Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 29. Balada Pak Sabeni


__ADS_3

"Akbar. Oma mau minta tolong nikahi satu pasangan lagi".


Ucapan Oma sontak membuat Bagas dan yang lain nya terkejut. Mereka bahkan menatap Oma dan Pak Sabeni secara bergantian dengan heran.


"Oma mau nikah sama Babe?". Pertanyaan Bagas di hadiah Oma pukulan kencang di bahu kanannya.


Bahkan pengantin baru itu nyaris tersungkur karena posisi nya saat itu sedang limbung, karena terkejut dengan pukulan sang Oma.


"Sembarangan Kamu kalau ngomong". Oma melotot kepada Bagas dengan tajam.


"Ya habis Oma, geret Babe Sab sambil minta Om Akbar nikahin satu pasang lagi. Ya jangan salahin Bagas kalau Bagas pikir Oma mau nikah sama Babe Sab". Oma memutar malas kedua bola mata nya mendengar pernyataan Bagas.


"Akbar. Tolong Kamu nikahin Juwono sama anak nya si Sabeni ya". Ucap Oma.


Bagas membulatkan mata nya tak percaya. Apalagi saat Dia melihat tak ada penolakan dari Juwono. Padahal biasa nya Juwono akan langsung mengeluarkan serapah jikalau ada yang menjodohkan nya dengan perempuan.


Tunggu, bahkan Oma menjodohkan Juwono dengan anak nya Pak Sabeni?. Bagas menatap tak percaya kepada Pak Sabeni, Oma juga Juwono bergantian.


Otak Bagas yang biasa nya cerdas pun seketika itu langsung blank. Apalagi saat melihat Mae, anak sulung Pak Sabeni yang memasang wajah senang menatap kearah mereka.


Apa nggak salah Oma menjodohkan Juwono dengan Si Mae. Bukan nya Mae sudah menikah 3 kali dan semua suami nya kabur meninggalkan Mae tanpa alasan yang jelas.


Bahkan para mantan suami Mae sendiri sampai saat ini tidak di ketahui di mana rimba nya.


Mengingat hal itu, Bagas pun bergidik ngeri. Masa iya, Juwono yang mantan Juwita ini akan bernasib sama dengan para mantan suami Mae, yang tiba-tiba kabur dan tidak di ketahui rimba nya?


Sementara adik tiri nya Aulia justru sedang asyik menikmati aneka kuliner sambil sesekali tertawa dengan Arsy tanpa memperdulikan sang Ayah yang sedang kebingungan mengambil keputusan.


Karena jelas-jelas anak sulung dari istri pertamanya yang menginginkan Juwono. Tapi Oma sendiri yang meminta anak bungsu dari istri kedua nya itu lah untuk menjadi istri Juwono.


Ah, sungguh isi kepala Pak Sabeni yang biasa kosong pun semakin kosong memikirkan apa yang akan di lakukan oleh anak sulung nya itu kepada adik nya nanti.


Apalagi saat melihat Mae berjalan menghampiri nya dan yang lain, membuat perasaan Pak Sabeni semakin gelisah.


Mae dengan tidak tahu malu nya langsung mengapit lengan kiri ayah nya, lalu tersenyum dan menatap genit kepada Juwono yang justru menampilkan wajah garang serta jijik kepada Mae.

__ADS_1


"Nggak papa lah nggak dapet Adit. Mas yang ini juga oke. Kayanya juga kuat. Nggak kaya si Jono, Ahmad juga Jae yang badan doang keker, tapi di kasur melehoy". Ujar hati Mae menatap genit kepada Juwono.


Oma menatap sinis kepada Mae yang terus memamerkan senyum genit nya kepada Juwono.


"Akbar, Kamu tunggu di sini sebentar". Titah Oma Shinta yang di angguki sang penghulu.


"Dan Kamu Sabeni, Kamu harus setuju dengan keinginan Saya, dan di larang menolak". Ancam Oma seraya menatap tajam Pak Sabeni, hingga membuat pria yang selalu tidak takut saat berkelahi itu pun menelan saliva nya dengan kasar.


Oma segera berjalan menuju Lia dan Arsy yang tampak nya sudah kekenyangan berburu aneka kuliner yang Oma pesan untuk acara Arsy dan Bagas.


"Makanannya enak Chika. Pengen Gue bungkus terus bawa pulang". Kelakar Lia yang di balas Arsy dengan memutar malas kedua bola mata nya.


Tanpa ba bi bu, Oma langsung menarik tangan Lia, hingga Arsy dan Lia pun terkejut.


"Eh Oma". Lia nyaris tersungkur saat tiba-tiba Oma menarik tangan nya dan langsung mengajak nya berjalan.


Bahkan Arsy pun terabaikan, karena Sang Oma lebih fokus menarik Lia menuju tempat Bagas berkumpul.


Arsy mengekori sang Oma dan sahabat nya yang berjalan cepat menuju tempat suaminya.


"Nih. Nikahin mereka sekarang juga". Oma menyodorkan tubuh Lia di samping Juwono, sambil mengatur nafas nya kelelahan.


Sementara Arsy tampak memberikan Oma Shinta segelas air mineral lalu berdiri di samping Bagas, lalu mengapit lengan Bagas.


Bagas mengalihkan pandangan nya kepada Arsy.


"Ada apa Mas?". Bisik Arsy bertanya.


"Oma mau nikahin Juwita sama Lia". Bisik Bagas yang di balas senyuman Arsy. Apalagi saat melihat Lia yang terkejut dan panik, rasa nya tawa terbahak-bahak pun ingin di keluarkan saat ini juga.


"Apaan Oma?. Lia nikah?". Pekik Lia terkejut.


"Iya". Ucap Oma tegas.


"Nggak Oma". Tolak Lia.

__ADS_1


"Lia masih kuliah Oma". Alasan Lia.


"No. Kamu yang minta mas kawin nya Surah Ar-Rahman. Dan tadi Babe Kamu minta Juwono buat jadi mantu nya". Ujar Oma seraya menatap tajam Pak Sabeni yang tampak menenangkan Mae yang mulai kesal.


"Ingat, Kamu sendiri lho Ul yang minta mahar itu sama Juwono". Lia mengeram pasrah namun tak bisa menolak.


"Kalau Lia menolak, Mae bersedia kok Oma?". Oma menghentakkan kaki nya kesal mendengar ucapan Mae.


Hingga membuat yang berada di sekitar mereka pun terkejut dan melihat kepada Oma Shinta yang sedang kesal.


Pandangan sinis pun Oma berikan kepada Mae yang sedang memasang wajah memelas.


"Juwono sudah melamar adik Kamu tadi. Dan adik pun pun sudah menyanggupi nya dengan meminta mahar Surah Ar-Rahman". Ucap Oma.


"Dan siapa yang Kamu panggil Oma?". Mae berdecih kesal. Memang sejak mengenal keluarga Babe Sabeni, Oma paling tidak menyukai Mae juga Almarhumah Ibu Mae yang selalu bersikap kurang sopan.


Bahkan dulu Almarhumah Ibu Mae terang-terangan menggoda Baskara di hadapan keluarga mereka dulu. Padahal Baskara sedang bersama istrinya, namun tetap saja ibu Mae menggoda nya.


Sedangkan Oma Shinta mengenal Mae sebagai anak yang kurang sopan, saat berkunjung ke rumah Oma Shinta, Mae seolah berkelakuan layak nya pemilik rumah. Bahkan sebelum menikah dulu, Mae selalu bilang kalau Dia kelak akan menjadi istri Bagas.


Arsy pun condong lebih dekat dengan Lia, karena sejak SMP Arsy dan Lia bersahabat. Dan tanpa Arsy ketahui, Lia sebenar nya adalah pengawal yang di siapkan oleh Bagas untuk menjaga nya saat di luar rumah.


"Nggak baik, nolak jodoh yang udah datang. Lagi pula pamali lho jilat ludah sendiri". Lia menundukkan kepala nya dalam dalam, lalu menghela nafas pelan.


Dilihat nya sang Ayah yang menatap nya penuh kebingungan. Lalu pandangan beralih kepada sang Kakak tiri yang menatapnya penuh rasa kesal dan dendam.


Pandang Lia beralih kepada Oma yang menatap nya penuh keyakinan. Lalu menatap Arsy yang menganggukkan kepala nya.


Sebenarnya Lia ingin menatap Bos tersembunyi nya, namun di urungkan saat melihat sang Bos menatap tajam kepada nya.


Dan pandang terakhir nya teralih kepada Juwono, lelaki itu tengah menatap lekat kepada nya.


"Maaf..."


######################

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMEN NYA YA


SEE NEXT BAB


__ADS_2