Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 24. Riska Dan Manda


__ADS_3

Bagas mengajukan cuti mengajar di kampusnya untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Arsy selama seminggu.


Ya Bagas sudah memutuskan untuk mempensiunkan nama Chika dilingkungan keluarga nya. Dan mulai menggunakan nama Ananda Arsy Hidayat sebagai nama asli Chika, terutama pada saat ijab kabul nanti.


Sementara Arsy sedang sibuk dengan beberapa ujian di kampus nya, sehingga gadis itu lebih menyerahkan segala urusan nya kepada Bagas juga Oma Shinta.


Oma Shinta pun tak kalah sibuk nya dengan Bagas, justru Oma lah yang paling semangat mempersiapkan pernikahan Bagas dan Arsy.


Walaupun pernikahan mereka hanya di hadiri oleh kerabat juga beberapa orang kepercayaan keluarga Bagas, namun Oma tampak nya tidak ingin acara tersebut berjalan sederhana.


Untuk akad akan di gelar secara tertutup. Tujuan nya tak lain dan tak bukan agar pihak Amanda, Daniel dan Bastian tidak mengetahui keberadaan Arsy yang masih hidup.


Bisa di pastikan keselamatan Arsy akan terancam, jikalau Mereka mengetahui keberadaan Arsy saat ini.


Bagas dan Oma yang tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi terhadap Arsy pun akhirnya meminta beberapa orang pengawal nya untuk mengawasi dan menjaga Arsy.


Belum lagi Bagas menugaskan seorang pengawal wanita yang selalu mengawal Arsy sejak Arsy remaja secara rahasia, bahkan Arsy pun tidak mengetahui kalau selama ini pengawal itu selalu berada di sekitar nya kecuali saat berada di rumah.


Ya Lia, sahabat Arsy sejak SMP itu merupakan putri dari Pak Sabeni salah seorang pengawal kepercayaan keluarga Bagas. Dan hal itu tidak Arsy ketahui sama sekali hingga detik ini.


##########


Lain hal nya dengan Manda. Wanita itu tampak nya masih penasaran dengan sosok Chika yang kalau di lihat lebih lanjut mirip dengan Mia, kakak ipar nya.


Melalui beberapa orang kenalannya Manda mulai mencari tahu siapa Chika, wanita yang di akui Ditya sebagai calon istri nya itu membuat Manda sangat penasaran.


Namun nampak nya dia tidak berani memberitahu Daniel juga Tian tetang pertemuan nya dengan Ditya juga Chika. Manda tidak ingin niat nya untuk kembali bersama Ditya di ketahui Tian. Manda takut Tian akan melakukan hal yang sama yaitu kembali mencelakai Ditya seperti 19 tahun yang lalu.


"Seperti nya Aku harus mencari tahu dimana Ditya tinggal sekarang". Gumam Manda sambil melihat foto Bagas dan diri nya 19 tahun yang lalu, saat mereka masih berhubungan sebagai sepasang kekasih.

__ADS_1


Manda menyunggingkan senyum memandangi foto tersebut, sambil terus menerus mengusap lembut foto yang terpampang wajah Ditya.


"Ternyata Kamu semakin tampan Ditya". Gumam nya menatap lekas layar HP nya.


"Aku akan melakukan apa pun agar Kamu kembali menjadi milik ku". Senyum tipis menghiasi wajah Manda.


"Mama". Manda berdecak kesal memandang pintu ruang kerja nya yang terbuka lebar dengan tiba-tiba.


Sesosok gadis langsung duduk di sofa ruang kerja Manda. Sementara seorang wanita seusia Manda berdiri di sisi sofa yang gadis itu duduki.


"Maaf Bu Manda Nona Riska, langsung masuk kedalam ruangan". Ucap Sang Sekretaris sambil menunduk dalam-dalam tak berani melihat Manda yang tengah menatap nya tajam.


"Sudah berkali-kali Saya bilang. Saya bukan Mama Kamu". Bentak Manda kesal. Riska tersenyum kecil lalu melihat kearah Manda dengan tajam.


"Jangan jadi orang tua durhaka Mama" Riska tertawa mengejek kepada Manda, dengan santai gadis cantik itu melipat kedua tangan nya sebatas dada, lalu melihat kepada Manda dengan tatapan menyindir "Suka tidak suka, Aku lahir dari rahim mu Ma". Ujar Riska tegas.


Terdengar decakan kesal dari Manda, apalagi Riska dengan sengaja berucap, "Jadi terimalah takdir kita yang harus berhubungan ibu dan anak" itu dengan nada datar namun menyinggung.


Sejak hamil Riska, Manda memang tidak pernah bisa menerima kenyataan tersebut. Bahkan dia tidak tahu siapa ayah dari Riska, apakah Tian yang saat itu sudah menjadi suami nya. Atau Daniel ayah mertua nya yang dengan tega memperkosa nya saat Daniel pulang dari sebuah club malam dan Manda saat itu baru saja selesai minum di dapur.


Beruntung Tian tidak mengetahui tragedi tersebut, sehingga ketika Manda hamil, Tian pun merasa senang. Tapi tidak dengan Manda. Baik itu anak Tian atau Daniel, wanita itu tidak rela kalau harus memiliki anak dari mereka, karena selama ini Dia merasa terjebak dalam hubungan Ayah dan Anak tersebut.


"Berhentilah berharap kepada orang yang tidak menginginkan mu Ma". Ucap Riska dingin masih menatap Manda yang tengah duduk di kursi kerja nya. "Bersyukurlah dengan apa yang Mama miliki saat ini". Manda berdecih membalas ucapan Riska.


"Menikah dengan Papa Mu adalah hal terbodoh yang Aku lakukan" Riska tersenyum kecil menanggapi ucapan Manda, walupun sakit hati Riska masih bisa membalas ucapan sini sang Mama dengan tertawa lirih "Dan memiliki Kamu adalah hal tersial dalam kehidupan ku!".


Miris nya ucapan itu keluar dari mulut orang yang sudah melahirkan nya. Sedih?. Sudah pasti penolakan Manda terhadap diri nya membuat Riska terkadang membenci keadaan yang memaksa nya harus menerima Manda sebagai ibu nya.


"Mau apa Kamu ke ruangan kesini? ". Tanya Manda sinis.

__ADS_1


"Hanya mau memberikan ini". Manda berjalan menghampiri meja Manda dan menyerahkan beberapa lembar foto kepada Manda.


"Berhentilah berharap. Pak Bagas berhak bahagia. Dan kebahagiaan nya itu hanya bisa diberikan oleh Chika". Manda membulatkan mata nya lebar-lebar.


Ditatap nya dengan dalam wajah anak semata wayang nya yang entah dari bibit mana. Sang suami atau mertuanya. Entahlah bahkan Manda sendiri pun tak tau siapa ayah kandung Riska.


"Kalau Mama berani mengusik kebahagiaan mereka. Jangan salahkan kalau Aku akan melaporkan kepada Papa juga kepada Opa, kalau Mama masih menaruh harapan kepada Pak Bagas!". Manda menggebrak meja dan menatap tajam Riska yang bersikap santai di hadapan nya.


"Ingat. Mama akan jadi melarat kalau sampai melepas Papa". Riska tersenyum kecil saat guratan kemarahan di wajah Manda.


"Satu lagi. Nikmatilah kemewahan yang Mama miliki saat ini, sebelum akhirnya sang pewaris sah datang". Riska pun beranjak pergi meninggalkan ruangan kerja Manda sang Ibu yang tak pernah menganggap nya.


Riska menutup pintu ruang kerja sang Mama. Air mata nya mulia menetes membasahi pipi nya.


"Ya Tuhan. Perlunak lah hati Mama Ku agar bisa menerima keberadaan ku". Gumam Riska lirih lalu menghapus butiran air mata yang membasahi pipi nya.


"Sialan". Teriak Manda dari ruang kerja yang masih di terdengar oleh Riska.


"Berani-beraninya anak sialan itu mengancam Ku". Umpat Manda kesal lalu membanting gelas kearah pintu ruang kerja nya. "Aku harus mencari di mana Ditya tinggal saat ini". Manda memijat kening nya sambil mendudukan tubuh nya di kursi kerjanya.


Senyum nya kembali terukir saat dia mengingat dimana dia bisa bertanya tentang keberadaan Bagas.


"Oma Shinta". Dia pun segera beranjak dari duduk nya. "Aku tau nenek tua itu pasti tau di mana keberadaan Ditya". Manda segera beranjak mengambil tas nya lalu beranjak pergi meninggalkan ruang kerja nya.


Langkah kaki nya semakin cepat saat dia melihat pintu lift di lantai tempat nya bekerja hendak tertutup.


"Mau pergi kemana Kamu Manda?".


############################################

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA


__ADS_2