
"Bismillahirrahmanirrahim...". Ucap Pak Penghulu mengawali pembukaan.
Bagas meminta Juwono untuk membuka acara pernikahan nya dengan melantunkan beberapa ayat suci Al-Quran. Bagas yang sangat mengetahui kalau sebenarnya Juwono di balik penampilan nya yang selama ini gemulai, adalah seorang yang taat beribadah dan juga sudah berkali-kali khatam Al-Quran, meminta langsung Juwono setelah melihat nya merubah penampilan nya tidak gemulai lagi.
Suara yang merdu dan pelafazan yang baik dan sempurna membuat beberapa orang yang mendengar lantunan ayat suci yang Juwono bacakan sampai menitikkan air mata.
Pun hal nya dengan Juwono, sambil terisak pria yang menjadi makhluk setengah matang itu melantunkan ayat suci. Oma yang berada di samping Juwono menggenggam erat telapak tangan kanan Juwono untuk memberikan ketenangan kepada Juwono, hingga akhirnya Juwono pun menyelesaikan bacaan nya.
Pak penghulu bernama Pak Akbar itu pun melanjutkan memberikan khotbah nikah, sebelum akhirnya Bagas dan Pak Akbar saling berhadapan dan berjabat tangan.
Bagas tampak menghela nafas berkali-kali. Pria yang mengenakan setelan baju koko berwarna putih dan kopiah hitam bahkan sempat merasakan dingin pada tangan nya saat berjabat tangan dengan Pak Akbar.
"Tarik nafas yang dalam Mas Aditya. Sampai dingin begini tangan nya". Seloroh Pak Akbar di susul senyum tipis Bagas dan tawa kecil dari saksi.
Ada Babe Beni yang menjadi saksi dari pihak Arsy, sedangkan dari pihak Bagas, yang menjadi saksi adalah Om Hardi saudara sepupu Papa Bas.
"Gimana, sudah bisa kita mulai akad nya?". Bagas mengangguk penuh semangat.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Bagaskara Aditya Gumilang bin Almarhum Baskara Gumilang dengan Ananda kami yang bernama Ananda Arsy Hidayat binti Almarhum Rahmat Hidayat dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayarkan Tunai.” Pak Akbar menghentakkan jabatan tangan nya dan langsung di jawab oleh Bagas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Arsy Hidayat binti Almarhum Rahmat Hidayat dengan maskawin tersebut, tunai.” Sahut Bagas dengan lancar dan tegas.
"Bagaimana para saksi? ".
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Jawab para saksi serempak yang diikuti yang para undangan yang menyaksikan acara akad nikah tersebut.
"Alhamdulillah. Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin". Ucap Pak Akbar.
"Mempelai wanita nya bisa langsung di pertemukan dengan suaminya, Oma". Ucap Pak Akbar yang di angguki oleh Oma.
__ADS_1
Oma pun segera berjalan menuju kamar rias untuk membawa Arsy menemui Bagas yang kini sudah sah menjadi suami nya.
Ceklek
Tawa Arsy dan Lia seketika itu pun menghilang, saat Oma memasuki kamar. Senyum selalu merekah di wajah senja Oma, membuat Arsy mengucapkan syukur dalam hati.
"Alhamdulillah, sekarang Kamu sudah sah menjadi bagian dari keluarga Gumilang".
"Selamat ya sayang. Oma do'a kan pernikahan kalian selalu SAMAWA hingga ajal memisahkan kalian.Oma yakin, Kami bisa melengkapi hidup Adit agar lebih baik lagi untuk dunia juga akhirat.Semoga Allah merestui pernikahan kalian dan memberikan kalian kelak anak anak penerus keluarga Gumilang yang sholeh dan sholehah. Aamiin ". Oma mengecup lembut pucuk kepala Arsy lalu memeluk nya dengan erat.
"Oma sangat menyayangi Kamu sayang". Ucap Oma yang kini mengecup lembut kedua pipi Arsy hingga tanpa Arsy sadari kedua mata nya mulai meneteskan air mata.
"Aduduh... Jangan nangis dong. Nanti Adit bilang Oma marahin Kamu lagi". Oma pun menghapus butiran air mata yang menetes di kedua pipi Arsy.
"Yuk, kita keluar. Suami Kamu sudah nungguin". Oma pun meraih lengan kanan Arsy dan menuntun nya keluar ruangan.
Sementara Lia mengapit tangan kiri Arsy sambil sesekali melontarkan candaan kepada Arsy.
"Cie Cie yang udah punya suami". Goda Lia di susul cubitan kecil dari Arsy.
"MasyaAllah, ganteng nya suami orang". Ujar Lia saat melihat Bagas yang sudah menanti kedatangan Arsy.
"Oma titip Arsy ya Dit". Ujar Oma saat menyerahkan Arsy kepada Bagas.
"Jangan di galakin ya Pak". Pesan Lia hingga membuat yang lain nya tertawa.
"Silahkan di pakaikan cincin nya Mas Adit". Ujar Pak Akbar.
Bagas pun menyematkan sebuah cincin kepada jari manis kiri Arsy. Disusul dengan Arsy yang melakukan hal yang sama, lalu mencium punggung tangan kanan Bagas untuk pertama kali nya dengan status baru nya sebagai suami.
"Monggo, sudah halal ini. Silahkan di kecup kening istri nya. Jangan lupa di do'a kan agar pernikahan ini di berkahi dan di rahmati oleh Allah S.W.T. Dan kelak di karunia anak anak yang sholeh dan sholehah. Aamiin". Ujar Pak Akbar yang di Aamiin oleh yang lain nya.
Bagas pun mengecup kening Arsy seraya menggumamkan do'a di atas ubun-ubun Arsy.
“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
__ADS_1
Setelah mengutamakan do'a Bagas pun kembali mengecup kening Arsy dengan lembut yang di susul oleh kehebohan yang lain nya.
"Alhamdulillah, sudah selesai". Ujar Pak Akbar. Setelah Bagas dan Arsy menandatangani buku nikah dan di tutup dengan doa yang di bacakan oleh Pak Akbar.
"Mari silahkan di nikmati menu ala kadarnya ". Ujar Oma mempersilahkan para tamu juga kerabat untuk menikmati prasmanan yang sudah oma siap kan.
"Bu Shita". Oma menghentikan langkah nya saat mendengat suara memanggilnya.
"Ada apa Sabeni?". Tanya Oma kepada orang yang memanggil nama nya.
"Ane mau tanya boleh nggak?". Pak Sabeni pun menghampiri Oma Shinta, lalu mengajak wanita yang sudah di anggap nya sebagai ibu kedua bagi nya.
"Tanya apa?". Lah ini kenapa malah jadi ajang saling tanya ya. Pikir Oma Shinta juga Pak Sabeni.
"Ntu, yang tadi ngaji udah nikah belum?". Senyum Oma langsung terbit saat mendengar pertanyaan Pak Sabeni.
"Pucuk di cinta, ulam pun tiba". Oma menepuk kencang bahu kanan Pak Sabeni hingga lelaki paruh baya itu pun mengaduh.
"Kenapa?. Mau jodohin buat Pa'Ul?". Pak Sabeni menggelengkan kepala nya. Oma mengernyitkan kening nya seraya melihat kepada Pak Sabeni dengan penuh tanya.
"Buat Si Mae. Tadi die nanya sama Ane, kata si Mae, dia mau punya laki lagi nyang modelan nya kaya gitu". Ujar Pak Sabeni. Yang lagi lagi di hadiahi Oma, pukulan di bahu nya, namun lebih kencang.
"Si Mae?. Mau sama Juwono? ". Pak Sabeni menganggukan kepalanya.
"Kagak. Saya nggak izinin kalau si Juwono buat si Mae. Si Mae itu nikah udah 3x semua laki nya pada kabur. Saya heran sama Kamu Ben. Anak Kamu bukan si Mae doang. Masih ada Lia. Saya sudah jodohkan Lia sama Juwono. Dan Juwono sudah setuju dengan mas kawin yang Lia minta". Pak Sabeni tampak terkejut mendengar ucapan Oma Shinta.
"Nggak usah kaget. Mumpung Si Akbar belum pulang. Saya mau kamu jadi wali nikah buat Lia sama Juwono". Tanpa permisi lagi Oma Shinta langsung beranjak dari duduk nya sambil menarik lengan baju Pak Sabeni guna menghampiri Bagas dan Juwono yang sedang berbincang.
Sementara Arsy dan Lia tampak sedang menikmati makanan bersama dengan Maesaroh kakak tiri Lia dari istri pertama Pak Sabeni yang terus menerus menatap liar Bagas dan Juwono secara bergantian. Sedangkan yang di tatap Mae sendiri tengah sibuk berbincang-bincang dengan kerabat mereka.
"Akbar. Oma mau minta tolong nikahi satu pasangan lagi".
##########
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN YA
__ADS_1
KALAU BERKENAN TINGGALKAN VOTE YA
SEE NEXT BAB