
"Sayang".
Bagas mengalihkan pandangan ke unit sebelah apartemen nya saat kata sayang itu keluar bersamaan.
Bagas melihat wajah Juwono tampak frustasi melihat kearah lift. Dan Bagas pun mengalihkan pandangan kearah yang Juwono tuju.
"Sayang". Lagi-lagi Bagas dan Juwono berteriak memanggil kepada dua orang wanita muda yang sedang berjalan bergandengan tangan menuju lift di iringi gelak tawa mereka.
Wajah kedua wanita muda itu tampak bahagia, sesekali terdengar tawa mereka tanpa menghiraukan panggilan kedua orang pria yang kini sudah berlari kecil kearah mereka.
Pintu lift pun terbuka, dan kedua wanita muda itu pun bergegas memasuki lift, mengabaikan panggilan yang di ucapkan kedua orang pria dewasa yang sedang berlari menuju lift.
Namun sayang, ketika mereka akan memasuki lift, pintu lift sudah tertutup dengan rapat.
Bagas dan Juwono pun menghela nafas dengan panjang lalu saling bertatapan sesaat dan kemudian mengangguk bersamaan dan berlari menuju tangga darurat. Sementara itu di dalam lift kedua wanita muda itu tampak bahagia berhasil mengelabuhi pasangan mereka masing masing.
"Kita balik lagi". Lia menganggukkan kepala nya mendengar rencana Arsy. Kedua wanita muda tersebut pun saling melempar senyum puas satu sama lain.
"Emang enak, kita kerjain". Ucap Arsy kesal.
"Kerjaan terus yang di kerjain, kita nggak di kerjain". Arsy pun menoyor kening Lia selepas Lia berbicara.
"Ya iya kan. Lo juga ngambek sama Pak Bagas gara gara Pak Bagas sibuk sama kerjaan nya kan?". Arsy menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Lia.
"Empet Gue, masa dia sibuk chat an sama Bu Maria. Ya biarpun balas chat nya di grup dosen. Tapi kan nggak banget kan. Gue udah kaya kambing conge liat Dia sibuk nge chat". Ungkap kesal Arsy.
"Terus sekarang kita kemana?". Tanya Lia kebingungan.
Pasal nya Dia juga sedang melakukan protes kepada sang suami yang sibuk dengan pekerjaan baru nya yang menjadi membuka pabrik kosmetik dan meninggalkan profesi lama nya sebagai MUA ternama.
"Ke tempat Gue aja". Arsy pun menarik tangan Lia. keluar dari pintu lift menuju unit apartemen Bagas.
Hal berbeda justru di rasakan oleh dua orang pria yang kini tengah mengatur nafas mereka yang tersenggal senggal. Kedua nya tampak menepuk-nepuk pelan kedua dengkul mereka masing-masing dengan pandangan mata yang menatap kearah pintu lift yang belum terbuka.
Ting
Kedua pria itu menegakkan posisi nya menjadi berdiri dan bersiap menunggu pasangan mereka masing masing.
"Hah". Terdengarlah suara desah kecewa mereka bersamaan manakala mendapati lift yang kosong tanpa penghuni.
"Kita cari mereka kemana Mas?. Nggak mungkin kan kalau kita keduluan mereka?". Juwono mengawali percakapan.
__ADS_1
Bagas menghela nafas dengan kasar lalu menyugar dan meremas kesal rambut nya.
"Apa mereka kembali ke unit Ju?".
"Bisa jadi Mas".
Juwono pun bersiap mengambil ancang-ancang untuk menaiki tangga menuju unit nya. Namun sebelum melangkah Bagas menarik kerah belakang kaos Juwono, dan membuat Juwono menengok kearah Bagas yang berada di belakang nya.
"Kita naik lift aja". Juwono tampak ragu dengan ucapan Bagas.
"Saya nggak sanggup lagi kalau harus naik tangga ke lantai 10". Ujar Bagas yang lalu melepaskan kerah baju Juwono.
Ting
Bagas pun bergegas masuk kedalam kotak besi tersebut, sementara Juwono masih tampak bimbang.
"Ck. Masuk Juwono. Mereka pasti udah balik ke unit". Juwono pun akhirnya mengikuti jejak Bagas masuk kedalam lift.
"Tunggu sebentar". Bagas menahan pintu lift saat mendengar suara bersamaan wanita. Tak lama kemudian masuk lah dua orang wanita sebaya mereka.
Bagas dan Juwono bahkan memundurkan posisi mereka ke pojokan lift memberi batasan dengan kedua orang wanita tersebut.
Bagas hanya terdiam tak menanggapi, hingga membuat wanita itu pun tersenyum kecut.
"Mas berdua yang tinggal di unit 102 dan 101 kan?". Juwono menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan wanita berbaju biru laut.
Juwono meringis karena Bagas dengan sengaja menginjak kaki nya, setelah menjawab pertanyaan wanita tersebut.
"Saya Mila, dan ini adik saya Mega, Kami tinggal di unit 104". Wanita berbaju biru itu memperkenalkan diri nya juga wanita berbaju merah yang berada di samping nya.
"Kami baru sebulan menempati unit Kami". Ucap Mila yang masih tetap di abaikan Bagas dan Juwono.
Ting
"Buruan". Bagas bergegas menarik lengan baju Juwono untuk keluar dari dalam lift. Kedua pria tersebut sengaja menghindari kedua wanita kakak beradik yang seperti nya tertarik dengan mereka.
Kedua wanita itu pun mengikuti Bagas dan Juwono yang berjalan dengan cepat menuju unit Bagas.
Ketika Bagas sedang memasukkan pin unit nya, hal mengejutkan di lakukan oleh Mega.
"Tunggu Mas". Mega menarik lengan baju Juwono dengan kencang dan membuat Juwono yang baru saja dilepaskan lengan baju nya oleh Bagas itu nyaris terjungkal kebelakang dan menyentuh Mega.
__ADS_1
Bukan nya menghindar Mega justru dengan sengaja masuk kedalam pelukan Juwono dan mendorong tubuh Juwono ke arah tembok hingga membuat kedua tangan Mega berada di dada Juwono.
Hal yang sama pun dilakukan oleh Mila, wanita itu justru dengan sengaja memeluk mesra lengan kiri Bagas dengan tiba-tiba. Dan Bagas yang tidak sempat menghindar justru terkejut dan kemudian berusaha menepis tangan Mila.
Namun nasib malang yang menimpa Juwono itu pun terjadi oleh Bagas, Mila dengan sengaja menjatuhkan tubuh nya kedada Bagas.
Ceklek
Kedua pria itu menelan saliva nya dengan kasar dan langsung mendorong tubuh kedua kakak beradik yang tampak sedang berada dalam pelukan mereka.
Tampak Arsy dan Lia menatap tajam kearah Bagas dan Juwono lalu mengalihkan pandangan mereka kearah dua orang wanita yang berada di sisi masing masing Juwono dan Bagas yang sedang tersenyum manis kearah mereka.
Wajah Bagas dan Juwono tampak memucat kala melihat dua macam kesayangan mereka menatap tajam kearah mereka.
Mereka bahkan bergidik kala melihat sorot mata istri mereka yang seolah mengatakan tidak ada jatah malam ini.
"Hai, Saya Mega dan ini kakak saya Mila. Kalian pasti adik adik Mas ini kan?". Mega mengulurkan tangan kanan di tengah Arsy dan Lia.
Bagas dan Juwono tersadarkan dari lamunan mereka dengan suara Mega
Kedua wanita itu berdecih dengan pelan, lalu Arsy pun menjabat tangan Mega dengan ramah.
"Ananda Arsy Gumilang. Dan ini sahabat Saya Aulia Kusumawardhana''. Arsy pun menjabat tangan Mila setelah melepaskan jabatan tangan dengan Mega.
"Hallo Tante. Apa kabar". Sapa Lia menjabat tangan Mega dan Mila bergantian.
"Lho kok Tante sih. Panggil Mbak aja biar kita bisa cepet akrab. Iya kan Mas ?". Ucap Mila lembut dan kemudian menatap Bagas penuh harap.
Arsy dan Lia memutar malas kedua bola mata mereka kala melihat kedua orang wanita itu menatap penuh damba kepada Bagas dan Juwono.
"Sayang".
Bagas dan Juwono pun kembali terkejut.
###############
TBC YA
DITUNGGU LIKE JUGA KOMEN NYA YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1