Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 58. Mood Swing


__ADS_3

Juwono terhenyak dari rengekan nya saat menyadari usia pernikahan nya yang genap 50 hari dan sejak menikah hingga saat ini Lia belum pernah absen menolak kunjungan anaconda ke sarang nya.


Namun malang justru istri nya itulah yang kini berbalik merajuk, hingga membuat Juwono pun menghela nafas pendek melihat istri nya yang berjalan dengan marah ke kamar.


"Sayang...". Juwono memanggil Lia dengan nada lirih.


Lia tampak mengganti pakaian nya dengan celana jeans panjang dan mengenakan jaket denim yang biasa di pakai nya kalau pergi naik motor.


"Maaf". Lia menepis tangan Juwono yang ingin menyentuh tangannya. "Aku antar ya". Pinta Juwono, namun Lia lebih memilih diam dan berjalan keluar kamar mereka.


Juwono kembali mengekor di belakang sang istri yang sedang dalam mode merajuk.


"Please jangan marah lagi. Aku minta maaf". Lia mengukir senyum tipis yang nyaris tak terlihat, kala sang suami sudah berada di hadapannya dengan mengenggam erat kedua telapak tangan nya.


"Jangan marah lagi. Aku nggak bisa tenang kalau kamu marah hiks hiks". Lia memutar malas kedua bola mata nya saat Juwono mulai merengek mana sambil menitikkan air mata pula.


Sungguh antara lucu juga jengah melihat tingkah Juwono yang seperti itu. Terkadang sedih karena alasan yang sepela.


Lia menghela nafas, mengenggam erat kedua telapak tangan sang suami.


"Aku nggak marah. Cuma suka sedih aja kalau Kang Ju Won selalu bilang aku nggak sayang juga nggak cinta sama Kang Ju Won. Beneran Aku nggak tau kenapa akhir akhir ini Aku jadi risih kalau dekat Kang Ju Won. Apalagi kalau Kang Ju Won tiba tiba ngambek nggak jelas". Juwono menundukkan kepala nya dalam dalam mendengar curhatan Lia.


Sebenarnya Juwono pun merasa bingung, sejak beberapa hari ini, dia gampang sekali mellow, bahkan cenderung lebih cengeng. Sungguh sikap dan sifat yang amat sangat bertolak belakang dengan nya bukan?.


"Sayang juga cinta itu nggak selalu harus di ucapkan dengan kata-kata. Dan Aku adalah orang paling tidak suka mengumbar kata-kata seperti itu. Apa nggak cukup buat buktiin ke Kang Ju Won kalau akau itu sayang juga cinta sama Kang Ju Won melalui sikap juga perbuatan Aku ke Kang Ju Won selama ini?. Please, sekali lagi Aku bilang. Aku bukan lah orang yang mudah mengobral kata kata manis. Cukup lihat dari perbuatan juga sikap Aku terhadap Kang Ju Won, dan itu yang ku rasakan ke Kang Ju won". Juwono memeluk erat tubuh Lia lalu mengecupi pucuk kepala Lia berkali-kali, setelah Lia mengeluarkan ucapan panjang nya kepada Juwono.


"Maaf". Ucap Juwono seraya membenamkan kecupan lembut di kening Lia cukup lama.


Lia mengangguk lalu membalas pelukan Juwono.


"Jangan pernah lagi meragukan perasaan Aku sama Kamu, Kang". Juwono mengangguk dan semakin memeluk Lia dengan erat.


🌷


Hal yang berbeda justru di rasakan oleh Arsy dan juga Bagas. Arsy yang biasa nya mandiri kini menjadi lebih manja. Bahkan tak jarang Bagas menggendong nya ala koala hanya untuk ke kamar mandi.


Wanita yang biasa nya doyan masak juga makan itu, kini lebih sering menghabiskan aktifitas di atas tempat tidur hanya untuk mendengkur.


Lagi-lagi Bagas menghela nafas melihat Arsy yang lebih melanjutkan ngemol di bandingkan makan.

__ADS_1


"Sayang". Bagas menepuk punggung Arsy dengan lembut, namun hanya di balas Arsy dengan berdeham "Hem".


"Bangun yuk. Kata nya mau janjian pergi sama Lia". Lagi lagi hanya deham namun di ikuti gerakan menggeliat sesaat dan kembali menenggelamkan kepala nya dalam selimut.


" Hem ".


Bagas mengambil nafas pelan lalu, membuak dengan perlahan selimut yang menutupi sekujur tubuh Arsy lalu berucap dengan lembut, "Kalau mau pergi mandi dulu ya, habis itu kita makan''.


"Hem". Dan Bagas pun kembali terpaksa mengambil nafas panjang mendengar Arsy kembali membalas ucapan nya dengan dehaman saja.


"Sayang Kamu denger kan Aku ngomong apa?"


Habis sudah kesabaran Bagas menghadapi Arsy yang hanya menjawab Hem setiap ucapannya.


"Ananda Arsy Hidayat Gumilang". Arsy membuka kedua kelopak mata nya terkejut mendengar suara Bagas yang sudah mulai naik beberapa oktaf dari biasanya.


"Bagun sekarang juga. Kamu yang bilang mau pergi ke Dokter Lia, 15 menit yang lalu. Sekarang Kamu masih bergulung selimut. Mau...".


Bagas menggantungkan ucapan nya saat melihat tubuh Arsy yang bergetar pelan dan kemudian terdengar isakan pelan yang berasal dari Arsy.


Bagas menggaruk punggung leher nya yang tidak gatal. Lagi-lagi mood Arsy berubah kembali.


"Hiks.. Hiks... Hiks...". Arsy menolak tangan Bagas yang hendak membuka selimut nya.


"Kamu kena...".


"Pak Bagas jahat. Aku benci Pak Bagas". Bagas menelan saliva nya dengan kasar, mana kala mendengar panggilan Arsy kepada nya yang hanya terucap kalau Arsy sedang marah kepada nya.


"Sa...".


"Jangan panggil panggil Sayang. Aku benci Pak Bagas". Arsy pun beranjak dari posisi tiduran, menyibak selimut dengan kasar lalu beranjak dari tempat tidur nya. Dan berjalan menuju kamar mandi.


Brugh


Bagas mengusap pelan dada nya saat Arsy membanting pintu kamar mandi nya dengan kencang


Tak lama kemudian, Arsy pun keluar dari kamar mandi. Bagas sempat terkejut melihat wajah Arsy yang tampak pucat. Dia pun bergegas menghampiri Arsy, dan berusaha memegang tubuh Arsy saat melihat Arsy yang berjalan dengan limbung.


"Nggak usah pegang pegang". Bentak Arsy menangis kecil, sambil menghindari tangan Bagas yang selalu ingin menuntun nya.

__ADS_1


"Aku bantu ya". Lagi lagi Arsy menghempaskan tangan Bagas ketika hendak meraih lengan kiri nya.


Arsy lebih memilih berjalan merambat memegangi tembok. Entah mengapa tubuh nya terasa lemas, belum lagi kepala nya yang terasa berat.


Karena itulah sejak beberapa hari ini wanita itu lebih memilih menghabiskan aktifitas nya di atas kasur. Karena dengan melakukan aktifitas itulah yang membuat tubuh nya terasa nyaman.


"Lebih baik di undur pergi ke Dokter nya". Pinta Bagas, namun Arsy bergeming. Wanita itu pun mengenakan jaket yang biasa di pakai nya saat pergi dengan Lia.


"Mas antar ya". Ucap Bagas lembut, lalu meraih telapak tangan kanan Arsy dan mengenggam nya dengan erat.


"Nggak usah". Arsy kembali menarik telapak tangan nya yang di gengam oleh Bagas, dan kemudia berjalan perlahan-lahan keluar kamar nya.


Senyum Arsy mengembang saat melihat Lia sudah duduk di sofa di temani Juwono.


"Kang Ju Won ikut?". Tanya nya yang di anggukin Lia dan Juwono bersamaan.


"Lo sakit Chika?". Tanya Lia khawatir saat melihat wajah Arsy yang pucat.


"Nggak". Jawab Arsy.


"Tapi Lo pucet banget Chika". Arsy tersenyum tipis kepada sang sahabat.


" Gue nggak apa apa kok. Cuma lemes aja ". Jawab Arsy.


"Berangkat sekarang aja yuk". Arsy meraih sling bag nya yang berada di buffet ruang tengah.


"Kuy lah. Tapi naik mobil aja ya. Gue nggak berani bawa Lo kalau naik motor". Arsy menghela nafas nya.


"Gue nggak kenapa kenapa Lia. Bisa kok naik mo... ".


Brugh


#####################


TBC YA


DITUNGGU LIKE JUGA KOMEN YA


MOHON MAAF NGGAK BISA UP BANYAK BANYAK🤭🙏

__ADS_1


__ADS_2