Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 8 Bagas Or Adit ?


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Oma... Chika pulang". Sapa Chika saat melihat Oma hendak berjalan menuju pintu yang sudah di buka Chika.


"Waalaikumsalam... MasyaAllah". Sahut Oma terkejut.


Oma berjalan cepat ke arah Bagas, lalu memukuli tubuh Bagas sambil menagis dan kemudian memeluk dengan erat tubuh Bagas dan menangis dalam pelukan Bagas.


Chika pun terkejut melihat Oma Shinta yang menangis tersedu-sedu dalam pelukan Bagas, sementara Bagas pun memeluk erat tubuh Oma Shinta sambil mengelus lembut punggung Oma Shinta.


"Dasar nakal. Akhir nya Kamu pulang juga". Gerutu Oma di dalam pelukan Bagas yang hanya di senyumi oleh Bagas.


"Sayang sini". Panggil Oma kepada Chika.


Chika mengerutkan kening nya saat Oma Shinta merentangkan tangan kanan nya kepada Chika, sementara tangan kiri nya melingkar di pinggang Bagas yang sedang tersenyum kepada Chika.


Chika masih termangu terdiam melihat secara bergantian kepada Oma Shinta dan juga Bagas dengan kebingungan.


"Ish, anak ini". Gerutu Oma yang lalu melepaskan rangkulan nya kepada Bagas dan kemudian menghampiri Chika yang masih terdiam melihat keakraban Oma Shinta dan Bagas.


Oma menarik lembut tangan kanan Chika dan kemudian mendirikan tubuh gadis mungil itu di hadapan Bagas.


"Perkenalkan ini cucu Oma yang juga kakak angkat Kamu". Chika membulat kan kedua bola matanya dan menelan saliva saat mendengar ucapan Oma.


"Bagaskara Adityawarman Gumilang". Ucap Oma di susul kesadaran Chika yang menghilang.


Tubuh gadis mungil itu terlalu shock saat harus menerima kenyataan kalau Dosen Ganteng yang baru beberapa jam lalu di deklarasikan Chika sebagai calon pria impian nya itu ternyata adalah kakak angkat nya sendiri.


Kakak angkat yang selama ini selalu ingin Dia lihat wajah nya, Kakak angkat yang selama ini hanya terdengar suara nya dan hanya menampakkan punggung nya atau tembok tempat nya berada.


"Astaghfirullahalazim. Dia malah pingsan". Ucap Oma lirih.


Beruntung Bagas siaga. Sesaat sebelum Chika limbung, Bagas refleks memegang tubuh Chika dan kemudian mengangkat tubuh Chika untuk digendong nya saat Chika jatuh pingsan.


Bagas kemudian membawa tubuh Chika untuk berbaring di sofa keluarga. Sementara Oma sedang mencari minta kayu putih di dalam kamar nya.


"Kamu ini bikin kaget Chika tau Dit". Ucap Oma menyerahkan minyak kayu putih kepada Bagas. Lalu menepuk kencang bahu Bagas hingga Bagas meringis.


"Makasih Oma". Ucap Bagas menerima minyak kayu putih dari Oma Shinta.

__ADS_1


Bagas pun mengoleskan minyak kayu putih di ujung telunjuk dan ibu jari kanan nya sebelum akhirnya meletakkan dua jemarinya tersebut di ujung hidung Chika untuk di hirup Chika.


Perlahan-lahan Chika menggerakkan kelopak mata nya saat mencium harum minyak kayu putih di hidung nya.


Mata nya terbelalak saat melihat wajah Bagas berada 30 cm dari wajah nya sambil tersenyum.


Plak


"Astaghfirullahalazim Chika". Ucap Oma terkejut. Saat Chika mendaratkan telapak tangan kanan nya ke bahu kiri Bagas.


Jangankan Oma, Chika juga terkejut dengan apa yang di lakukan nya. Dia refleks memukul Bagas karena terkejut saat ini Chika sedang dalam posisi tiduran dengan bagian kepala berada di paha Bagas, dan kemudian wajah mereka pun berada cukup dekat.


Chika pun segera bangkit dari posisinya lalu beranjak menjauh dari Bagas dan duduk dekat dengan Oma Shinta.


Chika memandangi Bagas dengan tatapan penuh tanda tanya. Dalam hati ingin bertanya, tapi Dia sendiri bingung mau memulai pertanyaan tersebut dari mana.


Sementara Oma Shinta, tampak memandang dengan tatapan penuh haru, rindu, tapi Bagas sendiri malah terkesan lebih memilih memperhatikan Chika yang sesekali mata nya membulat saat pandangan mereka bertemu.


"Kamu nggak kangen sama Oma Dit?". Tanya Oma memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.


"Kan tiap hari ngobrol di Video Call Oma". Jawab Bagas atau Adit ya, terserah lah mau di panggil apa.


"Dasar cucu nggak perhatian. Kamu pikir video call itu cukup apa".


"Belasan tahun nggak pulang, nggak ada niatan peluk Oma gitu?". Protes Oma Shinta.


Bagas berpura-pura menggaruki pelipis kiri nya untuk menutupi rasa gugup nya.


Bohong kalau Dia tidak merindukan sang Oma. Tapi apalah daya, Dia tidak ingin Chika melihat nya manja kepada sang Oma yang sangat di rindukan nya.


"Malu kali sama Chika Oma". Ucap Chika asal, dan sayang nya hal itu benar ada nya.


"Ish, gengsi di gedein. Udah, kalau emang kangen pengen peluk Oma, peluk aja Pak. Nggak usah malu malu gitu". Kata Chika disusul senyum usil nya.


"Anggap aja Saya itu makhluk tak kasat mata". Oma memukul pelan bahu kiri Chika, hingga membuat gadis mungil itu tersenyum kecil.


"Ya habis nya mau peluk Oma aja malu-malu gitu". Ujar Chika.

__ADS_1


"Ngapain malu sama Kamu Chika". Ucap Bagas lalu beranjak dari duduk nya dan menghampiri Oma nya.


"Pindah". Titah Bagas kepada Chika, dengan menyenggol pelan ujung kaki kanan Chika dengan ujung kaki nya


"Ish. Bapak tuh ganggu aja tau". Protes Chika yang enggan beranjak masih di sisi Oma Shinta.


"Ya udah, kalau nggak mau pindah". Bagas pun lebih memilih berada di sisi kiri sang Oma lalu memeluk erat tubuh dari samping.


"Adit kangen banget sama Oma". Peluk Bagas yang di balas oleh Oma. Di kecupi pucuk kepala cucu semata wayang itu penuh dengan kasih.


"Jahat banget Kamu Dit, belasan tahun Oma di tinggal sama Kamu, cuma Video call itu pun nggak tiap hari". Oma pun mulai tersedu sambil berucap, hingga membuat Bagas mengeratkan pelukan nya kepada Oma.


Bukan Dia tidak menyayangi sang Oma, namun rasa bersalah nya kepada Chika, membuat nya merasa tidak sanggup bertemu sang Oma terutama Chika.


"Oma kangen banget sama Kamu Dit. Untung ada Chika yang nemenin Oma tiap hari". Ucap Oma. Chika pun memeluk tubuh Oma Shinta dari sisi yang berlawanan dengan Bagas.


"Untung Tuhan, memberikan Oma umur yang panjang, sehingga bisa melihat dan memeluk Kamu lagi seperti sekarang. Coba kalau Tuhan memberikan umur Oma pendek"


"Oma nggak boleh ngomong kaya gitu. Emang Oma nggak sayang sama Chika?". Chika pun akhirnya menangis setelah dia memotong ucapan Oma Shinta.


"Lagi juga Kak Adit, kenapa sih nggak mau pulang pulang?".


"Tega banget sama Oma sih Kak". Protes Chika yang kini merubah panggilan Bagas menjadi Adit.


"Apa karena ada Chika, jadi Kak Adit nggak mau pulang dan ketemu sama Oma?".


"Kalau emang kaya gitu, harus nya Kak Adit tinggalin Chika di panti asuhan aja, dibandingkan Kak Adit harus ninggalin Oma selama belasan tahun kaya gini".


"Hust. Kamu itu ngomong apa sih Chika". Oma Shinta menepuk punggung tangan Chika dengan kencang mendengar ocehan Chika.


"Terus apa lagi alasan Kak Adit nggak mau pulang ke rumah Oma, kalau bukan ada Chika di sini?". Tangis Chika pun akhirnya pecah.


Gadis itu pun melepaskan pelukannya kepada Oma Shinta lalu beranjak pergi meninggalkan Oma Shinta dan Bagas. Gadis itu pun berlari menuju kamar nya sambil menangis.


Chika..."


#############

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN JUGA VOTE NYA YA KAKAK


#############


__ADS_2