Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 59. Dua Yess


__ADS_3

"Berangkat sekarang aja yuk". Arsy meraih sling bag nya yang berada di buffet ruang tengah.


"Kuy lah. Tapi naik mobil aja ya. Gue nggak berani bawa Lo kalau naik motor". Arsy menghela nafas nya.


"Gue nggak kenapa kenapa Lia. Bisa kok naik mo...".


Brugh


"Sayang".


"Chika".


Bagas, Lia dan Juwono serempak memanggil nama Arsy saat tubuh Arsy hendak jatuh ke lantai. Beruntung Bagas yang selalu mengekor di belakang Arsy sigap menangkap tubuh Arsy sebelum jatuh ke lantai.


"Astaghfirullah, Sayang bangun". Bagas menepuk pelan pipi Arsy. "Ju, tolong ambil kunci mobil Aku di buffet dekat TV". Pinta Bagas saat menggendong ala bride style tubuh Arsy.


"Pakai mobil Ku aja Mas". Jawab Juwono yang bergegas membuka pintu unit apartemen Bagas. Mereka pun bergegas keluar unit, dan berlari kecil menuju lift hingga ke parkiran.


Juwono memacu kendaraan nya dengan sedikit kencang menuju Rumah Sakit. Beruntunglah jalan raya pada saat itu masih lenggang sehingga hanya dengan jangka waktu 10 menit kendaraan itu sudah tiba di Rumah Sakit.


"Dokter tolong periksa istri Saya". Pinta Bagas saat tiba di ruang IGD dan berpapasan dengan seorang wanita mengenakan jas putih.


"Sebentar ya Pak". Dokter wanita itu pun bergegas memeriksa keadaan Arsy yang masih pingsan.


"Istri Bapak hanya kecapekan, nanti setelah Istri Bapak siuman, bisa di bawa ke poli Obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut". Ucap Dokter wanita sambil tersenyum kepada Bagas.


"Maksudnya Istri Saya hamil Dok?". Wajah Bagas berubah bahagia saat mendengar ucapan Dokter tadi.


"Insya Allah, seperti nya Istri Bapak saat ini memang sedang mengandung. Untuk lebih jelas nya Bapak bisa periksa ke poli setelah Istri Bapak siuman". Bagas mengangguk mendengarkan penjelasan sang Dokter.


"Kalau begitu Saya permisi dulu Pak".


"Ia Dokter, Terima Kasih". Dokter itu pun pergi setelah mengangguk kepada Bagas.


"Gimana Pak?". Tanya Lia saat melihat Bahas keluar dari ruang IGD.


"Harus cek ke poli Obgyn dulu". Jawab Bagas.


"Poli Obgyn itu bukan biasa nya buat orang-orang hamil ya Pak?". Tanya Lia yang di anggukin oleh Bagas.

__ADS_1


"Alhamdulillah. Selamat ya Pak". Lia bertepuk tangan kecil mendengar penjelasan Bagas.


"Masih harus di cek dulu, supaya ketahuan hasil nya". Ucap Bagas.


"Mudah mudahan hasil nya positif ya Pak".


"Aamiin". Bagas, Juwono bahkan Lia mengaminkan ucapan Lia.


"Saya masuk kedalam lagi ya. Kalau kalian mau periksa kalian duluan saja". Ujar Bagas kepada Lia dan Juwono


"Kita bareng aja Pak. Mungkin sebentar lagi Chika sadar". Lia membalas ucapan Bagas, yang enggan memeriksa diri nya sendiri, jikalau tidak bersama Arsy.


"Ya sudah Saya masuk ke dalam dulu ya". Bagas pun bergegas masuk setelah Lia dan Juwono mengangguk.


🌷


Bagas meraih bangku tunggu, dan meletakkan di sisi kanan bangkar Arsy. Berkali kali Bagas mengecupi punggung tangan kanan Arsy, sambil sesekali mengusap lembut kening Arsy.


"Cepat siuman Sayang, habis itu kita periksa ke Dokter". Ucap Bagas berbisik.


Lagi lagi Bagas mengecupi punggung tangan sang istri dengan lembut. Hingga sebuah lenguhan membuat Bagas bangkit dari duduknya dan bergegas mendekat kepada Arsy


"Mas Bagas". Panggil Arsy pelan.


"Pengen peluk". Rengek Arsy manja. Bagas mengulum senyuman nya lalu memeluk tubuh Arsy dengan erat.Arsy menghirup dengan dalam aroma musk yang menguar dari tubuh Bagas. Sungguh harum tubuh Bagas selalu menjadi candu bagi nya ketika dia merasa lemas.


"Sudah enakan?". Bagas mengecupi pucuk kepala Arsy dengan lembut. Wanita itu mengangguk dengan pelan. "Maaf ya, tadi Mas sempat bentak Kamu". Arsy lagi-lagi mengangguk sambil terus menghirup aroma tubuh Bagas. "Udah enakan belum badan nya?". Tanya Bagas sambil mengusap lembut pucuk kepala Arsy.


"Alhamdulillah, udah enakan Mas". Sahut Arsy melerai pelukan nya dengan Bagas.


"Kita konsultasi ke Dokter Obgyn dulu ya. Tadi Dokter Jaga nya nyuruh Mas buat bawa Kamu ke sana". Arsy menatap Bagas penuh tanya seraya mencoba menelaah maksud ucapan sang suami.


Kedua bola mata nya membulat dengan sempurna, lalu kedua telapak tangan nya menutup mulut nya melihat sang suami mengangguk pelan.


"Biar nggak penasaran kita cek dulu ya". Arsy memeluk tubuh Bagas kembali dengan erat. Tanpa harus mendapat jawaban dia sudah paham hal yang di maksud oleh suami nya.


🌷


"Alhamdulillah". Bagas terus menerus mengecupi pucuk kepala Arsy setiba nya di unit apartment mereka.

__ADS_1


Tak disangka sang istri saat ini tengah mengandung panen hasil kunjungan si Entong. Saat ini calon ibu muda itu tengah mengandung dengan usia kehamilan 4 minggu.


Masih amat sangat muda, karena itulah masih harus di jaga dengan sebaik-baiknya.


"Pantas Aku bawaan nya pengen nya tidur terus ya Mas. Nggak tau nya ada Dede Utun". Arsy mengelus lembut perut nya yang belum buncit.


"Alhamdulillah. Iya. Diusahakan jangan terlalu cape. Kamu mau ambil cuti kuliah dulu apa nggak?".


"Nggak usah Mas. Lagi pula jadwal kuliah tidak terlalu padat. Nanti saja menjelang persalinan baru Aku ajukan cuti". Bagas mengusap lembut pucuk kepala Arsy.


"Ya sudah, yang penting sekarang kamu harus lebih hati hati". Pesan Bagas kepada Arsy.


"Iya Mas". Arsy merebahkan tubuh nya di atas kasur di susul Bagas yang merebahkan tubuh nya di samping Arsy.


Bagas meletakkan kepala Arsy diatas lengan nya sambil jari jemari nya menyisiri rambut Arsy dengan lembut.


"Nggak nyangka ya hari ini dapat dua yes". Bagas kembali terkekeh-kekeh pelan mengingat Lia dan Juwono yang juga sedang bahagia dengan kehamilan Lia yang saat ini berusia 6 minggu.


Bahkan Juwono sampai menangis tersedu sedu karena berhasil membuat bisa anaconda berhasil menjadi utun di rahim Lia.


Mantan Miss itu tak henti henti nya melakukan sujud syukur, ketika Dokter selesai melakukan USG kepada Lia. Dia tak menyangka akan secepat ini mendapatkan keturunan.


Bagas bahkan sampai tertawa terpingkal pingkal melihat Juwono yang langsung sujud syukur ketika membuka pintu ruang praktek Dokter Obgyn yang mereka kunjungi secara bergantian tadi.


Walaupun mendapat tatapan aneh dari beberapa pasien lain nya, tak membuatmu Juwono menyurutkan tingkah nya.


"Oma pasti senang ya Mas". Arsy merapatkan tubuh nya kedalam pelukan Bagas.


"Bukan hanya Oma, Ayah, Papa, Bunda, Mama juga Cahaya pasti juga senang di sana". Arsy mengangguk pelan sambil terus menerus menghirup Aroma tubuh Bagas yang sudah menjadi candu bagi Arsy.


Dan benar saja, setelah beberapa kali menghirup aroma tubuh Bagas, terdengar suara dengkuran halus yang berasal dari Arsy.


"Tidurlah Sayang". Bagas mengecup kening Arsy lalu mengusap lembut perut Arsy yang masih rata itu.


"Sehat sehat ya kalian di sana. Jaga Bunda dan jangan nakal di dalam sini". Bisik Bagas pelan sambil mengusap perut Arsy hingga akhir nya Bagas pun terlelap tidur


#######################


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2