Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 52. It's Show Time


__ADS_3

"Pertanyaan yang menarik...".


Semua mata mengalihkan pandangan nya kearah suara tepukan tangan dari arah belakang para wartawan.


"It's show time". Bisik Bagas kepada Arsy.


Seorang Pria paruh baya memasuki ruangan dengan di dampingi sepasang pria dan wanita seusia Bagas dan kemudian mengambil duduk di bangku paling belakang.


"Apa kabar Om Daniel, Bastian juga Amanda. Lama tidak bertemu". Sapa Bagas sopan dari atas podium.


Daniel menyeringai kan senyuman kepada Bagas. Sementara Bastian menatap tak berkedip kearah Arsy sehingga membuat Arsy yang sempat bertemu mata dengan Bastian pun tampak merapatkan tubuh nya kepada Bagas.


Jangan lupakan Amanda yang menatap tajam kepada Arsy yang sedang di rangkul mesra oleh Bagas.


"Jaga mata kalian". Gumam Daniel kepada Amanda dan Bastian, sehingga membuat sepasang suami istri itu pun mengalihkan pandangan mereka kearah lain.


"Seperti yang Kamu lihat. Kami selalu sehat". Daniel menjawab pertanyaan Bagas dengan nada mengejek.


"Alhamdulillah kalau Om dan kalian selalu sehat. Semoga Allah selalu memberikan kalian berkah Nya kepada Om juga kalian". Daniel berdecih mendengar ucapan Bagas yang seolah menyindir nya secara halus.


"Silahkan kalian jawab pertanyaannya yang diajukan tadi. Seperti bukan hanya Saya saja yang menunggu jawaban tersebut bukan?". pertanyaan Daniel di anggukan setuju oleh para peserta konferensi yang hadir tersebut.


"Baiklah. Perkenan Saya menjawab pertanyaan pertama yang Mbak Anjani ajukan tadi" Ardi pun maju dan berdiri di samping Bagas.

__ADS_1


"Ananda Arsy Hidayat adalah putri kandung dari Bapak Rahmat Hidayat dan Ibu Mia, hal ini bisa kami buktikan dengan surat yang memang dibuat oleh Almarhum Bapak Rahmat Hidayat dan diserahkan kepada Almarhum Bapak Baskara Gumilang sebelum wafat dalam kecelakaan". Ardi menampilkan berkas berisi sebuah surat yang di maksudnya tadi di layar yang berada di belakang nya.


"Kami memang sengaja menyembunyikan keberasaan Arsy di tempat yang aman, karena pada awal nya Ananda Arsy tidak ingin menggunakan identitas asli nya. Namun berhubung Ananda Arsy menikah dengan Pak Bagaskara, maka dari itu lah Ananda Arsy merelakan identitas nya sebagai Aryska Cahaya Gumilang di gantikan kembali menjadi Ananda Arsy Hidayat". Penjelasan Ardi sukses membuat Daniel, Bastian serta Amanda terkejut.


"Ternyata selama ini keluarga Gumilang menyembunyikan keberadaan nya?". Tanya Daniel lantang yang kembali mengundang banyak pertanyaan dan rasa penasaran dari para para wartawan.


"Alangkah baik nya kata menyembunyikan kita ganti menjadi menyelamatkan". Jawab Ardi tak kalah lantang.


"Lalu bagaimana bisa seorang pembunuh justru merawat dan membesarkan anak korban pembunuhannya?". Tanya Daniel disertai seringai licik di wajah nya yang kembali membuat kasak kusuk di kubu wartawan.


Bagas mengepalkan tangannya menahan amarah. Arsy yang paham dengan keadaan sang suami saat ini pun memeluk erat lengan dan menyandarkan kepala nya di lengan Bagas. Dan hal itu mampu membuat emosi Bagas mereda.


"Seperti nya pertanyaan dari Pak Daniel, akan lebih baik di jawab oleh Pak Putra, karena Beliau lebih berhak untuk menjawab pertanyaan yang Anda dan juga tadi Mbak Anjani tanyakan". Jawab Ardi lalu mempersilahkan Putra untuk berdiri di samping nya.


Ucapan dan perbuatan Putra kepada Bagas itu mampu membuat suasana yang tegang itu menjadi sedikit lebih santai.


"Baiklah menjawab pertanyaan Mbak Anjani dan juga Pak Daniel, yang seperti nya secara khusus hadir di konferensi pers ini tadi. Maka Saya akan menjelaskan status Pak Bagaskara yang menjadi tersangka dalam kecelakaan yang mengakibatkan tewas nya Bapak Rahmat Hidayat dan istri". Kali ini Putra memutar sebuah rekaman berisi kesaksian para saksi mata yang melihat langsung pada saat kejadian berlangsung.


"Dan atas dasar itulah status Pak Bagas bukan lah tersangka melainkan saksi korban. Karena ternyata Pak Bagaskara pun ternyata adalah target yang memang sengaja di incar. Jadi bisa di bilang, pada kecelakaan yang menimpa keluarga Bapak Rahmat Hidayat, posisi Pak Bagas saat itu berada di waktu dan tempat yang salah. Karena ternyata baik Pak Bagaskara dan Keluarga Bapak Rahmat Hidayat saat itu memang menjadi target dari dua orang juga dua masalah yang berbeda". Pernyataan panjang lebar Putra membuat ruangan seketika itu juga menjadi ramai.


Diam diam Daniel dan Bastian mengepalkan tangan mereka. Sementara Amanda yang awal nya terlihat santai kini menjadi gugup.


"Saya kira penyampaian juga bukti yang saya berikan tadi cukup menjadi sebuah bukti bahwasanya Pak Bagaskara tidak terlibat dan bukan lah seorang pembunuh keluarga Bapak Rahmat Hidayat seperti yang selama ini di tuduhkan. Dan untuk pertanyaan selanjutnya, Saya sangat berharap Mbak Ananda bersedia menjawab nya" Bagas tampak melihat kepada Arsy. Dan Arsy pun menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"Pertama tama izinkan saya menyapa Ibu Amanda". Amanda dan Arsy saling bertatapan dalam jarak. Arsy menyunggingkan senyuman ramah kepada Amanda.


"Apa kabar Tante, kita bertemu lagi". Sapa Arsy namun dibalas Amanda yang sengaja mengalihkan pandangan kearah lain.


"Baiklah, menjawab pertanyaan Mbak Anjani tadi, maka Saya akan menjawab nya secara singkat. Saya tidak di sembunyikan tetapi di selamatkan oleh keluarga Gumilang, lebih tepat nya Almarhumah Oma Shinta. Sebenarnya jika Saya dan suami Saya jika tidak saling jatuh cinta dan memutuskan menikah, sudah bisa di pastikan kalau Saya akan selalu menyandang nama Aryska Cahaya Gumilang, dan pasti nya akan selalu menjadi adik dari suami Saya". Arsy mengalihkan pandangan nya kearah Bagas yang juga sedang menatap nya seraya tersenyum, dan Arsy membalas senyuman itu dengan tersenyum dan kemudian memeluk pinggang Bagas.


"Tak ada yang harus di jelaskan lebih panjang lagi mengenai kehidupan saya sebagai Aryska, karena bagi Saya yang terpenting saat ini, Saya dan suami Saya sudah menikah secara sah baik agama, hukum maupun negara. Dan perihal kepemilikan RH Company, dengan ini Saya menyatakan tidak tertarik sama sekali dengan pemilikan tersebut. Jadi silahkan Tante Amanda melanjutkan apa yang sudah berhasil di dapat nya. Dan Saya berharap ke depan nya. Saya dan suami Saya dapat menjalani kehidupan layak nya pasangan suami istri lain nya tanpa ada yang menganggu kehidupan Kami lagi seperti nasib kedua orang tua Kami". Ucapan panjang lebar Arsy membuat semua mata beralih kepada Amanda, Daniel dan Bastian secara bergantian.


"Kami rasa semua pertanyaan yang ingin rekan-rekan sampaikan sudah terjawab semuanya". Ardi pun melanjutkan ucapan Arsy.


"Masalah kehidupan Mbak Arsy sebagai Aryska biarlah itu menjadi cerita bagi kami yang mengetahui serta merasakan menjalani kisah Mbak Arsy saat menjadi Aryska. Kami tutup konferensi pers saat ini. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh". Selepas Ardi mengucapkan salam, Bagas pun segera membawa Arsy ketempat yang aman.


Ardi dan Putra pun berjalan mengekori langkah Bagas dan Arsy yang akan keluar ruangan dari pintu samping.


"Awasi mereka. Cari tahu tentang semuanya. 1x24 jam, kalian harus melaporkan semua nya kepada Saya".


#############


LIKE JUGA KOMEN NYA JANGAN LUPA YA.


Untuk Om Ardi, berhubung usia nya sama Bagas seumuran, dan juga biar nggak kikuk manggil nya, kata Om di depan nama Ardi, Aku hapuskan ya.


SEE YOU NEXT BAB

__ADS_1


__ADS_2