OWEN HEART BEAT

OWEN HEART BEAT
OWEN-13


__ADS_3

...❄️...


...❄️...


...❄️...


Saat ingin kembali ke mobil miliknya, tanpa sengaja Vivian bertemu dengan Mia di koridor kampus.


Mia pun sangat mengingat bagaimana bentuk wajah dari wanita yang mengatakan bahwa dirinya adalah tunangan dari dosen sekaligus tetangganya itu, Owen. Terutama jika mengingat bagaimana mereka bertemu di pesta semalam.


...Apa aku harus menyapanya? apa wanita ini akan mengenalku? Tapi bagaimana jika dia tidak suka saat aku menyapanya?...


"Selamat siang nona." Ah. mulut ini. Mia tak bisa menahan dirinya untuk tidak bicara. Meskipun sebenarnya ia hanya ingin bersikap ramah.


Mendengar sapaan Mia, Vivian pun kembali mengingat dimana ia pernah melihat gadis yang berdiri di depannya saat ini.


...Ah wajah ini. Gadis semalam....


"Kau si gadis Afrodite itu? gadis kecilnya Elston. Kau seorang mahasiswi?" Vivian sedikit tercengang mendapati kebenaran tersebut. Tidak biasanya Elston bergaul dengan seorang gadis kecil.


"Aku bekerja dengan tuan Elston nona. Dan ya, aku masih seorang mahasiswi." ralat Mia. Di pesta semalam Mia tidak memiliki keharusan untuk menjelaskan siapa dirinya. Terutama jika orang-orang itu bukanlah kenalannya.


Tapi berbeda cerita jika ia sudah berada di luar. Mia tidak ingin disalahpahami oleh orang lain, terutama orang-orang seperti Vivian.


Vivian mengangguk samar mendengar penjelasan Mia, "Baiklah lagi pula itu urusanmu." balas Vivian tak ingin ambil pusing kemudian berlalu begitu saja. Ia tak memiliki banyak waktu untuk sekedar berbasa-basi.


Saat Vivian berlalu begitu saja, Mia hanya bisa mendesah pelan. Wajah saja Vivian tak menganggap nya penting. Dunia mereka sangat berbeda.


Tak ingin berlama-lama di sana, Mia pun kembali melanjutkan langkahnya. Masih ada pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.

__ADS_1


...❄️❄️❄️...


Di depan ruang kerja Owen, Mia menunggu sesaat sebelum ia mengumpulkan keberanian untuk mengetuk pintu. "Sir anda di dalam?" panggil Mia dengan suara perlahan. Mia menunggu sesaat, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Melihat tak ada jawaban, Mia kembali melakukan hal yang sama sebanyak 3 kali, tapi hasil yang didapatkannya juga masih sama. Kali ini Mia benar-benar yakin jika Owen tidak ada di dalam ruang kerjanya.


"Apa dia sedang mengajar?" pikir Mia. Ia pun memberanikan diri untuk memastikannya sendiri, dan benar saja Owen tak ada di sana. Ruangannya kosong.


Mia pun memilih untuk kembali nanti. Lagi pula Mia masih merasa tak nyaman untuk bertemu dengan Owen saat ini. Tapi saat Mia ingin berbalik pergi, ia kembali tersentak.


"Mia?" Owen menatap Mia sedikit terkejut, "Sir?" Mia pun sama terkejutnya seperti Owen. "Aku datang untuk mengumpulkan tugasku." ujar Mia menjelaskan perihal keberadaan nya di tempat itu. Secara langsung dan tak ada basa-basi.


Apa Owen baru saja bertemu dengan tunangannya? pikir Mia dalam hati. Pria itu terlihat berbeda.


Owen menautkan kedua alisnya, saat mendengar apa tujuan gadis itu. "kau sudah mengerjakan tugasmu?" kau mengerjakannya sendiri? tanpa bantuanku? seharusnya itulah yang Owen tanyakan tapi Iya hanya menyimpan pertanyaan itu di dalam kepalanya.


"Ya sir aku sudah menyelesaikan tugasku." jawab Mia. Ia mengabaikan ekspresi yang tertulis di wajah Owen. Mia pun sebenarnya merasa tidak enak hati kepada Owen. Mia sudah berjanji kepada pria itu untuk meminta bantuan pada dirinya tapi kenyataannya nya Mia justru menyelesaikan tugasnya dengan bantuan Elston.


"Kalau begitu saya permisi masih ada kelas yang harus saya ikuti." ujar Mia kemudian berbalik pergi meninggalkan Owen.


Owen pun hanya mematung. Ia tak punya apapun untuk bisa menahan Mia lebih lama bersama dirinya. Ia bukan siapa-siapa.


...❄️❄️❄️...


Di depan gerbang kampus, elston sedang menunggu Mia di dalam mobil. Karena hari ini ia tak memiliki kegiatan lain. Meskipun itu hanya alasan saja.


"Apa gadis itu mengatakan kepadamu kapan jam pelajaran nya akan berakhir?" tanya Elston kepada Bones.


"Nona Mia tidak mengatakannya tuan." sahut Bones dengan sebenarnya.

__ADS_1


Mendengar hal itu, wajah Elston kembali berubah bosan, ia tidak tahu harus menunggu sampai kapan.


"Kau keluar dan carilah gadis kecil itu. Tanyakan padanya kapan ia akan selesai." perintah Elston kepada Bones. Ia sudah tak sabar ingin bertemu Mia.


Baru saja Bones ingin mengerjakan perintah Elston, Bones sudah mendapati sosok Mia yang sedang berjalan ke arah mereka, "Sepertinya tidak perlu tuan." ujar Bones. "Nona Mia ada di sana." Bones menunjuk kearah Mia.


Elston pun melihat ke tempat yang ditunjukkan oleh Bones kepada dirinya, "Bagus sekali, seperti nya aku tidak perlu menunggu terlalu lama." Ujar Elston berdecak senang.


Saat Mia mendekat, Elston pun keluar dari dalam mobil untuk menyambut Mia, "Gadis kecil!" Panggil Elston melambai senang kepada Mia.


Mia mencari ke sumber suara, dan sedikit terkejut saat mendapati sosok yang memanggil dirinya, "Elston?" ujar Mia yang langsung berjalan cepat untuk menghampiri Elston.


...Astaga. Apa yang di lakukan pria ini di sini? apa dia ingin menunjukkan kepada banyak orang bahwa ia seorang pria yang cantik? Benar-benar!...


"Apa yang kau lakukan disini Els?" ujar Mia keheranan.


"Menjemput mu tentu saja. Apalagi?" wajah yang nampak polos itu benar-benar membuat Mia ingin mencubit nya sekuat tenaga.


"Menjemput ku? tapi kenapa?" tanya Mia lagi.


"Ais, kau memang banyak tanya. Sudah lah, masuk saja. Aku ingin pergi ke salon. Dan kau harus menemani ku." perintah Elston yang langsung mendorong Mia untuk masuk ke dalam mobil miliknya.


"Hei.. pelan-pelan. Aku bisa masuk sendiri."


Dari kejauhan, Owen sedang memperhatikan Mia yang di jemput oleh pria yang cukup familiar dalam ingatannya. Tapi ia tidak yakin apakah pria itu adalah pria yang sama dengan yang pernah ia lihat di media.


"Aku seperti mengenal pria itu. Apa hubungan mereka?"


...❄️...

__ADS_1


...❄️...


...❄️...


__ADS_2