Oh My Dosen ( Remake )

Oh My Dosen ( Remake )
Bab 79. Jawaban Hati Putra


__ADS_3

"Ada lagi yang mau di beli?". Tanya Putra sesaat setelah mereka tiba di kasir sebuah toko buku di Mall yang berada tidak jauh dari kediaman Ardi.


Reina tampak mengingat apa lagi bahan bahan yang kurang untuk tugas presentasi yang Bagas berikan.


setelah men chat Sugar Baby Wifey dan memastikan tak ada yang kurang satu juga, Reina baru menjawab pertanyaan Putra.


"Nggak Pak, ini sudah semua nya". Jawab Reina, lalu meletakkan keranjang belanja nya di meja kasir.


"Total nya jadi Rp. 1.756.700 Mbak". Reina bergegas mengambil dompet dari tas ransel nya, namun di tahan oleh Putra.


"Pakai ini saja". Putra menyodorkan sebuah kartu debit berwarna gold milik sebuah bank swasta yang identik dengan warna biru nya.


"Nggak usah Pak. Ini tugas kelompok, kita udah pada saweran, jadi uang nya sudah ada". Reina mendorong balik tangan Putra yang menyodorkan nya kartu milik Putra. Dan memberikan kartu ATM milik nya kepada kasir.


"Hitung hitung, biaya sewa kamu jadi calon pendamping saya tadi". Reina tersenyum miris, hati nya seakan teriris, ternyata Putra memang sengaja melibatkan nya dalam hubungan palsu untuk menghindari Anissa dan juga ibu nya.


"Jangan Pak. Kalau Bapak bayar Saya, sama saja menyamakan Saya dengan para wanita bayaran yang setelah puas di buang". Kali ini Putra lah yang merasakan hati nya teriris mendengar jawaban Reina. Hingga akhir nya Putra pun menarik kembali kartu yang di sodorkan nya tadi.


Hingga selesai transaksi tak ada satu pun dari mereka yang saling berbincang.


"Terima kasih sudah berbelanja di toko Kami Mbak". Kasir itu menyerahkan kartu ATM juga kantung belanja kepada Reina.


"Makasih juga Mbak". Reina mengambil menerima ATM dan jantung belanja nya. Namun pada saat dia memasukkan kartu ATM kembali ke dompet nya. Putra mengambil kantung belanja Reina dan berjalan keluar toko buku.


Dengan paksa Reina mengambil kantung belanja nya dari tangan Putra.


"Terima kasih sudah di antar Pak. Saya pamit duluan". Putra terpaku mendengar ucapan Reina setelah keluar dari toko buku.


"Saya antar sampai rumah". Ujar Putra lalu hendak mengambil kembali kantung belanja Reina. Namun Reina menghindari nya.


"Sebaik nya tidak usah Pak. Cukup sampai di sini aja". Putra melihat bingung kepada Reina.

__ADS_1


"Ini sudah mau malam Rein, biar Saya an...".


"Nggak usah Pak. Saya udah terbiasa sendiri. Jadi lebih baik Bapak tidak usah mengantarkan Saya pulang''. Reina memotong ucapan Putra sebelum Putra melanjutkan ucapan nya.


"Tapi...".


"Ngak apa apa kok Pak. Kalau Bapak antar Saya pulang takut nya Saya jadi baper sama Bapak. Kalau Saya baper sama Bapak, kan Saya yang repot Pak". Putra hanya terdiam sementara Reina tampak terkekeh kecil setelah selesai berucap.


"Saya duluan ya Pak. Assalamu'alaikum". Tanpa menunggu balasan salam Putra, Reina pun bergegas meninggalkan Putra yang masih terpaku.


Dengan sedikit berlari kecil gadis itu sudah semakin menjauh dari Putra, hingga saat tubuh Reina sudah tak terlihat, Putra baru menyadari kalau Dia di tinggal oleh Reina.


Pria itu mengambil nafas dalam dalam lalu membuang nya dengan segera. Dengan langkah gontai pria itu pun pada akhir nya memutuskan untuk melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat nya.


Padahal tadi nya Putra ingin mengajak Reina makan malam terlebih dahulu, sebagi ucapan terima kasih, karena sudah membantu nya bersandiwara di hadapan Anissa dan ibu nya.


Tapi penolak yang Reina berikan pada saat Putra akan membayarkan perlengkapan tugas Reina serta menolak membantu nya membawa kantung belanjaan, membuat nya berpikir, apakah Reina tidak akan tersinggung dengan permintaan nya yang ingin mengajak makan malam nya.


Bahkan hati nya semakin gelisah saat mengingat Dia hanya bisa memandangi punggung gadis itu kala berlari kecil meninggalkan nya.


Lagi lagi hati nya terasa sakit, lebih sakit saat Dia melihat Dita istri nya tewas dalam pelukan selingkuhan nya.


Putra menepikan mobil nya, hati nya galau pikiran nya tertuju kepada Reina si gadis yang selalu berpenampilan sederhana lengkap dengan kuncir kuda nya.


Pria itu menyugar kasar rambut nya lalu memukuli setir mobil berkali kali guna meredam gejolak hati nya.


Hari ini adalah pertemuan mereka yang ke empat kali nya. Kesan gadis sederhana, yang memiliki wajah alami tanpa polesan make up, yang menjadi keseharian Reina ternyata cukup menarik perhatian nya juga sang Mama.


Dia tadi sempat mencuri dengar perbincangan Reina dengan sang Mama saat akan mengantarkan Mama Rani pulang dari restoran cepat saji tadi.


Benar yang di katakan Ardi, Reina adalah seorang gadis yang hidup sebatang kara sejak Dia masuk kuliah. Ibu meninggal dunia lebih dahulu pada saat Dia masih duduk di bangku SMU, sementara Ayah nya meninggal bertepatan pada saat hari pertama nya sebagai seorang Mahasiswi.

__ADS_1


Beruntung Reina termasuk anak yang pintar, sehingga gadis itu bisa kuliah melalui jalur beasiswa penuh, sehingga gadis itu tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membiayai kuliah nya.


Dari mencuri dengar tadi, Putra mendengar untuk kebutuhan hidup sehari hari gadis itu pun berdagang masakan.


Kalau pagi gadis itu berdagang menu sarapan, kalau siang dan tidak ada kuliah, gadis itu menjual lauk makan dan menjajakan nya di teras rumah nya. Sungguh gadis yang sangat mandiri bukan.


Karena itu lah, tak heran kalau Mama Rani menyukai gadis itu, bahkan saat akan turun dari mobil saat tiba di rumah, Mama Rani berujar ingin bisa masak bersama Reina, yang di balas Reina dengan mengucap Insya Allah.


Seperti nya Dia harus meminta bantuan serta restu sang Mama untuk mendekati gadis tersebut. Ya tak ada jalan lain. Kali ini sang Mama harus kembali terjun membantu masalah percintaan nya yang pasti akan menjadi masa depan nya.


Tak perduli bagaimana tanggapan Reina kelak. Yang pasti mulai saat ini, Dia sudah memantapkan hati nya untuk mendekati gadis itu.


Lain dengan Dita yang dulu di jodohkan sang Mama, juga Anissa yang bernasib sama dengan sama-sama di khianati pasangan masing masing, Putra sama sekali tidak pernah merasakan getaran saat bertemu dengan mereka.


Namun hal berbeda di rasakan oleh Putra setiap kali Dia bertemu dengan Reina.


Getaran yang di rasakan nya pertama kali saat pertemuan kedua mereka di kantor nya, kala gadis itu mengantar Arsy untuk memberikan kesaksiannya.


Dipertemuan ketiga kala bertemu di rumah Bagas, membuat perhatian nya teralihkan kepada Reina, mana kala gadis itu tampak sibuk di dapur bersama Arsy dan Lia untuk mempraktikkan menu baru yang mereka contek dari resep seorang chef wanita yang kini menetap diluar negeri.


Dan pertemuan ke empat kali ini, seolah olah seperti sudah di takdir kan, kegiatan mereka seharian ini selalu membuat mereka bertemu dari satu tempat ke tempat lain.


Putra tersenyum kala mengingat Reina yang bersikap manja kepada nya saat berpura-pura di hadapan Mama Rani. Senyuman serta tatapan teduh Reina saat menenangkan nya ketika kesal menghadapi Anissa dan Bu Rahma di restoran tadi membuat nya semakin yakin untuk mendekati gadis itu.


##########################


TBC


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN NYA YA


THANK YOU

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2