Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 6 Lia Dan Chika


__ADS_3

Lia spontan menghentikan langkah kaki nya lalu berdiri di hadapan Chika, sehingga membuat Chika pun terpaksa menghentikan langkah nya, namun sayang saat Lia tiba-tiba berhenti di hadapan Chika, Chika yang terkejut justru terhuyung kebelakang dan


Brugh....


Tubuh Chika terjatuh kebelakang dan sepertinya menimpa sesuatu yang lumayan keras.


Lia menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya saat menyadari siapa yang jatuh tepat di belakang tubuh Chika.


"Bapak nggak apa-apa?". Lia mengulurkan tangan nya kearah belakang Chika.


Hal itu justru membuat Chika mengerucutkan bibirnya dan memutar malas kedua bola mata nya, dan masih belum menyadari atas apa yang terjadi di belakang juga bawah nya.


"Hei... Yang jatuh tuh Gu_". Chika pun menghentikan ucapan saat Dia menyadari ada yang aneh dari posisi jatuh nya yang terduduk tapi tidak di lantai karena ada sepasang kaki menjuntai di atas posisi duduk nya.


Chika pun membalikkan tubuh nya dan terlihat Bagas yang seperti sedang mengaduh kesakitan. Dan jangan lupakan posisi mereka saat ini.


Tubuh mungil Chika berasa tepat di pangkuan Bagas yang sudah terduduk di lantai dengan posisi duduk dengan kaki memanjang.


"Astaghfirullahalazim. Maaf Pak". Chika pun segera bangkit dari posisi jatuh nya. Untung yang melihat cuma Lia, coba kalau ada yang lain. Auto di bully habis tuh si Chika yang udah anteng duduk manis di pangkuan Bagas yang duduk di lantai kesakitan.


"Ya Allah, maaf Pak. Bapak nggak apa-apa?". Tanya Chika mengulurkan tangan kanannya membantu Bagas berdiri, namun di tepis Lia. Chika membulat kan mata nya ke pada Lia dan Lia pun melakukan hal yang sama, mengulurkan tangan kanan nya kepada Bagas yang tengah memasang wajah datar nya.


Kedua gadis itu saling beradu pandang dengan sengit, dan tidak menyadari kalau Bagas sidah berdiri. Hingga sebuah sentilan mendarat di kening Chika menyadarkan kedua gadis yang tengah bertatapan dengan sengit itu.


Pletak...


"Lain kali kalau berhenti bilang-bilang. Jangan langsung berhenti saja". Protes Bagas sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.


Chika pun refleks mengambil buku Bagas yang berserakan di sekitar Bagas terjatuh.


"Lu sih main berhenti dadakan". Ucap Chika sambil menyenggol sikut Lia yang sedang termangu melihat Bagas.


"Lo nya aja yang nggak bener jalan nya". Balas Lia tak mau kalah.


"Sudah. Pulang sana. Jangan ngayap nggak jelas!". Potong Bagas lalu berjalan meninggalkan kedua mahasiswi nya tersebut.


" Ya ampun... Ya ampun... Ya ampun Chika.... ". Lia berputar-putar mengelilingi Chika sambil sesekali memukuli pelan bahu sahabat sejak SMP nya tersebut.


Senyum pengharapan di wajah Lia terhias dengan indah namun hal itu justru membuat Chika memutar malas kedua bola mata nya.

__ADS_1


" Definisi cowok keren buat Gue adalah Pak Bagas ". Ucap Lia kegirangan


"Dewasa, iya. Ganteng? Udah pasti. Pinter? Ya iyalah kan Dia dosen. Tajir? Kaya nya udah pasti. Bukti nya mobil nya aja limited edition cuma ada beberapa doang di Indo". Monolog Lia berucap dengan tatapan penuh harap menatap Bagas yang kini sudah menghilang dari pandangan nya.


"Jangan ngimpi, saingan Lo tuh Si Frozen ". Sahut Chika menepuk keras bahu Lia, hingga Lia pun tersadar dari kehaluan nya.


"Ish... Ngak usah di ingetin juga kale Chika". Ucap Lia kesal saat menyadari bukan hanya dia pengagum Bagas, tapi hampir seluruh mahasiswi populer dan dosen wanita single pun berlomba-lomba mengajar perhatian si DosGan killer itu.


"Udah dah nggak usah ngehalu in Pak Bagas. Lo tuh sama dia ibarat Langit sama kerak bumi hahahahahah". Chika pun berjalan meninggalkan Lia yang sedang sibuk menghentakkan kaki nya dengan kesal.


"Mending Lo mikirin di Abdul. Kapan tuh Lo mau Terima cinta nya dia. Kasian tuh udah sampe lumutan nunggu jawaban Lo dari SMU". Ucap Chika saat Lia mensejajarkan langkah kaki nya dengan Chika.


"Nunggu Lo jadian sama Dewa". Ucap Lia asal, disusul toyoran di bahu Lia dari Chika.


"Lo tau kan Gue paling anti sama yang nama nya pacaran. Nggak ada manfaat nya cuma dapat mudarat nya aja". Ucap Chika.


"Fatimah anak Sastra Islam aja pacaran sama Bryan, beda agama pula". Ucap Lia di susul gelengan kepala Chika.


"Beda sama Gue Lia. Gue kasian sama Nyokap Bokap Gue yang udah nggak ada. Lagi pula Gue nggak mau ngecewain Oma juga Kak Adit". Ucap Chika.


"Kak Adit kaya gimana sih Chik?. Ganteng nggak?". Tanya Lia penasaran, karena sejak bersahabat dengan Chika Dia tidak pernah melihat sosok Adit di rumah Oma.


Semenjak kecelakaan yang menimpa keluarga Chika, ditambah lagi kecelakaan yang di alami kedua orang tua Adit beberapa hari setelah kecelakaan yang menimpa keluarga Chika membuat Bagas atau Adit lebih memilih tinggal bersama adik sang Mama di kampung halaman Mama nya di Amerika.


"Gue nggak pernah liat muka Kak Adit. Kalau ngobrol paling cuma ngasih dada nya atau tembok doang". Ucap Chika.


"Oma aja cantik gitu. Pasti Bokap kak Adit ganteng. Gue yakin Kak Adit pasti ganteng, secara kata Oma nyokap nya Bang Adit kan bule, cuma kenapa Lo buluk ya?". Ucap Lia menghayal.


"Semprul Lo. Jangan ngehalu in Kakak gue lo". Ucap Chika kesal.


Entah mengapa dia sungguh tidak rela sahabat nya itu membayangkan wajah sang kakak yang dia sendiri pun tidak mengetahui nya.


"Ish. Suka-suka gue lah. Yang nama nya ngehalu tuh bebas kale". Ucap Lia tak mau kalah.


"Ya tapi jangan Kakak gue juga yang Lo jadiin bahan ngehalu Lo, gue nggak ikhlas, nggak ridho". Protes Chika di susul gelak tawa Lia.


"Jangan bilang Lo naksir Kak Adit". Kata Lia penasaran.


"Kalau iya emangnya kenapa?". Balas Chika.

__ADS_1


"Dia Kakak Lo Chika". Protes Lia.


"Naksir doang nggak masalah kale". Ucap Chika.


"Mending Lo sama Pak Bagas aja, Kak Adit buat Gue. Hahaha". Chika memukul kencang bahu Lia hingga membuat Lia nyaris tersungkur kedepan.


"Enak aja Lo bilang. Udah Gue mau balik. Assalamu'alaikum". Chika pun bergegas berjalan meninggalkan Lia yang masih kesakitan akibat pukulan Chika.


"Astaga Arsyka Cahaya Gumilang, Lo tuh kalau kena nabok nggak bisa pelan apa". Teriak Lia berlari mengejar Chika.


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap kepergian kedua gadis yang kini sedang berjalan beriringan sambil merangkul.


Sesekali terlihat tawa menghiasi perjalanan kedua gadis menuju parkiran motor.


Senyum kecil menghias sang pemilik sepasang mata tersebut. Namun senyum itu memudar saat melihat seorang pria muda tengah berdiri di depan Chika dan Lia sambil memasang senyum manis.


Kedua telapak tangan nya mulai meremas jari jemarinya, mana kala sang pria muda mencoba mendekati Chika. Sementara Lia tampak tersenyum menggoda Chika.


"Huh...". Desah sang pemilik mata itu sebelul0 akhirnya melangkah menuju parkiran.


"Maaf Wa, Gue nggak bisa ikutan". Ucap Chika hendak beranjak keluar parkiran.


Karena ternyata Lia memutuskan pergi ke cafe untuk merayakan pesta Dewa. Sementara saat pergi kuliah tadi, Chika nebeng dengan Lia. Jadi otomatis Chika harus naik ojek online atau angkutan umum menuju rumah Oma.


"Kali ini aja Chik. Please". Mohon Dewa.


"Maaf Gue nggak bisa ninggalin Oma sendirian di rumah". Ucap Chika yang hendak beranjak namun langkah nya tertahan, karena Dewa meraih lengan tunik Chika.


Chika membulat kan mata nya dan menatap tajam kepada Dewa, hingga Dewa pun melepaskan lengan tunik Chika.


"Kalau nggak mau jangan di paksa".


##########


GANTUNG LAGI DULU YA 🤭🤭🤭


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN NYA YA


#########

__ADS_1


__ADS_2