Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 81. Sah


__ADS_3

Selepas melaksanakan sholat Isya, Mama Rani dan Putra pun menepati janji mereka untuk berkunjung ke kediaman Reina.


Semenjak kedua orang tua nya meninggal dunia, Reina pun menjadi gadis yang sebatang kara. Dia hanya tinggal sendirian di rumah milik kedua orang tua nya.


Tak lama kemudian Arsy, Bagas, Lia, Juwono, Ardi juga Riska datang berkunjung ke rumah Reina. Yang pria langsung sibuk mengurus catering yang mendadak mereka pesan untuk acara lamaran dadakan. Sementara yang wanita sibuk mengurus Reina.


Ketiga sahabat nya itu sibuk meng make over Reina sesuai permintaan Mama Rani. Untung Juwono sudah menurunkan ilmu merias nya kepada Lia, sehingga istri nya itu sudah mulai bisa mendandani orang lain.


Umi Risma sedang menemani Mama Rani dan Putra bertemu dengan Pak RT dan juga beberapa pemuka agama yang berada di sekitar rumah Reina untuk menjadi pihak yang mewakili keluarga Reina.


Acara lamaran dadakan Putra dan Reina pun berjalan dengan lancar. Beberapa tetangga Reina tampak terkejut saat melihat Putra.


Karena sejak kasus Arsy muncul ke publik, Putra sempat beberapa kali di wawancarai beberapa stasiun TV.


Bahkan beberapa akun gosip baik di TV maupun Online sudah sering menayangkan berita tentang Putra, bahkan ada beberapa selebriti yang mengaku pernah mempunyai hubungan dekat dengan Putra, padahal kenal dengan mereka saja tidak, bagaimana bisa mereka punya hubungan.


Ada yang berucap syukur karena keberuntungan Reina karena akan segera menikah dengan Putra, dan ada juga yang menyinyir syirik bahkan menuduh Reina memakai pelet untuk memikat Putra.


Mama Rani yang mendengar pun menjadi kesal dan ingin menghampiri si ibu penyebar fitnah, namun Umi Risma melarang nya, karena melihat Reina yang biasa saja menanggapi kabar miring yang menimpa nya.


"Mulai sekarang Kamu tinggal sama Mama aja ya Rein. Biar Putra tinggal di rumah dinas nya saja dulu, sebelum kalian menikah". Ucap Mama Rani ketika para tetangga Reina sudah pulang.


"Nggak usah Ma, biar Reina tinggal di sini saja". Tolak Reina secara halus.


"Kuping Mama panas Nak, denger ocehan tetangga Kamu yang pada julid". Ujar Mama Rani menahan kesal nya.


"Jiah, Mama belum tau aja, Reina itu kalau udah ngomong lebih julid Ma". Ucap Riska yang di angguki Arsy juga Lia.


 Tapi Mereka keterlaluan Riska, masa mereka nuduh Reina pakai pelet buat dapetin Putra". Protes Mama Rani kesal.


"Nggak apa apa kok Ma. Rein malah bersyukur mereka ghibahin Rein, kan pahala mereka jadi buat Rein nanti di akhirat Ma". Dengan lembut, Reina mengusap punggung tangan kanan Mama Rani.


"Kamu ikut Mama aja ya Rein. Mama kesepian nggak punya teman. Putra sibuk sama kerjaan terus". Bagaikan anak kecil, Mama Rani merengkuh lengan kanan Reina dan meletakkan kepala nya di bahu calon menantu nya beberapa hari lagi.

__ADS_1


"Apa Mama tinggal di sini aja ya nemenin Kamu". Reina mengulum senyuman kala melihat kedua bola mata Mama Rani berkedip kedip seperti anak kecil tengah merayu orang tua nya.


"Eh jangan. Biar Reina aja yang nemenin Mama". Mama Rani bertepuk tangan kecil gembira, karena Reina akan ikut tinggal bersama nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 kala para sahabat Reina dan Putra itu meninggalkan kediaman Reina bersamaan. Tak lama setelah mereka pergi, Putra, Reina juga Mama Rani pun meninggalkan kediaman Reina menuju rumah Putra.


🌷


🌷


🌷


Sudah seminggu Reina di sibuk kan dengan aneka ragam persiapan pernikahan nya dengan Putra. Sudah seminggu pula gadis itu meninggalkan kediaman dan menetap di rumah Putra.


Beberapa sanak saudara Putra juga Mama Rani dari luar kita sudah mulai berdatangan satu persatu ke kediaman Putra.


Tiga hari yang lalu Reina dan Putra sudah menikah secara kesatuan. Hanya tinggal menikah secara agama dan negara yang akan mereka laksanakan besok.


Mulai dari pemasangan tenda, dekorasi pelaminan, dan lain nya. Bahkan tadi sore acara siraman Reina dan Putra pun di laksanakan di kediaman Putra dengan berbeda ruangan.


Umi Risma bertindak sebagai pengganti orang tua bagi Reina, karena di antara mereka berempat hanya ada Umi Risma dan Mama Rani lah yang mereka anggap Ibu mereka.


Arsy dan Bagas sudah tidak memiliki orang tua. Lia hanya mempunyai Babe, sementara kedua orang tua Juwono sedang berada di Luar Negeri mendampingi adik Juwono yang sedang menjalani kontrak pembuatan film sekaligus mengurus bisnis sang Papa.


Riska, jangan ditanyakan kemana orang tua nya. Walaupun masih memiliki keluarga yang lengkap, keberadaan Riska justru tidak lah di anggap ada oleh kedua orang tua nya.


Beruntung Dia menikah dengan Ardi dan menjadi menantu Umi Risma. Karena Umi Risma justru lebih menyayangi nya di bandingkan Ardi.


Tak jarang Ardi pun berpura pura merajuk kepada sang Umi, karena sang Umi lebih menyayangi menantu nya di bandingkan anak nya.


Sedangkan Putra hanya memiliki Mama Rani, karena sang Papa sudah lebih dahulu meninggal dunia dalam tugas negara pada saat Putra berusia 17 tahun.


Reina mengucapkan syukur kepada sang Pencipta yang telah mempertemukan nya dengan para sahabat nya, yang kemudian membuka jodoh bagi nya.

__ADS_1


Putra, sosok Pria mapan dan juga tampan. Reina sangat bersyukur diri nya yang biasa saja bisa membuat Putra mencintai nya. Bahkan kini mereka sudah menikah secara kesatuan.


Tak ada yang tahu akan apa yang terjadi di beberapa detik kemudian. Hal itu pun yang dirasakan oleh Reina.


Setelah perselingkuhan Hakim, Reina pernah memunajatkan sebuah do'a agara diberikan jodoh yang akan langsung menikahi nya. Dan ternyata apa yang di munajat kan itu pun di kabulkan.


Pertemuan nya dengan Putra hanya 4 kali. Bertemu dengan Mama Rani pun hanya sekali, namun Mama Rani sudah memintanya untuk menjadi menantu nya.


Reina menghela nafas lega ketika kata " SAH " terdengar nyaring di telinga nya. Gadis berkebaya putih dengan kini mengenakan hijab senada dengan pakaian nya tampak menitik kan air mata.


Gadis yang beberapa menit lalu membuat seorang Putra itu takjub dan tak melepaskan pandangan dari nya kala menghampiri pria yang kini sudah sah menjadi suami nya itu melihat penampilan baru nya yang tertutup mengikuti jejak ketiga sahabat nya.


Sebuah kecupan dan bisikan do'a dari Putra membuat Reina menundukkan haru. Hati sedih, karena acara bahagia nya tidak di hadiri oleh kedua orang tua yang yang sudah meninggal dunia.


Hanya ketiga sahabat nya lah yang selalu setia mendampingi nya hingga saat ini.


Dengan lembut Putra menangkup wajah Reina dengan kedua tepalak tangan nya dan mengusap air mata yang membasahi pipi Reina dengan kedua ibu jari nya.


Reina mengangkat kepala nya dan didapati nya sang suami yang kini tengah menatap nya dengan tatapan lembut penuh cinta dengan senyum yang sangat menawan.


Kedua netra Reina membulat kala dengan tanpa aba aba Pria yang biasa nya pendiam itu dengan rakus nya melu*** bi*** nya di depan para saksi pernikahan mereka.


"Astaghfirullahalazim. Putra". Putra bergeming mendengarkan teriakan beberapa suara yang berasal dari belakang nya.


Pria itu terlalu sibuk menikmati bi*** sang istri yang sangat menggoda


################


T B C


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2