Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 102


__ADS_3

Alea memainkan kalung yang selalu melingkar di leher nya sejak kecil dulu. Ucapan Rafa seolah menyadarkan bahwa apa yang Rafa ucapkan benar ada nya.


Perbedaan mereka sangat lah jauh, berdindingkan tembok tebal bernama keyakinan membuat Alea pun membuang jauh-jauh bayangan Rafa dari hidup nya.


Ya Alea menyadari kalau saat ini Dia sudah jatuh hati kepada sosok Rafasya Ananda Bagaskara. Pria muda berusia sembilan belas tahun yang merupakan gambaran sempurna sosok pria idaman masa depan para kaum hawa.


Alea menghela nafas pelan lalu menghembuskan dengan perlahan. Kedua bola mata nya menatap penuh takjub kepada sosok Rafa yang saat ini sedang memimpin Bunda serta adik nya melaksanakan kewajiban mereka. Sementara sang Ayah sudah berangkat lagi ke kantor nya sebelum adzan Ashar berkumandang.


Sebuah senyuman terukir di sudut bibir mungil Alea ketika mendengar suara lantang Rafa menyerukan ayat ayat yang di baca nya dalam menjadi imam bagi Bunda dan adik nya.


Hati Alea yang beberapa hari ini terasa gundah, takut dan juga risau seketika itu juga menjadi tentram dan damai kala mendengar lantunan ayat suci yang Rafa kumandangkan dari ruang Sholat, yang berada di sebelah ruang keluarga Rafa.


Kedua bola mata nya menatap penuh takjub kepada sosok yang baru saja di kenal nya dan baru di ketahui sebagai kakak dari sahabat nya di sekolah yang selalu di ceritakan oleh Fira.


"Abang Aku ganteng banget deh Lea, tapi jutek banget kalau sama lawan jenis kecuali sama Bunda, Aku juga sahabat sahabat Ayah Bunda. Tapi sama anak-anak nya sahabat Ayah Bunda yang perempuan, ish jutek banget". Kisah Fira ketika menceritakan Kakak laki-laki nya yang baru Alea lihat sejak menjadi sahabat Fira dua tahun terakhir ini.


Lagi lagi sebuah senyuman terukir mana kala melihat sosok itu tengah mencium dengan takzim punggung wanita yang sudah melahirkan nya tersebut , yang di balas sebuah kecupan sang Bunda di pucuk kepala nya tanpa sungkan menolak perlakuan manis Bunda nya.


"Sungguh beruntung perempuan yang akan menjadi pasangan pria baik seperti Kak Rafa". Gumam hati Alea kala melihat Rafa mengusak kepala Fira saat sahabat nya itu selesai mencium punggung tangan Rafa.


Tatapan mata Alea terpaku mana kala tatapan nya bertemu dengan tatapan Rafa yang tiba tiba mengalihkan pandangan nya kearah nya. Alea membalas dengan canggung seutas senyum kecil yang Rafa tujukan kepada nya dengan tersenyum kecil dan anggukan kepala pelan.


"Lagi pula agama kita dan Alea berbeda Dek".


Alea menelan saliva nya dengan kasar kala mengingat ucapan Rafa kembali, yang kembali membuyarkan perasaan terhadap sosok Rafasya.

__ADS_1


"Seandainya agama kita sama, apa Kak Rafa akan seperti Kak Bisma yang langsung mengikat Fira?". Alea tersenyum getir mendengar bisikan hati nya yang entah mengapa berharap Rafa akan menjawab Iya pada tanya dalam hati nya.


Bohong kalau Dia bilang, Dia tidak tertarik pada sosok pria baik yang sudah menolong nya bersembunyi dari kejaran ayah angkat nya.


Dari segi penampilan, sudah bisa di pastikan tak akan ada yang bisa menolak pesona sosok Rafa sejak pertama melihat nya.


"Lea". Alea mengerjapkan kedua bola mata nya Bunda Arsy memanggilnya dengan melambaikan tangan kanan nya meminta Alea menghampirinya di ruang Sholat.


"Iya Bunda". Ucap Alea. Alea melangkahkan kaki nya menuju Arsy dengan pelan pelan, lalu mendudukkan tubuh nya di samping Arsy yang masih mengenakan mukena, sedangkan Rafa memilih duduk di pojokan membuka Mushab yang kemudian di lantunkan nya dengan sangat pelan, namun masih tetep bisa terdengar oleh Alea.


"Untuk sementara, Kamu tinggal di sini dulu ya. Ayah Bagas sedang mencoba membantu Kamu agar bisa bebas dari Ayah angkat Kamu itu". Alea mengangguk pelan menjawab ucapan Arsy.


"Kalau gitu Lea tidur sama Aku aja ya Bunda". Bunda Arsy menganggukkan kepala nya tanda setuju hingga membuat Fira bersorak senang.


"Emang nya Kamu nggak tidur sama Bisma Dek?". Fira menatap horor Rafa yang tengah menatap nya dengan santai, setelah selesai mengaji.


"Seenggak nya udah bisa bebas di peluk dan di apa apain. kan udah Sah. Daripada mau pegangan tangan aja musti mikir dulu hahahaha". Fira tersenyum puas saat mendengar ucapan belaan dari sosok yang sudah halal buat nya selama seminggu ini.


"Masuk ke rumah tuh ngucapin salam dulu". Protes Rafa saat melihat sosok Bisma masuk ke dalam ruang sholat.


"Punya kuping tuh di pake Bang. Gue udah ngucap salam dari depan pintu". Ucap Bisma santai sambil mencium punggung tangan kanan Arsy dengan takdzim dan di lanjutkan oleh Fira yang mencium punggung tangan Bisma.


"Eh ada Alea". Sapa Bisma sesaat setelah Fira mencium punggung tangan nya. Pria muda itu pun lalu mendudukkan tubuh nya di samping Fira yang tanpa sungkan langsung memeluk lengan kiri nya dan menyenderkan kepalanya di bahu Bisma.


"Iya Kak". Ucap Alea membalas sapaan Bisma.

__ADS_1


"Ketemu Fira di mana?. Dia khawatir banget lho sama Kamu, gara gara Kamu nggak datang ke sekolah beberapa hari ini. Emang Kamu kemana aja?". Cerocos Bisma mengajukan pertanyaan kepada sahabat istri nya, yang selalu setia menemani Fira saat menunggunya menjemput Fira.


"Nanya tuh satu satu. Ribet Lo". Bisma tersenyum kecil saat mendengar protes Rafa.


Sebuah senyuman usil menghiasi wajah pria yang selalu terlihat pendiam namun ternyata mempunyai sifat usil kepada Rafa.


"Kenapa jadi Elo yang repot. Yang di tanya aja biasa aja". Rafa memutar malas kedua bola mata nya dan lebih memilih meninggalkan ruang sholat di bandingkan harus beradu argumen dengan adik ipar yang juga sahabat nya sejak kecil itu.


"Eh iya, gimana kok Kamu bisa ada di sini?". Bisma mengulang pertanyaan kepada Alea


"Nanti aja Ade jelasin, sekarang kita mau mandi dulu, terus bantuin Bunda nyiapin makan malam". Fira menjawab pertanyaan yang Bisma ajukan kepada Alea.


"Mas temenin mandi nya boleh?". Bisik Bisma yang langsung di hadiahi tatapan tajam Fira.


"Becanda sayang". Bisma pun mengusak lembut pucuk kepala Fira kala gadis itu mengerucutkan bibir nya.


"Nggak becanda juga nggak apa-apa kok uda halal ini. Tapi sayang nggak boleh pegang pegang dulu ya, takut bablas". Entah sejak kapan Rafa sudah berada di belakang Fira dan Bisma dan mendengar bisikan menggoda Bisma kepada Fira.


"Ish Abang apaan sih, ngagetin tau!". Protes Fira yang di balas Rafa dengan mengangkat acuh kedua bahu nya dan beranjak pergi menjauh dari Fira dan Bisma.


"Mas, tidur di kamar Abang dulu ya. Ade mau ke kamar dulu, nanti Ade bawakan baju Mas ke kamar Abang"


Bisma menghela nafas nya kala melihat Fira justru berjalan dengan menggandeng Alea menuju kamar nya.


Jangan lupa like dan komen nya ya

__ADS_1


See You next Bab


__ADS_2