
Dear Readers
Berhubung Part ini di kampus, jadi Adit nya kita ganti jadi Bagas ya
#########################################
"Lho Pak Bagas, kok hadir?. Bukan nya hari ini tidak ada jadwal?". Seorang gadis dengan penampilan glamor nan seksi langsung berdiri di hadapan Chika dan juga Bagas ketika Bagas akan berpamitan pulang kepada Chika.
"Ini lagi Arsyka, ngapain Kamu ada di dekat Pak Bagas?".
Chika membalas cecaran pertanyaan dari Elsa yang selama ini memproklamirkan diri nya mempunyai hubungan khusus dengan Bagas dengan memutar malas kedua bola mata nya.
"Ya elah Miss Frozen, ini parkiran kampus, tempat umum. Wajar aja kale kalau tiba-tiba Gue papasan sama Pak Bagas". Balas Chika.
"Lagian juga di jidat Pak Bagas nggak ada label Paid". Ucap Chika sambil menuju Bagas dengan dagu nya.
Cetlak
Chika mengerucutkan bibir nya dan mengusap pelan kening nya saat sentilan Bagas mendarat di kening nya.
Senyum Elsa mengembang saat melihat Bagas menatap tajam Chika yang masih mengusap kening nya. Seperti nya sentilan Bagas kali ini lebih keras dari biasanya.
"Ish, sakit ini Pak. Pasti merah nih jidat Aku". Protes Chika.
"Rasain emang enak". Ucap Elsa seneng mengejek Chika.
"Masuk kelas sana. Bu Maria sudah mau datang". Ucap Bagas tak menanggapi keberadaan Elsa.
"Setelah kelas selesai, Kamu langsung ke ruangan Saya". Chika baru saja akan menjawab perintah Bagas, namun pria itu sudah lebih dulu menyela ucapan Chika.
"No protes". Chika pun menghela nafas pelan dan menjawab perintah Bagas, " Iya iya. Chika belajar dulu ya Pak Bagas ". Ucap Chika sambil melirik Elsa yang sedang memasang wajah penuh tanda tanya.
"Belajar yang bener". Pesan Bagas di susul anggukan Chika, disusul seringai kecil yang nyaris tak terlihat dimata Bagas dan Elsa.
"Iya calon imam. Assalamu'alaikum". Tanpa permisi Chika langsung meraih tangan kanan Bagas dan kemudian mencium punggung tangan kanan Bagas dengan takzim.
Gadis mungil itu tersenyum licik saat beradu tatap dengan Elsa yang tergugu melihat Bagas yang mengusap lembut pucuk kepala Chika.
"Udah sana balik ke ruangan, jangan lupa ganti baju sama baju yang ada di dalam mobil. Nggak usah lama-lama di luar ruangan, nanti banyak tawon kurang bahan baju yang mau hinggap di Pak Bagas". Ujar Chika dengan nada manja, yang langsung membuat Bagas pun menjadi gemas dengan tingkah Chika yang seolah tengah mengejak Elsa yang sudah memasang wajah garang nya kepada Chika.
"Iya. Ingat...".
__ADS_1
"Iya, sayang. Belajar yang bener". Potong Chika namun sambil melirik kearah Elsa yang wajah nya kini sudah memerah menahan amarah.
"Itu muka biasa aja kale". Ujar Chika kepada Elsa.
"Ke kelas Chika". Ucap Bagas penuh penekanan.
"Iya Pak Bagas. Nanti kalau kelas udah selesai Chika langsung ke ruangan Pak Bagas".
"Ya udah masuk kelas".
"Astaghfirullah Pak. Iya iya. Ini Chika mau masuk" Chika pun akhirnya melangkah menjauhi Bagas dan Elsa yang masih terpaku menatap Bagas dengan tatapan penuh pengharapan.
Setelah melihat Chika masuk ke dalam kelas, Bagas pun akhirnya masuk kembali kedalam mobil mengambil tas ransel yang berisikan baju ganti nya lalu segera berjalan meninggalkan mobil nya menuju ruang dosen.
Elsa yang baru tersadar dari lamunannya segera mengejar Bagas yang mulai menjauh dari nya.
"Pak Bagas tunggu". Bagas tetap melajukan langkah nya menghiraukan Elsa yang mengejar langkah nya.
Wajah Bagas langsung berubah masam, saat Elsa dengan tiba-tiba sudah berdiri di hadapan nya. Untung refleks Bagas sedang bagus saat ini, sehingga langkah kaki nya langsung terhenti beberapa langkah dari posisi Elsa.
Kalau tidak, bisa jadi tubuh Elsa akan tertabrak oleh Bagas, dan bisa di pastikan Elsa akan terjatuh kebelakang.
"Bisa Bapak jelaskan hubungan Bapak dengan Chika?". Bagas melipat kedua tangannya di dada bidang nya, sambil melihat Elsa dengan tatapan mengintimidasi.
Namun tampak nya, gadis cantik primadona kampus yang selalu memproklamasikan diri nya sebagai kekasih Bagas itu tidak mau menyerah begitu saja. Gadis itu segera menyusul langkah Bagas.
"Bapak harus jelasin ke saya". Ujar Elsa.
"Apa yang harus di jelas kan kepada Anda Nona?" Bagas mencoba mengingat siapa wanita muda yang berada di hadapan nya itu, namun rupa nya otak Bagas memberikan perintah kalau tidak mengenal siapa wanita muda yang berdiri di hadapan nya tersebut.
"Bahkan Saya tidak mengenal Anda".Kedua bola mata Elsa langsung membulat dengan sempurna saat mendengar ucapan Bagas yang santai dan lantang. Apalagi saat ini jam pelajaran kampus belum di mulai sehingga masih banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berkeliaran di sekitar mereka.
Seorang Elsa yang selama ini selalu mengatakan Bagas adalah kekasih nya, bahkan Elsa selalu bilang sudah sering pergi bersama Bagas, namun ternyata dengan lantang Bagas berucap tidak mengenal Elsa sang primadona kampus?.
Sepertinya kalau saat ini ada lubang semut ataupun lubang undur-undur di dekat mereka, lebih baik Elsa bersembunyi di sana untuk menutupi rasa malu nya.
Namun sayangnya kalau pun ada seperti nya Elsa harus mengurungkan niat nya. Karena bisa dipastikan lubang semut ataupun lubang undur-undur nya tidak muat dengan tubuh Elsa yang selalu berbalut busana seksi itu.
Bahkan beberapa mahasiswa juga mahasiswi yang berada tidak jauh dari keberadaan mereka yang mendengar ucapan Bagas, langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Bagas dan Elsa. Dan hal itu sukses membuat Elsa semakin malu.
"Jadi karena Chika, Bapak memutuskan hubungan kita ?". Bagas menatap Elsa dengan penuh tanda tanya, lalu melihat kearah sekitar nya. Tampak semakin banyak mahasiswa ataupun mahasiswi yang tertarik dengan drama yang mulai Elsa lakoni.
__ADS_1
Merasa tidak mengenal juga tidak mempunyai hubungan apalagi hubungan istimewa dengan gadis yang kemarin Chika bilang cantik tapi bodoh ini, membuat Bagas pun harus membuat keputusan tegas.
"Dengar Nona, siapa nama Anda?". Tanya Bagas tak terima dengan sikap Elsa yang seolah mengenal nya dengan sangat dekat.
"Elsa Pak". Terdengar jawaban serempak spontan dari para penonton dadakan.
"Baik lah, Nona Elsa. Saya tidak mengenal Anda. Dan Anda pasti sudah lebih tau kalau kita tidak punya hubungan apa pun diluar kapasitas dosen dan mahasiswi nya. Jadi Saya harap, Anda bisa dengan segera mengkonfirmasi berita yang sudah Anda buat tentang Saya yang mempunyai hubungan istimewa dengan Anda. Jikalau besok, masih beredar berita yang menyangkut hubungan istimewa Saya dengan Anda, maka jangan salahkan Saya, kalau Saya akan melaporkan perbuatan Anda sebagai pencemaran nama baik kepada pihak rektorat dan mungkin kepada pihak yang berwajib karena sudah membuat nama saya tercemar". Ucap Bagas dingin.
Elsa tertunduk malu, sungguh Bagas memang pribadi yang keras dan juga tegas. Dia tidak akan memikirkan perasaan orang lain jikalau ada orang yang sudah mengusik kehidupan nya. Terutama masalah hubungan pribadi.
"Dan Saya harap Anda, tidak menyebarkan fitnah tentang Chika". Ucap Bagas, seolah dia tau apa yang ada dalam otak licik Elsa saat ini.
Yang pasti nya gadis idola kampus ini akan membuat drama baru dengan melibatkan Chika di dalam nya.
Bagas pun memilih melanjutkan langkah nya menuju ruang dosen meninggalkan Elsa yang mematung menatap kepergian Bagas yang semakin menjauh.
"Hadeuh, pagi-pagi udah nonton drama". Ucap salah seorang mahasiswi yang menyadarkan lamunan Elsa.
"Ternyata, selama ini idola kampus kita cinta nya bertepuk sebelah tangan toh". Ucap seorang mahasiswi lain nya.
Elsa yang mulai tersadar dari lamunannya, mulai melihat kearah sekitar nya. Tampak cukup banyak para teman kampus nya itu disekitar nya.
"Maka nya kalau ngehalu liat-liat dulu siapa target nya". Ucap mahasiswi lain nya disusul tawa yang mengejek Elsa.
"Diam kalian!". Pekik Elsa. Gadis itu menghampiri ketiga gadis yang berucap tadi.
Elsa kini sudah berdiri di depan ketiga gadis yang berdiri dengan santai di depan Elsa sambil melipat kedua tangan mereka di dada.
"Kenapa?. Lo malu belang lo ketauan banyak orang?". Gadis ber kemeja flannel memajukan langkah nya dan kini saling berhadapan dengan Elsa, hingga membuat Elsa memundurkan beberapa langkah nya.
"Maka nya kalau mau ngehalu ingat target". Ucap gadis berkemaja flannel sambil mendorong pelan baju kanan Elsa hingga membuat tubuh Elsa terhuyung pelan kebelakang.
"Lagi pula, kalau yang Lo maksud Chika itu Arsyka Cahaya Gumilang. Cewek itu jauh lebih hebat dari Elo, yang cuma jadi Miss kampus cuma modal tampang doang tapi otak kosong". Gadis berkemeja flannel itu pun segera beranjak meninggalkan Elsa di ikuti dua gadis lain nya.
#############################
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE NYA YA
KALAU BERKENAN SILAHKAN BERIKAN KOMEN JUGA VOTE NYA
MAACIH .... DITUNGGU KEHADIRANNYA DI PART SELANJUTNYA YA SHAY
__ADS_1
##############################