Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 36. Memang Harus?


__ADS_3

"Seneng amat". Arsy mengangkat kepala lalu melihat kearah sang pemilik suara. Wajah nya langsung memerah saat melihat pemandangan indah yang berada di hadapannya.


"Kenapa nggak pakai baju di kamar mandi sih Mas". Ujar Arsy yang masih mengalihkan pandangan nya dari sang suami.


"Kamu nya kan nggak ngasih baju ganti". Ujar Bagas yang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, seraya memamerkan tubuh nya yang pelukable kepada istri nya yang sedang sibuk mengalihkan pandangan nya dari godaan halal yang terpampang di hadapan nya.


Arsy pun beranjak dari duduk nya hendak berjalan ke lemari pakaian Bagas.


"Ya udah. Aku ambilin du_". Ucapan menggantung di udara saat tiba-tiba Bagas memeluk nya dari belakang.


"Mas". Panggil Arsy pelan saat tubuh atas polos Bagas, menyentuh punggung nya yang berbalut piyama panjang.


"Hem". Bukan menjawab, Bagas justru semakin mengeratkan pelukan nya dan meng*c*p lembut leher Arsy hingga membuat Arsy terkejut.


"A .. Aku ambil baju dulu". Arsy semakin bergidik saat tangan Bagas, mulai menyusuri masuk kedalam baju piyama, membuat bulu kuduk Arsy pun merinding. Suara nya seketika itu juga tak bisa keluar dan tak dapat berucap.


Arsy menahan nafas nya kala sentuhan Bagas semakin membuat nya tak bisa bergerak.


"Adit... Chika". Arsy menghela nafas lega, sementara Bagas menghela nafas kesal saat mendengar pintu kamar yang tergedor dengan kencang dan suara lantang Oma yang memanggil mereka dari balik pintu.


"Iya Oma". Sahut Arsy yang lalu melerai pelukan Bagas, yang dengan terpaksa Bagas turuti. Arsy pun bergegas berjalan menuju pintu kamar. Sementara Bagas melangkahkan kaki nya menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian nya.


Ceklek


Pintu pun terbuka, nampak Oma Shinta berdiri di depan pintu dengan tersenyum jahil.


"Sudah mau adzan maghrib, kita sholat berjamaah dulu yuk". Seru Oma mengulum senyum nya.


"Iya Oma". Sahut Arsy gugup.


"Mana Bagas?". Tanya Oma. Arsy pun membuka pintu kamar nya dengan lebar.


"Iya Oma". Jawab Bagas yang lalu meletakkan dagu nya di pucuk kepala Arsy, karena tinggi Arsy memang hanya sebatas dagu Bagas.


"Masih sore. Jangan buka segel dulu". Goda Oma, hingga membuatmu wajah Arsy menjadi merah menahan malu, sementara Bagas justru menampilkan wajah berpura-pura kesal kepada Sang Oma.


"Justru Oma yang ganggu, waktu mau pemanasan". Seloroh Bagas yang di hadiahi Arsy pukulan di lengan nya.


"Ck. Dasar bujang lapuk. Kamu takut si Entong mati suri gitu, pakai pemanasan dulu?". Oceh Oma, di susul tawa garing Bagas dan tatapan bingung Arsy.


"Astaghfirullahalazim Oma, kalau Entong mati suri, Oma auto gagal punya cicit. Emang nya Oma nggak pengen punya cicit dari Adit gitu?". Arsy memukul lengan Bagas dengan kencang saat mengetahui perihal yang di maksud oleh Oma Shinta dan juga Bagas.

__ADS_1


"Udah ah. Jadi bahas yang aneh aneh". Arsy pun meraih lengan kanan sang Oma lalu mengajak Oma Shinta berjalan menuju ruang sholat.


"Sayang. Kok Kamu malah gandengan sama Oma". Protes Bagas yang lalu mengapit lengan kanan Arsy dan memeluk nya dengan erat.


"Dasar bucin". Gerutu Oma saat melihat Bagas yang enggan melepaskan pelukan nya dari lengan Arsy.


Bagas terkekeh geli melihat wajah Oma yang berpura-pura merajuk. Arsy hanya menggelengkan kepala nya melihat perdebatan receh nenek dan cucu kandung tersebut.


"Oma cemburu ya. Cucu nya di ambil Adit". Goda Bagas seraya menaik turunkan alis nya usil.


"Mas Bagas ih. Jangan suka usil sama Oma ah". Protes Arsy hingga membuat Oma tersenyum penuh kemenangan.


"Nanti habis Isya. Kamu ke kamar Oma yang Nak. Oma kangen tidur sama Kamu". Ucap Oma. Bagas langsung melepaskan lengan Arsy lalu berdiri di hadapan Oma dan Arsy dengan wajah protes.


"Nggak bisa Oma". Oma menatap Bagas dengan tatapan pura-pura heran.


"Kenapa?". Balas Oma. Bagas menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


"Itu...". Bagas tampak bingung mengucapkan keinginan nya.


"Heleh. Palingan Kamu ngelarang Chika buat tidur sama Oma mau unboxing kan?". Bagas tersenyum meringis mendengar ucapan Oma nya yang benar itu.


Sementara Arsy hanya bisa menatap kaki nya yang berbalut sandal rumah dengan wajah memerah. Ucapan sang Oma membuat nya malu juga ketakutan di waktu yang sama.


"Udah adzan. Buruan kita sholat". Bagas pun memutuskan keheningan di antara mereka berdua. Arsy hanya mengulum senyum saat sang suami berjalan lebih dulu di depan nya.


Arsy mempercepat langkahnya lalu meriah jemari kiri Bagas dan kemudian mengenggam nya dengan erat lalu menyenderkan kepala nya di lengan Bagas selama perjalanan ke ruang sholat.


Bagas yang terkejut dengan tingkah sang istri pun menoleh kearah Arsy yang memasang wajah tersenyum manis.


Bagas pun mengusap lembut pucuk kepala Arsy lalu mengecup kening nya dengan lembut dan mengeratkan gengaman tangan mereka.


🌷


🌷


🌷


Ceklek


Bagas mengalihkan pandangan nya dari layar laptop yang di pangkuan nya kearah pintu kamar nya yang terbuka.

__ADS_1


Tampak Arsy memasuki kamar mereka setelah habis makan malam dan sholat isya tadi Oma Shinta langsung menarik Arsy ke kamar nya.


"Nggak jadi tidur sama Oma?". Tanya Bagas membuka kacamata baca nya yang tadi sempat membuat Arsy terpana karena kadar ketampanan sang suami bertambah berlipat-lipat saat mengebakan kacamata baca nya.


Arsy berpura-pura menutupi kegugupan nya karena pesona Bagas dengan menghindari tatapan Bagas.


"Oma tuh cuma mau ngisengin cucu nya aja". Bagas menghela nafas panjang mendengar ucapan istri nya.


Bagas meletakkan kacamata baca juga laptop nya di atas meja sofa kamarnya.


"Sini Dek". Bagas menepuk paha kanan nya, dan meminta Arsy untuk duduk di pangkuan nya.


Dengan perlahan-lahan dan malu-malu, Arsy pun menghampiri Bagas dan kemudian duduk di pangkuan Bagas dengan posisi saling berhadapan.


Bagas menautkan kedua tangan nya di pinggang Arsy. Sementara Arsy menautkan kedua tangan nya di leher Bagas.


Mereka saling bertatapan dengan mesra dan sesekali saling melemparkan senyum.


"Udah siap?". Arsy mengernyitkan kening nya mendengarkan Pertanyaan Bagas.


Bagas pun dengan gemas mengigit pelan pucuk hitung Arsy, hingga gadis itu bisa merasakan harum mint sehat yang keluar nafas Bagas.


"Emang harus?". Kali ini Bagas yang mengernyitkan kening nya mendengar pertanyaan Arsy.


"Apa nya yang harus?". Arsy melepaskan tangan kanan nya dari Bagas lalu menggaruk belakang leher nya yang tidak gatal sambil mengulum senyum.


Ctik


Arsy mengusap lembut kening nya saat jemari Bagas menjentik manja kening nya yang tidak berhijab. Gadis itu bahkan mengerucutkan bibirnya saat Bagas selesai menyentil kening nya walaupun Bagas melakukan itu dengan pelan.


"Mikirin apaan hayo?". Tanya Bagas membuat Arsy salah tingkah.


"Ish Mas Bagas nyebelin". Arsy memukul pelan dada Bagas, hingga membuat Bagas pun terkekeh geli.


Bagas kedua telapak tangan Arsy lalu menggenggam nya dengan erat dan kemudian mengecupi nya dengan lembut, lalu menyatukan kedua kening mereka, hingga membuat kedua hidung mancung mereka pun bersentuhan.


#############


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK NYA YA


LIKE, KOMEN NYA JANGAN LUPA.

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2