Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 40 Keinginan Oma


__ADS_3

Juwono mengusap lembut bukit sebelah kanan hingga membuat sang pemilik bukit melenguh pelan.


"Boleh?".


"Aku belum mandi".


"Nanti juga mandi lagi".


"Nggak enak Kang. Badan Ku tuh lengket semua" Rengek Lia yang memang merasa sangat tidak nyaman dengan tubuh nya yang lengket bekas keringat. "Nanti Kang Ju Won jadi illfeel sama Aku, gara-gara Aku belum mandi". Juwono mengulum senyum nya kala melihat bi*** Lia yang mengerucut.


"Mandi bareng aja mau?". Lia menggelengkan cepat kepala nya mendengar ajakan Juwono. "Dosa lho nolak suami". Lia mengusap lembut rahang kanan Juwono.


Wajah yang sudah menahan na*** itu masih bisa tertutup dengan senyum di wajah Juwono.


"Kang Ju Won jadi mandi lagi dong?". Tak ada jawaban dari Juwono, hanya ke***an yang kemudian berubah menjadi lum***n lembut yang sudah mulai bisa Lia imbangi.


"Buat Kamu, jadi pria lagi aja Aku rela. Apalagi kalau cuma mandi lagi". Lia reflek memukul bahu Juwono, hingga sang empu nya bahu meringis sambil tersenyum.


"Udah ah. Aku mau mandi dulu Kang". Rengek Lia.


"Tapi bareng". Lia menghela nafas pelan lalu mengangguk.


Juwono pun tersenyum penuh kemenangan, lalu bangkit atau posisi nya dan kemudian mengangkat tubuh Lia lalu menggendong nya ala bride style.


"Ish pake di gendong. Aku tuh masih bisa jalan Kang". Protes Lia menggerakkan gerakan tubuh nya dalam gendongan Juwono


"Jangan banyak bergerak Sayang. Kamu ini udah bikin Anaconda mendusin". Bisik Juwono, membuat Lia malu lalu menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Juwono, sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Juwono.


🌷


🌷


🌷


Aktifitas mandi yang harusnya hanya beberapa menit itu pun akhirnya molor menjadi nyaris satu jam.


Juwono tak jemu jemu membuat Lia mende*** walaupun sang anaconda belum masuk kedalam sarang nya.


Mereka pun melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda tersebut.


"Kang". Lia memanggil Juwono dengan suara serak menahan sesuatu yang mulai bergelora dalam tubuh nya. Namun hanya dehaman yang Juwono keluarkan sebagai jawaban atas panggilan Lia, karena pria itu tengah sibuk belusukan di setiap jengkal tubuh istri nya tersebut " Hem ".


"Buruan atuh". Lia kembali merengek karena belusukan ala Juwono sudah membuat nya semakin tak berdaya.

__ADS_1


"Buruan kemana?". Ucap Juwono menghentikan kegiatan nya untuk sesaat.


"Kang Ju Won...". Lia mende*** panjang saat Juwono sibuk membuka lahan yang akan menjadi sarang sang anaconda milik nya.


"Teriak aja kalau mau teriak". Bisik Juwono saat membuka perlahan lahan milik sang istri dengan mulai menekan kepala Anaconda memasuki sarang milik Lia.


"Pelan-pelan". Ucap Lia sambil meringis saat anaconda itu mulai memasuki sarang perlahan lahan.


"Hem".


"Kang..". Juwono mengusap lembut pipi kanan Lia saat melihat wajah Lia mulai meringis ketika sang anaconda mulai bergerak masuk perlahan dan pasti kedalam sarang.


"Ugh...". Leng** mereka bersamaan saat sang Anaconda berhasil menerobos sarang baru di lahan milik Lia.


Mereka saling bertatapan dalam diam. Lagi lagi Juwono mengusap lembut pipi kanan Lia, lalu perlahan-lahan sang anaconda mulai bergerak di sarang yang mulai basah.


Desa*** serta er**** silih berganti menghiasi kamar tidur Juwono. Mantan Juwita itu tampak tersenyum puas melihat sang istri yang terus menerus men*** disertai panggilan yang memanggil namanya dengan manja.


Setelah mengumamkan sebuah do'a Juwono menghentakkan sang anaconda hingga membuat sang empu nya sarang sarang mele**** panjang.


"Sayang". " Kang ". Panggil kedua nya bersamaan saat len**** panjang mengakhiri perjalan sang anaconda mengacak-acak sarang baru milik nya.


"Makasih sayang". Juwono menge*** lembut kening Lia yang di balasan senyuman juga anggukan pelan dari Lia. Lia menarik nafas pelan saat Juwono menarik Anaconda nya keluar dari sarang Lia, bahkan Lia sempat memanggil pelan Juwono saat Anaconda Juwono sudah benar-benar meninggalkan sarang Lia. "Kang". Juwono menggeser tubuh nya ke sisi kanan dari atas tubuh Lia, lalu memeluk tubuh polos istri nya yang berbalut selimut.


"Kita bersih-bersih dulu, baru tidur ya". Lia mengangguk pasrah.


"Aku aja yang bersihin". Ucap Lia malu, saat sang suami akan membantu nya membersihkan area sensitif nya.


Juwono mengulum senyum nya saat melihat wajah merah sang istri.


"Ngantuk". Rengek Lia, merentang kedua tangan nya selepas mereka selesai membersihkan diri dan masih berada di dalam kamar mandi.


Juwono menyambut rentangan tangan Lia yang sedang duduk di atas closet duduk.


Juwono yang sudah selesai membersihkannya sisa pertempuran mereka itu berjalan menghampiri Lia dan memeluk tubuh polos berbalut selimut sang istri. Sebelum akhirnya menggendong Lia ala koala dan keluar dari kamar mandi.


Entah kenapa gadis garang itu kini menjadi manja kepada sang suami. Kedua tangan nya memeluk erat leher Juwono sementara wajah nya sengaja disembunyikan di balik ceruk leher sang suami.


Dengan perlahan-lahan Juwono meletakkan tubuh Lia di atas pembaringan.


"Mau pakai baju?". Tanya Juwono. Lia menggeleng pelan.


"Nanti juga Kamu buka lagi". Jawab Lia membuat Juwono terkekeh kecil.

__ADS_1


"Istirahat lah".Juwono merebahkan tubuh nya di samping sang istri dan masuk kedalam selimut yang membalut tubuh polos Lia.


Pertempuran perdana dengan Juwono membuat tubuh nya terasa sakit dan pegal. Walaupun terasa nikmat dan tidak banyak bergerak, namun sakit nya melebihi habis bertanding.


Lia yang mulai terbiasa dengan kehadiran Juwono itu pun meletakkan kepala nya di dada Juwono yang saat ini hanya mengenakan boxer sambil bertelanjang dada.


Hingga tak lama kemudian suara deru nafas lembut lelap pun keluar dari kedua insan yang baru saja pertama kali menikmati surga dunia.


🌷


🌷


🌷


Seminggu kemudian


Pagi pun menjelang. Bagas dan Arsy memulai pagi mereka dengan sholat shubuh berjamaah di dalam kamar. Selepas sholat mereka ber murottal beberapa ayat. Sebelum akhirnya mereka pun memutuskan keluar kamar untuk membuat sarapan.


"Mas Bagas, ke kamar Oma saja. Aku mau bantu Mbak Mar buat sarapan". Bagas hanya membalas titah sang istri dengan mendaratkan ke***an lembut di kening Arsy.


Arsy pun bergegas menuju dapur sementara Bagas menuju kamar Oma Shinta.


"Assalamu'alaikum Oma". Sapa Bagas kala membuka pintu kamar Oma.


Bagas mengernyitkan kening nya saat tidak mendengar jawaban sang Oma. Mata nya sibuk memindai kamar Oma yang terasa sepi.


Pergerakan di atas kasur membuat raut wajah khawatir nya sedikit berubah senang. Namun entah mengapa hati berkata kalau ada yang berbeda dengan sang Oma.


"Lho, ada Kamu Dit". Sapa Oma Shinta saat melihatmu Bahas berdiri terdiam di pinggir kasur. "Sudah lama?". Bagas menggeleng pelan lalu menghampiri sang Oma yang hendak bangun dari rebahan nya.


Bagas membantu Oma Shinta bangun dari posisi nya. Kening Bagas mengernyit saat menyentuh tubuh Oma yang tampak demam.


"Oma sakit?". Oma menggeleng lalu tersenyum melihat kepada Bagas.


"Kaya nya Oma kecapean". Bagas menghela nafas lalu merapikan bantal di belakang pundak Oma Shinta, agar Oma Shinta bisa duduk dengan nyaman.


"Ada yang mau Oma bicarakan kan sama Kamu mengenai Arsy". Bagas menatap heran kepada Oma Shinta. Oma Shinta pun menghela nafas pelan.


"Oma rasa, kita harus memberitahu kepada khalayak kalau Arsy masih hidup".Kedua mata Bagas membulat. Oma Shinta pun meraih dan mengenggam kedua telapak tangan Bagas lalu menepuk nya dengan perlahan-lahan.


"Bukan untuk meminta atau mengambil hak nya kembali atas RH". Tutur Oma, "Oma hanya ingin, pernikahan kalian di umumkan dan buat resepsinya. Sehingga orang-orang tau kalau Kamu menikah dengan Ananda Arsy Hidayat bukan dengan Arsyka Cahaya Gumilang ".


###############

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2