
"Ehm... Maaf ganggu". Ucap Fira hingga membuat sepasang makhluk yang terlihat tengah berpelukan itu pun melerai pelukan nya.
Bisma yang terkejut mendengar suara Fira itu puj langsung membalikkan tubuh nya dan mendapati Fira berdiri di belakang nya dnegan melipat kedua lengan tangan nya di dada sambil melihat sinis kepada Bisma yang langsung mendorong pelan tubuh gadis yang mengenakan kebaya berwarna peach, namun gadis berkebaya peach itu justru ingin kembali merangkul lengan Bisma, namun langsung di tepis oleh Bisma.
"Kamu sudah sampai Dek". Fira tersenyum kecil kala Bisma justru meninggalkan gadis itu dan menghampiri nya, dengan tatapan khawatir karena melihat ekspresi dingin dan jutek Fira kini menghiasi wajah cantik gadis remaja yang mengenakan kebaya berwarna senada dengan batik yang di kenakan Bisma.
"Stop". Langkah Bisma langsung terhenti kala Fira merentangkan ke depan kedua telapak tangan nya saat Bisma tinggal beberapa langkah lagi di hadapan nya.
"Mama, Papa dan yang lain nya nyariin Kakak, nggak tau nya Kakak malah lagi asik disini". Ucap Fira sambil tersenyum tipis dan menatap malas kepada Bisma seraya menahan rasa sesak nya.
Bisma terdiam saat Fira memanggil nya Kakak bukan Mas seperti biasa nya. Padahal sejak kecil Fira selalu memanggil nya Mas, dan bagi Bisma panggilan Mas itu adalah panggilan kesayangan nya, karena hanya Fira saja yang di izinkan nya memanggil Mas selain keluarga inti dan para sahabat Papa dan Mama nya.
"Dek". Panggil Bisma pelan. Fira menghela nafas pelan.
"Aku duluan, jangan lupa ke aula yang lain sudah menunggu Kakak di sana". Ucap Fira lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan Bisma dan gadis yang Fira ketahui bernama Fahira, teman sekelas Bisma yang menyukai Bisma sejak kelas 10.
Fahira menghampiri Bisma, namun Bisma justru berlari kecil menyusul Fira.
"Dengerin Mas dulu". Bisma meraih pergelangan tangan kanan Fira hingga gadis yang baru lulus SMP itu pun menghentikan langkah nya.
Fira menepis tangan Bisma dengan kesal dan berdiri berhadapan dengan Bisma.
"Mau suruh Aku denger apaan?" Bisma menghela nafas pelan lalu meraih kedua bahu Fira dan memegang nya dengan erat memaksa remaja cantik itu menghadap nya.
__ADS_1
"Apaan sih Kak, lepasin". Ucap Fira berusaha melepaskan pegangan Bisma di bahu nya.
"Dengerin Mas dulu, baru Mas lepasin". Ucap Bisma tegas.
"Nggak ada yang perlu Kak Bisma jelasin ke Aku. Toh kita nggak ada hubungan apa apa ini kan?. Jadi mau Kak Bisma pelukan atau ngelakuin hal lain juga, nggak ada urusan nya sama Aku". Bisma pun akhir nya melepaskan pegangan tangan nya di kedua baju Fira ketika gadis cantik itu selesai berucap, walau pun ternyata Dia harus merasakan sakit atas ucapan nya sendiri.
"Apa sedikit pun Mas tidak pernah ada dalam pikiran Kamu?". Tanya Bisma menatap dalam kedua bola mata Fira.
Sebisa mungkin gadis manis itu menutupi perasaannya saat ini, dengan senyuman yang menghiasi wajah nya.
"Apa menurut Kakak, di usia Aku saat ini sudah bisa mengerti arti sebuah perasaan?". Bisma tersenyum getir mendengar pertanyaan Fira.
Tak ada yang salah dengan apa yang Fira ucapkan. Memang sudah seharusnya di usia nya Fira tak memikirkan sebuah perasaan yang berhubungan dengan cinta dan yang lain nya.
"Setidak nya jangan hanya bisa mengambil kesimpulan dengan hanya melihat tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu". Bisma pun melangkahkan kaki nya meninggalkan Fira yang lebih memilih terdiam menatap kepergian Bisma.
Gadis itu menghela nafas lalu menjongkokkan tubuh nya dan menutupi wajah nya dengan kedua dengkul nya.
Tubuh nya bergetar kecil menahan tangis nya, hingga tangisan kecil itu kembali tertahan kala sebuah usapan lembut di kepala nya membuat nya ikut mendongakkan kepala kearah sang pengusap.
Kedua netra Fira menatap lembut kepada sosok yang kini ikut berjongkok di hadapan nya.
"Jangan menangis, Mas paling nggak bisa lihat Kamu sedih apalagi menangis". Bisma mengusap lembut air mata yang membasahi pipi mulus Fira.
__ADS_1
"Maaf, kalau selama ini Mas selalu memaksa untuk selalu berada di dekat Kamu, sehingga Kamu menjadi merasa tidak nyaman dengan keberadaan Mas.Maaf kalau Mas sudah membuat Kamu merasa sakit hati di usia dini. Tapi Mas berharap kelak Kamu bisa membalas perasaan Mas terhadap Kamu sejak Kamu lahir. Mengizinkan Mas untuk tetap berada di dekat Kamu, hingga hati Kamu sendiri yang akan memilih bersama atau meninggalkan Mas nanti".
Bisma membulatkan kedua bola mata nya, ketika Fira tiba tiba menabrak tubuh nya yang tengah berjongkok, bahkan Bisma sampai harus terjatuh duduk saat menangkap tubuh Fira yang kini sudah membenamkan wajah nya di dada Bisma.
"Maaf". Bisma mengusap lembut pucuk kepala Fira berkali kali, hingga gadis itu menghentikan tangisan kecil nya.
"Apa Mas Bisma mau nunggu Aku beberapa tahun lagi?". Tanya Fira yang kini sudah melerai pelukannya dengan Bisma.
"Mas sudah nunggu Kamu selama 14 tahun, nggak ada salah nya kalau harus menunggu beberapa tahun lagi. Tapi..". Bisma menggantung ucapannya membuat Fira mengernyitkan kening nya.
"Selama menunggu, Mas mau Kamu menjadi milik Mas". Kedua bola mata Fira membulat, ketika tiba tiba sebuah cincin Bisma loloskan di jemari manis tangan kanan Fira.
"Ini nama nya pemaksaan". Protes Fira namun tak melepaskan cincin yang di sematkan Bisma.
"Kata Ayah dan Papa lelaki sejati itu tidak akan mengajak pacaran, tapi langsung mengajak nikah. Nah berhubungan Kamu masih belum cukup umur Mas sudah meminta izin sama Ayah untuk menandai Kamu sebagai milik Mas". Fira mengerucutkan bibir nya mendengar ucapan Bisma.
Bisma pun bangkit dari posisi nya untuk berdiri lalu menyodorkan tangan kanan nya kepada Fira yang langsung di sambut oleh Fira.
"Jangan nakal, jaga hati, karena mulai saat ini dan seterusnya Kamu sudah menjadi milik Mas, dan Mas juga sudah menjadi milik Kamu". Ucap Bisma hingga membuat wajah Fira pun merona.
"Apaan sih. Udah buruan, nanti yang lain nyariin". Bisma terkekeh kecil saat Fira menepuk bahu nya sambil mendorong tubuh nya untuk berjalan.
Jangan lupa like dan komen nya ya
__ADS_1
See You next bab