"Apa Kamu sudah yakin Gas?". Bagas menganggukkan kepala nya dan pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas pendek dan kemudian menyandarkan tubuh nya di sofa ruang kerja Bagas.


Bagas pun berjalan menghampiri pria paruh baya yang biasa di sapa nya Om Ardi, dan kini kedua nya duduk saling berhadapan berbatas meja sofa.


"Biarkan mereka menikmati apa yang menjadi hak nya Arsy. Toh Arsy juga tidak berminat mengambil gak nya itu dari tangan mereka kok Om". Tutur Bagas.


"Tapi setidak tidak nya Kamu harus memberitahu khalayak kalau putri Rahmat masih hidup. Dan Dia lebih berhak menduduki kursi kepimpinan RH Company di bandingkan si Amanda dan antek antek nya itu". Bagas menghela nafas pendek lalu menyandarkan tubuh nya di sofa, ucapan Om Ardi membuatnya kembali teringat percakapan nya beberapa hari yang lalu dengan Arsy. Istri nya itu tidak menginginkan sama sekali mengambil alih RH Company.


Dia hanya ingin keberadaan nya sebagai seorang Ananda Arsy Hidayat yang merupakan putri tinggal dari Rahmat Hidayat dan Mia di akui secara sah secara hukum dan negara.

__ADS_1


Masalah hak waris yang kini di kuasai oleh Amanda dan antek-antek, Arys tidak perduli. Toh dengan menjadi istri dari seorang Bagaskara Adityawarman Gumilang dia tidak akan kekurangan satu apa pun. Bukan nya selain sebagai seorang dosen, sang suami juga seorang pengusaha kuliner dan sudah memiliki beberapa cabang di berbagai kota. Jadi bisa dipastikan Arsy tidak membutuhkan RH Company lagi. sebagai bagian warisan nya.


"Bagaimana seandainya Amanda tidak mengakui keberadaan Arsy?". Sebuah pertanyaan di lontarkan Om Ardi kepada Bagas.


"Beberapa waktu yang lalu saat Bagas merapikan kamar Oma, Bagas menemukan ini Om". Bagas meletakkan sebuah file yang dia letakkan di bawah meja sofa ruang kerja nya.


Ardi meraih file yang Bagas letakkan dan membaca nya dengan teliti.


"Ini bisa jadi barang bukti untuk menjerat mereka menjadi tersangka pembunuhan berencana Gas". Kedua bola mata Om Ardi dengan sempurna, bahkan suara Om Ardi bahkan terdengar sangat marah, setelah selesai membaca berkas yang Bagas serahkan.


"Bagas juga berharap bisa menjerat mereka Om. Hanya saja Arsy tidak menginginkan hal itu. Kata nya semua ini sudah menjadi takdir nya. Dan dia ikhlas menjalani semua nya". Om Ardi hanya bisa menghela nafas menanggapi ucapan Bagas. Memang harus dia akui istri Bagas itu memang seorang wanita yang baik, sehingga dia bisa dengan ikhlas memaafkan orang orang yang telah menyakitinya serta membuat kedua orang tua nya meninggal karena keserakahan.


"Yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana keselamatan Arsy ketika kita memberitahukan identitas asli nya. Bagas takut Amanda dan antek anteknya akan mencelakai Arsy lagi Om". Ujar Bagas lirih


Om Ardi menepuk pelan punggung kanan belakang Bagas, lalu berkata "Kamu tenang saja. Kita bisa mengancam mereka dengan bukti yang kita miliki, seandainya mereka kembali nekat menyakiti Arsy juga Kamu".


"Buat copy an semua berkas berkas ini. Simpan di berbagai tempat juga beberapa orang kepercayaan Kamu, termasuk pihak kepolisian yang Kamu percayai agar bisa menjaga berkas berkas ini. Jadi, jikalau seandainya Kamu atau Arsy celaka, kita bisa membuka aib mereka secara langsung. Ingat, setelah Kamu mengumumkan identitas asli Arsy akan banyak hal yang bisa membuat Arsy dalam bahaya.Dan tugas mu lah untuk menjaga keselamatan nya ". Bagas mengangguk mendengar nasehat Om Ardi.


"Mengadakan konferensi pers mengenai keberadaan Arsy dan juga memberikan bukti kalau bukan Bagas lah yang menabrak Ayah juga Bunda". Jawab Bagas yakin.


"Lalu Kamu akan membocorkan siapa pelaku penabrak sebenarnya?". Pertanyaan Ardi di balas dengan senyum misterius Bagas.


"Seperti nya akan lebih menarik kalau kita sedikit bermain dengan mereka, benar nggak Om?". Ardi melihat kearah Bagas dengan tatapan tidak mengerti. Bagas pun menghela nafas kecil lalu mengeluarkan selembar kertas kosong dan sebuah sebuah balpoint.


Bagas menulis beberapa point yang membuat kedua bola mata Om Ardi menatap tidak percaya kepada Bagas.


"Kamu serius dengan semua hal ini Gas?". Bagas menganggukkan kepala nya. Om Ardi pun hanya bisa bisa menghela nafas kecil.


"Kamu yakin hal ini tidak akan membahayakan Arsy?". Kembali Om Ardi mengajukan pertanyaan kepada Bagas.


"Bagas yakin mereka tidak akan berani Om". Jawab Bagas.

__ADS_1


"Bukankah Arsy tidak menginginkan nya?". Tanya Om Ardi kembali.


"Iya, tapi Bagas hanya ingin Arsy mendapatkan hak nya sebagai pewaris tunggal RH Company". Jawab Bagas tegas.


"Bagaimana kalau Arsy menolak?. Kamu pasti sudah paham kan bagaimana sifat juga sikap Arsy. Dia bukan wanita yang gila akan harta Gas". Tutur Om Ardi.


"Bagas paham hal itu Om. Karena itulah dia hanya ingin khalayak tau tentang identitas nya tanpa ingin mengambil hak nya di RH Company. Tapi bukan kah sebagai pewaris tunggal Arsy berhak mendapatkan nya walaupun dia tidak menginginkan nya?". Ucap Bagas.


"Yang kita hadapi ini bukan hanya Amanda, Gas ". Ujar Om Ardi dengan nada sedikit meragu.


"Ingat Amanda itu hanya di jadikan boneka oleh Daniel. Belum lagi Tian, yang Om yakin masih menganggap Kamu sebagai saingan berat nya. Om nggak yakin rencana Kamu ini akan berjalan lancar". Ucap Om Ardi.


"Om tenang saja. Insya Allah Bagas yakin rencana ini akan berhasil. Dan semoga sama Arsy mau di ajak bekerja sama". Bagas berkata dengan sangat meyakinkan Om Ardi, hingga Om Ardi hanya bisa menghela nafas pelan.


"Om nggak habis pikir dengan rencana Kamu ini. Kamu yakin Tian nggak akan berbuat lebih jauh lagi?". Kembali Om Ardi bertanya kepada Bagas.


"Setahu Bagas dia sangat mencintai Amanda, karena itulah Tian begitu bernafsu ingin menghabisi Bagas.Kalau rencana ini berhasil, bukan hanya hak Arsy yang akan kembali menjadi milik Arsy, tapi juga akan menjadi kehancuran bagi mereka semua nya". Bagas berucap dengan nada tegas dan bernafsu


Om Ardi mengerti keinginan Bahas, yang ingin RH Company jatuh ke tangan Arsy. Karna Arsy adalah putri tunggal Rahmat Hidayat jadi otomatis Arsy lebih berhak atas RH Company di bandingkan Amanda.


Hanya saja rencana yang baru saja Bagas usulkan cukup membuat nya khawatir atas, keselamatan Arsy juga rumah tangga Bagas dan Arsy yang bahkan belum sebulan berjalan.


"Kamu yakin Tian, sangat mencintai Amanda bukan RH Company?". Bagas yang terkejut dengan pertanyaan Ardi secara refleks menegakkan posisi duduk nya dan menatap Ardi dengan serius.


"Maksud Om?".


#####################


KOMEN DAN LIKE NYA JANGAN LUPA YA


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2